Diposkan pada Experience, MindTalk

Zona Nyaman

Seperti yang sudah saya sebutkan di postingan sebelumnya, saya sudah merasa tidak nyaman dengan kosan karena berisik pompa air. Belum lagi, lingkungan belakang kosan yang juga rada ‘serem’ karena cenderung bebas dan banyak preman. Padahal, pintu masuk kosan itu dari belakang. Makanya kalau lewat rasanya was-was melulu. 😣

Yah, emang nggak boleh prejudice a.k.a suudzon, sih… apalagi, alhamdulillah juga, sampai saat ini nggak pernah diganggu, kecuali dengan dangdutan sampai tengah malam, ding… 🤦‍♀️

Pernahnya diprotes, gara-gara saya dulu itu sering ngasih makan kucing di sekitar situ, terus si kucingnya jadi pup di sana. Heran juga saya, kenapa juga tempat makannya malah di-BAB-in? Beneran majikan level “lo kasih gw makan, lo juga yang harus bersihin kotoran gw”, gitu kali, ya?

*yak, mulai hilang fokus 🙈*

Lanjutkan membaca “Zona Nyaman”
Diposkan pada Experience, Japan and Japanese, MindTalk

2021 October Wrapped-up

November means November Rain~~

*ketauan umurnya 🤣*

Gimana kabarnya, gaes? Mendekati akhir tahun, mulai on fire buat membereskan resolusinya, kah? Sebagai manusia tanpa wishlist, mendekati akhir tahun nggak ada yang berubah, kecuali semangat hidup yang semakin menurun. Ckckck. Maklum, kurang liburan… 😝

Bulan Oktober kemarin, workload makin-makin aja kayaknya, sampai saya kalau WFO 85%nya pulang malam terus. Yes, sekarang sudah 70% WFO (bentar lagi 100% ). Berhubung kondisi kosan lagi nggak enak banget, emang jadi nggak betah di kosan juga. Anyone, adakah yang punya apartemen yang bisa saya sewa? Lokasinya dekat stasiun dan dekat dengan fasilitas umum, minimal tempat belanja dan tempat makan, nggak berisik, juga harganya masuk budget saya yang pas-pasan ini. Wkwkwk, banyak mau tapi nggak banyak modal! 🤣🤣

But, overall, October was not that bad, kok… insyaAllah masih makan, minum, bernafas, dan tersenyum setiap hari *ahzegg 😆*

Lanjutkan membaca “2021 October Wrapped-up”
Diposkan pada Experience, Japan and Japanese, MindTalk

(Doramatalk Ep.6) Being An Anti-mainstream (and Member of JOMO)

Heyho… judulnya udah cukup kepanjangan nggak, tuh? Hahaha.

Sebenarnya, awalnya Eya ngasih ide buat bikin tulisan tentang 5 JDramas to Start with. Tapi, mengingat akses dorama legal yang masih terbatas, saya bingung juga mau menuliskan apa. Lah, tiba-tiba muncul Squid Game yang nge-hyped di mana-mana. Menurut saya overhyped, sih. Tapi, yah… mungkin aja karena sayanya aja yang seleranya beda sama mayoritas. Jadi, ya udah, nggak mikirin apa-apa.

Sampai kemudian, gara-gara Squid Game (SG) ini, Alice in Borderland (AiB) jadi ikut nge-hyped juga, karena premisnya yang mirip. Kalau saya pribadi tentu saja lebih cocok AiB dan menurut saya beda pendapat itu biasa aja.

Lanjutkan membaca “(Doramatalk Ep.6) Being An Anti-mainstream (and Member of JOMO)”
Diposkan pada MindTalk

Beauty Standard

Beberapa bulan yang lalu, seperti biasa, ada aja hal yang viral di dunia maya. Kali ini kontroversi dari seseorang yang mengakui dirinya sebagai menteri kecantikan dan protes tentang VS Angels yang ditiadakan dan digantikan dengan body inclusivity campaign. Dengan campaign tersebut, interval body size model-model yang digunakan juga meluas. Sama seperti realitanya, berapa persen, coba, perempuan yang memiliki bentuk tubuh seperti VS Angels?

Walau sudah banyak blogger yang bahas duluan, tapi selama manusia masih hidup bermasyarakat (entah itu di dunia maya ataupun di dunia nyata), tema ini kayaknya masih tetap layak untuk terus dibahas.

Lanjutkan membaca “Beauty Standard”
Diposkan pada Japan and Japanese, MindTalk

Petualangan Menjadi Dewasa Ala Horimiya

Jadi setiap awal bulan, grup #1minggu1cerita mengadakan polling untuk minggu tema. Untuk bulan Agustus pilihannya adalah petualangan, permainan, persiapan, dan pekerjaan. Begitu melihat kata petualangan, tanpa pikir panjang saya langsung vote tema tersebut. Yah, emang anaknya kadang suka impulsif, gitu… Hehehe.

Tapi, ternyata setelah pilihan saya mendapatkan vote terbanyak dan menjadi tema minggu ini, saya baru sadar kalau saya belum kepikiran apa-apa buat ditulis. The perk of being impulsive. Tapi nggak apa-apa, justru di situ serunya. Hahaha.

Kebetulan dua minggu lalu saya juga lagi kesengsem sama dorama remaja berjudul Horimiya yang sinematografinya sungguh memanjakan mata. Padahal awalnya sempat underestimated karena baca blurb-nya asa biasa aja, nggak ada yang spesial. Tapi, yah, dorama Jepang mah gitu, ya… bisa-bisa aja mengeksplor tema biasa jadi melekat di hati. Menonton dorama ini seperti menonton petualangan menjadi dewasa tokoh-tokohnya yang awalnya menarik diri ke lembah keterpurukan. Tapi kemudian terselamatkan oleh hal-hal sederhana yang dilakukan orang-orang disekitarnya.

Btw, dorama ini ada animenya juga di Netflix. Malah ceritanya lebih lengkap dan berasa ‘deep’-nya. Berasa juga ke-lebay-an ala animenya tentu saja. Hahaha.

Lanjutkan membaca “Petualangan Menjadi Dewasa Ala Horimiya”