Posted in MindTalk

Berprogress, Berproses

Ada sebuah hadits, yang meskipun sanad-nya dhoif, tapi kadang bisa jadi motivasi kalau lagi nggak semangat.

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia termasuk orang yang celaka.”

Yah… namanya aja manusia, kan, ya… kayaknya susah banget kalau tiap hari grafik kualitas dirinya harus naik terus. Pasti ada hari-hari yang terasa biasa-biasa aja, atau malah lebih buruk dari hari kemarin. Tapi, kalau pas lagi bad day dan pas pula teringat hadits tersebut, saya berusaha buat paling nggak ada satu hal aja yang bisa lebih baik dari kemarin. Hal kecil se-simple makan malam yang lebih bergizi dari malam sebelumnya, atau tidur lebih cepat dari malam sebelumnya. Maklum, sini orangnya temenan deket sama begadang. Tapi nggak sampe pagi, kok… *eaa, ngeles is a must 🤪*

Continue reading “Berprogress, Berproses”
Posted in MindTalk

Akhir-akhir ini

Akhir-akhir ini saya merasa jenuh dengan riset.

Tapi ngeliat aliran air mancur di kolam, yang kepikiran “wah… alirannya bening, berarti ini laminar lah ya… Reynolds number-nya kira-kira berapa ya? Kalau aliran begini yang jadi reference length-nya apa dong ya?” Continue reading “Akhir-akhir ini”

Posted in MindTalk

Beauty is pain? Well, I choose comfort over pain, though!

Dulu, saat melihat mbak-mbak cantik yang sehari-harinya full make-up, saya sering berpikir “duh, ga ribet apa ya hidupnya mesti dandan tiap hari?” Apalagi sejak sampai di Jepang yang sebagian besar cewe-cewenya nggak bisa keluar rumah tanpa make-up plus kemudian saya tahu kalau secepat-cepatnya ber’make-up‘ normalnya tetap butuh minimal 10-15menit (ngeratain foundation sama bikin alis butuh waktu, cyiin… 😉 ) semakinlah saya berpikir “15menit tiap hari, mending nambah waktu bobo” -> anaknya senang bobo, well who doesn’t? 😛

Continue reading “Beauty is pain? Well, I choose comfort over pain, though!”