Cerita si Saya di Jepang (Ep.9)

Intro & Episode 1

Episode 2

Episode 3

Episode 4

Episode 5

Episode 6

Episode 7

Episode 8

1 Mei 2012

Sudah masuk bulan Mei, berarti… baru gajian! Yay! Eh, bukan gaji ding, beasiswa. Hehehe. Alhamdulillah, ya… Maklum, bekal makin menipis. Hihihi.

Uangnya ditransfer ke rekening JP Post yang dibuat tempo hari. Setelah dibagi ke pos-pos penting seperti bayar dorm, listrik, air, dan telepon, sisanya untuk biaya hidup.

Oiya, ada satu lagi yang harus dibayar ding, commuter pass buat ke kampus! Karena saya tinggal di Port Island, maka untuk ke kampus harus naik Port Liner dan lanjut kereta Hankyu, Hanshin, atau JR. Yang paling dekat dengan kampus sih Hankyu. Walaupun sedikit lebih mahal.

Dapat diskon pelajar sih, untuk Port Liner, tapi untuk operator kereta lainnya nggak ada diskon untuk mahasiswa riset. Harus udah lulus dulu baru dikasih diskon. Jadilah, saya harus membayar dengan biaya yang sama dengan para pekerja. Heuheu.

Dengan beasiswa per bulan 145000 JPY, biaya dorm 5900 JPY, biaya listrik tergantung pemakaian, dan air flat 3000 JPY, telepon 8000-9000 JPY dan commuter pass 10000 JPY, ditambah buat makan yang mostly masak sendiri dan sebulan cukup lah 50ribuan, harusnya lebihnya lumayan, ya… Apalagi ternyata biaya dorm saya termasuk murah dibandingkan harga normal dorm lain. Jangan dibandingkan dengan harga apato biasa, bisa 10 kali lipatnya! 😑

Dan emang berlebih, sih… Saya-nya juga bukan yang doyan belanja ini… Tapi, tetap harus nabung, nih! Buat persiapan pindah ke apato biasa. Asrama cuma boleh ditinggali selama setahun, sih… heuheu.

Eh, tapi itu kalau lulus ujian… 😅

Eh, kalau nggak lulus, tetap harus pindah, sih… Jatah ujiannya bisa sampai dua tahun. Kalau pun sampai setahun nggak lulus, masih ada setahun lagi yang masih dapat beasiswa tapi nggak boleh tinggal di asrama.

Dan denger-denger, udah lah sewa apato per bulan itu mahal, pas awal masuk juga mesti nyiapin biaya lain-lain seperti uang kunci, deposit, dan biaya agen. Belum lagi karena biasanya kosongan, mesti beli ini-itu lagi.

Baiklah, kalau begitu… bang bing bung yuk kita nabung *you sing, you lose 😝*

Oh iya, memasuki bulan Mei juga, maka satu bulan berlalu dari para siswa mulai sekolah, para mahasiswa mulai kuliah, dan para karyawan baru mulai memasuki dunia kerja. Di awal bulan ini juga biasanya ada libur yang cukup panjang karena tanggal merah yang berturut-turut.

Yoi, saya juga baru ngeh, ternyata hari libur di Jepang hampir selalu sama setiap tahunnya, terutama untuk bulan Mei ada libur karena hari anak (biasa disebut Kodomo no Hi), hari Hijau (saya juga tidak terlalu mengerti maksudnya, hanya saja ditulis sebagai Midori no Hi, yang diartikan secara langsung oleh si Saya yang hobi mengartikan dengan semena-mena sebagai hari Hijau), dan hari Konstitusi. Karena libur berturut-turut tersebut, maka orang Jepang menyebutnya sebagai “Golden Week” atau biasa disingkat dengan GW. Sudah bisa dipastikan pada hari-hari di minggu tersebut, tempat hiburan dan taman bermain akan full.

Di kelas Nihongo, ada seorang teman kita sebut saja sebagai Linda (bukan nama sebenarnya) dari sebuah negara nun jauh di sana. Anaknya agak ‘unik’. Kemarin pas Fujita-sensei nanya-nanya “kira-kira udah berapa kanji yang kalian hapal?”, doi jawab sudah 2000an. Prok… prok…👏👏👏

Saya yang jawab kurang dari 50 pun jadi merasa kebanting. FOMO gitu ceritanya… Hahaha.

Tapi, percakapan dalam Nihongo-nya masih sulit dimengerti. Dia seperti males menyelesaikan kalimatnya dengan pengucapan ~masu dan ~desu (dibaca mas dan des) dengan jelas. Sengaja digantung gitu, jadinya ~mak dan ~dek. Padahal dia bisa. Terbukti pas dikoreksi oleh sensei dia mengulang dengan benar. Meskipun dengan rada malas. Mungkin pengaruh bahasa kali, ya? Mungkin dalam native language-nya, ujung ~s gitu diganti ~k kali, ya? *nuduh*

Terus, hari ini doi ke kampus dengan sleeveless one piece dan boots, dong! Keren, sih. Tapi nggak kedinginan apa, ya? Saya yang berkerudung aja masih kedinginan ini… Atau saya-nya aja yang lemah? Wkwk.

Sepulangnya, seperti biasa saya setor muka dulu ke lab. Baru pulang setelah kelas reading. Saya mah langsung pulang aja, ngantuk, pengen bobo siang. 😝

Sampai di dorm nggak bobo juga sih, udah sore, dan keasyikan internet surfing, kalau lanjut tidur, bisa kebablasan magrib plus ntar dapur keburu rame. Kompor dua biji bisa penuh semua.

Di dapur Linda ini sepertinya baru pulang.

“Gimana baju baruku?” Tanyanya, dalam Bahasa Inggris yang patah-patah. Saya bengong, mencoba menerjemahkan dari gesture-nya yang setengah berputar, membuat dress-nya menjadi setengah berkibar.

Saya yang nggak ngerti fashion cuma berkomentar pendek tanpa minat “Baguss…”

“Aku senang beasiswa udah turun, jadi aku bisa shopping.” Lah? Ya udah, saya nyengir aja.

“Tapi baju di Jepang mahal-mahal, ya… Emang beasiswa kita bakal cukup, ya?” Ceritanya lagi.

Kali ini saya balik bertanya “Emang baju itu kamu beli, berapa?”

“Yang ini 20ribu yen, bukan yang paling mahal, padahal.”

Mata saya setengah terbelak. Si Saya ini langsung berusaha menutup ekspresi kagetnya. Komentar saya kemudian cuma “Wow!” terus, ngomong sendiri dalam hati, “Gilee… 20ribu yen mah lebih dua juta rupiah! Bisa buat commuter pass dua bulan!”

Kemudian dia berlalu masuk ke kamarnya. Dan tinggal lah saya yang berpikir, doi ke dapur mau ngapain, ya? Cuma mau cerita soal baju aja kah?

Saya pun memandang baju rumahan saya yang lusuh. Baju jalan saya aja lusuh, apa lagi baju rumahan, coba… hahaha…

Auk ah, selera dan prioritas orang beda-beda. Kalau Linda doyannya shopping barang-barang fashionable, saya mah prioritasnya tidur. Wkwk. Dasar kebo lu, Say! :😝

One response to this post.

  1. […] Buku Bagiku: Sejak Berkenalan Hingga Saat Ini dan Nanti Cerita si Saya di Jepang (Ep.9) […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: