Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.13) JDrama for Beginners

Hola, again!

Terima kasih banyak buat yang sudah ikutan GA dalam rangka Anniv Pertama Doramatalk. Seneng banget dapat banyak insight. Saking senengnya sampai bingung mau balas gimana, ditunda-tunda, eh, akhirnya sampai sekarang belum dibalas komen-komennya. Huhu. Maapkeun.

Untuk pemenangnya sendiri, meskipun sudah diumumkan di IG, nggak sah kalau nggak diumumkan di sini juga. Ada tiga pemenang, dua dipilih oleh Hicha dan Eya, sedangkan satu lagi diundi dari nama-nama yang masuk dan memenuhi syarat. Selamat untuk @dd.reads, @elsaindriani_19, dan @iidyanie_ dan terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi. πŸ€—

Kembali ke postingan ini.

Salah satu saran yang masuk adalah rekomendasi JDrama untuk beginner atau pemula. Dan saya dan Eya sepakat buat merekomendasikan beberapa dorama untuk yang belum pernah nonton dorama.

Sejujurnya, saya agak bingung juga, kalau ditanya dorama apa yang bagusnya ditonton oleh yang belum pernah menonton dorama. Karena, berbeda dengan hal-hal berbau keahlian, seperti memasak, memancing, dan matematika (?), hal-hal yang berbau selera itu sepertinya tidak ada kata pemula. Yah, namanya aja selera, gitu, kan, ya… 😁✌

Jadi, yang saya akan rekomendasikan itu dorama-dorama yang ada di platform halal (yang mana udah pada jadul sih benernya, heuheu), dan bisa menggambarkan tipikal drama Jepang secara umum.

Mari kita mulai~

(Baca juga punya Eya di sini, ya… πŸ˜‰)

Midnight Diner

Shinya Shokudo / Midnight Diner (Source)
  • Jumlah Episode: 50 (3 seasons & Tokyo Stories 2 seasons)
  • Durasi per episode: 24min
  • Platform: Netflix

Dorama yang satu ini udah sering banget dibahas. Baik di Doramatalk, maupun oleh beberapa teman blogger yang bahkan bukan pecinta serial Jepang sekali pun.

Dorama ini bercerita tentang sebuah kantin yang buka mulai pukul 12 malam sampai pukul 7 pagi. Berada di area hiburan malam, menjadikannya cukup banyak pelanggan. Masing-masing episode, menceritakan tentang pelanggan yang datang dan keinginannya untuk makan makanan tertentu buatan si Master, panggilan pemilik kantin tersebut.

Ya, kita bisa request makanan apa saja di sana. Master yang meskipun berwajah cukup seram dengan bekas luka di wajahnya, tapi sangat baik hati dan selalu berusaha memenuhi keinginan pelanggannya. Ibarat kata, wajah Master boleh ada luka, tapi masakan Master menyembuhkan luka yang memakannya.

Dorama ini saya rekomendasikan untuk yang belum pernah menonton JDrama, karena, setting-nya yang Jepang banget. Tempat makan seperti kantin Master ada banyak tersebar di seluruh Jepang. Kecil, pencahayaan temaram, menjual bir sebagai minuman utama, dan kita bisa berinteraksi langsung dengan pemiliknya.

Meskipun mungkin kebanyakan bukanya di siang hari, berbeda dengan kantin Master yang baru mulai buka tengah malam.

Selain itu, makanan yang disajikan juga makanan khas rumahan keluarga Jepang. Maklum saja, masakan yang disajikan Master umumnya berdasarkan permintaan pembelinya. Jadi, wajar saja, karena pembeli biasanya request masakan dengan memori tertentu, which most of the time berhubungan dengan rumah dan orang-orang terdekat.

Ceritanya cenderung santai, minim konflik, tapi dalam dan bermakna. Juga, seperti kebanyakan dorama Jepang dengan tema utama makanan, ada spoiler cara memasak makanan yang ada di episode tersebut.

Lumayan banget buat menambah perbendaharaan masakan Jepang, kan? πŸ˜‰

Life’s Punchline

Konto ga Hajimaru / Life’s Punchline (Source)

Jumlah Episode: 10
Durasi per episode: 46min
Platform: Netflix

Kalau ada dorama yang awalnya saya underestimated, tapi ternyata ceritanya bagus, salah satunya adalah dorama ini. Awal-awal muncul di Home Netflix, saya mikir “Yaampuun… ini dorama kok kayak nggak modal banget!” πŸ™ˆ

Ya, habis gimana, dong, teaser yang muncul itu mereka sedang tampil skit atau sandiwara pendek, di panggung yang sederhana banget. Saya kira sejenis stand-up comedy gitu. Ternyata series 10 episode, dengan durasi 45an menit per episode, selayaknya JDrama prime time lainnya.

Belum lagi, ternyata ceritanya sebagus itu. Ku terharu. Huhuhu.

Berkisah tentang tiga sekawan dalam trio komedian Macbeth. Mereka adalah Haruto (Suda Masaki), Junpei (Nakano Taiga), dan Shunta (Kamiki Ryunosuke) dan sudah mencoba berkarir sebagai pelawak selama 10 tahun (awalnya Haruto dan Junpei dulu, Shunta baru masuk beberapa tahun kemudian).

Meski sudah 10 tahun, mereka tak juga kunjung terkenal. Malah ketiganya harus bekerja paruh waktu demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Hingga akhirnya, dengan trigger dari Junpei yang merasa harus kembali ke rumah untuk meneruskan usaha orang tuanya, mereka memutuskan untuk membubarkan diri.

Ya, dorama ini adalah dorama tentang melepaskan sesuatu yang sudah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Merelakan dan menerima kenyataan bahwa tak selamanya usaha keras membuahkan hasil yang diinginkan.

Tapi, tenang saja, endingnya manis dan realistis. Mengingatkan kembali bahwa usaha keras tidak akan berkhianat, meskipun hasilnya tak sesuai dengan yang dibayangkan. Ada diri yang bertumbuh, ada bahu yang menguat, ada pandangan yang meluas bersama dengan usaha keras tadi. Menjadikan pelakunya lebih wise dan siap menghadapi fase hidup selanjutnya.

Duh, saya jadi ngelantur ke mana-mana. πŸ˜…

Pokoknya saya rekomen serial ini untuk kamu yang sedang dalam fase galau tentang pilihan hidup.

Oh iya, jangan tertipu dengan lima menit pertama yang menampilkan mereka sedang di perform di panggung komedi yang jauh dari kata lucu. Tentu saja, kalau lawakannya lucu, mereka akan lebih terkenal dan tidak memilih untuk berhenti, bukan? πŸ˜‰

Alice in Borderland

Imawa no Kuni no Arisu / Alice in Borderland (Source)

Jumlah Episode: 8
Durasi per episode: 48min
Platform: Netflix

Kalau dua dorama sebelumnya adalah dorama slice of life dengan tema utama makanan dan kehidupan manusia dewasa, series yang satu ini lebih berbau thriller fantasi. Maklum saja, ceritanya diangkat dari manga berjudul sama.

Bercerita tentang Arisu (Yamazaki Kento) yang dianggap gagal oleh ayahnya, karena berbeda dengan adiknya yang sukses mendapatkan pekerjaan impian, sedangkan dia lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain game.

Pada suatu hari, Arisu bersama dua temannya, Karube (Machida Keita) dan Chouta (Morinaga Yuki) terjebak di kota Tokyo yang tidak berpenghuni dan mereka dipaksa keadaan untuk mengikuti rangkaian permainan untuk tetap hidup.

Ya, dorama ini tentang survival game di mana yang kalah akan mati, sedangkan yang berhasil menyelesaikan game tersebut bisa bertahan hidup maksimal tiga hari sampai mereka harus ikut bermain lagi demi perpanjangan β€œizin hidup”.

Serial yang diangkat dari komik karya Aso Haro ini, tak hanya tentang bermain game demi “bertahan hidup’. Ada tentang persahabatan dan pencarian jati diri. Agak gore dengan beberapa adegan dewasa. Tapi, saya suka alurnya yang cepat dan bikin lupa bernapas. Tipikal dorama Jepang dengan bergenre thriller. Seru dan harus siap mental dan pikiran, karena memang sangat menguras energi. Hahaha.

Unsung Cinderella

Unsung Cinderella: Midori, The Hospital Pharmacist (Source)

Jumlah Episode: 11
Durasi per episode: 55min
Platform: Viu

Salah satu ciri khas JDrama selain dialognya yang dalam, akting para pemainnya yang fokus pada ekspresi dari dalam dan “mata yang berbicara” dan membuatnya menjadi lebih realistis daripada sekadar akting dengan ekspresi meledak-ledak, juga temanya yang sangat beragam. Terutama untuk dorama-dorama dengan tema pekerjaan.

Saking beragamnya, coba sebutkan jenis pekerjaan, maka sepertinya saya bisa menyebutkan judul dorama tentang pekerjaan tersebut. Wkwkwk.

Salah satu dorama tentang pekerjaan yang bisa ditonton melalui jalur platform legal streaming adalah Unsung Cinderella yang sebelumnya sudah pernah saya singgung di postingan yang ini.

Kenapa dorama ini saya rekomendasikan untuk pemula yang belum mengenal dorama Jepang?

Karena, dari dorama ini teman-teman bisa mendapatkan gambaran umum mengenai dorama Jepang bertema pekerjaan yang tipikalnya:

  1. Pekerjaan merupakan bagian yang sangat signifikan dalam kehidupan. Sehingga kesungguhan dalam bekerja adalah hal yang sudah sewajarnya.
  2. Tokoh utama yang unik dan agak nyeleneh, berbeda dengan tokoh-tokoh pendukung yang seperti orang Jepang kebanyakan (atau malah manusia kebanyakan?), yang meskipun bekerja keras, tapi ada banyak hal yang dikeluhkan.
  3. Cerita tiap episodenya yang berbeda-beda. Jadi, semacam tiap episode menceritakan tentang kasus yang berbeda.
  4. Minimnya tokoh antagonis dan tiap tokoh bertumbuh mendewasa bersama dengan masalah yang dihadapinya. Bahkan untuk tokoh utamanya sendiri yang biasanya sangat idealis, bertumbuh menjadi lebih realistis, walau tetap berusaha memegang idealismenya.

Sebenarnya masih ada genre romcom dan keluarga yang ingin saya ceritakan. Tapi, sayangnya, untuk kedua tema tersebut, yang ingin saya rekomendasikan belum ada di platform ‘halal’. Jadi, kapan-kapan aja ya, diceritainnya. 😝

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~~😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

8 tanggapan untuk “(Doramatalk Ep.13) JDrama for Beginners

  1. Aku fans Suda macam apa belum jadi-jadi nonton Life’s Punchline πŸ˜‚ Suda, Nakano Taiga sama Kamiki nih beneran seumuran yaa dan somehow agak kaget wkwk (ternyata sama Arimura Kasumi juga seumuran) πŸ˜‚

    Btw bener juga mau rekomen dorama buat yang baru mau mulai harusnya yang ada di platform legal dulu, aku malah nambahin yang ga ada juga hahaha mau ngajakin berjuang bersama ceritanya πŸ˜‚

    1. Ayo nonton, Eyaaaa. Sama2 kelahiran 93, ya? Paling Kamiki aja yang beda angkatan sendiri, yang lain ultahnya pun sama2 Februari *hasil googling wkwk* Pantes aja, dialog mereka tu ngalir bangett. Kayak beneran lagi ngeliatin segeng lagi ngobrol aja.

      Gapapa, Eya… yg di non-legal malah lebih banyak yang seru 🀣

  2. Makasi mba ya Hicha & mba Eya atas kado giveawaynya, novelnya bagus banget, next pengen bahas juga di blog tapi sekarang lagi mageran huhu. Oya nambahin ada serial Daughter of Lupin 1&2 yang juga tayang di platform halal alias VIU, kocak bgt asli, keluarga Mikumo gak ada yg beres wkwk, tapi sekarang masih ada gak ya di Viu ini? Secara dikit banget emang dorama tayang di sana

    1. Wah… sudah selesai bacanya, mba? Semoga bermanfaat, ya…
      Eh iya, ada Daughter of Lupin juga, ya… Di VIU emang dikit banget sih ya JDrama itu. Kayaknya malah bisa dihitung dengan jari (tangan dan kaki wkwk) saking dikitnya

  3. midnight dinner sepertinya bagus nih, aku ngebayanginnya pokoknya ada adegan masak-masak gitu πŸ˜€
    terus pas dibilang Master ada luka di wajah, ehh aku langsung keinget sama Samurai X, yang juga sama punya luka diwajah, tapi baikkk dan ganteng hahaha

    1. Enaknya ditonton sambil makan juga, mba… πŸ˜†
      Kayaknya luka di wajah itu bikin rawan disangka jahat, ya… makanya peran2 jagoan (yang padahal aslinya baik hati) dibikin ada luka di wajah. Hahaha

  4. Asiiiiiik dpt rekomendasi yg ada di platform halal 🀣..

    Cuma midnight diner yg aku udah nonton, sisanya blm semua nih Cha. Masukin ke list deh, kec yg Alice aku memang ga tertarik dari dulu pas booming. Ntah kenapa lagi ga semangat nonton yg Gore 🀣.

    Dorama jeoang itu identik jalan cerita ringan, yg bikin otak ga usah terlalu mikir dan bisa nenangin pikiran setelah nonton Drakor yg banyak konflik. Itu fungsi buatku 😁. Jadi kepala udah ngebul akibat Drakor, aku biasanya nonton dorama buat santai.

    Makanya LBH suka yg temanya ringan ajalah πŸ˜„

    1. Sama kayak aku yg ga pernah tertarik nonton horror nih, mba 🀣🀣

      Buat yg romcom sama slice of life setuju, mba… etapi, secara umum memang relatif minim konflik, sih… mungkin karena episodenya sedikit kali, ya… 😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s