Cerita si Saya di Jepang (Ep.4)

Eaaa… Katanya mau nge-post tiap Jumat… Tinggal copy-edit dikit-paste pun malas kali kau, Hicha! 😑

Dipikir-pikir saya mungkin sebenarnya nggak suka-suka amat menulis (maupun mengetik, sama aja lah tu, zaman sekarang ini pun!😝). Mungkin yang saya suka itu hanya berpikir. Karena mikir itu tampaknya tidak menggunakan banyak energi. Muhahaha.

*Sotoy*

*males googling*

*googled it and it said that a normal  person uses about 320 calorie per day for thinking*

*hmmm…*

Baiklah… daripada mukadimahnya kepanjangan, mari kita lanjutkan…

Sebelumnya:

Intro dan Episode 1

Episode 2

Episode 3


11 April 2012

Karena saya masih (istilahnya) mahasiswa riset, saya hanya diminta Bapak Sungai Sempit untuk fokus belajar Bahasa dan belajar untuk ujian masuk. Iya, saya masih harus ikut ujian masuk universitas! Huhuhu.

Tergantung professor sih sebenarnya. Ada juga lab lain (disini masing-masing bidang kelompok keilmuan biasanya memiliki laboratorium sendiri) yang mahasiswa riset-nya harus ikut membantu riset. Yah, memang namanya saja “mahasiswa riset” sih, ya. Wajar saja kalau diperbantukan di riset.

Di satu sisi merasa beruntung tidak harus ikut membantu riset sebelum saya lulus ujian masuk. Jadi saya bisa fokus belajar bahasa dan mempersiapkan ujian. Tapi, di sisi lain penasaran juga, pengin ikutan eksperimen. Seru saja melihatnya.

Bicara tentang lab, beberapa hari yang lalu, Bapak Sungai Sempit akhirnya mengajak saya ke (calon) laboratorium saya nanti. Saya diperkenalkan kepada Kepala Lab (Professor yang memimpin lab tersebut, Professor saya sendiri masih bertitel Associate Professor, jadi statusnya masih di bawah Bapak Gunung yang Berlimpah-limpah. Ya, tentu saja itu adalah nama keluarga beliau yang diartikan secara semena-mena (harfiah) ke dalam Bahasa Indonesia oleh si Saya ini. 😝

Kalau untuk nama belakang-nya (orang sini menyebutnya sebagai “nama bawah”) beliau dapat diartikan sebagai “laki-laki yang terang” atau sepertinya bisa juga diartikan sebagai “laki-laki ceria”. Entahlah. Berhubung ditulis dengan huruf kanji dan satu kanji bisa banyak makna, jadi nama pun bisa mempunyai lebih dari satu arti.

Selain itu saya juga diajak untuk melihat isi lab dan ruang riset (dan belajar) mahasiswa lab tersebut yang berada di sebelah ruang eksperimennya. Tentu saja, dipertemukan dengan beberapa anggota lab yang sedang berada di ruang tersebut.

Saat pertama kali masuk student room (ruang riset mahasiswa) lab tersebut, saya disambut poster 4 gadis berbikini seukuran A1 dan satu poster lagi berukuran A2. Agak shock, tapi Pak guru-nya aja santai-santai saja, jadi saya juga sok cool saja. Hahaha. Dan ternyata di lab tersebut, seluruh anggotanya yang berjumlah 30 orang, 27 mahasiswa dan 3 orang pembimbing (kita sebut Pak guru saja deh, ya!), adalah laki-laki! Saya langsung merasa berada di sarang penyamun, untungnya mereka semua memberikan kesan pertama yang sangat baik. Malah terkesan malu-malu!

Yah, lumayanlah, dapat kenalan baru. Siapa tau bisa minta dicariin jodoh diajarin tentang riset. 😁


 

Tambahan:

Belum ada ide mau bikin tambahan apa 😅

Episode 5

Advertisements

3 responses to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: