Diposkan pada Experience, Japan and Japanese, Yummy

(Doramatalk Ep.7) 3 Food JDrama on Netflix

Halo lagi teman-teman semuaaa.

Kembali lagi di Doramatalk. Terima kasih sudah setia menanti. Eh, emang ada gitu? Wkwkwk. Biarin, ah. Pede aja dulu, realita kemudian. 😝

Kalau dilihat-lihat makin nggak produktif aja nih saya di dunia per-blog-an. Isi postingan sejak bulan September cuma Doramatalk sama Monthly Wrap. 🙈

Untung aja ada dua itu, sih… kalau nggak, bisa dipastikan blog ini akan berdebu berbulan-bulan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hahaha. Orang Indonesia mah tetap aja ada bagian ‘untung aja’-nya, ya… 😉

Wow! Saya mengakhiri tiap paragraf dengan emotikon, ya… *penting*

Eniwei, baswei yang sekarang namanya ganti jadi TJ *krik krik*, di episode kali ini, saya akan membahas dorama tentang makanan yang ada di Netflix. Yoi, salah satu usaha agar dorama makin banyak di platform legal ini, lho… Huehehehe.

Sepenglihatan saya untuk dorama di Netflix, rata-rata produksi tahun <2020, kecuali dorama original Netflix. Bahkan Mita, the Housekeeper udah >10 tahun aja usianya, baru ditayangin di Netflix. Terus, untuk dorama tentang makanan, rata-rata alurnya santai kayak di pantai. Dengan ending yang kita nggak tau mau dibawa ke mana saking santainya.

Yah, beneran kayak kehidupan sehari-hari aja, gitu. Nggak ada happy atau sad ending yang beneran ending, kecuali ending hidup dari sesosok individu, alias meninggal dunia. *mendadak filosofis 😅✌*

Makanya food dorama ini cocoknya ditonton sambil makan. Biar nasi, telor, tempe jadi berasa gourmet Jepang sekalian. Hahaha.

Kalau saya tentang makanan *maklum anaknya suka makan*, Eya akan membahas dorama tentang family di sini. Jangan lupa mampir juga, ya… 😉

  • Nobushi no Gurume (Samurai Gourmet)
source: Netflix

Dorama berdasarkan essay dan manga karya Kusumi Masayuki ini, diproduksi pada tahun 2017. Jadi sudah lama juga nampang di Netflix. Enaknya original series Netflix kayak gini, nggak ada masa tayang, ya… Bakal tetap ada selama Netflix ada. Eh, iya nggak, sih? 😅

Dorama ini sendiri bercerita tentang Kasumi Takeshi, seorang pria lewat paruh baya dalam menjalani hari-hari pensiunnya, terutama dari sisi makanan tentunya.

Sebagai mantan salaryman a.k.a budak korporat selama 38 tahun, cukup sulit baginya untuk keluar dari rutinitasnya sebelum pensiun. Di hari pertama saja, saat dia bangun lebih telat dari biasanya, badannya langsung refleks bersiap-siap ke kantor. 😅

Begitu juga saat jam makan.

Contohnya di episode pertama. Karena sang istri ikut kelas yoga plus Kasumi sendiri sudah menantikan ingin bersantai setelah pensiun, istrinya menyuruhnya untuk mencari makan siang sendiri. Awalnya dia bingung mau ke mana, karena selama ini kalau ke luar rumah setiap weekdays, selalu jalan menuju stasiun untuk commuting ke kantor. Badannya juga secara intuisi seperti membawanya berjalan menuju stasiun.

Untungnya setelah mendekati stasiun dia tersadar dan menemukan cafetaria yang selama ini tak pernah disadari kalau selalu dilewati.

Saat akan memesan makanan pun, dia merasa tak enak hati untuk memesan bir. Karena, meskipun orang Jepang kebanyakan suka alkohol, tapi atas nama profesionalisme, tidak ada yang makan siang dengan minuman beralkohol. Yah, walaupun banyak juga sih, yang malam sepulang kerja langsung pergi minum-minum sampai tengah malam. 😅

Dan di saat seperti itulah muncul si Samurai khayalan yang kelakuannya seperti membenarkan Bapak Kasumi untuk menikmati hal-hal yang dia inginkan, yang sebelumnya tidak bisa dilakukan.

Samurai Khayalan Pak Kasumi

Yes, Samurai yang jadi judul dorama ini hanya ada di dunia khayalan Kasumi yang menemani kisah slice-of-life si Bapak dalam ‘bertualang’ di dunia gourmet setelah memasuki masa pensiunnya.

Link Netflix-nya di sini, ya…

  • Gekikaradou (The Way of The Hot and Spicy)

Kalau Samurai Gourmet berkisah tentang pensiunan salaryman dalam petualangannya bersama samurai khayalan di dunia gourmet, dorama yang satu ini justru bercerita tentang salaryman dan makanan (super pedas).

Sarukawa Kenta adalah seorang sales staff perusahaan minuman ringan yang baru pindah dari kantor cabang Osaka ke kantor cabang di Tokyo. Di departemen kantornya yang baru ini, ternyata kepala departemen dan staf-staf lainnya (kecuali satu orang juniornya), pecinta makanan super pedas semua.

Saking sukanya dengan makanan super pedas, sampai-sampai customer pun dilabeli kesulitannya dengan level kepedasan. Wkwkwk..

Sarukawa yang awalnya tidak suka makanan super pedas, sambil menjalankan pekerjaannya sebagai sales, juga bertualang dengan masakan-masakan super pedas yang bikin dia berkeringat setiap kali makan.

Ngeliat trailer-nya ngiler, wak! 🤣

Dorama ini memang lebih ada jalan ceritanya daripada Samurai Gourmet. Tapi, jalan ceritanya juga santuy saja. Nggak perlu dipikirin dan tidak ada konflik yang berarti.

Ada beberapa customer yang susah ditaklukkan, sih… Tapi tenang saja, selama ada makanan pedas di situ selalu ada jalan. Namanya aja The Way of Hot and Spicy. Hehehe.

Link Netflix-nya di sini, ya…

  • Kinou Nani Tabeta? (What did You Eat Yesterday?)
source

Dorama ini bercerita tentang Kakei Shiro, seorang pengacara yang suka masak dan tinggal dengan kekasihnya Yabuki Kenji, seorang hairdresser, yang selalu memakan hasil masakan Shiro dengan gembira.

Shiro dan Kenji ini dua-duanya laki-laki. So, yes, mereka gay couple dan buat yang kurang nyaman dengan LGBTQ, mungkin harus skip dorama ini.

Meskipun ceritanya tentang pasangan gay, tapi di dorama ini tidak ada adegan bermesraan. Skinship aja miniiiim banget. Jangankan ciuman, saya malah nggak ingat mereka ada pegangan tangan apa nggak. 😅

Mungkin karena itu, di Netflix sendiri ratingnya 7+, alias anak SD juga boleh nonton. Tentu saja kembali ke nilai-nilai yang dipegang masing-masing orang tua, ya… Bisa jadi ada yang melarang, bisa juga jadi bahan diskusi sama anak LGBTQ+. Saya kembalikan kepada yang mau nonton, deh…

*mulai hilang fokus*

Porsi cerita selain makanan di dorama ini juga lebih banyak daripada dua dorama sebelumnya. Konfliknya juga sedikit lebih berat. Salah satunya, bagaimana pasangan hampir paruh baya ini menghadapi orangtua dengan orientasi seksual mereka, juga bagaimana orangtua Shiro yang walaupun masih berharap anaknya bisa menikah dan punya anak, tapi berusaha untuk tetap menerima si anak.

Juga cerita cemburu-cemburuan pasangan ini dan bagaimana dua orang yang sifatnya saling bertolak belakang ini berdiskusi.

Meskipun begitu, dorama ini masih masuk kategori slice-of-life yang cukup ringan (dan bikin ngiler) untuk dinikmati, kok.

Yang bikin saya cukup suka dorama ini, karena ada narasi saat Shiro-san memasak. Jadi lumayan bisa nambah perbendaharaan resep masakan, kan… 😉

Link Netflix-nya di sini, ya…


Selain tiga dorama di atas, sebenarnya masih ada beberapa lagi JDrama tentang makanan. Salah satunya, Midnight Diner, yang kayaknya lumayan banyak diikuti para blogger.

Ada juga Izakaya Bottakuri yang pernah saya ceritakan sedikit di sini. Meskipun lebih fokus pada jenis-jenis Japanese sake, di dorama ini Mine, si tokoh utamanya, juga memberikan resep masakan yang muncul di tiap episodenya. Midnight Diner aja ceritanya yang kayak selow banget gitu, kan… Izakaya Bottakuri lebih selow lagi. Bisa dibilang nggak ada konflik berarti. Hahaha.

To make it clear, yang selow ceritanya ya, bukan alurnya. Kalau alurnya mah seperti rata-rata dorama Jepang. Satu tema di bahas satu episode 24 menit kelar. Wkwkwk.

Kemudian ada Kantaro The Sweet Tooth Salaryman yang pernah dibahas lengkap di postingan Doramatalk ep.1 oleh Eya.

Dan dua terakhir yang belum selesai saya tonton ada The Road to Red Restaurants List, yang menceritakan tentang Suda, seorang salaryman paruh baya yang menghabiskan weekend-nya dengan driving seorang diri dan The Curry Songs yang bercerita tentang seorang pria yang sudah berkeliling ke mana-mana demi nyobain kare.

Kalau teman-teman suka nonton drama tentang makanan juga kah? Mau dong direkomendasiin… 😉


Sampai jumpa di postingan doramatalk selanjutnya~ 😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

6 tanggapan untuk “(Doramatalk Ep.7) 3 Food JDrama on Netflix

  1. Aah aku jadi inget belum selesai nonton Samurai Gourmet! Pas si Bapak Kasumi mau ke kantor itu kocak siih udah pensiun tapi masih reflek jalannya menuju kantor wkwk

    Kinou Nani Tabeta nih adem banget nontonnya, aku suka banget ngeliatin Shiro-san masak, mana masakannya kayak enak-enak (dan sehat) apalagi pas dia bikin olahan mochi jadi macem-macem jenis masakan, Kenji sampai eneg wkwk. Yang lucu kalau mereka udah double date sama Wataru dan Daisaku 😂 seinget aku juga ga ada adegan pegangan tangan, padahal Kenji tipenya yang manja gitu..

    The Curry Song aku udah nonton, tapi suka kesel sama karakternya si Mitsushima Shinosuke, ga tau diri banget wkwkwk

    1. yg meranin Pak Kasumi ini kan juga sering main dorama, tuh… biasanya jadi om-om nyebelin gitu (kayak di Nodame Cantabile). Eh, kok di Samurai Gourmet jadi Bapak2 linglung abis pensiun ga tau mau ngapain dan takut2 sama hal2 yg dulu selama masih kerja ga bisa dilakuin. Hahaha.

      Wkwkwk, iya… kocak banget itu Kenji awal2 girang muji2 masakan Shiro, lama2 bilang anything but mochi jugaa hahaha

      Aku baru satu episode, ga tau deh ini bakal lanjut atau ga 😅

  2. hahaha bener emang ya mbak, orang Indo masih suka ngomong “untung….bla bla bla”
    kadang suka nyeplos aja gitu, mungkin karena udah mendarah daging di semua perkumpulan

    aku suka nonton yang temanya makan-makan begini, asal nggak ngebosenin juga. Bawaannya pengen makan dan masak mulu, oya yang ceritanya masak-masak, aku juga suka.
    oya mba, shiro kenji ini di real lifenya apa LGBT juga ga? asli aku penasaran

    1. Biar nggak terlalu berasa apesnya kali ya, mba… hihihi…

      Aku nonton tema foodies begini biasanya sambil makan. Biar makanannya jadi berasa seenak yang ditampilkan. Hahahaha.

      Pemeran Kenji sudah pernah menikah di kehidupan nyata, tapi kemudian bercerai. Kalau pemeran Shiro, masih membujang sampai sekarang. Tapi, dia nggak coming-out sebagai gay, sih… ngakunya masih suka perempuan, memang belum ketemu yang cocok aja ceunah

    2. Asssiiiiiikkkk dapet rekomendasi drama makanan lagiii, yg Jepang pula 😍😍😍.

      Aku kemarin baru namatin the road to red restaurant list, udah nonton blm? Tapi aku gemeeees Krn tokohnya lemot banget kalo mutusin mau makan apa hahahahahaha.

      Samurai gourmet aku lagi nonton, belum selesai. Baru mulai soalnya 😁.

      Nah yg kantaro aku ga terlalu cocok Ama serialnya 🤣. Apalagi pas scene yg lebay, berubah macem2 hahahah. Lagian makannnya ga pas juga, Krn yg manis2, sementara aku LBH suka makanan yg savoury 😄.

      Ntr mau masukin 2 list di atas yg belum aku tonton nih. 👍

      1. Setujuuu… mana di kehidupan sehari-harinya kayak yang kalah mulu, entah sama anak-istri atau sama rekan kerjanya ya, kak… 😅

        Iya, IMO Kantaro memang mengedepankan reaksi lebay. Hahaha. Buat yang bukan sweet tooth jadi ga berasa relate, ya… wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s