Ganjitsu

Yuhuuu… the first day in 2017! Dan saya baru nyadar kalau nambah tahun ternyata sama juga dengan berkurangnya jatah hidup. Baru nyadarnya setelah happy abis berburu hatsuhinode (初日の出) alias first sunrise. Heu. Continue reading

Memories

Kenapa kita sering terlalu fokus pada mengabadikan kenangan sehingga lupa menikmati hal yang ingin dikenang itu sendiri? 

Yah, kan biar nanti bisa dilihat-lihat lagi kenangan indah yang sudah dilewati. 

Bukan postingan penting. Hanya postingan (sok) serius sebagai last post di 2016 😝

Random Post

The moment when you have so many things to do, too many that you became clueless how to start it with, and you end up doing unrelated things…. Continue reading

17. Tips Liburan di Jepang

Makin ke sini makin banyak saja yang liburan ke Jepang. Kayaknya belum gaul deh kalau belum liburan di Jepang. Nah, sebagai WNI yang baru sudah menetap di Jepang selama 4.5 tahun, ada beberapa hal yang menurut saya akan memudahkan bagi yang mau traveling ke Jepang. 😉 Continue reading

Unboxing iPhone 7 Plus

Percaya nggak percaya, saya baru punya smartphone pertama kali seumur hidup ya pas sampai di Jepang. Dari tahun 2003 sampai 2012, sejak pertama kali menggunakan telepon genggam kelas 1 SMA (Yah, ketauan deh umurnya :P), saya setia dengan HP monokrom yang tidak terkoneksi dengan dunia maya, hanya bisa telepon dan SMS saja. Continue reading

16. Tips (dianggap) Lancar Berbahasa Jepang Part. 2

Hai, hai… Seperti yang tertulis di postingan yang ini. Mari kita lanjutkan tips agar “dianggap” lancar berbahasa Jepang. Nggak penting sih sebenarnya, tapi berawal dari “dianggap” ini siapa tahu jadi lebih terpacu gituh. 😉 Continue reading

It’s All About “Kepentingan”

Sebut saja A, seorang researcher, dalam perjalanan menuju international conference. Pada masa transit, A menyempatkan jalan-jalan di tempat menarik kota tersebut. A mendengar sekeluarga yang menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa ibunya. Dia diam saja. Tidak bertatap muka apalagi menyapa. Karena memang tidak ada kepentingannya.

Keesokan harinya, A bertemu kembali dengan orang yang menggunakan bahasa yang sama dengan bahasa ibunya. Kali ini adalah seorang senior researcher dari universitas ternama di negaranya. A langsung memperkenalkan diri dan menjadi sangat ramah sekali. Secara kepentingan mungkin berhubungan dengan masa depan risetnya. Continue reading