Diposkan pada Experience, Japan and Japanese

2022 January Wrapped-up

Hola, gimana kabarnya, gaes?

Pikiran random saya saat ini, kirain saya doyan jalan-jalan, ternyata belakangan saya sadar, Senin-Jumat budak korporat pengabdi gajian, Sabtu-Minggu saya lebih seneng rebahan di rumah ajah. Apalagi pandemi gini. Makin magerlah diriku keluar. Huhaha.

Eniwei, busway, TiJei, kembali lagi ke postingan wrap-up~~

~~yang seperti biasa, ditulis menjelang pertengahan bulan dipost menjelang akhir bulan. Wekawekaweka.

Sempat ragu juga, mau dilanjutkan atau tidak. Tapi, hitung-hitung sudah setahun konsisten, sudah pakai tahun juga di tiap judulnya. Ya kali nggak dilanjut.

Jadi, cus lah disimak~~πŸ˜‰

PERSONAL THINGS

Beda banget sama tahun lalu yang saya sudah tau mau ngapain, Januari tahun ini saya nge-blank! Asli, beneran kayak kehilangan arah. Kayak di suatu detik pengen ngelakuin ini, eh, nggak berapa lama lupa apa yang diinginkan. Sebuah pertanda bahwa sebenarnya nggak pengen-pengen amat berarti, ya… πŸ™ˆ

Yang saya heran, kenapa udah beberapa tahun terakhir, setiap akhir-awal tahun saya sakit. Mulai dari migrain di 2019, maag akut di 2020, LBP di 2021, dan tebak di 2022 saya sakit apa?

Jawabannya adalah…

Jeng jeng jeng

Herpes, saudara-saudara! πŸ˜…πŸ˜…

Yes, tanggal 31 pagi, tiba-tiba ujung bibir terasa perih, ada benjolan berisi cairan. Ditambah gejala demam ringan. Udahlah, fixed, nggak bisa ke mana-mana. Tahun baruan di rumah aja, menghabiskan persediaan makanan.

Kalau ditanya, gimana bisa kena? Padahal kan pakai masker ke mana-mana, dikit-dikit cuci tangan, dan nggak pernah berbagi makan-minum sama orang lain (masih pandemi gitu, lho…).

Saya juga bingung.

Tapi, karena waktu kecil memang pernah kena, dan katanya penyakit ini bisa kambuh saat imun tubuh sedang turun, jadi kemungkinan besar karena memang beberapa hari sebelumnya pas lagi sibuk-sibuknya nyicil pindahan, juga makan dan tidur nggak bener.

Untung aja sekarang ada halodoc. Setelah konsultasi dan diberikan resep, alhamdulillah seminggu kemudian sembuh. Pas saat libur tahun baru berakhir. πŸ˜…

Semoga tahun depan, kalaupun sakit, sakitnya karena hamil gitu, kek… *lho?*


Pindah topik.

Akhir-akhir ini ternyata saya lumayan sering dengerin musik. Atau lebih tepatnya nyalain YT sambil ngerjain apa gitu. Tentu saja versi gratisan. Sayang kalau langganan YT music atau Spotify, tapi dengerinnya kadang-kadang. Hehehe.

Nah, di bulan Januari itu, saya lagi suka dengerin Natsukashii Mirai-nya Kamishiraishi Mone dan lagu-lagunya Mosawo.

Lagunya Mone itu diciptakan sebagai himne pertandingan sepak bola SMA se-Jepang. Jadi auranya bikin menghargai ‘perjuangan’, sekaligus menambah semangat.

Sedangkan lagu-lagunya Mosawo, easy listening banget. Mendengarkannya bikin rileks. Padahal liriknya, sih, tentang cinta-cinta kayak biasa. Paling yang bikin unik karena lagu ini dinyanyikan dari sudut pandang perempuan, tapi yang nyanyi laki-laki misterius.

Silakeun MV-nya Mone-chan dan Aitai-nya Mosawo, kaka~~


JANUARY’S SERIES/MOVIES

Saya nggak nyangka ternyata, tahun ini di bulan Januari saya hanya menyelesaikan satu series dan satu film. Padahal kayaknya saya nggak sibuk-sibuk banget. Eh, apa sibuk, tapi nggak nyadar kalau sibuk kali, ya?

Sibuk yang tidak produktif. Ckckck… sungguh merugi… πŸ™ˆ

  • MIU404

Nonton ini gara-gara di TL Twitter, pada ngomongin saat ditanya tentang dorama apa yang diharapkan masuk Netflix. Eya juga pernah merekomendasikan, terutama buat fans Ayano Go.

Saya bukan yang ngefans banget gitu, tapi cukup tertarik, terutama setelah nonton Kounodori (Dr. Storks). Perannya sebagai gynecologist baik hati dan jago piano, beda 180 derajat dengan saat pertama kali saya lihat di Gold dan sejujurnya perannya di sana cukup menyebalkan. Heuheu.

Untuk MIU404 sendiri, bercerita tentang Mobile Investigation Unit (MIU), tim kepolisian yang fokus pada investigasi pertama pada saat terjadinya kasus. Masing-masing anggota MIU dipasangkan jadi partner di lapangan. Kayaknya udah biasa, ya, di dorama-dorama Jepang detektif polisi itu biasanya minimal selalu berdua.

Di dunia nyata saya nggak tau juga. Nggak punya kenalan detektif polisi. Hehehe.

Shima Kazumi (Hoshino Gen), seorang detektif polisi dari tim elit, menjadi anggota baru MIU. Shima yang cerdas, memiliki kemampuan di atas rata-rata, tapi cenderung dingin dan (tampak) tegaan, dipasangkan dengan Ibuki Ai (Ayano Go). Ibuki ini tipe yang berkebalikan dengan Shima. Ceria, instinctive, cenderung sembrono dan (tampak) bodoh.

Seperti kebanyakan cerita tentang polisi lainnya, di tiap episodenya kita diajak untuk menyelesaikan berbagai kasus yang bikin saya berpikir di Jepang kok banyak amat kejahatannya? Wkwkwk.

Aktingnya pemainnya nggak kaleng-kaleng. Apalagi Gen-san yang ‘dingin’ dan tsundere-nya bisa dapet banget gitu. Untuk Ayano Go sendiri, berhubung di saya masih lekat image-nya di Kounodori, yang sama-sama baik hati tapi di sana jauh lebih cerdas, jadi untuk karakter hodob-nya kurang terasa di saya.

Apalagi karena pernah dengar cerita di kehidupan nyata, dia ke Tokyo dengan hitchhiking dari kampung halamannya di Gifu. Jadi saya menyimpulkan kehidupannya nggak bisa dibilang mudah. Makanya berasa kayaknya dia lebih cocok meranin peran wisedue-to-life-experience daripada peran oon. Wajahnya, tuh, asa bijaksana dan ngemong banget. πŸ˜†

Satu lagi, sebenarnya jalan ceritanya menarik dan cukup seru. Tapi, berhubung ada buanyaaak dorama tentang kepolisian, saya berharapnya ada keunikan tersendiri yang ditawarkan. Contohnya seperti Hakozume yang unik dengan karakter utama petugas pos polisi perempuan. Sayangnya, selain karakter berkebalikan dari dua tokoh utama (dan crossover dorama Unnatural πŸ˜… wkwk), tidak ada sesuatu yang cukup baru yang ditawarkan dorama ini.

Tetap seru, sih… terbukti dengan saya beres menyelesaikan 10 episodenya dalam waktu 3 hari saja.

Maklum, lagi libur, dan nggak ke mana-mana. 😁


  • The Door Into Summer

Film yang bisa disaksikan di Netflix ini, film terakhir Yamazaki Kento yang sudah rilis. Terus dia sekarang menghilang sibuk dengan beberapa proyek. Ckckck. Susah emang kalau udah masuk jajaran aktor papan atas. Nggak kayak waktu dia dijuluki Prince of Live Action, dalam setahun bisa empat film. Sekarang, tambah mahal juga kali, ya… πŸ˜†

Film ini bercerita tentang Takakura Souichiro (Yamazaki Kento) di tahun 1995, seorang scientist muda yang juga sedang mengembangkan robot dan baterai plasma storage. Pengembangan baterai ini meneruskan keinginan almarhum Matsushita Koichi, teman almarhum ayahnya, yang membesarkannya sejak kedua orang tuanya meninggal.

Setelah si paman meninggal, Souchiro menghabiskan waktunya bersama Riko (anak Matsushita) dan Pito, seekor kucing yang punya kebiasaan langsung lari menuju pintu yang terbuka.

Saat sudah dewasa, Souichiro bertunangan dengan partner bisnisnya, Takahashi Rin (Watanabe Natsuna). Di kemudian hari ternyata tunangannya itu mengkhianatinya. Dia pun bangkrut dan kehilangan kontrol atas pengembangan robot dan baterai plasma tersebut.

Karena merasa sudah tidak punya apa-apa, dia pun mendaftarkan dirinya untuk melakukan ‘cold sleep’ dan terbangun di tahun 2025, di mana dia mengetahui bahwa Riko meninggal tak berapa lama setelah kejadian pengkhianatan tadi.

Merasa bersalah dan menyadari perasaan yang sebenarnya, Souichiro akhirnya kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya.

Mungkin sudah ada banyak film tentang kembali ke masa lalu. Jadi, saat melihat trailer film ini, saya tidak berekspektasi tinggi dan ternyata hasilnya cukup melebihi ekspektasi saya. Mungkin karena ada bumbu-bumbu misterinya.

Saya juga cukup puas dengan akting YamaKen di sini. Tetap yang paling bagus aktingnya di Theatre dan Alice in Borderland, sih, menurut saya. Mungkin karena yang satu dia jadi loser yang nyebelinnya dapet banget. Sedangkan yang satu lagi, karena kondisinya antara hidup dan mati, jadi tegang mulu sampai lupa napas. 🀣


JANUARY’S BOOKS

Bulan Januari cuma baca satu buku, dong… πŸ™ˆ

Sudah dibahas di bawah ini, ya…


GLOBAL MATTERS

Eh, Januari kemarin, selain kasus varian omicron yang makin meningkat, ada peristiwa apa lagi di dunia ini, ya? πŸ˜…


Ya udah, deh… sampai di sini dulu, sampai jumpa di postingan berikutnya~~

Happy weekend semuaaa πŸŽ‰πŸŽ‰

Penulis:

To many special things to talk about... =p

9 tanggapan untuk “2022 January Wrapped-up

  1. Kak Hichaaa!! Hwaaa semoga nggak kambuh-kambuh lagi penyakitnya 😫. Kak Hicha jangan sampai kecapek-an dong! *Siapa aku nyuruh-nyuruh* #plakk
    Btw, penyakit hamil itu gimana Kak(?)
    Omicron semakin hari semakin tinggi aja kasusnya 😫 penyebarannya juga cepat banget sih jadi cepat meningkat kasusnya ya 😫. Jaga kesehatan selalu ya, Kak! Semoga semua ini bisa cepat berlalu πŸ˜­πŸ™πŸ»

    1. Aamiin.. makasih, Lia… πŸ€—
      Hahaha. Bukan penyakit, maksudku kalau lagi hamil kan gejalanya mual2, badan pegal2, gitu2 deh… Kan berasa ga enaknya kayak sakit juga. Tapi, kalau karena hamil aku relah, deh… XD
      *nikah aja belum padahal wkwkwk*

  2. Duluuuu Yaa aku tuh masih sedikit knowledge ttg herpes. Dan selama ini tahunya herpes itu penyakit kelamin. Padahal macamnya banyak. Tapi kan yg paliiiing sering disebut ya yg jenis penyakit kelaminnya.

    Jadi pas salah satu bos ku, pernah ada yg kena, tapi di leher, kami se-team itu kayak shock 🀣. Kirain si bos tipe yg suka jajan sampe bisa kena πŸ˜‚. Tapi akhirnya dpt pencerahan kalo herpes ga semua seperti itu πŸ˜„.

    Yg filmnya menarik nih, walaupun sebenernya aku ga terlalu suka kalo berbau time travel gitu. Krn kadang suka bikin bingung 🀣🀣. Tapi blm pernah nonton nih film begini yg ala jepang. Jadi pengen nonton sih Cha..

    1. Aku karena kenanya pas kecil, malah kaget pas tau kalau ternyata herpes itu ada yg jenisnya penyakit kelamin juga, kak. Padahal aku kenanya di ujung mulut. Gimana ceritanya kan ya… wkwk

      Masih ada di Netflix, kak. Recommended karena ada twistnya. Sinematografinya juga memanjakan mata 😊

  3. Halo Kak Hichaa…udah lama aku tidak mampir kesini.

    Kak Hicha, aku lagi otewe nonton MIU404 nih, gara-gara bucin sama dedek Kenshi πŸ˜‚πŸ˜†. Baru mau nonton episode ke-4 sih, tapi sejauh ini kasus-kasus yg dibahas gak jauh beda dari series kriminal pd umumnya ya kak. Btw, ini sampe ep.10 kasusnya berbeda semua ya kak? Satu epi satu kasus?πŸ‘€

    Semangat Kak HichaπŸ’ͺ😁, bulan Februari ini lagi baca buku apa kak?

    1. Sekarang udah selesai dong MIUnya, mba Reka? πŸ˜€
      Rata2 serial kriminal sih biasanya satu episode satu kasus, tapi tetap ada satu kasus utama yang biasanya melibatkan karakter utamanya.

      Baru nyadar, ternyata aku Februari kemarin cuma beresin satu komik Hai, Miiko! doang. Hahaha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s