Jilbab

 Di fakultas Engineering tempat saya nantinya akan menimba ilmu, disediakan kelas khusus untuk mahasiswa asing baru yang jumlahnya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Kelas ini diadakan setiap senin dari pukul satu hingga pukul empat. Dua jam pertama kelas biasa yang didalamnya diajarkan tentang kehidupan dan kebudayaan Jepang. Sedangkan satu jam terakhir adalah teatime yang hanya diisi dengan minum teh (dan snack) sambil ngobrol-ngobrol. Berhubung saya ada kelas di KISC (Kobe.Univ International Student Center) hingga jam tiga, jadi setiap minggunya saya ikut tea time-nya saja.

Saat pertemuan pertama Mori-sensei yang mengajar di kelas tersebut berkomentar “Sore wa kirei da ne… itsuka kaburu koto o oshiete kudasai” (itu cantik ya, kapan-kapan ajarin cara pakainya ya..) kata beliau sambil menunjuk kerudung saya.

Sayangnya baru senin kemarin saya ingat membawa kerudung ke kelas tersebut. Dan saat saya bilang kalau saya membawanya, sensei dan seorang teman perempuan dari China langsung excited dan langsung meminta saya memakaikan mereka.

Sejujurnya, saya bukan seorang yang cukup modis untuk mengajarkan memakai kerudung. Jangankan untuk orang lain, untuk sendiri saja cara pakai kerudung saya ya begitu-begitu saja. Pokoknya kalah jauh dah dari anggota hijaber’s community. Tapi berhubung kedua perempuan di kelas itu yang notabene non-muslim sangat excited, saya jadi ikut senang. Sayangnya, hasilnya masih kurang bagus menurut saya. Tapi tidak menurut mereka, mungkin karena kurang mengerti kali ya.. hihihi..

Image

Chinese Girl Who Tried to Use Hijab

Image

Mori-sensei (ternyata saya makeinnya miring ya.. ~,~)

Satu hal yang berkesan bagi saya adalah, sensei bilang saat beliau menggunakannya, beliau merasa menjadi lebih bijak dan terkendali, “Saya ini orangnya suka nyablak dan ngomong sana-sini, tapi saat menggunakan ini saya merasa lebih dewasa dan terkontrol, sama seperti saat menggunakan kimono. Rasanya elegan sekali.” Kurang lebih begitulah komentarnya (setidaknya begitulah yang saya tangkap, sensei ini mengatakannya dalam bahasa Jepang dengan kecepatan agak di atas rata-rata. Heuheu…)

Dan perkataan beliau tersebut membuat saya menjadi berpikir kalau memang seharusnya setiap muslimah itu berusaha berhijab. Kalau ada perempuan yang mengatakan “saya mah mending jilbab-in hati dulu”, entah kenapa saya merasa itu hanya sekedar alibi atau ngeles. Karena toh tidak ada satuan yang nyata yang bisa mengukur kuantitas seseorang untuk dapat menggunakan hijab dan tidak ada satu orang pun yang dapat menilai seseorang sudah cukup pantas berjilbab atau tidak. Tidak ada hitungan baku tentang kepantasan tersebut. Dan bahkan orang dengan jilbab menutupi seluruh tubuhnya pun tetap lah manusia biasa yang memiliki kekurangan dan tetap harus terus memperbaiki diri.

Ya, sesuai perkataan sensei tadi, kalau beliau saja yang tidak mengerti islam merasa menjadi lebih terkendali saat menggunakannya, apalagi kita sebagai perempuan yang terlahir muslimah.

Berjilbab bukan untuk perempuan baik saja, tapi berjilbablah insyaAllah akan menjadi lebih baik

16 responses to this post.

  1. hihi, gak nyangka seorang yg non muslim aja bsa ngeluarin pernyataan kyak gt kak, aplg kt yg seorang muslim. Daebak bgt kak ^^

    Reply

  2. aduh2, si mbak chinese nya lebih cantik lho pake jilbab!
    btw, sensei nya mrip oma2 di padang aja pke jilbab😀

    Reply

  3. Reblogged this on Catatannya Sulung and commented:
    Reblog dari kakak sepupu saya yg lagi nimba ilmu di Negeri Sakura sana. Hayo2, yg nonmuslim aja tertarik buat nyoba berhijab, knp yg muslim msh mncari2 alasan?🙂

    Reply

  4. Wa, terharu baca ceritanya. Open minded-ness memang indah ya.
    Salam kenal🙂

    Reply

  5. Jujur, saya setuju sekali dengan pendapat Mbak Hicha. Sebagai kaum lelaki, saya menganggap wanita yang bilang “jilbabin hati dulu” atau “memperbaiki sikap dulu” itu sebagai alasan ngeles. Saya yakin, dengan berjilbab, maka sikap dan sifat otomatis akan ikut berubah menjadi lebih baik. Memang itu butuh waktu dan kemauan kuat dari si pemakai jilbab, tidak serta merta setelah memakai jilbab ia akan berubah sikap. Pasti banyak godaan yang menghalangi.😎

    Masalahnya, selama aurat kita (termasuk laki2 juga nih…) belum tertutup sempurna dan dilihat banyak orang, dosa terus bertambah dan menumpuk. Di lain sisi, kita gak tahu kapan kita akan mati. Kalau kita mati sebelum sempat menutup aurat, ‘kan serem banget tuh…😦

    Reply

  6. yang mba chinese nya cantik ih pake jilbab… kirain orang Indonesia pas tadi sbelum nyasar kesini😀 baidewey… salam kenal🙂

    masalah pake jilbab, kalo buat saya sendiri dulu bukan karena wajib atau apa, tapi karena sekolah di pesantren waktu SMP, jadi mau ga mau diwajibin. Begitu SMA, sekolah di luar, mau lepas jilbab kok risih dan malu… belum… belum malu sama Tuhan malah…

    Ketika mulai kuliah dan menengok kembali kehidupan SMA, bersyukur banget memutuskan tetap memakai jilbab. Belum suci sama skali. Masih suka pacaran, masih suka teriak2 apalagi kalo kesel ama orang pake maki2… tapi kepikiran, kalo gw ga pake jilbab, bakal lebih liar daripada ini kayanya… karena mau ga mau ada rasa malunya… Makin kesini, insya Allah malunya sama Tuhan🙂

    Ada teman yg sudah pakai jilbab malah lepas lagi, katanya soalnya ngapain juga pake jilbab tapi dia masih pengen clubbing, dll. Dia ga mau munafik. Sayang banget ya😦 Munafik nya kok salah kaprah…

    Reply

  7. Salut deh buat yang memakaikan jilbab dan mempublikasikan di blog.

    Reply

  8. “beliau merasa menjadi lebih bijak dan terkendali”, saya kira ya emang itu gunanya jilbab salah satunya ^^..

    untuk yang bilang “saya mah mending jilbab-in hati dulu”,nih ada post http://helmypotter.wordpress.com/2012/08/16/20-alasan-belum-berjilbab/ semoga bermanfaat🙂

    Reply

  9. Posted by Duha on September 25, 2012 at 3:44 am

    kawai

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: