Diposkan pada Learning or Studying, Miscellaneous

Mommyclopedia untuk Batita (#JanexLiaRC)

Sebenarnya sempat ragu mau ikutan reading challenge ini. Tapi, kok, ya pas banget buku lanjutan yang pernah saya bahas di sini, warnanya pas dengan tema bulan ini. Bukunya juga nggak tebel-tebel banget. Bisa dibaca sekali duduk kalau mau. Saya bacanya dua kali duduk, sih, tapi. Hehehe.

Judul bukunya sendiri sebenarnya Mommyclopedia Panduan Lengkap Merawat Batita. Postingan ini saya beri judul berbeda, karena… pengen aja. 😝 Sama seperti alasan saya mulai membaca seri pertamanya. Pengen aja, siapa tau suatu saat bermanfaat, kan…πŸ˜‰

Judul: Mommyclopedia Panduan Lengkap Merawat Batita

Penulis: dr. Meta Hanindita, Sp.A.

Jumlah halaman: 168

ISBN: 978-602-03-7816-9

Buku ini terdiri dari 5 bagian. Masing-masing bagian, dibagi lagi menjadi beberapa sub-bagian dengan halaman full color dan ilustrasi. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan cenderung to the point. Benar-benar selayaknya panduan. Bisa banget dibaca per bagian sesuai kebutuhan.

Ya, instead of teori parenting yang mengedepankan perkembangan pertumbuhan psikologis, buku ini lebih ke SOP tumbuh-kembang anak secara fisik. Apalagi buku ini memang disusun oleh dokter spesialis anak. Jadi, tidak perlu diragukan lagi, karena sudah berdasarkan fakta saintifik yang ada saat ini. Nggak tau ya, kalau suatu saat berubah, seiring dengan perkembangan zaman. πŸ™‚

Di beberapa bagian juga disertakan QR Code yang mengarah pada penjelasan lebih detil di aplikasinya. Tapi, saya coba cari di App Store nggak ketemu aplikasinya. Saya kira karena saya pakai region Jepang. Tapi, setelah dicek ternyata sudah diganti jadi Indonesia. Hmm.. Bingung juga kenapa bisa begitu, ya? πŸ€”

Sayang banget, padahal saya cukup penasaran dengan aplikasinya. Tidak hanya dengan content-nya, tapi juga dengan UI/UXnya. Apakah full illustration seperti bukunya juga?

Untuk lima bagian tersebut adalah sebagai berikut:

Perawatan Batita

Di chapter ini, dr. Meta menjelaskan tentang kesehatan dan kebersihan pada batita. Mulai dari kesehatan kulit, rambut, kuku, gigi, hingga alat kelamin, mata, telinga, dan hidung. Tidak hanya cara memandikan dan membersihkan anggota tubuh tersebut di atas, tapi diberikan juga tips-tips yang bermanfaat seperti tips mengatasi batita takut air, tips untuk batita yang takut keramas dan cara menstimulasi penglihatan.

Selain itu, diberikan juga informasi kapan sebaiknya batita dibawa ke dokter, terkait kesehatan anggota tubuh tersebut.

Nutrisi Batita

Dua pertiga dari kegiatan makan-minum batita umumnya masih dihiasi dengan menyusui. Baik dari segi reliji maupun dari saran WHO, menyebutkan bahwa batita sebaiknya disusui hingga usia 2 tahun. Meskipun begitu, setelah usia setahun, nutrisi untuk batita tidak dapat terpenuhi hanya dengan ASI saja. Batita harus mulai belajar makan.

Bagian kedua dari buku ini berisi panduan untuk pemenuhan nutrisi batita. Termasuk FAQ dari hal-hal yang mungkin terjadi, seperti manfaat ASI bagi batita, menyusui saat hamil lagi, bahkan apa yang sebaiknya dilakukan saat batita menggigit puting saat setelah menyusui.

Di bagian ini, dr. Meta juga menjelaskan mitos dan fakta dalam hal menyusui, weaning with love, cara memilih makanan, sampai ke panduan sumber nutrisi dan juga aturan dan prosesdur makan.

Tak hanya tentang makanan, minuman untuk batita juga termasuk di dalamnya. Tentu saja, soal picky eater juga dibahas di buku ini.

Tumbuh Kembang Batita

Setelah perawatan dan nutrisi, bagian berikutnya adalah bahasan mengenai tumbang batita. Pada dasarnya, tiap individu itu berbeda. Hanya saja, untuk pertumbuhan dan perkembangan sampai usia pra remaja, harus ada standardisasi untuk memudahkan pemantauannya.

Pada bagian ini, terdapat milestone untuk pertumbuhan batita yang dibagi per bulannya, dari usia 13 hingga 36 bulan. Tak lupa pula, diberikan tabel standard tinggi dan panjang badan pada batita yang bisa dijadikan tolok ukur pertumbuhannya.

Begitu juga dengan perkembangan motorik, kemampuan bahasa dan komunikasi, juga kemampuan sosial dan emosinya. Selain diberikan milestone untuk 1 tahun, 18 bulan, 2 tahun, dan 3 tahun, juga disebutkan stimulasi dan jenis mainan yang dapat diberikan untuk memenuhi syarat perkembangan tersebut.

Karena perkembangan kemampuan batita meliputi banyak aspek, di chapter ini juga dijelaskan mengenai perkembangan bicara per tiga-enam bulan sejak usia satu tahun, tentang toilet training, screen time, pola tidur, separation anxiety, tantrum, dan bagaimana cara mengajarkan kemandirian dan disiplin pada batita.

Ckckck… banyak ya, Bund… ini sih, nggak cuma batitanya yang bertumbuh dan berkembang, orang tuanya juga mau nggak mau jadi bertumbuh dan berkembang dalam banyak hal, terutama dalam mengatur emosi dan mengatasi stress.

Semangat, bu-ibu! πŸ’ͺ

Kesehatan Batita

Kalau di bagian sebelumnya dibahas tentang tumbang, pemenuhan nutrisi, dan cara menjaga kesehatan dan kebersihan batita, pada chapter ini kita diberikan panduan untuk imunisasi, gejala-gejala penyakit yang dapat dialami oleh batita seperti batuk, demam, ruam, diare, dll. Juga apa yang harus dilakukan saat gejala tersebut muncul, serta kapan saatnya harus ke dokter.

Bagian ini kemudian dilanjutkan dengan jenis-jenis penyakit yang dapat menyerang batita, seperti ADB, common cold, ISK, dsb. Tentu saja diberikan juga penyebab, gejala, bagaimana penanganannya.

Disertakan juga panduan meminumkan obat dan daftar pertanyaan untuk dokter saat diberi resep obat.

Pertolongan Pertama Pada Batita

Seperti yang kita ketahui bersama, batita baru memulai hari-harinya di dunia. Ada terlalu banyak hal yang ingin dieksplor. Selain sulit juga untuk terus dipantau, terlalu dikekang dengan alasan agar nggak kenapa-napa juga tidak baik bagi perkembangan batita itu sendiri.

Oleh karena itu, di chapter ini dr. Meta memberikan panduan pertolongan pertama pada batita jika digigit anjing, kemasukan benda asing, mengalami luka bakar, luka gores, terbentur, bahkan jika tersetrum listrik.

Terdapat pula tips untuk menghindari kecelakaan di rumah dan isi emergency bag yang sebaiknya disiapkan.


Banyak juga, ya, yang harus dilakukan dan diperhatikan dalam membesarkan anak. Saya saja yang belum punya anak membacanya lumayan bikin overwhelming, apalagi yang saat ini sedang membesarkan batita. Apalagi (lagi) yang dalam satu keluarga ada lebih dari satu orang balita. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan kesehatan fisik dan mental ibu tersebut.

Bikin saya jadi tambah yakin, membesarkan seorang anak itu memang sudah seharusnya berdua. Bukan hanya jadi tugas ibu semata. Jadi, para ayah memang sudah seharusnya terlibat, bukan hanya membantu apalagi sebagai support system. Baik ayah maupun ibu, keduanya adalah main system dalam membesarkan buah hati.

Tentu saja, mungkin ada kondisi di mana hanya satu dari kedua orang tua yang harus membesarkan anaknya. Kalau kondisinya seperti itu, maka dibutuhkan support system mulai dari keluarga terdekat, hingga peraturan dan dukungan pemerintah.

Yah, seperti kata pepatah dari Afrika, “It takes a village to raise a child.”

Di zaman dengan kemajuan teknologi dan banjirnya informasi, sepertinya tak hanya a village tapi juga a country agar generasi penerus kita ini dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Penulis:

To many special things to talk about... =p

11 tanggapan untuk “Mommyclopedia untuk Batita (#JanexLiaRC)

  1. Oh ikut reading challenge di Janelexia ya mbak. Aku juga sebenarnya pengin ikut, cuma pas lihat buku tak ada yang warna Oren, apalagi ini pas tanggal 28 batas setoran.πŸ˜‚

    Buku yang lengkap kap kap tentang batita ya mbak, harus dibaca buat para orang tua agar tahu tumbuh kembang anak. Review nya juga lengkap.

    1. Siapa itu Janelexia, mas Agus? πŸ˜…

      Masih ada kelanjutannya ini… emang ya, punya anak itu harus banyak belajar. Tumbuh kembangnya ga bisa diulang. Semangat, mas Agus! *lho?*

  2. Saluuut loh Cha, baca buku ttg parenting gini. Aku jujur malah ga pernah . Ntah karena takut stress Ama semua cara2 yamg digunakan oleh para supermom itu, atau karena ini memang bukan topik yang aku suka sebenernya. Temen terdeket tau banget, punya anak itu sebenernya ada dalam list trakhir hidupku, kalo bukan demi suami ..

    Tapi pelan2, seiring waktu, aku mulai suka sih dengan kehadiran anak2, walo tetep babysitter yg paling sangat membantu utk urusan mereka. Dari dia juga aku banyak tahu ilmu2 pengasuhan ttg anak. Mungkin Krn dijelaskan langsung, aku jadi lebih paham , ga sebatas teori buku.

    Bukan berarti buku parenting ga bagus, namun adakalanya suatu cara A, belum tentu cocok di anak B. Anyw, dengan membaca review mu ini, aku jadi lebih bisa ngebayangin sih isi bukunya. Bener Cha, ngurus anak butuh support system banget. Aku cukup beruntung punya supportnya, tapi untuk ibu2 yang terpaksa sendiri utk mengurus, aku berharap mereka bakal slalu strong demi anaknya.

    1. Kalau untuk cara mendidik, kayaknya tergantung karakter anak yg ga bisa disamaratakan ya, kak… menurutku juga kebanyakan baca buku parenting memang berisiko jadi overwhelming dan stress sendiri.

      Untuk mommyclopedia ini aku tertarik bacanya karena membahas tumbang yg memang sudah seharusnya sesuai standard agar tumbuh dan berkembang dgn sehat secara fisik. Kalau secara secara mental, itu aku belum gitu berani baca juga, takut stress duluan hahaha

  3. Baca ringkasan buku ini saja udah bikin overwhelming, Kak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Beneran ya mengurus seorang anak itu nggak mudah dan memang melatih mental orangtuanya juga πŸ˜‚. Semoga kelak kalau menjadi orangtua, kita diberikan kekuatan fisik dan batin yang berlimpah ya, Kak 🀣

    1. Belum baca teori2 parenting tentang mendidik, Liii… 🀣

      Aamiin yang banyaak

      Setelah gede gini baru aku sadar, jadi ortu tu ga gampang. Makanya skrg aku jadi lebih bisa nerima hal2 yg dilakukan ortu yg dulu bikin aku β€œterluka”. Karena, mereka jg sebenarnya sedang belajar juga πŸ˜‡

  4. Buku-buku seperti ini sangat menarik dan sangat penting untuk para (calon) orang tua agar dapat mengurus anaknya dengan baik ya mbak.
    pertolongan pertama ketika terjadi apa-apa dengan dedek bayi, itu kan perlu perlakuan khusus juga yang harus diketahui. Jangan smpai ketika kita hendak menolong, malah jadinya menciderai si bayi hehe

    1. Iya, mas Dodo. Jadi orang tua memang harus banyak belajar. Karena masa tumbuh kembang seorang anak tidak bisa diulang 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s