Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.8) 2021 Wrapped-up

Bagi saya pribadi, tahun 2021 adalah tahun penuh percobaan ini-itu. Nyobain banyak hal yang bisa dibilang sebagian besar tidak bertahan lebih dari tiga bulan. Wkwkwk.

Mungkin memang benar adanya kalau saya orangnya bosenan, tapi bisa jadi sebenarnya saya sendiri nggak tau apa yang benar-benar ingin saya lakukan.

*eaa malah curhat*

Walaupun banyakan nggak belum dilanjutin, masih ada juga beberapa hal yang masih (cukup) konsisten dijalankan. Salah satunya postingan Doramatalk ini. Nggak terasa udaha sampai di episode 8 ajaaaa. Yay!! *tebar confetti ๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰*

Dan sebagai episode terakhir di tahun ini, saya dan Eya sepakat untuk meng-wrap up hal-hal yang berkaitan dengan per-dorama-an di tahun ini.

Let’s get started~~

(Jangan lupa mampir juga di postingan Eya DI SINI, ya…๐Ÿ˜‰)

Favorite Dorama of The Year

Di Jepang itu dorama berganti setiap musim. Biasanya ada 10-12 episode dengan durasi 30 menit atau satu jam untuk primetime, sudah termasuk iklan. Makanya dalam setahun ada banyak judul, bahkan di satu stasiun TV sekalipun.

Lebih kurang bisa di-summarized di foto ini, tapi ini belum semua karena hanya dari 3-4 stasiun TV dan dorama-dorama yang populer aja. (cr: twitter @cloverblossom)

Dari 55 dorama di atas, yang sudah selesai saya tonton ada 18 judul, yang belum ada 15 judul (bisa jadi diselesaikan, bisa jadi udah dadah babay). Kalau dihitung-hitung, pukul rata 1 episode = 45min (dari rata-rata durasi 1 jam dan 30 min), dalam satu judul ada 10 episode. Untuk yg belum kelar anggaplah rata-rata sudah lima episode yang selesai ditonton. Berarti tahun ini kusudah menghabiskan >11ribu menit buat dorama alias 183 jam alias hampir 8 hari!! Wkwkwkwk.

Tapi, seperti kata John Lennon โ€œThe time you enjoy wasting is not wasted timeโ€ *cari pembenaran ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ*

Karena sudah sebanyak itu, bingung juga kalau disuruh milih satu yang paling favorit. ๐Ÿ˜…

Jadi, mari kita bagi ke dalam tiga kategori saja. ๐Ÿ˜โœŒ

  • Best RomCom

Di awal tahun, saya lagi kesengsem sama Oh, My Boss! Love is A Bonus Book yang sempat saya ceritakan di sini.

Suka banget dengan perjalanan Nami, female lead (FL)-nya yang awalnya berkeras pengen bekerja selayaknya ‘orang biasa’, tapi jadi seperti menggunakan keinginannya tersebut sebagai alasan untuk tidak cukup berusaha. Sampai akhirnya dia bertumbuh dan put more effort dalam kehidupannya.

Suka juga dengan Junnosuke, male lead (ML)-nya yang baik hati dan ceria, positive vibes banget lah pokoknya.

Gimana yang suram nggak jadi cerah lagi, kalau jalan bareng orang kayak gini ๐Ÿ˜†

Di akhir tahun, saya jadi bucin dengan Koi Desu! Yankee-kun to Hakujo Girl. Cerita tentang Kurokawa Morio, preman softboy yang naksir berat sama Akaza Yukiko, gadis amblyopia atau penglihatan lemah (tapi tidak buta total), yang kuat hati dan teguh pendirian. Menonton dorama ini, selain bikin saya senyum-senyum dengan interaksi kedua tokoh utama dan teman-teman mereka, juga jadi belajar lebih banyak tentang disabilitas penglihatan.

Di setiap episode ada scene 1-2 menit dari Hamada Yutaro, seorang stand-up comedian yang juga penyandang difabel buta total. Dia menjelaskan serba-serbi kehidupan tunanetra dengan Yukiko dan Morio atau Yukiko dan teman-temannya di video latarnya. Saya jadi tahu mengenai tongkat, garis kuning braille, sampai bagaimana seorang tunanetra bermimpi. Jadi membuka wawasan, kan? ๐Ÿ˜Š

Ini dari episode 6, Hamada-san sedang menjelaskan bagaimana seorang tunanetra ikut perlombaan marathon

Bikin pengen banget meracuni buat nonton, sayangnya belum ada jalur halalnya. Huhu. Maapkeun. ๐Ÿ™๐Ÿ™

Jalur haramnya yang udah ada subs-nya aja belum lengkap. Adanya jalur fansub. Yah, bisa dibilang jalur setengah haram, lah… Wkwkwk.

  • Best Medical Drama

Selama tahun 2021, saya nonton beberapa dorama dengan tema medical. Dorama-dorama yang kayak gini, biasanya mengaduk-aduk perasaan dengan segala cerita pasien ataupun cerita dari nakesnya sendiri.

Tapi, kalau disuruh memilih, saya pilih Nijiiro Karte yang juga pernah saya bahas di sini.

Saya suka dengan interaksi penduduk kampung Pelangi, juga dengan dr. Masora yang sangat berdedikasi dengan pekerjaannya walaupun dalam kondisi ‘penyakitan’ dan kadang-kadang nyebelin minta dipites. Hahaha.

  • Best Mystery

Saya sebenarnya cuma nonton 2 judul genre misteri di tahun ini. Itu juga satunya (Shinhannin Flag) belum selesai, karena misterinya rada seram dengan paket anonim berisi anggota tubuh. Kalau lagi capek, nonton dorama bergenre begini jadi tambah lelah. Hehehe.

Karena cuma dua dan yang satunya belum selesai, otomatis yang satu lagi jadi best di tahun ini, dong… ๐Ÿ˜

Dorama berjudul Saiai atau Dearest ini, bercerita tentang Rio Sanada, seorang CEO perusahaan farmasi berusia awal 30an dan tersangkut kasus pembunuhan, yang juga ada hubungannya dengan pembunuhan 15 tahun sebelumnya.

Jangan tertipu dengan postingan official IG dorama ini ๐Ÿ˜

Awalnya naksir dorama ini gara-gara lokasi di masa lalu yang diambil di Shirakawa-go yang sungguh memanjakan mata. Selain itu bahasa Jepang yang digunakan di masa lalu beraksen Hida, jadi memanjakan telinga juga, meskipun kadang bikin lost in translation. Wkwkwk.

Lihat pemandangan begini, langsung naksir lah! ๐Ÿ˜†

Cerita dan eksekusinya juga dikemas dengan apik dan balance antara misteri, kasih-sayang dalam keluarga, dan romansanya. Sungguh bikin yang nonton emosinya naik turun. Belum lagi music score-nya yang dapet banget feel-nya. Wajar banget kalau jadi salah satu dorama terbaik musim ini.


New Crush of The Year

Agak bingung mau ngasih ke Tamamori Yuta dengan Junnosuke-nya di Oh, My Boss!, atau Maeda Gordon yang akting belagu tapi fragile ala tsundere-nya dapet banget di Promise Cinderella, atau Sugino Yosuke yang tampang doang preman, dalemnya polos dan baik hati banget.

Tapi saya pilih Sugino aja, deh… Karena berhasil bikin saya jadi searching-searching dorama/film dia lainnya. Dan nggak kayak Tamamori yang nggak ketemu dorama/filmnya yang bagus, beberapa film TVnya Sugino cukup membekas, seperti yang saya tulis di sini. Hehehe.

Preman abis kondangan ๐Ÿ˜‚ Demi Sugino, kubela-belain deh record video terus dijadiin gif, biarin dah resolusinya jadi jelek wkwkwk *padahal males ngulik-ngulik ๐Ÿ™ˆ*

Sebenarnya dia bukan pemain baru banget, sih… saya juga sudah beberapa kali lihat aktingnya, entah itu di Pretty Proofreader, Dairenai, juga di Good Morning Call (ada di Netflix, tapi saya nggak rekomendasiin karena ML dan FLnya sama-sama annoying bikin esmoni ๐Ÿ˜‘). Semuanya jadi peran pendukung yang tidak terlalu mengeksplor aktingnya. Ada, sih, yang dia jadi peran utama, judulnya Nao is A Third Grader in Elementary School dan sebenarnya aktingnya di sini lumayan. Cuma emang doramanya sendiri yang gaje. Masa iya, peran anak kelas 3 SD-nya orang dewasa semua. Ceritanya pun beneran cerita sehari-sehari anak kelas 3 SD yang harusnya cute, tapi entah kenapa jadi terasa menggelikan kalau dimainkan oleh mas-mas usia lewat 20an semua. ๐Ÿ˜…

Makanya, pas dapat peran utama di Koi Desu! dan dapet banget karakter preman tapi bucin dan baik hatinya, resmilah jadi New Crush of The Year versi saya. ๐Ÿคฉ


Favorite Soundtracks

Sebagai manusia yang sangat awam dengan musik, saya bingung juga kalau disuruh pilih OST atau music score dorama terbaik tahun ini. Apalagi untuk OST kayaknya lumayan banyak yang membekas di telinga.

Kalau yang naksir sejak pertama dengar ada OSTnya Oh, My Boss! yang dibawakan oleh Kis-My-Ft2, boygroup-nya Johnny’s dengan Tamamori, si pemeran Junnosuke, yang juga jadi salah satu anggotanya. Juga ada Pale Blue-nya Yonezu Kenshi, yang jadi OST Rikokatsu.

Lanjut untuk musim ini, ada Betelgeuse dari Yuuri yang jadi OST Super Rich dan Kimi ni Muchuu-nya Utada Hikaru.

Sedangkan yang dengar beberapa kali dulu baru nyangkut, ada HADASHi NO STEP, OSTnya Promise Cinderella, Runaway yang dibawakan oleh Dean Fujioka yang istrinya orang Indonesia juga main di dorama OSTnya, dan Kotaeawase-nya JUJU yang awalnya saya nggak gitu suka, tapi setelah saya ngeh dengan liriknya, kok cocok banget sama Yukiko yang awalnya nggak punya mimpi, tapi karena kenal Morio jadi tau apa yang dia mau. Terus, lama-lama jadi nempel di kepala, deh…

Cus lah di simak MVnya di bawah ini:

  • Love Bias by Kis-My-Ft2 (OST Oh, My Boss! Love is A Bonus Book)
  • Pale Blue by Yonezu Kenshi (OST Rikokatsu)
  • HADASHi NO STEP by LiSA (OST Promise Cinderella)
  • Runaway by Dean Fujioka (OST Oshi no Oujisama) –> belum sempat dibahas doramanya karena ceritanya B aja ๐Ÿ˜)
  • Kotaeawase by JUJU (OST Koi Desu! Yankee-kun to Hakujo Girl)
  • Kimi ni Muchuu by Utada Hikaru (OST Saiai)
  • Betelgeuse by Yuuri (OST Super Rich)
  • Chincoge by DISH// (OST Nigatsu no Shosha) –> yang ini kebalik, saya naksir OSTnya dulu, doramanya belum ditonton sampai sekarang ๐Ÿ˜…

Characters of The Year

Tentu saja pasangan Morio-Yukiko di Koi Desu! (dahlah, resmi jadi bucin ni dorama ๐Ÿ™ˆ)

Suka banget dengan hubungan mereka berdua. Morio, walaupun bucin level udah kayak anak anjing ke pemiliknya, tapi nggak mengekang sama sekali. Yukiko jadi banyak berkembang, dari yang nggak kepikiran melakukan ini-itu sendiri terkait dengan keterbatasannya, sampai jadi mencoba banyak hal sejak dekat dengan Morio.

Gimanalah kutak bucin ke pasangan yang saling mendukung, saling bertumbuh, dan kalau lagi berdua lebih banyak fun-nya ini ๐Ÿ˜

Belum lagi hubungan mereka dengan teman-teman dan keluarga. Pokoknya kalau nonton dorama ini, tuh, bikin berpikir, kalau semua orang kayak tokoh-tokoh yang ada di dorama ini, perdamaian dunia akan tercapai dengan mudah. Hahahaha.

Saya pengen post video summary tentang mereka berdua, tapi kok ya ternyata sudah dihapus di IG dan Twitter resmi dorama tersebut. Huhuhu.

Jadi ini senemunya aja, deh. Ini juga fanmade, gitu. Thanks buat yang bikin. ๐Ÿ™‡โ€โ™€๏ธ

Summary episode awal-awal (credit as written)

About Doramatalk

Jadi gimana dengan kesan-kesan selama ngerjain Doramatalk ini?

Ya, tentu saja, kusenang! Hahahaha.

Saya tipe yang nggak masalah, sih, nggak nyambung sama orang kebanyakan karena misalnya yang lagi viral kebetulan bukan selera saya. Tapi, ternyata kalau ada temannya, jadi tambah seru juga.

Apalagi dengan adanya segmen ini, jadi ada postingan rutin tiap bulannya. Baru mulai membahas tema postingan bulanan aja, udah seru-seruan di LINE bareng Eya. Pas nulis, ya jadi lebih semangat lagi.

Ditambah lagi, dengan adanya postingan Doramatalk, tontonan saya nggak cuma nyangkut di kepala saya aja. Namanya manusia kan, gampang lupa, ya… Jadi lebih baik dituliskan. Siapa tau bermanfaat bagi yang lagi butuh referensi per-drama-an.

Jadi, kalau ditanya mau tetap dilanjutkan atau tidak? Saya, sih, yes. Dan semoga Eya juga. *ngarep wkwk*

Kalau dari teman-teman sendiri, bagaimana kesannya saat membaca segmen ini? Ada yang ingin ditanyakan, disampaikan, atau sekalian request? Kali aja bisa jadi bahan tema selanjutnya.

*kekurangan ide, bu? ๐Ÿคฃ*


Sampai jumpa di postingan berikutnya~~๐Ÿ˜˜

Penulis:

To many special things to talk about... =p

4 tanggapan untuk “(Doramatalk Ep.8) 2021 Wrapped-up

  1. Oooh yang gif kemaren diomongin tuh bikin si Sugino ๐Ÿ˜† Tapi Sugino tuh mukanya emang soft boy banget yaa, didandanin jadi preman ada bekas luka di matanya juga tetep aja kelihatannya soft boy ๐Ÿ˜‚

    Jadi inget soal nonton dorama jalur 50% haram dan 100% haram. Tapi dipikir kadang terjemahan fansub tuh lebih membantu buat yang sama sekali ga bisa Bahasa Jepang, karena mereka suka nerjemahin teks atau chat atau kayak ngasih footnote sambil ngejelasin arti kata juga.

    Aku belakangan lagi suka dengerin Chincoge, tapi baru tahu kalau itu soundtrack lho ๐Ÿ˜‚

    Aaah seneng deh Hicha juga seneng ngerjain Doramatalk bareng-bareng akuu ๐Ÿฅฐ ayo tahun depan kita kembali menebar virus-virus perdoramaan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    Happy New Year Hichaa~ semoga tahun depan semakin banyak dorama legal bisa dinikmati ๐Ÿ˜

    1. Wkwkwk, iyaaa… udahlah cukup sekali aja, kelamaan bikinnya ๐Ÿคฃ iya, gitu? apa karena terlalu mulus, ya? hahaha

      bener… cuma bakal makin susah aja nyari fansub dorama (terutama yg english) karena banyak yg diupload ke streaming website gitu, kan. Yg cape siapa, yg dapat duit siapa. Tapi aku kadang nonton di streaming web, sih… tapi ad-nya dimatiin sebagai bentuk menghargai fansubber-nya ๐Ÿ˜†

      Suaranya Takumi di Chincoge enak banget, sih, ya… ๐Ÿคฉ

      Yuuk… semoga makin banyak dorama di platform legal, ya… ๐Ÿ˜‡

  2. Ya ampun kak Hicha!!! Itu rekomendasi lagu-lagunya banyak bingit.. Langsung masuk playlistku beberapa hihihihi. Buat Kis-My-Ft2 aku nonton dramanya Hiromitsu Kitayama yang judulnya Million Joe. Jadi pas liat MV dia di youtube yang kakak sematkan jadi kangen doi #eh

    Itu juga penyanyinya DISH ada main di dorama yang kakak tonton ga sih? Yang judulnya Nijiiro Karte.

    BTW itu gemes amat yaaa si Kurokawa tiap Yukiko lewat langsung dipanggil hahaha

    1. Dramanya seru ya mba Frisca? Aku belum nonton ๐Ÿ™ˆ

      Benerrr… vokalis DISH itu, aktor juga. Sering main drama dan beberapa film juga (yang terbaru Tokyo Revengers). Yg kain di Nijiiro no Karte juga dia.

      Iya, Kurokawa udah beneran kayak anak anjing liat majikan kalau sama Yukiko ๐Ÿ˜‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s