Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.12) Setahun Bersama Doramatalk (+Giveaway)

Gaes, Doramatalk udah setahun aja, nih…

Kasih selamat, dong, gaes… πŸ˜†

Sebagai manusia yang masih tertatih-tatih dalam belajar konsisten, bisa sebulan sekali menghasilkan tulisan bertema sama selama setahun ini, buat saya pribadi adalah hal yang sangat membanggakan. Wkwkwk. Ya dong, bagaimana mungkin orang lain bisa bangga sama saya, kalau sayanya sendiri aja nggak. πŸ˜‰

Lanjutkan membaca “(Doramatalk Ep.12) Setahun Bersama Doramatalk (+Giveaway)” β†’
Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.11) Kembali Ke Masa Sekolah Bersama Dorama

Hello, gaes! Kembali lagi ke blog setelah sebulan berdebu hiks Doramatalk. Bulan April di Jepang adalah bulan dimulainya tahun fiskal baru. Nggak cuma di perusahaan dan pemerintahan, di sekolahan juga. Makanya bulan April juga jadi bulan dimulainya tahun ajaran baru.

Ngomong soal tahun ajaran baru, kan berarti ngomong soal sekolahan juga, tuh… Karena sudah belasan tahun berlalu, sejujurnya saya nggak gitu ingat masa-masa sekolah saya. Most of the time, sih, kayaknya saya anak baik-baik dan nggak neko-neko. SD-SMP juara terus, SMA meskipun masih masuk kelas unggulan, tapi karena menurut saya belajar itu nggak keren terus plakkk sekarang kena batunyaπŸ™ˆ, jadi saya masuk golongan menengah saja di kelas.

Untuk naksir-naksiran, selayaknya abege lainnya, tetap ada lah… Cuma, berhubung anaknya pemikir dari bocah, jadi mau menyatakan aja mikirnya sejuta kali dan ujung-ujungnya nggak ngomong apa-apa sampai sekarang. Untungnya, masuk golongan gampang move-on juga. Jadi, nggak nyesal juga nggak nyatain. Lah, yang mau dinyatain aja saya lupa siapa-siapa aja orangnya. 🀣

Makanya, saya nggak yakin juga apakah relate dan beneran merasa kembali ke sekolah dengan dorama-dorama yang mau saya ceritain di postingan ini. Beda negara lagi, kan… Beda bahasa dan beda budaya juga.

Tapi, yah, kenapa juga semua harus relate, kan? 😝

Makdarit, kali ini saya sama Eya pengin ngomongin tentang dorama bertema sekolahan. Cuss disimak πŸ˜‰

Baca juga tulisan Eya di sini, ya…

Lanjutkan membaca “(Doramatalk Ep.11) Kembali Ke Masa Sekolah Bersama Dorama” β†’
Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.10) Perempuan dan Dorama

Halo, halo, kembali lagi di Doramatalk yang sudah absen sekali gegara diriku ini. Hayoo… pada cariin, ya? 😝*pede abis wkwk*

Berhubung di bulan Maret kemarin ada International Women’s Day, saya dan Eya akhirnya sepakat untuk membuat posting-an tentang perempuan dalam per-dorama-an. Entah itu karakter-karakter perempuan dalam dorama, atau perempuan-perempuan yang menjadikan sebuah dorama itu ada.

Yah… bebaskeun weh! 😁

Lanjutkan membaca “(Doramatalk Ep.10) Perempuan dan Dorama” β†’
Diposkan pada Experience

Parenting (B)ala-(B)ala 1Minggu1Cerita (#JanexLiaRC)

Ada yang tau bala-bala? Atau mungkin lebih familiar dengan bakwan? Atau malah ote-ote? Atau justru kakiage? *yak, mulai melenceng πŸ˜…*

Review buku yang saya baca bulan ini memang ada kata bala-bala di judulnya. Tapi, tidak langsung berhubungan dengan bala-bala sebagai makanan. Hanya mengambil filosofinya saja.

Ya, bala-bala yang sering juga disebut bakwan ini, adalah gorengan nikmat dan sehat karena banyak sayurnya 😝 yang dibuat dari campuran tepung dengan isian kol, wortel, daun bawang, kadang-kadang ber-toping udang, yang sepertinya disukai oleh sebagian besar penggemar gorengan asin (saya lebih tepatnya hehe).

Karena macam-macam sayuran yang jadi isinya, juga bentukannya yang tampak acak-acakan tapi tak mengubah rasanya yang enak dan ‘berisi’, diambillah makanan ini sebagai bagian dari judul antologi tulisan dari member grup 1Minggu1Cerita (1M1C). Harapannya, pengalaman penulis-penulis di buku ini, walaupun tampak ‘campur-campur’ tapi tetap gurih dan ‘berisi’ untuk memperluas pengetahuan tentang pengasuhan.

Lanjutkan membaca “Parenting (B)ala-(B)ala 1Minggu1Cerita (#JanexLiaRC)” β†’
Diposkan pada MindTalk

Moving Forward with The Memories of You

Saya pikir saya sudah tidak menyentuh blog ini setahun lamanya, ternyata sebulan pun belum berjalan. Begini, ya, rasanya ditinggal orang tersayang untuk selama-lamanya. Hari-hari berjalan sangat lambat, tertahan oleh rindu yang membebat.

Ya, ibu saya pergi menghadapNya tepat sebelum subuh di malam saya publish postingan terakhir di blog ini.

Bagi saya, cerita tentang ibu tidak akan ada habisnya. Karena sebagai anak, saya menjadi saksi hidup bagaimana seorang ibu itu bertumbuh, tidak cukup dari nature, tapi juga bagaimana beliau belajar untuk menjadi versi lebih baik dari dirinya, di setiap harinya.

Dan biarkan saya menjalani fase grieving ini dengan menuliskan (kembali) tentang ibu saya.

Lanjutkan membaca “Moving Forward with The Memories of You” β†’