Posts Tagged ‘Self Experience’

17th. Tips Liburan di Jepang

Makin ke sini makin banyak saja yang liburan ke Jepang. Kayaknya belum gaul deh kalau belum liburan di Jepang. Nah, sebagai WNI yang baru sudah menetap di Jepang selama 4.5 tahun, ada beberapa hal yang menurut saya akan memudahkan bagi yang mau traveling ke Jepang. 😉 Continue reading

14th. Memperpanjang Izin Tinggal di Jepang

Hai, hai, ketemu lagi dengan postingan jejepangan. Eh, mostly akhir-akhir ini memang tentang jejepangan, sih ya? Kalaupun curhat biasanya bentuk colongan yang tersirat. *aseek*

Kali ini saya ingin menuliskan sedikit tentang cara memperpanjang izin tinggal di Jepang. Nah, sedikit FYI, di Jepang ini ada beberapa jenis izin tinggal yang berbeda statusnya dengan tourist visa. Kalau dulu Jepang menggunakan sistem Alien card untuk WNA yang menetap di Jepang, sejak Juli 2012 diberlakukan sistem baru yang semakin mempermudah. Sistem ini ditandai dengan digantinya Alien card menjadi Residence card dan tidak perlunya registrasi re-entry permit di kantor imigrasi saat akan melakukan perjalanan sementara ke luar Jepang. Jadi bisa langsung dilakukan saat melewati imigrasi di bandara internasional di Jepang. Sangat mempermudah dan tidak perlu repot-repot harus ke kantor imigrasi terlebih dahulu, bukan? Continue reading

5 Jam pertama di Tokyo

Jadi beberapa hari yang lalu saya harus mengurus sesuatu di Tokyo. Kenapa harus di Tokyo? Ya, karena memang hanya bisa diurus di sana *nggak menjawab*. Awalnya mau saya bablasin sampai sabtu dengan bikin planning jalan-jalan di prefektur sekitar Tokyo, seperti Tochigi, Chiba, Ibaraki, dan Saitama *kemaruk*. Tapi beberapa minggu sebelum berangkat, saya galau buat jalan-jalan karena bertepatan dengan Ramadhan. Ditambah lagi beberapa hari sebelum berangkat, ternyata ada report dadakan yang waktu pengumpulannya mepet banget. Akhirnya diputuskan lah kalau cukup ke Tokyo buat doing my business terus langsung pulang lagi.

Berhubung dengan bertambahnya jarak maka bertambah pula angka ke-tidak pasti-an, akhirnya demi menghindari rush hour (you know, rush hour in Tokyo is… *tak terungkapkan dengan kata-kata*) akhirnya saya memilih menginap sehari sebelum saja. Dan demi bisa sahur dan shalat subuh dengan tenang, instead of bus malam saya pilih penerbangan sore saja. Lagi pula, dengan adanya LCC sejenis Skymark atau Peach, harga tiket bus malam dan pesawat tidak beda jauh dong. Jadi ya sudahlah, PP dengan pesawat saja. Continue reading

13th. Pointing and Calling

Shisakankou (指差喚呼) atau yubisashikosyou (指差し呼称)adalah salah satu hal baik yang baru saya kenal di Jepang. Mungkin sebenarnya di mana pun di tempat-tempat dengan prasyarat keselamatan, metode ini sudah menjadi bagian dari SOP. Tapi dasarnya saya kurang ngeh sama hal sekitar, bahkan metode ini pun baru saya ketahui setelah hampir dua tahun setengah tinggal di sini.

Awal tahunya juga gara-gara kurang lebih setahun-dua tahun yang lalu (lupa pas-nya kapan), saya bersama beberapa anggota PPI yang lain sedang menunggu kereta ke mana gitu di platform. Lalu salah seorang dari mereka bertanya, kenapa ada petugas yang sedang berdiri di platform itu ngomong sendiri sambil nunjuk-nunjuk sesuatu. Dan saya pun baru sadar kalau ternyata memang petugas tersebut mengarahkan tangannya ke sesuatu sambil ngomong sendiri. Saya tidak tahu, dan bingung juga bagaimana mencari tahu. Mau googling kok males kalau pakai bahasa Jepang dan tidak yakin ada kalau menggunakan query bahasa Inggris atau Indonesia. Intinya males saja sih sebenarnya. Hehe. Continue reading

5th. A Lovely City Named Kobe

Kalau orang Indonesia mendengar kata Kobe, mungkin hal yang pertama kali terlintas dibenaknya adalah merk tepung bumbu jadul yang sekarang pesaingnya sudah banyak sekali. Atau kalau googling, seringnya yang keluar nama pebasket terkenal Kobe Bryant. Masih mending sih kalau ada yang ingat sama Kobe beef, toh sapinya memang dari Kobe. Hihihi.

Kobe


Bagaimana tidak jatuh cinta kalau pas googling, nemunya foto seperti ini? 😉 Pict. taken from here

Continue reading

3rd. So you think you can survive?

Bisa dong! In shaa Allah. Kalau Allah mengizinkan 😉

It’s already a week! oh no! Ternyata, masih belum bisa untuk dibuat minimal tiga hari sekali. Hikss… Masih tetap di 30 Days Blog Writing Challenge, dan masih bertahan di nonconsecutive ways 😛 Continue reading

Something Called… Life!

Yeah, it is something. Something that could be either so-so, useful, or even useless. Something that you planned, but God decided. Something that you should pull yourself to the highest one, push to the deepest one, struggle to the hardest one. But, in the end, let’s hope the latest one will be the best one. Yeah, it is something so-called L-I-F-E.

Huah… udah lama juga saya nggak nge-update blog ya. Hmm.. (sok) sibuk euy. Hahaha. Baiklah, setelah beberapa waktu disamarkan, kali ini saya pengen cerita ah. Buat orang lain mungkin biasa aja kali ya. Tapi buat saya cukup bikin hidup tambah “seru” kok. Hihihi.

Jadi mau cerita tentang apa, cha? 

Cerita tentang… yah gitu lah, langsung baca wee.. 😛 Continue reading