Diposkan pada Experience, Japan and Japanese, Stories

Cerita si Saya di Jepang (Intro & Ep.1 – Awal Tiba di Jepang)

Intro:

Awal-awal tiba di Jepang, saya pernah ditawari untuk menerbitkan buku either itu berupa novel atau catatan pengalaman selama di Jepang. Tentu saja saya sambut dengan gembira dan mulai menulislah saya di saat senggang. Sayangnya, karena akhirnya jungkir-balik dengan kehidupan *halah*, menuliskannya menjadi prioritas ke sekian dan hanya bertahan beberapa bulan di awal saja.

Beberapa waktu yang lalu saya iseng-iseng melihat-lihat file di folder yang berisi kerjaan tulis-menulis saya. Dan ternyata setelah saya cek lagi, tulisan tentang pengalaman beberapa bulan di awal kedatangan di Jepang tadi sudah lewat sepuluh ribu kata. Wah, lumayan banget nih, bisa jadi beberapa postingan blog.

Makdarit, saya putuskan untuk dipost di sini aja, seminggu sekali gitu, kek… hehehe….

Tulisan-tulisannya sendiri berbentuk catatan harian lengkap dengan tanggalnya. Panjangnya antara 300 kata sampai… nggak tau, belum dicek lagi 😛

Dan berhubung kejadiannya sudah lebih tujuh tahun yang lalu, jadi nanti mungkin ada catatan tambahan atau update dengan kondisi saat ini.

Etapi, nggak asyik juga ya kalau tiap minggu isinya cuma itu doang. Jadi kayaknya bakal saya selingi sama tulisan-tulisan yang lain.

Wow! Selama ini posting di blog aja bisa sekali dalam beberapa bulan, sekarang mau berkomitmen buat nge-post dua kali seminggu? Are you sure, Hicha? Wkwkwk.

Oiya, cerita ini diambil dari sudut pandang orang pertama. Jadi menggunakan “saya”, sekalian aja saya kasih nama “Saya”. Bingung nggak? Bingung aja deh! Biar sekalian bingungnya. *apasih*

Oke deh, segini aja intro-nya. Yuk, cus langsung ke episode pertama.


02 April 2012

Hey ho! Saya sudah tiba. Baru saja menginjakkan kaki di (calon) kampus saya nanti.

1.KobeDariKobeUnivRokkoCampus
Foto dari salah satu sudut Kobe Univ

Teringat tadi setelah perjalanan hampir delapan jam, turun dari pesawat saya langsung mencari toilet. Bukan, bukan untuk menunaikan “hajat” tapi untuk ganti baju, menambah jumlah kain yang dipakai lebih tepatnya. Sudah awal april, tapi bagi seseorang yang terbiasa dengan dua musim setiap tahunnya, turun dari pesawat dan diterpa semilir angin pagi diawal April cukup membuat merinding. Untung saja saya sudah memprediksikan, jadi si Saya ini sudah menyiapkan “baju tambahan” di bagian terluar tasnya.

Setiba di Narita, perjalanan berikutnya sudah menunggu. Saya dan rombongan yang bertujuan ke daerah Kansai harus melanjutkan perjalanan ke Haneda dengan bus dan lanjut lagi penerbangan ke Itami. Dan saat keluar dari gate bersama troli dengan koper-kopernya, terlihat sosok jangkung berkulit terang bermata sipit sudah menunggu. Yup, itu Professor saya. Calon pembimbing kalau saya sudah resmi jadi mahasiswa Master di sini. Kita sebut saja Bapak Sungai Sempit.

Ah, iya. Ngomong-ngomong soal nama, sampai saat ini masih jadi misteri bagi saya, kenapa nama depan penduduk sini kalau diartikan secara bahasa artinya unik ya? Sebagian besar berkenaan dengan alam semesta. Seperti (calon) professor saya ini, nama depan beliau kalau diartikan secara langsung memang berarti “sungai sempit”. Mungkin para leluhur beliau tinggal dekat dengan sungai sempit. Jadilah mereka “keluarga yang tinggal dekat sungai sempit” atau disingkat menjadi “sungai sempit” saja. Tentu saja, itu hanya analisa sotoy saya. Wkwkwk.

Kalau nama belakang (nama keluarga orang Jepang diletakkan di depan) kebanyakan memiliki arti yang mungkin doa dari orang tuanya. Seperti bapak yang sudah berbaik hati capek-capek menjemput saya ini, nama belakang beliau berarti “bertumbuh sebagai pahlawan”. Jadi mungkin nama beliau bisa diartikan sebagai “bagian dari keluarga yang tinggal dekat sungai sempit yang diharapkan bertumbuh sebagai pahlawan”. Yoi sekali!


Catatan tambahan:

Ada beberapa bandara di daerah Kansai. Untuk penerbangan internasional biasanya di Kansai International Airport (KIX). Nggak tau kenapa saat itu instead of menerbangkan kami langsung ke KIX, pemerintah Jepang memberikan rute seperti cerita di atas. Mungkin biar bisa barengan serombongan dari CGK-nya kali, ya… Pertanyaan selanjutnya, kenapa harus ke Itami, bukan ke KIX atau sekalian aja ke Kobe Airport biar lebih dekat?

Tau ah! Yang penting nyampe dengan selamat si Saya-nya, mah… 😛

Episode 2

Penulis:

To many special things to talk about... =p

21 tanggapan untuk “Cerita si Saya di Jepang (Intro & Ep.1 – Awal Tiba di Jepang)

  1. hahahaah…senanggg…
    kahicha kembali berselancarr…
    serasa mel di 10 tahun lalu jadinya kakk…=)
    lanjutkan ya kakkk…

    ditunggu tulisan mingguannya….=)

      1. hahahaha…tulisannya iyaa…tapi mel mulai baca blog kakak kan 10 tahun laluuuu hahaha

    1. Ahahaha
      Iya, tapi sudah pulang sejak tahun lalu 😁
      Parah nih memang saya, padahal selama tujuh tahun itu kayaknya bisa dibikin series pertahun, ya…
      Jadi kayak HarPot deh, ada 7 series 🤣

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s