Diposkan pada Experience

2021 December Wrapped-up

Uheyyy… saatnya postingan wrap-up terakhir di tahun ini. πŸ€Έβ€β™€οΈ

Biarin dah, masih ada satu hari lagi. Anggap saja terlalu semangat menyambut tahun yang baru. Hahaha.

So, pada liburan nggak, nih? Jangan lupa masih ada Omicron, lho… Muhahaha. *fear mongering kamu, tuh?😁*

Setelah saya cek, tahun ini relatif lebih produktif dengan 40 posts, dibandingkan tahun lalu yang cuma 14 posts. Thanks to Wrap-up post dan Doramatalk, bikin sedikit lebih konsisten buat menulis. 😁

Jadi, untuk bulan Desember 2021 ada apa aja, nih?

PERSONAL THINGS

Tentu saja, pindah kosan jadi highlight terbesar buat saya. Cenderung impulsif, karena dari mulai kepikiran, nyari-nyari, sampai akhirnya terima kunci, terjadi dalam kurun waktu satu bulan saja. Apalagi mengingat tempat yang sekarang relatif lebih jauh dan pengeluaran bulanan juga jadi hampir tiga kali lipat dari tempat sebelumnya. Jadi, butuh penyesuaian pos-pos keuangan dan hidup lebih hemat. Hahahaha.

Meskipun begitu, berkat pindah ini jadi lumayan bisa tidur nyenyak lagi. Plus sekarang dapur juga nggak perlu berbagi. Alhamdulillah, ya… 😎


DECEMBER’S SERIES/MOVIES

Bulan Desember berarti bulannya dorama-dorama musim gugur berakhir. Untuk musim ini saya kayaknya nonton 7-8 judul, tapi yang kelar cuma tiga. Sisanya menunggu wangsit dulu. Wkwkwk. Berasa dukun… πŸ˜…

Untuk film sendiri ada tiga yang selesai. Ya maklum, mendekati akhir tahun, kerjaan juga banyak yang deadline.

So, here they are, let’s check it out! πŸ˜‰

  • Blue, Painful, Fragile

Film yang sedang tayang di Netflix ini bercerita tentang Tabata Kaede (Yoshizawa Ryo), seorang mahasiswa baru yang membatasi diri dalam bersosialisasi dengan tujuan melindungi dirinya sendiri dari konflik. Di lain sisi ada Akiyoshi Hisano (Sugisaki Hana), seorang idealis yang berkeras dengan idealismenya dan bercita-cita menjadi bagian dari perdamaian dunia.

Kedua mahasiswa baru ini, awalnya sama-sama tidak punya teman. Akiyoshi mulai mendekati Kaede yang walaupun sebenarnya enggan, tapi tipikal orang yang sulit menolak. Mereka berdua mendirikan Moai, sebuah klub rahasia yang bertujuan menjadikan dunia lebih baik.

Tapi, setelah tahun ketiga dan Moai sudah menjadi besar, Kaede yang sudah lama keluar dari Moai ingin menghancurkannya demi Akiyoshi yang dulu dan kini sudah tiada. Karena menurutnya Moai sudah tidak sejalan dengan cita-cita awal Akiyoshi.

Awalnya saya kira film ini tentang balas dendam tokoh protagonisnya. Ternyata, kemudian ditwist sama yang bikin, euy… πŸ˜…

Meskipun sinopsisnya terasa berat, tapi film ini nggak berat-berat banget, kok. After taste-nya bisa jadi bikin berbalik sebal sama Kaede, sih… Karena, ya, emang ternyata dia nyebelin. πŸ˜…πŸ˜…

  • 461 Days of Bento – A Promise Between Father and Son

Film ini lewat di TL Twitter saya dan langsung tertarik dengan judulnya. Lemah saya, mah, dengan cerita keluarga begini.

Bercerita tentang Suzumoto Kazuki yang diceraikan istrinya. Si anak, Kouki memilih untuk ikut dengannya daripada dengan sang ibu. Mungkin karena perceraian tersebut, Kouki jadi gagal masuk SMA dan harus mengulang setahun. Sehingga saat dia masuk SMA, dia lebih tua satu tahun daripada teman seangkatannya. Itu juga yang bikin dia merasa awkward di sekolah.

Terlepas dari kondisinya di sekolah, sebelum hari pertama masuk sekolah, Kazuki bertanya, dia pilih yang mana, dibekali uang untuk membeli makan siang di kombini (convenience store kayak Lawson, 7/11, dll) atau membawa bento?

Kouki memilih untuk membawa bento atau bekal dari rumah. Sejak saat itu, setiap hari Kazuki membuatkannya bekal makan siang.

Kazuki ini tipikal ayah yang sangat easy-going dan membebaskan anaknya untuk melakukan apa saja yang dia mau (selama bukan tindakan kriminal). Tapi, itu pula lah yang menimbulkan konflik dengan si anak.

Konfliknya walau tampak umum, tapi sebenarnya cukup ‘dalam’. Untung saja Kouki ini tipikal anak yang apa-apa dipikir, termasuk konflik batinnya sendiri.

Saya cukup suka dengan perkembangan Kouki. Malah kedua orang tuanya yang despite of usia mereka, tapi relatif tidak terlalu memperhatikan kondisi si anak. Yah, bagi beberapa anak perihal membebaskan ini bisa jadi bikin dia berpikir “ini gue dikasih kebebasan karena beneran disayang, atau justru karena mereka sebenarnya tidak peduli?”

Eniwei, terlepas dari konfliknya, bento yang dibuat Kazuki bisa dilihat di IG di bawah ini. Akun ini sepertinya beneran dipake saat syuting film tersebut. Lumayan, buat menambah referensi membuat bento. πŸ˜‰

  • Jigoku no Hanazono (Hell’s Garden)

Ada yang pernah nonton Crows Zero, High & Low, atau Tokyo Revengers? Kalau pernah, mungkin familiar dengan battle para geng preman ala film-film tersebut. Dan ternyata, nggak cuma laki-laki, perempuan juga punya geng preman sendiri.

Premis tersebut yang ingin dibawakan film dengan trailer berikut:

Pertama kali nonton trailer-nya aja saya udah tertarik banget. Gimana nggak, cewek Jepang kan image-nya tuh elegan gitu kan, ya… Apalagi untuk OL (Office Lady) atau karyawati di perkantoran. Tapi ternyata di dunia OL juga ada geng-gengan. Pakai berantem-berantem juga, buat menaklukkan geng lain.

Tokoh utamanya sendiri Tanaka Naoko (Nagano Mei) atau Nao, seorang OL di Mitsufuji Company, di mana ada tiga geng OL yang masing-masing dipimpin oleh Shuri, Shiori, dan Etsuko. Ketiga geng ini selalu ‘ribut’ demi menguasai OL seperusahaan. Walaupun begitu, Nao memilih untuk menghindari dan tidak termasuk ke dalam salah satu geng tersebut.

Sampai suatu hari masuk lah Ran, OL lone wolf yang sangat kuat dan tanpa disadari justru peperangan antar geng di kantor tersebut jadi berkurang, karena ketiga pemimpin geng tadi takluk semua di tangannya.

Karena suatu kejadian, Ran jadi dekat dengan Nao. Ran sendiri, walaupun ‘kuat’ tapi untuk urusan kerja, tidak begitu cakap, sehingga kadang Nao yang mengajarinya dan mereka jadi sering makan siang atau pulang bareng.

Masalah datang lagi saat ada geng OL dari perusahaan lain yang nantangin Ran dan selalu berakhir kalah di tangan Ran yang melawan seorang diri.

Nao tetap membatasi diri dan memilih tidak terlibat, sampai pada suatu hari dia diculik oleh geng OL perusahaan yang lebih besar demi memanggil Ran.

Yang bikin film ini tambah kocak, bukan hanya karena perang antar geng yang beneran kayak di komik-komik, tapi komen-komen Nao dalam hati tentang pertarungan geng ala komik ini.

Belum lagi ada ‘kejutan’ tersendiri yang membuat setengah terakhir film ini jadi tambah seru.

Tentu saja, peperangan antar geng OL ini cuma ada di film. Gawat bener kalau di dunia nyata OLnya begini. Nggak kelar-kelar ntar kerjaannya. πŸ˜†

  • Series: Koi Desu! Yankee-kun to Hakujou Girl, Saiai, dan Super Rich

Yes, dorama yang kelar saya tonton di musim ini cuma tiga itu. Tapi, nggak akan dibahas di sini karena udah jadi bahan buat postingan Doramatalk. Hehehe. 😝✌


DECEMBER’S BOOKS

Bulan ini juga cuma selesai satu buku, nih… *nggak ada yang nanya, biarin 😝*

Riweuh sama pindahan, sih… Mana saya nyicil angkut barang sedikit-sedikit gitu, kan… Total ada kali 7-8x 1-2 hari sekali sepulang kerja. Padahal jaraknya lumayan.

Salah sendiri, udah ke-brainwashed sama falsafah hidup orang Jepang yang sebisa mungkin nggak menyusahkan orang lain. Padahal apa susahnya minta tolong, ya…?

*malah curcol πŸ™ˆ*

*skip skip*

  • Funiculi Funicula

Sebelum tau novelnya, saya lebih dulu tau dan nonton filmnya. Nontonnya juga baru pas JFF kemarin dan cukup mengena terutama tentang ibu dan anaknya.

Setelah tau ada bukunya, saya nggak langsung baca karena… karena apa, ya? Nggak tau juga, belum tergerak aja kayaknya. Hahaha.

Baru baca kemarin ini karena ada blogger (yang blog-nya diprivate atas nama privasi *yaiyalah*) yang nge-share English ver.-nya di IG Story. Kebetulan, ternyata terjemahannya ada di Gramedia Digital. Daripada nggak dimanfaatin, rugi, udah bayar setahun ini, kan…

Buku ini berkisah tentang kafe yang melegenda karena bisa kembali ke masa lalu. Tapi, karena ada terlalu banyak syarat, plus kembali ke masa lalu pun tidak mengubah masa sekarang, jadi sangat jarang ada yang benar-benar mau kembali ke masa lalu.

Dalam bukunya ada empat cerita dari mereka yang kembali ke masa lalu. Yaitu pasangan kekasih, kakak-adik, suami-istri, dan ibu-anak.

Baik film maupun bukunya, sama-sama membuat perasaan campur-aduk. Meskipun ada tokoh yang ada di buku tapi tidak ada di film, begitupun sebaliknya, inti ceritanya tetap sama, yaitu sama-sama “meskipun kembali ke masa lalu tidak mengubah masa kini, setidaknya ada hal yang tuntas dan melegakan yang dirasakan masing-masing tokoh.”

Kalau harus memilih, dari segi cerita saya lebih memilih filmnya. Karena lebih ‘lengkap’ dan ada closure dari kenapa wanita yang hanya di tempat duduknya kita bisa ke masa lalu itu, sampai terjebak dan menjadi hantu di kafe tersebut.

Tapi, bukunya tetap asyik untuk dinikmati, kok. Selain karena pilihan kalimat dan alurnya yang mengalir, buku ini juga relatif tipis. Untuk e-booknya hanya 278 hal jika dibaca dari hape atau 158 hal kalau dibaca di tablet.

GLOBAL MATTERS

Saking riweuh sama ini-itu, saya nggak ngeh, dong, dengan kondisi dunia di bulan Desember. πŸ™ˆ

Ada yang mau menginformasikan kah? *malah nanya wkwkwk*


Selamat menjelang tahun baru, semuanyaa~~~πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

Ada yang berbagi resolusi? Atau udah pasrah, que sera sera, whatever will be, will be? 😁

Semoga tahun depan, baik bumi maupun kita sendiri, kondisinya semakin baik, ya… 🀲

Sampai jumpa di postingan berikutnya~~~😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

10 tanggapan untuk “2021 December Wrapped-up

  1. Hicha udah bikin Desember wrapped up ajaaa πŸ˜‚

    Eh iyaa akhirnya pindah kostan juga doong dari yang soal keran air rusak itu yaah? Kebayang pusing sih memang pindahan kostan tuuh, dari nyarinya sampai pindahannya. Kan nyari tempat buat ditinggalin mah ga gampang yaa 😩

    Aku merasa tertipu lho nonton Blue, Painful, Fragile wkwkwk kirain bakal cerita persahabatan yang sedih gitu, eeh ternyata ditipu sama si karakter utamanya 😝

    Jigoku to Hanazono ini pemain-pemainnya kacau banget siih, Nagano Mei, Hirose Alice, ada Nanao juga πŸ˜‚ Sama 461 Days of Bento juga menarik premisnya, tema yang melibatkan makanan gini memang ada nilai lebihnya sendiri yaa wkwkwk

    Selamat menyambut tahun baru Hichaa, semoga betah di kostan yang baruu πŸ˜†

    1. Nampaknya Kak Hicha udah pengen cepet-cepet ganti tahun, ya? Tanggal 30 udah bikin wrapped up. Wkwkwk. Becanda, Kak. πŸ™ˆβœŒπŸ½

      Btw bekalnya orang Jepang penampakannya bagus-bagus gitu ya, Kak. Bikin yang makan jadi berselera. Kalau dibandingkan dengan bekal buatanku, kayaknya jauuuuuuh banget. Yang penting bisa dimakan, penampilannya kayak apa gak peduli. Moga-moga aja yang aku bawain bekal doyan makannya. πŸ€ͺ

      Lalu kalau lihat geng-geng cewek di film Jepang itu, aku jadi ingat geng cewek yang real pernah eksis dahulu kala di Indonesia. Namanya geng nero. Kak Hicha pernah dengar? Entah sekarang geng itu masih ada atau nggak. 🀣

      Ngomong-ngomong, selamat pindah kosan ya, Kaaaaaak. Ikut seneng deh, kalau Kak Hicha nyaman di kosan yang barubaru πŸ€—. Dan juga, selamat menjelang tahun baruuuuu. πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

      1. Hahaha, iya mba Roem, mumpung lagi dapat ilham. Wkwkwk.

        Kalau kita mah yang penting rasa dan banyaknya, mba… ntar juga di perut jadi satu ini… 🀣🀣

        Aku baru denger geng nero itu beberapa minggu yang lalu. Kayaknya mereka viralnya di pulau Jawa aja kali, ya? Di daerahku beda lagi geng-gengnya 😁

        Makasih, mba Roem… selamat menikmat malam tahun baruπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

    2. Biar tahun baru ga berasa punya utang… wkwkwk.

      Iyaa, akhirnya pindah aja lah udah sekalian. Hahaha. Lumayan bikin sutris sih sama barang2. Padahal barang seuprit pun… Emang dah, hidup minimalis bikin beban jadi lebih ringan, terutama saat pindahan πŸ˜†

      Hahaha, iya… untuk Blue, Painful, Fragile sama Jigoku no Hanazono kirain bakal standard selayaknya genre mereka. Eh, ternyata ditwist biar rame meureun, yaa. 😁

      Selamat menyambut tahun baru juga Eyaa… Aamiin… kapok kalau harus sering-sering pindah. 🀣

  2. Aku sangka Wrapped mba muncul pas tanggal 1nya.. wkwkw

    Btw, mau ngucapin selamat atas pindahannya 😁 yah walaupun jadi 3x lipat. Tapi demi kenyamanan yg lebih baik. Why not kan ya..?? 😊

    Btw, Funicula Funicili sih emng bagus. Aku belum nonton filmnya.. dari baca sih bagus karena lebih lengkap ya kalau di filmnya mba? Baiqlah.. otw.

    Kemarin baru aja selesai namatin Stand By Me 2 di netflix.. baguss beudd πŸ˜… mba Hicha sudah nnton kah??

    1. Biasanya malah lewat pertengahan bulan berikutnya, Mas… wkwkwk

      Thanks, Mas Bayu. Ini kepikiran buat nyari side hustle. Tapi bingung karena belum punya cukup kemampuan buat dijual. Hahaha.

      Cuss nonton… kemarin itu sempat ada JFF dan salah satu filmnya Funiculi Funicula. Lumayan banget buat nonton jalur halal. Nggak tau deh tahun ini bakal ada juga atau nggak. Sebenarnya di Netflix ada, sih… tapi kok ya cuma di Netflix Jepang πŸ˜…

  3. Funicular lebih komplit di filmnya? Aku mending nonton aja kalo gitu 🀣. Bisa ditontin di mana ya mba filmnya πŸ˜…. Biasanya aku lebih suka buku justru Krn jalan cerita LBH detil dan lengkap. Aneh juga kalo malah LBH lbgkap filmnya. Mungkin Krn bukunya sendiri tipis sih yaaa. JD bisa dikembangkan ceritanya 😁.

    Kalo film, aku lagi kebanyakan nonton Korea Desember dan bahkan sampe januari ini πŸ˜…. Lagi banyak yg seru aja , ntr kalo udh selesai, baru mau gantian film2 Jepang atau barat deh

    1. Menurutku sih gitu, kak. Lebih kayak dijelasin kenapa bisa ada si hantu wanita yg di tempat duduknya bisa bikin orang ke masa lalu.

      Iya, kak. Jarang2 film malah lebih β€˜memuaskan’ daripada buku πŸ˜…

  4. aku juga lemah kalau nonton tayangan yang berbau keluarga
    aku penasaran sama a promise between father and son, sedih sedih gitu nantinya
    aku sendiri belom bikin resolusi 2022 mbak, jalani dulu seperti biasa.
    semoga bisa bikin bisnis kecil-kecilan yang banyak, harus kayaknya kalau ini hahahaha

    1. Ga sesedih itu juga kok, mba… di aku malah bikin fokus ke bentonya wkwk

      Iya, nih, mba… ini udah hampir kelar Januari, kecuali untuk satu hal yg sedang diusahakan, tp akhirnya berbalik padaNya, aku masih belum tau mau ngapain selain menjalani hari2 πŸ™ˆ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s