Cerita si Saya di Jepang (Ep.6)

Sebelumnya:

Intro & Episode 1

Episode 2

Episode 3

Episode 4

Episode 5


15 April 2012

Bulan April identik dengan musim semi.

Musim semi di Jepang, tentu saja terkenal dengan sakura-nya, bahkan ada event acara berkumpul bersama melihat sakura segala. Acara ini disebut “hanami” yang secara padanan kata memang berarti “melihat bunga”.

Acara utamanya biasanya hanya duduk-duduk berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja di bawah pohon sakura sambil makan-makan dan minum-minum.

Tentu saja minum-minum di sini berarti minum minuman keras. Masa mau minum susu 🤪

Meskipun begitu si Saya sih belum pernah ketemu orang mabuk yang sampai menyakiti orang lain. Biasanya kalau mabuk, paling hanya keliyengan, yang meracau sendiri pun saya hampir tidak pernah melihat. Atau tertawa ‘berisik’ bersama teman-teman mereka yang sama-sama mabuk. Berisiknya nggak sampai yang berlebihan atau gimana sih.

Nggak tau juga, mungkin saya-nya aja yang sedang beruntung, belum pernah ketemu orang mabuk yang ‘aneh-aneh’. Hehehe.

Kembali ke acara lihat-melihat bunga, saat saya baru tiba di Kobe, temperatur masih satu digit. Pohon-pohon sakura masih banyak yang gundul. Hanya satu dua yang mulai memperlihatkan bakal bunganya.

Minggu lalu sudah mulai bermekaran, dan 2-3 hari kemudian sudah mulai full-bloom.

Saya diajak untuk melihat Sakura Light up di BonBin Oji, yang terletak di seberang stasiun Oji Koen. Berhubung gampang mencari tempatnya (tiap hari kalau pulang-pergi kampus pasti lewat stasiun itu) jadi saya ikut saja.

Waktu itu, orang Indonesia yang saya kenal baru mbak I, sesama penerima beasiswa MEXT 2012. Tentu saja, kemarin itu berangkatnya bareng, dongs. Tapi pas nyampe di Itami, saya dijemput Bapak Sungai Sempit, sedangkan mbak I dijemput senpai-nya.

Saat itulah saya dikabari kalau ada acara light-up Sakura di Oji Zoo.

Kebun binatang Oji sendiri sebenarnya tutup setelah jam lima sore. Tapi karena ada light-up ini, jam enam dibuka lagi.

Oji zoo

Sampai disana sekitar jam 5 ternyata Sakura Light Up-nya belum dimulai. Pintu gerbang masih ditutup (pada hari biasa, bonbin ini cuma buka sampai jam 5), dan baru dibuka 1 jam kemudian.

Dan ternyata tidak sia-sia menunggu 1 jam dalam kondisi salah kostum (saya pikir sudah mulai hangat, jadi saya pakai sandal gunung saja.. 😐), karena ternyata pemandangannnya bagus sekali. Pohon-pohon sakura yang disinari lampu plus latar belakang Mt. Rokko yang dibeberapa spot juga sudah dihiasi dengan beberapa batang sakura yang mulai mekar.

Keesokan harinya ada acara Hanami (melihat sakura) di Sakuranomiya, Osaka. Kurang lebih 40 menit dari Kobe. Namanya saja Sakuranomiya (kalau tidak salah terdiri atas kanji ‘sakura’ dan ‘istana’), jadi tidak heran sepanjang jalan sakura mekar dimana-mana.

Hanami di Sakuranomiya

Tadinya mau lanjut ke Kastil Osaka, tapi karena hari sudah sore, diputuskan untuk pulang saja.

Sabtu berikutnya, giliran mengunjungi Kyoto, kurang lebih 1.5 jam dari Kobe. Kali ini ke Ginkakuji, atau literally bisa diartikan sebagai ‘kuil perak’ dan dilanjutkan dengan Sakura Light Up di Maruyama Park.

Keesokan harinya, anggota PPI Kobe berangkat menuju Awaji Island, sebuah pulau yang terkenal dengan tulipnya. Sayangnya, saya tidak ikut karena sudah ada janji dengan beberapa anak asrama yang ingin ke bonbin Oji (lagi!). Kali ini siang hari. Minggu lalu kan, cuma light-upnya aja. Hehe.

Dan sebelum ke bonbin, kami ber-hanami-an lagi di sebuah taman di tengah-tengah pemukiman penduduk di dekat stasiun Okamoto.

Jadi terlihat seperti taman rahasia lho!

Dan sepertinya acara lihat-melihat bunga untuk tahun ini harus saya akhiri di bonbin Oji. Karena sakura hanya tumbuh sekali dalam setahun. Itu pun setelah dua minggu akan berguguran. Semoga kita bisa bertemu lagi tahun depan, ya Sakura! Bunga pink yang membuat hati ikut berbunga-bunga. Bagi orang Jepang yang melihatnya tiap tahun saja seakan tidak ada bosan-bosannya, apalagi si Saya ini yang seumur hidup baru pertama kali melihatnya, ya! 😊

Ternyata si Saya minggu kemarin sibuk dengan acara melihat bunga, ya! Hahaha.

Advertisements

3 responses to this post.

  1. […] People Change Cerita si Saya di Jepang (Ep.6) […]

    Reply

  2. Sakura ini cuma 2 minggu aja ternyata ya umurnya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: