Diposkan pada Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.11) Kembali Ke Masa Sekolah Bersama Dorama

Hello, gaes! Kembali lagi ke blog setelah sebulan berdebu hiks Doramatalk. Bulan April di Jepang adalah bulan dimulainya tahun fiskal baru. Nggak cuma di perusahaan dan pemerintahan, di sekolahan juga. Makanya bulan April juga jadi bulan dimulainya tahun ajaran baru.

Ngomong soal tahun ajaran baru, kan berarti ngomong soal sekolahan juga, tuh… Karena sudah belasan tahun berlalu, sejujurnya saya nggak gitu ingat masa-masa sekolah saya. Most of the time, sih, kayaknya saya anak baik-baik dan nggak neko-neko. SD-SMP juara terus, SMA meskipun masih masuk kelas unggulan, tapi karena menurut saya belajar itu nggak keren terus plakkk sekarang kena batunyaπŸ™ˆ, jadi saya masuk golongan menengah saja di kelas.

Untuk naksir-naksiran, selayaknya abege lainnya, tetap ada lah… Cuma, berhubung anaknya pemikir dari bocah, jadi mau menyatakan aja mikirnya sejuta kali dan ujung-ujungnya nggak ngomong apa-apa sampai sekarang. Untungnya, masuk golongan gampang move-on juga. Jadi, nggak nyesal juga nggak nyatain. Lah, yang mau dinyatain aja saya lupa siapa-siapa aja orangnya. 🀣

Makanya, saya nggak yakin juga apakah relate dan beneran merasa kembali ke sekolah dengan dorama-dorama yang mau saya ceritain di postingan ini. Beda negara lagi, kan… Beda bahasa dan beda budaya juga.

Tapi, yah, kenapa juga semua harus relate, kan? 😝

Makdarit, kali ini saya sama Eya pengin ngomongin tentang dorama bertema sekolahan. Cuss disimak πŸ˜‰

Baca juga tulisan Eya di sini, ya…

Baca lebih lanjut

Meskipun tema umumnya tentang anak sekolahan, tapi saya sendiri ingin membaginya berdasarkan genre yang agak mengada-ngada karena suka-suka saya. Huehehe. Bingung juga kalau mau pakai genre standard kayak romance, komedi, misteri, dll, nanti postingan ini bakal puanjanggg sekali. Maka dari itu saya pilih tiga saja.

Ada Slice of Life yang pure tentang kehidupan sehari-hari anak sekolahan; Masalah bullying yang juga dekat dengan kehidupan anak sekolahan; dan studying. Yah… namanya aja anak sekolahan, tugas utamanya ya belajar, dong, ah… πŸ˜‰

Slice of Life

Genre pertama yang saya ambil ini, beneran kisah sehari-harinya anak sekolahan –selain belajar wkwk. Berfokus pada hubungan dengan sesama anak sekolah juga, seperti pertemanan, naksir-naksiran, dan mengenali diri sendiri.

Proposal Daisakusen (Operation Love)

Dorama yang tayang di tahun 2007 ini sempat booming banget di Jepang dan membuat nama-nama pemainnya masuk ke jajaran aktor-aktris Jepang papan atas sampai saat ini.

Bercerita tentang Iwase Ken (Yamashita Tomohisa/YamaP) yang terjebak friendzone dengan Yoshida Rei (Nagasawa Masami) dan menyesal banget banget nggak pernah menyatakan perasaannya pada Rei sampai akhirnya Rei menikah dengan orang lain. Di hari pernikahan Rei, sebagai teman se-geng, Ken membantu jadi seksi dokumentasi dan memberikan speech. Speech-nya, sih, biasa saja selayaknya speech seseorang yang sudah bersahabat belasan tahun. Tapi, kemudian peri gereja tempat Rei dan sang suami mengucap janji pernikahan gemes sama Ken sehingga membantunya untuk kembali ke masa lalu demi hidup tanpa penyesalan.

Jadi, dorama ini di tiap episode-nya adalah episode-episode Ken kembali ke masa-masa lalu, mulai dari mereka di SMA.

Sebenarnya baik Rei maupun Ken, keduanya saling suka satu sama lain. Tapi karena sudah berteman sejak kelas 5 SD, yaitu sejak Rei pindah sekolah dan duduk di sebelah Ken, keduanya merasa awkward dengan perasaan lebih dari teman. Ditambah lagi Ken ini makin bertambah umurnya, kok, ya makin nggak peka aja. Baru nyadar kalau dia beneran cinta sama Rei saat Rei melihat senyum bahagia Rei di pelaminan. Ckckck. Dasar Ken cowok racun! Saya sering banget dibuat gemes sama si Ken, pas nonton dorama ini. Bilang suka aja, kok, kayaknya susaaaaah banget kayak lu sendiri nggak susah aja, Cha! πŸ˜… . Terlalu terpaku sama timing gitu-gitu, deh… Lama-lama Rei-nya ilfil sendiri dan berpaling kan jadinya πŸ˜‘

Tapi, saya suka banget dengan cerita persahabatan se-geng mereka. Selain Rei dan Ken, ada Eri (Eikura Nana), cewek populer di sekolah. Ada Tsuru (Hamada Gaku) yang naksir berat sama Eri dan terus-terusan terang-terangan PDKT, meskipun sebenarnya mereka satu geng juga, sih πŸ˜…, jadi dianggap becanda mulu sama Eri. Juga ada Mikio (Hiraoka Yuta) yang paling cool dan dewasa se-geng mereka, dan ternyata sudah punya pacar mbak-mbak kantoran tajir. Ckckck. Pantes lah ini Tsuru dan Ken jadi nge-fans banget sama Mikio. Karena menurut mereka Mikio ini laki banget. Bingung juga saya, yang dimaksud dengan laki banget itu yang kayak gimana, ya? *eaaa, malah hilang fokus πŸ™ˆ*

Walaupun premis utamanya tentang kisah cinta Rei dan Ken, tapi dari dorama ini kita bisa melihat tipikal pergaulan sehari-hari anak SMA Jepang. Mulai dari pertemanan, persiapan festival seni, festival olahraga, belajar bareng, piket di kelas, deelel, dekaka, pokoke keliatannya kok seru banget. πŸ˜†

Dorama ini kayaknya sudah pernah ditayangkan secara legal, entah itu di TV (lupa juga di mana, di GEM atau Waku-waku kali, ya?) atau di platform legal (sayangnya saya cari hanya ada di Netflix LN). Maklum, dorama lama. Huehehe.

Dorama ini juga ada remake KDrama dan CDrama yang berjudul Operation Love. Tapi, saya belum nonton, sih. Belum ada waktunya. πŸ˜€βœŒ

Kieta Hatsukoi (My Love Mix-up)

Masih slice of life berbau romcom, dorama yang ini bisa disaksikan di Netflix. Tapi, dorama ini masuk kategori BL (red: boys love). Jadi, meskipun nggak ada adegan 17 tahun ke atas sama sekali, bagi beberapa orang mungkin terasa tidak nyaman.

Dorama ini bercerita tentang Aoki (Michieda Shunsuke) yang naksir Hashimoto (Fukumoto Riko) –cewek imut yang duduk di sebelahnya. Baru tahap naksir, ternyata Aoki harus patah hati karena tanpa sengaja melihat tulisan di penghapus Hashimoto yang membuat Aoki salah sangka kalau Hashimoto menyukai Ida (Meguro Ren). Berhubung Aoki ini baik hati, dia berusaha mendukung hubungan Hashimoto dan Ida. Tapi, Ida malah salah sangka, dikiranya Aoki yang naksir dia.

Yang bikin saya salut, Ida ini nggak langsung misuh-misuh homophobic gitu saat mengetahui ada teman sejenisnya yang menyukainya. Dewasa banget lah pokoknya. Mungkin karena itu, Aoki-nya malah berbalik naksir Ida. *eh, gimana?*

Dan di kemudian hari ternyata baru diketahui kalau yang ditaksir Hashimoto itu bukan Ida, tetapi Aida (Suzuki Jin). *eh, gimana? (2)*

Yah, dorama ini ceritanya bubbly dan kawaii, cocok ditonton saat males mikir yang berat-berat. Nggak usah dibawa pikiran, terutama mengenai BLnya. Cinta itu universal, kok… Mungkin berbeda argumennya kalau sudah menyangkut hubungan seksual. Terutama dari norma agama dan sosial. Tapi, berhubung di dorama ini sangat minim skinship, bahkan untuk sekadar pegangan tangan pun, dua main character-nya lamaaa banget prosesnya, jadi dibawa santai aja.

Lucu banget lihat ekspresi Aoki saat dia bingung sama perasaannya, tuh… πŸ˜†

Bisa ditonton di sini.

Nobuta wo Produce

Kalau dua dorama di atas ceritanya ada hawa-hawa romens-nya. Dorama yang satu ini lebih pure cerita persahabatannya.

Berkisah tentang Kiritani Shuji (Kamenashi Kazuya) cowok populer di sekolah yang sebenarnya mengalami krisis identitas. Dia memang berusaha untuk jadi populer, tapi sebenarnya dia tidak menyukai kehidupannya, teman-temannya, dan merasa bosan dengan daily life yang menurutnya monoton dan seragam. Bisa dibilang, Shuji ini tipikal muna banget yaampuun… πŸ˜…

Shuji hanya bisa mengeluarkan sifat aslinya yang banyak mengeluh itu pada Kusano Akira (Yamashita Tomohisa) yang punya sifat ‘ajaib’. Akira terobsesi banget dan menganggap Shuji sahabatnya. Hal ini yang membuat Shuji terang-terangan menunjukkan rasa tak sukanya. Tak seperti di hadapan teman-teman sekelasnya, di mana dia selalu berakting menyenangkan.

Shuji akhirnya jadi beneran dekat dengan Akira, sejak ada anak baru Kotani Nobuko (Horikita Maki) yang selalu tampak murung dan awkward. Demi mengatasi kebosanannya, Shuji punya ide untuk mem-produce Nobuko (yang kemudian dipanggil Nobuta) menjadi cewek populer di sekolah. Proyek mereka bertiga (Shuji, Akira, Nobuta) ini kemudian disebut proyek Nobuta wo Produce dan menjadi judul dorama ini.

Saya recommend dorama ini, sama seperti Proposal Daisakusen. Kisah persahabatan sehari-hari, bagaimana masing-masing tokoh menyelesaikan masalah dan kemudian bertumbuh bersama penyelesaian masalah tersebut, sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Mungkin tidak perlu harus membuat proyek mem-produce teman sekelas yang gloomy agar jadi populer. Tapi, tidak sedikit dari kita yang pernah punya masalah keluarga atau pergaulan, entah itu nggak enakan atau awkward dalam bergaul, bukan?

Dorama ini bisa disaksikan di Netflix. Tapi, harap maklum kalau kualitas sinematografi dan propertinya sudah ketinggalan zaman, karena memang dorama ini juga dorama lama yang diproduksi tahun 2005.


Bullying

Entah sejak kapan, kehidupan sekolahan agaknya cukup dekat dengan perundungan dan perisakan. Kalau jaman saya sekolah belasan tahun yang lalu, orang-orang masih menganggapnya sebagai becandaan semata. Padahal, ada berapa banyak orang-orang yang kemudian merasa kena mental dan trauma dengan perkataan dan perbuatan yang dianggap bercanda tadi.

Untungnya, saat ini kesadaran mengenai kesehatan mental sudah semakin meningkat. Begitupun dengan bullying yang menjadi salah satu penyebab terganggunya kesehatan mental.

Di Jepang sendiri, bullying masih jadi PR besar pihak sekolah. Apalagi latar belakang masyarakat Jepang yang homogen, membuat orang-orang yang tampak berbeda rentan mengalami perundungan.

Dalam postingan kali ini saya mau recommend dua dorama tentang bullying.

3-nen A-gumi (Mr. Hiiragi’s Homeroom)

Waktu memulai nonton dorama ini, saya kira ini dorama komedi, karena judulnya tampak seperti pelesetan 3-nen B-gumi –dorama legendaris entah udah berapa season, tapi belum ada satu season pun yang saya tonton πŸ™ˆ. Ternyata, dorama serius (pake banget) tentang perundungan yang berakibat pada kematian. Seru, sih. Tapi, kalau lagi mumet, mending jangan ditonton. Tambah mumet ntar πŸ˜….

Bercerita tentang Mr.Hiiragi Ibuki (Suda Masaki), seorang guru muda, wali kelas 3A yang menyandera 29 muridnya selama 10 hari sampai hari kelulusan. Selama 10 hari tersebut, Ibuki-sensei memberikan tugas setiap hari pada sanderanya dan bila mereka tidak bisa memecahkan, salah satu atau beberapa orang dari mereka akan dibunuh. Tujuan utama dari penyanderaan tersebut adalah menemukan pelaku bullying yang menyebabkan salah satu teman sekelas mereka Kageyama Reina bunuh diri.

Menurut saya, ceritanya sendiri seru. Terasa banget suspense/thriller-nya. Akting pemain-pemainnya juga nggak kaleng-kaleng. Di tambah lagi ada plot twist-nya. Sayangnya, IMO, plot twist-nya sendiri yang bikin terasa antiklimaks. Untungnya, ending-nya tetap dibuat bagus dan bermakna. Pokoknya recommended buat yang pengin menambah khasanah tontonan thriller yang berhubungan dengan bullying.

Agak OOT, tapi yang bikin saya salut dengan dorama Jepang, kebanyakan produksinya dilakukan dengan memperhatikan hal yang sangat detail. Contohnya di dorama ini, selama 10 hari disandera, tentu saja anak-anak yang disandera tetap harus makan dan tidur. Karena itu, ada adegan Mr. Hiiragi menyediakan makanan dan memerintahkan mereka untuk tidur. Bisa aja gitu, masukin adegan manusiawi padahal cerita penyanderaannya sendiri nggak manusiawi dan kemungkinannya kecil sekali terjadi di dunia nyata. πŸ˜…

Bisa ditonton di sini, ya…

Limit

Dorama kedua di genre ini, belum tayang di platform legal di Indonesia. Tapi, tetap ingin saya masukkan, karena ceritanya juga seru dan pendek. Terdiri dari 12 episode, dengan masing-masing episode hanya 24 menit saja.

Bercerita tentang Konno (Sakuraba Nanami) yang jadi salah satu dari lima korban selamat kecelakaan bus saat akan trip bersama teman-teman sekelasnya. Konno ini, mirip seperti Shuji di Nobuta wo Produce yang cari aman dengan berusaha masuk ke geng populer di sekolahnya.

Teman-teman segengnya sendiri tewas di tempat. Konno harus berusaha bertahan hidup bersama keempat teman sekelas lainnya yang ternyata punya masalah sendiri-sendiri. Termasuk di antaranya korban perundungan geng Konno. Meskipun, Konno-nya sendiri tidak ikut merundung secara verbal maupun fisik, tapi dia hanya diam saja saat melihat ketua geng dan teman-temannya merisak si korban.

Dorama ini juga bikin emosi naik turun. Bagaimana tidak, nggak kebayang rasanya harus berusaha survive bersama orang yang menganggap kamu sudah ikut mem-bully dan membuatnya struggle selama di sekolah, sementara bantuan entah kapan bisa datang. Belum lagi kemudian di antara mereka berlima itu ada yang meninggal juga dan terjadi saling tuduh siapa yang membunuh teman mereka tersebut.

Saya sudah agak lupa bagaimana kelanjutan ceritanya. Kalau nggak salah, sih, happy ending. Yang jelas, gara-gara dorama ini saya naksir sama Tsuchiya Tao. Bagus banget aktingnya, baik saat bersikap dingin (dia di sini karakternya lonewolf gitu, penyendiri tapi nggak masalah dengan kesendirian dan nggak mau ikut-ikutan sesuatu yang dia nggak suka), maupun saat menjadi kakak yang baik di scene bersama adik-adiknya.


Saat ini di Jepang sendiri, perundungan dengan menyakiti secara terang-terangan baik verbal maupun tindakan mungkin sudah sangat berkurang. Sayangnya, timbul bentuk perundungan lain yang lebih sulit penyelesaiannya, yaitu pengabaian.

Jadi, tidak ada yang mengajak korban bicara, let alone mau berteman dengan si korban. Pokoknya si korban dianggap tidak ada. Sehingga, banyak korban perundungan model ini yang akhirnya memilih hikikomori –tindakan mengurung diri dan menarik diri dari kehidupan sosial. Makanya tingkat hikikomori di Jepang cukup tinggi.

Semoga masalah ini bisa teratasi, mengingat fenomena hikikomori ini cukup bikin pemerintah Jepang pusing. Karena kebanyakan masih dalam usia produktif. Tahu sendiri kan Jepang kekurangan tenaga kerja akibat populasi masyarakat usia produktifnya yang juga berkurang. 😢


Studying

Namanya pun pelajar, ya… Ya, masa main terusss. Wkwkwk.

Karena itu, saya masukkan juga dorama yang membahas tentang cara belajar di dalamnya.

Dragon Zakura

Kayaknya saya sudah beberapa kali bahas tentang dorama ini. Bisa dilihat di tag ini untuk blurb-nya.

Memang belum afdhol kalau membahas tentang dorama dan cara belajar, tapi nggak memasukkan dorama ini.

Dari dorama ini, ada beberapa poin tentang belajar yang bikin saya manggut-manggut dan bergumam, “wah… coba tau pas SMA, kayaknya udah bisa masuk Todai, nih, gue…”

*biar halu, yang penting keren *apasih* 🀣🀣*

Juken no Kamisama

Kalau ke semua dorama di atas membahas kehidupan sekolahan di SMA, untuk dorama yang satu ini bahasannya cara belajar untuk ujian masuk SMP. Iyes, fokusnya ke anak kelas 6 SD.

Bercerita tentang Umezawa Isamu (Yamaguchi Tatsuya) seorang single father dari Umezawa Hiroshi (Nagashima Mitsuki), murid kelas enam SD yang benci belajar dan terobsesi pada baseball. Karena hal ini pula lah Hiroshi masih belum diterima di SMP mana pun, padahal sudah banyak SMP yang tutup aplikasi pendaftaran. Saat Isamu desperate karenanya, dia pun mendengar tentang Sugawara Michiko (Narumi Riko) yang dijuluki Juken no Kamisama (the God of Exam), yang persentase anak-anak bimbingannya berhasil masuk ke sekolah yang diinginkan mencapai 100%.

Tapi, saat Isamu meminta Sugawara mengajar anaknya, gadis itu malah mengatakan “Kalau kamu mau aku mengajar anakmu, kamu harus berlutut dan memohon padaku.”

Ckckck. Sombong bener ya Sugawara ini. πŸ˜‘

Lalu apakah Isamu berhasil meminta Sugawara menjadi tutor Hiroshi? Apakah Hiroshi bisa belajar dengan Sugawara? Apakah Hiroshi berhasil masuk SMP incarannya?

Sayang sekali, saya belum ketemu platform legal buat nonton serial ini. πŸ˜…πŸ™


Waks… tulisan ini udah panjang aja. Pokoknya, mah, dorama-dorama tentang anak sekolah, sama seperti dorama-dorama lainnya. Macamnya banyaaaak. Tinggal pilih mau nonton yang mana dan di platform mana.

Badewei, bulan April di Jepang juga identik dengan musim semi. Dan musim semi berarti musimnya bunga-bunga, terutama bunga sakura yang biasanya mekar di awal April. Tapi, teman-teman hati-hati ya kalau mau nonton film Jepang yang background-nya sakura. Kemungkinan besar, sih, bikin perlu nyediain tissue yang banyak. Hahaha.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~~πŸ’–

Selamat idul fitri buat yang merayakan dan selamat liburan semuanya~~~😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

10 tanggapan untuk “(Doramatalk Ep.11) Kembali Ke Masa Sekolah Bersama Dorama

  1. Hichaa dorama yang kita bahas sama padahal ga janjian πŸ˜‚πŸ˜‚

    Aku juga samaa banget pas nonton Proposal Daisakusen, gemeees banget sama Ken kenapa sih lelet amat ngehnya kalau cinta tuh huhuhu, udah sama orang lain baru deh nyesel πŸ˜‚

    Aku abis nengok lagi episode 1 Nobuta wo Produce dong terus mikir ini si Akira kenapa ngomongnya kayak orang high gini sih, mana kalau lagi turun tangga tuh tangannya ngepak-ngepak sampai diprotes sama Shuuji wkwkwk.

    Dan yees lagi-lagi diingetin belum nonton Dragon Zakura wkwkwk. Btw Nagasawa Masami sama YamaP pertama ketemu tuh di Dragon Zakura yaa, tapi di season kedua YamaP ga ikutan yah?

    1. Wkwkwk iya, nih… apakah kita sehati? 🀣🀣

      Udahlah lelet, nungguin timing mulu, abis itu nyesel trus nyusahin banyak orang. Minta dipites emang -_____-

      Aku juga mikirnya, itu dia jangan2 emang mabok beneran, ya? 🀣🀣

      Di season 2 YamaP ada suaranya bacain e-mail doang. Hahaha. Ada Gakki, Koike Teppei, sama dua lagi lupa namanya. Semua muncul, kecuali YamaP. Mahal kali ya? hahaha

  2. Proposal Daisakusen! wah Kak Hicha pernah nonton ini jugaaaa. Aku nonton dramanya pas SMA dan emang dasar masih abege yak, gampang bgt nangis wkwk, bagian paling aku inget waktu si Rei nerbangin surat pengakuan cintanya, entah kenapa bagian ini nyesek bgt Kak T_T β€” kyk dia tuh disitu beneran mau lepasin Ken aja di kehidupannya. Wkwk Ken antara gak peka atau gimana ya… dia baru sadar jg kali pas nikahan sbnrnya emang beneran secinta itu ke Rei, gemezzz

    Seru-seru banget rekomendasinya nih… aku pengin nonton Mr. Hiragii’s homeroom, kayaknya seru😁

    Selamat Idul Fitri juga untuk Kak Hicha sekeluarga . Selamat menikmati liburannnnπŸ™

    1. Nonton dan suka bangeeet πŸ˜†
      Iya, ya ampuuun, untung aja di dunia nyata ga bisa kembali ke masa lalu, ya… enak aja si Ken, udah nyia2in terus nyesel heuu

      Jadinya nonton apa nih mba Reka? πŸ˜‰

      *mau ngucapin met idul fitri juga, kok ya udah basi banget yaa wkwkwk πŸ™ˆπŸ™*

  3. kalau inget masa sekolah, inget lagunya chrisye ya
    harusnya masa sekolah isinya yang seneng-seneng, tapi apa daya, ada aja yang bully atau kesel gitu
    semua dorama ini belum pernah aku tonton :D, kemana aja aku
    tapi yang seru kayaknya yang nggak misteri itu, aku kan jadi takut kalau nontonya sendiri hahaha, soalnya kalau nonton misteri jepang lebih serem daripada misteri indo

  4. Aku lagi nyeleseiin dorama Jepang di Netflix, tapi 2-2 nya ttg makanan as usual 🀣.

    Tema cerita sekolah gini aku suka sih, asal bukan ttg bullying sebenernya. Ntah kenapa nonton drama bertema bully itu beneran bikin stress 😣. Kebayang anakku kalo mengalami hal itu.

    Tapi Ntah kenapa sinobsis yg judulnya limit menarik sih Cha. Jadi pengen notnon, mungkin Krn ada thriller ya juga πŸ˜„

    1. Yang mana nih, kak? Aku di Netflix sekarang ngikutinnya anime 🀣🀣

      Iya, ya, kak… kalau udah jadi ibu, pasti kepikiran anak sendiri kena bully, heuheu

  5. Kalimat penutupnya bikin aku kepikiran dengan anime yang latarnya musim semi πŸ˜‚. Kebetulan aku lebih seringnya nonton anime, Kal Hicha πŸ˜‚. Dan di anime pun sama, kalau latarnya musim semi, sakura-sakuraan gitu, ceritanya bau-bau butuh tissue selusin 🀣 + terngiler-ngiler lihat pemandangan alam yang lagi cantik-cantiknya banget πŸ˜†.
    Ternyata Kak Hicha dari kecil anaknya udah pemikir ya wkwk kelihatan sampai sekarang masih konsisten πŸ™ˆπŸ˜›

    1. Mungkin karena sakura itu indah, tapi cuma bertahan 1-2minggu aja, ya. Kayak kasih tak sampai, makanya bikin butuh tissue banyak2 🀣

      Wkwkwk
      Padahal kuinginnya sih konsisten di bidang lain, terutama yg bisa cuan 🀣🀣🀣

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s