Diposkan pada Experience, Japan and Japanese, MindTalk

2021 October Wrapped-up

November means November Rain~~

*ketauan umurnya 🀣*

Gimana kabarnya, gaes? Mendekati akhir tahun, mulai on fire buat membereskan resolusinya, kah? Sebagai manusia tanpa wishlist, mendekati akhir tahun nggak ada yang berubah, kecuali semangat hidup yang semakin menurun. Ckckck. Maklum, kurang liburan… 😝

Bulan Oktober kemarin, workload makin-makin aja kayaknya, sampai saya kalau WFO 85%nya pulang malam terus. Yes, sekarang sudah 70% WFO (bentar lagi 100% ). Berhubung kondisi kosan lagi nggak enak banget, emang jadi nggak betah di kosan juga. Anyone, adakah yang punya apartemen yang bisa saya sewa? Lokasinya dekat stasiun dan dekat dengan fasilitas umum, minimal tempat belanja dan tempat makan, nggak berisik, juga harganya masuk budget saya yang pas-pasan ini. Wkwkwk, banyak mau tapi nggak banyak modal! 🀣🀣

But, overall, October was not that bad, kok… insyaAllah masih makan, minum, bernafas, dan tersenyum setiap hari *ahzegg πŸ˜†*

PERSONAL THINGS

Di bulan Oktober ini juga pertama kalinya dapat tulisan favorit di komunitas 1M1C buat tulisan ini dan dikirimin hadiah buku The Power of PHD Mama oleh penulisnya, seorang blogger berdomisili di Groningen pemilik blog ini.

Thank you, member 1M1C dan Monika! Bukunya langsung masuk priority untuk diselesaikan. 😊

Selain itu, di bulan ini juga pertama kalinya bisnis trip ke luar kota yang saya harus menginap. Tempatnya sebenarnya nggak jauh-jauh amat. Di Karawang aja. Biasanya juga selalu PP. Tapi, karena kali ini harus di sana sebelum jam 8 dan khawatir kena macet, terus jadinya telat, jadi cari aman berangkat sehari sebelum dan menginap di sana saja.

Saya baru nyadar, ternyata walaupun sudah beberapa kali bolak-balik ke Karawang demi kerja, ternyata saya belum pernah ke kota Karawangnya. Sayang sekali, saya dan dua engineer lain tiba di sana lewat jam sembilan malam. Jadi, sudah banyak toko dan restoran yang tutup juga. Belum lagi beberapa ruas jalan yang juga ditutup karena PPKM. Setelah putar-putar, akhirnya, kami memilih makan malam di warung sebelah hotel saja.

Yang lucunya, saat berangkat dari Jakarta memakan waktu 1.5jam, pas pulang hampir tiga jam dong saya habiskan waktu di jalan. Ternyata karena mobil kantor yang dipakai berpelat nomor tidak sesuai peraturan ganjil-genap, jadi alih-alih masuk tol dalam kota, malah mengitari JORR baru keluar di tol lain biar nggak kena ganjil-genap.


OCTOBER’S SERIES/MOVIES

Untuk tontonan, saya lagi kesengsem berat sama romcom NTV musim gugur ini. Judulnya Koi desu! Yankee-kun to Hakujo Girl atau judul in English-nya Love’s in Sight yang bercerita tentang mas-mas preman softboy yang bucin banget sama mbak-mbak tunanetra yang cute tapi tangguh. Mungkin karena pas nonton lagi burn-out banget, eh, terus ceritanya kocak dan ‘menghangatkan’. Jadi, beneran berasa kayak obat capek… :3

Ceritanya sendiri masih ongoing dan berhubung belum ada di platform legal, jadi ntar kapan-kapan saya ceritain kalau udah kelar, ya… Nggak cuma tentang kisah cinta mereka, tapi juga tentang serba-serbi tunanetra dan cerita dorama ini yang tidak hanya kocak tapi juga banyak pelajaran tentang keluarga, pertemanan, dan cara memandang dunia. *berat, ya? tapi aslinya nggak, kok…😝*

Koi desu! Yankee-kun to Hakujou Girl
this uwu-ness I kenot 😍

Gara-gara dorama ini, di bulan Oktober saya jadi jarang menonton serial yang lain, karena keasyikan ngulang-ngulang episode yang sudah tayang. Yeah, the perks of watching ongoing-drama, hanya bisa mengobati rasa nggak sabar nungguin episode selanjutnya dengan menonton episode-episode yang udah ada. Hahaha.

Meskipun saya lagi bucin sama dorama di atas, tapi sempat juga, sih, beresin 1 dorama dan nonton 3 film, kok… Kan kalau film sekali duduk langsung selesai. Huehehe.

  • Miman Keisatsu: Midnight Runner

Nonton ini di akhir September dan awal Oktober. Dorama Koi Desu! masih belum tayang. Tertarik gara-gara yang main Nakajima Kento yang sebelumnya saya tonton di Kanojo wa Kirei datta (She was Pretty versi Jepang).

Dorama ini sendiri adaptasi dari film Korea berjudul sama (Midnight Runner) yang berkisah tentang dua siswa akademi kepolisian, Honma Kai yang punya kemampuan analisa yang tinggi, tapi fisik yang relatif lemah untuk ukuran anak akpol, dan Ichinose Jiro yang setrong tapi polos banget dan nggak bisa bohong. Keduanya yang sering terlibat dengan kasus gara-gara kecerobohan mereka sendiri.

Meskipun kasus-kasus yang dihadapi hitungannya termasuk serius, tapi di tiap episodenya saya merasa terhibur oleh duo kocak ini. Kai yang cerdas, taat aturan, kadang-kadang kayak emak-emak yang bawel banget sama Jiro. Tapi, Jironya sendiri juga anak polos yang nurut emak dan selalu menolong emaknya yang jompo pisan. Dari baru kenal aja si Kai udah terkilir dan cuma Jiro yang mau nolong sampai terlambat di misi hiking trail pertama mereka.

Anak baik tidak mau curang 😁
  • Tokyo Revengers

Kalau yang ini, saya tertarik nonton gara-gara heboh bener di TL saya. Jadilah ini film pertama yang saya tonton di bioskop, setelah hampir dua tahun nggak ke bioskop.

Awalnya berencana nonton pas pre-premiere di tanggal 23/24, tapi kok ya tetiba ada kegiatan lain. Terus, pas kebetulan tanggal 28 saya lagi ada urusan di Plaza Senayan. Niatnya sih nonton di GI, karena awalnya saya cek nggak tayang di CGV FX Sudirman. Lah, kok pas ngecek lagi ternyata ada, dong! Jam mainnya lebih cepat, pun. Jadi, nggak gitu kemaleman. Langsung aja dari PS tinggal ngesot ke FX. Hihihi.

Untuk ceritanya sendiri, bisa lihat di postingan Eya. Udah lengkap banget dibahasnya itu… hahaha.

Seneng banget dengan film ini. Selain rame bener sama ikemen yang menyegarkan mata, broship Mikey-Draken dan Takemichi-anggota geng preman abal-abal sekolahnya bikin semangat sekaligus ngakak dengan segala ke-gaje-an mereka.

Sayang banget, karena ini film, otomatis durasinya sangat terbatas. Padahal dengan pemain serame itu, ada banyak cerita yang seharusnya masih bisa dieksplor.

Kasihan banget itu Mamiya Shotaro sama Shimizu Hiroya yang dapat peran antagonis utama cuma muncul berapa detik doang. Hahaha.

Nggak ada hubungannya dengan film ini, tapi saya mau komplain sedikit. Sejujurnya, saya di Jakarta baru tiga kali nonton di bioskop dan di ketiga-tiganya adaaaa aja yang main HP saat film sedang ditayangkan. Yang bikin lebih nyebelin, mereka buka HP tuh buat twitter-an atau IGan, yang saya nggak ngerti urgent-nya di mana. Kalau nggak ganggu mah silakan aja. Tapi, silau layarnya itu kan ketara banget di ruangan bioskop yang gelap gitu, kan… Bahkan dengan dark mode sekalipun, tetap bikin nggak konsen.

Duh, tolong lah ya, kalau di bioskop itu fokus aja ke nonton. Kalau pun ada yang urgent, bisa keluar dulu buat angkat telepon, kan? FYI, kesemuanya yg main HP itu tuh laki-laki, lho… dibilang nggak pengen stereotyping, tapi yang lebih peka dan keluar dulu pas ada telepon kemarin itu mbak-mbak, dan yang main sosmed pas film tayang itu mas-mas semuaaa (di case saya). Jadi apakah benar laki-laki itu kurang peka? *apakah ini salfok? 🀣*

Kalau tempat duduknya dekat mah saya tegur aja. Tapi yang tempatnya jauh, ya kali niat bener saya turun buat negur, kan… πŸ˜‘

  • The Traveling Cat Chronicles

Film ini diangkat dari novel berjudul sama (yang tentu saja saya belum baca πŸ™ˆ). Bercerita tentang Satoru yang sedang mencari tempat tinggal baru untuk Nana, kucing kesayangannya. Satoru harus berpisah dengan Nana karena penyakit berat yang dideritanya mengharuskannya untuk dirawat di rumah sakit.

Di film ini selain mencari rumah baru untuk Nana, kita juga diajak flashback tentang kehidupan Satoru dari kecil hingga dewasa. Satoru ini anak baik-baik, nggak macem-macem. Sayangnya orang tuanya meninggal saat dia masih SD. Satoru akhirnya dirawat oleh adik ibunya yang saat itu baru lulus kuliah dan mulai bekerja karena keluarga dari ayahnya tidak ada yang bersedia.

Ceritanya sebenarnya menghangatkan, belum lagi lokasi syutingnya yang sungguh memanjakan mata. Tapi buat yang gampang terhanyutkan oleh cerita, kayaknya mesti siap-siap tissue sebelum menonton film ini. 😬✌

  • My Girlfriend is A Serial Killer

Nonton ini gara-gara Koidesu!, penasaran sama akting Sugino Yosuke yang jadi yankee di dorama tersebut. Berhubung dia baru debut di dunia akting tahun 2017, jadi dorama dan filmnya belum terlalu banyak. Itu pun kebanyakan masih jadi pemeran pembantu. Terus, ketemu film ini yang dari judulnya aja kayak udah jaminan kocak. Dan setelah ditonton, kocak, sih… karena gaje banget yaampuun…πŸ˜…

Bercerita tentang Kurosu Etsuro yang gagal masuk universitas dan ingin bunuh diri, tapi gagal, malah membuat dinding kontrakannya berlubang. Gara-gara lubang itu, dia baru tau kalau tetangga sebelahnya adalah seorang perempuan muda yang cantik.

Semangat hidup Kurosu jadi timbul kembali, karena dia senang memperhatikan kehidupan gadis bernama Miyaichi Rio tersebut, dengan cara mengintip dari lubang tadi. Namun, siapa sangka, ternyata gadis manis tersebut aslinya seorang pembunuh kejam.

Yang bikin film ini rada gaje, karena efek darah saat Rio membunuh itu kelihatan banget palsunya. Bahkan ada satu adegan di mana dia mengiris leher target dengan silet, tapi meskipun ada darah muncrat-muncrat, kulit leher tersebut tidak terluka sama sekali. Sepertinya editornya khilaf, lupa memasukkan efek darah di leher. 🀣

Tapi, lumayan lah… ringan banget filmya. Nggak perlu mikir berat-berat. Hehehe.


OCTOBER’S BOOKS

Saya sendiri juga nggak percaya, kalau ternyata di bulan Oktober tidak ada satu buku pun yang selesai saya baca. Ckckck.

Entah karena sibuk, kebanyakan nonton Koidesu! *teuteup*, atau karena emang lagi malas aja. Hahaha.

Yah, masuk bulan November sudah ada yang diselesaikan lagi, kok… 😁

GLOBAL MATTERS

Menutup bulan Oktober, di Jepang yang anak-anak mudanya suka merayakan Haloween dengan parade atau pesta kostum, Jepang dikagetkan dengan insiden penusukan random dan percobaan pembakaran kereta oleh seorang laki-laki berpakaian Joker. Tak kurang dari 16 orang terluka dan 1 orang luka berat setelah peristiwa tersebut. Yang lebih bikin geleng-geleng kepala nggak habis pikir, motif pelaku melakukan tindak kriminal tersebut karena dia ingin dihukum mati.

Yah, secara umum society Jepang itu harmonis dengan keamanan dan ketentramannya. Tapi, bagi beberapa orang, mungkin sebenarnya membuat jadi memendam banyak hal dan bisa meluap jadi berbahaya jika tidak disalurkan dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Lagi-lagi, berkaitan dengan masalah mental.

Hal ini yang menjadi concern kami di Hi, Mochi! Podcasts dan jadi bahan pembicaraan kami di episode yang bisa disimak di bawah ini.

Setiap ngobrolin kasus yang berhubungan dengan kesehatan mental, selalu membuat saya merasa bahwa menjadi manusia itu tidak pernah mudah. Sejak zaman paleolitikum yang struggle dengan bertahan hidup, zaman perang dunia I dan II, hingga kini, zaman berperang dengan diri sendiri.

Dan yang namanya perang selalu merugikan. Jadi, dari pada berperang, lebih baik berusaha berteman dengan diri sendiri.

Duh… kayaknya sudah mulai hilang fokus. πŸ˜…


Sebelum jadi ke mana-mana, mari kita akhiri monthly wrap kali ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya~~😊

Penulis:

To many special things to talk about... =p

11 tanggapan untuk “2021 October Wrapped-up

  1. Syukurlah Oktober berhasil dilewati dengan baik ya, Mbaa hahahaha. Temenku di Jakarta juga barusan ngabarin kalau Senin kemarin udah full WFO lagi. Kembali menjadi budak korporat yang ngantor tiap hari wkwkwk semangat ya! πŸ’ͺ🏼

    Ihiyyy, aku liat pengumuman tulisan terpilihnya di Igstory, congrats, Mba Hichaaa! πŸŽ‰

    Btw, Mba Hichaa. Netflix ngerekomendasiin serial “I’m Mita, Your Housekeeper” nih. Udah nonton belum? Kok aku liat trailer-nya aja menarik, yaa. Hoho.

    1. Hahaha senasib ini sama temen mba Jane, sama2 budak korporat! Wkwkwk.

      Thank you, mba Jane. Semoga jadi bisa mbalikin semangat ngeblogku yg lagi acak-adut ini. Hahahaha.

      Sudah, mba… agak ekstrim, sih, menurutku. Tapi bagus, kok. Cukup membuka wawasanku tentang keluarga, terutama hubungan ayah dan anak2 pre-teen dan remaja. Doramanya sendiri udah lewat 10 tahun yg lalu, jadi harap maklum kalau warna dan angle pengambilan gambarnya berasa jadul πŸ˜…

  2. “Bay, resolusi apa kabs??” πŸ˜…πŸ˜… LEGOWOin ajalah.. πŸ˜† November hujannya lagi menjadi-jadi ya Mba. Disini hujan lagi sering banget.. aku senang sih, tapi ya gitu kalau hujannya keseringan Kali disini menguap.. untung belum smpe banjir.

    Mba Tokyo Revengers aku belum nonton 🀯.. Bioskop di sini nggak adaan. Padahal kepengen banget nnton. Haru CGV kayanya ya… disini adanya XX1 smpe 3 biji lagi.. buat apaan coba 🀣🀣

    Soal kejadian penusukan di Jepang.. serem banget ya. Parah banget.. merinding aku ngelihat videonya orang2 pada kabur2an gtu dari gerbong ke gerbong lain.. agak miris pas tahu motifnya.. Hiksss

    Akhir kata semoga November ini yg juga tinggal setengah jalan lagi bisa terlewati dengan Baik.. Amin

    1. Hahaha… yah, namanya aja resolusi, terdiri dari kata re yang artinya ulang, dan solusi. Jadi, kalau belum tercapai, tinggal diulang lagi aja… *teori macam apa iniii? 🀣🀣*

      Semoga ga sampe banjir ya, mas Bay. Kalau baca berita di KalBar banjir smp 3 minggu, tuh, rasanya nyesek. Sehari aja, bikin rugi banyak, dari rugi materi smp kesehatan juga, kan… heuheu.

      Iya, mas Bay. Mungkin karena pandemi juga, jadi banyak yang makin stress. Kalau jadi hakim kayaknya bakal bingung juga mau ngasi hukuman apa. Kalau dikasi hukuman mati, berasa malah menguntungkan pelaku karena tercapai tujuannya. :((

      Aamiiin… semoga Desember juga lebih baik, ya… πŸ˜‰

  3. Huhuhuu padahal belum nonton, tapi lihat SugiSugi kebayang suaranya Sugino yang “Yukiko-saan~” WKWKWKWKK kok ya ada preman gemesin gitu πŸ˜†

    Aku nonton Tabineko Ripoto nangis pas yang Satoru nyariin Nana di kebun bunga itu wkwkwk mana suaranya Nana lucu amat kayak anak-anak sok gede gitu πŸ˜† Pas yang dia berantem sama anjing juga kocak πŸ˜‚

    Ya ampun bener yang soal penusukan sama pembakaran di kereta itu, pertama lihat beritanya tuh yang orang-orang pada lari-lari pindah gerbong sama keluar kereta, tadinya aku kira mati listrik apa gimana kan, pas baca lengkapnya ternyata karena insiden itu astagaaa merinding banget liat si bapak-bapak itu sambil ngisep rokok sambil duduk santai di kereta kayak udah siap banget ditangkep gitu 😰

    1. Hahahaha tiati Eya, ntar dikhianati ekspektasi. Wkwkwk.

      Iya, Nana itu tsundere banget, ya… sama yg lain galak bener, sama Satoru kok ya bucin gitu… 🀣

      Kayaknya otaknya emang udah sengklek sih, ya… Bisa2nya abis itu nyantai2 ngerokok. Nggak mikirin efeknya ke orang yang kena tusuk. Gimana kalau yg ditusuk itu ternyata tulang punggung keluarganya, kan… 😦

  4. paragraf pertamanya bikin aku mesem-mesem lho mbak
    itu karena sama kayak aku, wishlist nggak banyak berubah tapi banyak mau, dan semangatnya nggak 45. Kurang semangat apa sok sibuk bingung juga akutuh ahahaha

    aku mau nangis kalau baca referensi dorama mba eya sama mba hicha, bingung mau nontonin yang mana dulu, untuk sementara baca review nya aja udah bisa bikin aku mengira-ngira kayak apa jalan ceritanya

    1. Atau simply stress karena pandemi, mba Inun? πŸ˜…

      Ahahaha… iya, gapapa, mba… maapkeun, ceritanya sering kurang lengkap. Kalau diceritain lengkap masing2 bisa jadi satu postingan sendiri soalnya. Wkwkwk.

  5. Film2 rekomen nya kok menariiiik nih Cha. Tapi sbnrnya aku pengen bgt yg Tokyo revengers, tapi di cgv Deket rumahku udh ga ada. Kayaknya udh turun sih ya… Nunggu masuk Netflix πŸ˜„

    Ga banyak dorama Jepang yg aku sedang tonton Sih. Kalo skr ini lagi nonton the road to red restaurant list. Aku memang lebih suka cerita ttg kuliner kalo dorama 🀣. Berharap bisa datangin tempatnya kalo balik ke Jepang. Tapi kebanyakan terpencil dan kayaknya hrs pake mobil gitu.

    1 lagi sedang nonton ju on series. Durasinya cuma singkat, tapi kalo udh dorama hantu, aku nontonnya ngikutin mood 🀣. Mana ngangenin mulu.

    Resolusi THN ini memang dr awal aku ga bikin banyak, Krn tahu pandemi blm selesai. Makanya cuma ada resolusi investasi hrs nambah berapa, Ama target anak2, kayak berat badannya πŸ˜„. Yg gagal , dan sepertinya ga akan kecapai, udah pasti berat anak2 πŸ˜…. LBH gampang growing up my assets drpd naikin berat badan mereka 🀣🀣.

    1. Wah… kak Fanny suka action juga? Iya, nih… tayangnya cuma seminggu doang, itupun ga di semua CGV ada. Apalagi XXI wkwkwk. Nasib minoritas πŸ˜…

      Aku belum selesai nonton the road to red restaurant list, tapi berdasarkan yg udah kutonton, kayaknya emang beneran pada terpencil gitu, ya… mungkin karena itu hawa2nya kayak hampir tutup. Sepi pengunjung bukan karena ga enak, tapi karena lokasinya. Hahaha.

      Sampai sekarang aku belum tertarik nonton horor. Kurang suka dgn jump scare 🀣 Kalau misteri atau thriller masih mau.

      Memperkirakan harga pasar lebih mudah daripada ngerayu anak2 buat makan ya, kak… πŸ˜… Semangat kak Fanny p(^o^)q

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s