Arif Kecil

Namaku Arif, kata Bunda nama itu nama yang bagus. Kata Bunda pula, semoga aku di masa depan se-arif namaku. Umurku baru empat tahun, jadi aku tidak tahu kenapa Bunda ingin begitu.

Yang aku tahu, aku dipanggil Arif oleh teman-temanku. Dan aku juga senang bermain dengan Inu, anak kucing kecil yang kadang-kadang mencakarku. Aku menangis saat dicakar Inu, aku benci Inu yang suka mencakarku. Tapi aku gemas dengan ekor panjangnya. Karena gemasnya aku tarik-tarik saja ekornya. Dan kemudian Inu akan marah dan mencakarku lagi. Kalau sudah begitu, aku lari saja. Bersembunyi dipelukan Bunda yang sedang memasak.

Untungnya, Inu tidak pendendam. Jadi walaupun sering aku tarik-tarik, dia tetap mau bermain denganku. Walaupun nanti-nantinya dia akan mencakarku lagi.

Aku pun tidak pernah marah pada Inu. Meski aku membencinya saat dia mencakarku, aku juga tetap mau bermain dengannya. Karena kata Bunda, jadi manusia itu harus bisa memaafkan.

Baiklah Bunda, Arif akan berusaha menjadi manusia yang bisa memaafkan seperti kata Bunda. Dan juga Arif akan se-arif nama Arif nantinya.

Sekarang Arif main dulu ya, Bunda.. Gemas. Ingin menarik-narik ekor Inu lagi. Hihihi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: