Diposkan pada Experience

2021 September Wrapped-up

Tahun 2021 tinggal kurang dari 100 hari lagi. Senang atau sedih, nih? Saya sendiri, sejujurnya, lagi dalam fase nggak semangat ngapa-ngapain. Hehehehe.

Tapi, ya sudahlah, namanya aja manusia. Manusia dewasa pula. Pada akhirnya tetap harus menjalani hidup, minimal untuk kebutuhan pokok diri sendiri. Maklum, tidak terlahir sebagai anak sultan. 😬

Eniwei, jadi bulan September kemarin saya ngapain aja, ya? Sendirinya udah banyak yang lupa, euy. Wkwkwk.

Baru lewat beberapa hari aja udah lupa, apa kabar beberapa tahun kemudian? πŸ™ˆ

PERSONAL THINGS

Semakin mendekati penghujung tahun, entah kenapa pekerjaan semakin menumpuk. Padahal bukan mau saya untuk jadi deadliner, tapi memang tak jarang kerjaan urgent datang tiba-tiba dan harus diselesaikan sesegera mungkin. Belum lagi datangnya langsung beberapa gitu. Kayaknya nggak sekali-dua kali saya jadi pengin membelah diri agar bisa mengerjakan beberapa hal sekaligus. πŸ˜€

Di bulan ini masih lanjut Peak dan Duolingo. Meskipun sejujurnya semangatnya sudah tinggal 10%. Semakin saya meyakini bahwa saya orang yang gampang bosan.

Hmm… apakah ini termasuk melabeli diri atau bentuk ‘sadar diri’? Entahlah, saya kesulitan dalam mendefinisikan sesuatu. Apalagi yang bentuknya abstrak dan tidak ada parameter untuk mengkuantifikasikannya.

Di bulan ini juga saya mencoba ikut bootcamp untuk Digital Marketing. Tertarik karena promo pengajarnya lewat di timeline Twitter saya. Pas ngecek harganya, ternyata murah banget. Seperduapuluh dari harga bootcamp di tempat lain yang responnya sampai berhari-hari bikin saya keburu ilfeel buat melanjutkan.

Untung aja nggak dilanjutkan dengan yang mahal. Karena, yah, namanya aja bootcamp, kan, pasti materinya padat, lah. Belum lagi ada tugas kelompok.

Untuk bootcamp yang jauh lebih murah ini, kita akan mendapatkan materi sebanyak sembilan kali pertemuan selama tiga minggu, dan satu kali group presentation untuk lima kelompok terbaik.

Kesan saya selama bootcamp ini, pematerinya doyan banget ngomong dan kurang interaksi dengan peserta yang hanya bisa mengetik pertanyaan atau komen di chat box.

Yah, apalagi buat saya yang bisa ketiduran kapan saja di mana saja, mendengarkan orang ngomong satu arah hampir dua jam terus-terusan itu sungguh sesuatu. πŸ™ˆ

Belum lagi, saking (tampaknya) doyan banget ngomong, kelas yang seharusnya 1.5jam sering jadi molor sampai 2 jam. Malah di pertemuan pertama molornya jadi 2.5jam, dong… Dari situ saya sudah agak ilfeel sebenernya. Hehehe.

Tapi tetap diikuti, sih. Sayang ilmunya dan duitnya juga. 😁


SEPTEMBER’S SERIES/MOVIES

Bulan September ini bulannya series musim panas selesai. Jadi ada banyak judul series yang selesai. Tapi saya mau ceritain dua series romcom dan satu series slice of lice aja. Karena, sungguh, akhir-akhir ini sedang tidak punya tenaga buat nonton yang berat. Huhuhu.

  • Promise Cinderella

Dorama yang satu ini sudah saya bahas sedikit di postingan di bawah ini, di No. 10, mengenai kenapa tertarik menontonnya. Pas baca blurbnya, ceritanya standard banget. Tentang Hayame yang mengonfrontasi suaminya yang ketahuan selingkuh. Alih-alih minta dimaafkan agar bisa tetap dengan Hayame yang istri sah, si suami malah minta maaf dan minta cerai. Mendengar perkataan suaminya, Hayame memilih keluar dari rumah. Kondisinya diperparah lagi dengan beberapa jam kemudian dia juga dipecat dari pekerjaannya dan dompetnya pun dicopet orang. Ckckck… ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga ditindih rusa pula! *jangan tanya kenapa rusa πŸ˜›*

Berbekal koper pakaian dan hape, tanpa sepeser uang pun, akhirnya Hayame tinggal di rumah kardus di taman, bersama-sama dengan para homeless lainnya.

Belum cukup apesnya di situ, dia malah dikerjai sama Issei, anak SMA tajir keturunan pemilik ryokan (penginapan ala Jepang) yang rese (banget) dan suka membully. Issei ini sehari sebelumnya pernah dikerjai oleh Hayame saat dia sedang membully teman sekolahnya. Melihat Hayame yang tinggal di rumah kardus, Issei jadi ingin balas dendam dengan memintanya untuk main real life game, permainan mirip gabungan Monopoli dan Truth or Dare (tapi isinya dare semua 😝)

Tentu saja awalnya Hayame ogah, dia tidak punya cukup tenaga untuk melayani bocah. Sayangnya, karena suatu kesalahan, Hayame malah jadi berhutang pada Issei sebanyak 3juta yen dan membuatnya mau tidak mau ikut dalam permainan Issei.

Cerita selanjutnya, ya gitu, deh… ringan dan menghibur, juga relatif gampang ditebak. Belum lagi ada Seigo, kakak Issei, yang ternyata cinta pertamanya Hayame. Jadi, mirip-mirip drakor dengan second lead-nya. Tapi, mungkin nggak segitunya, karena episode dan durasi yang pendek, jadi kurang ‘drama’ yang bisa bikin kena second lead syndrome.

Nonton ini semakin meyakini saya, kalau mau cari cerita drama yang menjual mimpi, emang mending nonton drakor aja. Kayaknya lebih gampang kebawa perasaan. πŸ˜†πŸ˜†

Karena saya seringnya lebih mencari sesuatu yang realistis jadi, ya, teuteup akan memilih dorama, sih… Hehehe.

Tapi saya cukup seneng, sih, nonton dorama ini. Apalagi kalau bukan karena Maeda Gordon yang jadi Issei. Berapa kali nonton serial adiknya Arata Mackenyu ini, biasanya dia dapat peran pembantu yang tidak terlalu mengeksplor skill aktingnya. Dorama ini bikin saya melihat sisi lain dari aktingnya yang menurut saya lebih natural daripada si kakak.

Macken aktingnya bagus untuk genre action kayak di Rurouni Kenshin: The Final. Tapi, untuk drama, seperti masih ada yang kurang.

  • Kanojo wa Kireidatta (She was Pretty)

Serial ini adaptasi dari drama Korea berjudul sama. Saat mulai menonton versi Jepang, saya coba juga nonton versi aslinya. Tentu saja menyerah di beberapa menit di awal, karena sungguh ku tak tahan menonton akting female lead-nya yang (menurut saya) berlebihan pisan. πŸ˜…

Biasanya, serial adaptasi begini juga agak kurang mengena di saya. Lebih karena kayaknya culture yang terlanjur berbeda. Untungnya, untuk genre romcom relatif lebih bisa diikuti. Mungkin karena di mana-mana di seluruh dunia, yang namanya ‘cinta’ itu, ya, sama-sama aja. Sulit dimengerti dan tidak bisa pakai logika. *brb nyanyi Cinta Tak Ada Logika-nya AgMon*

  • Hakozume (Police in A Pod)

Kalau yang ini serial slice-of-life dari dua orang polisi wanita, Fuji Seiko (Toda Erika) dan Kawai Mai (Nagano Mei) yang bertugas di Koban (kantor polisi kecil yang biasanya ada di dekat stasiun, daerah perbelanjaan, atau taman). Kawai awalnya tidak suka dengan pekerjaannya karena dia menjadi polisi hanya agar dapat pekerjaan dengan gaji yang stabil. Tapi, saat dia mulai dipasangkan dengan Seiko yang selalu totalitas dalam menjalani pekerjaan. Pelan-pelan dia mulai menikmat pekerjaannya.

Jangan dipikir kasus-kasus yang dihadapi kasus kriminal kelas pembunuhan, tapi ya kisah sehari-hari saja seperti pelanggaran lalu lintas, membantu lansia dan anak-anak, membuat laporan harian, dan sejenisnya. Kadang-kadang diminta bantuan oleh kantor pusat untuk membantu penyelidikan. Pokoknya benar-benar slice-of-life yang bikin saya berpikir kalau polisi di Indonesia mengerjakan pekerjaan mereka yang seharusnya, kayaknya nggak akan ada, deh, itu timeline Twitter rame dengan hashtag menyudutkan. πŸ˜€

Serial ini kalau tidak salah ditayangkan di Wakuwaku Japan.


SEPTEMBER’S BOOKS

Bulan September saya cuma baca satu buku aja, dong! πŸ™ˆ

Dibilang reading slump kayaknya nggak juga, karena bukan baca buku aja yang berasa ‘kurang selera’, tapi juga hal-hal lainnya. Mungkin bukan reading slump, tapi living slump kali, ya? Wkwkwk.

*tertawa getir*

  • Semangat, Tante Sasa!

Pertama baca tentang buku ini, saya langsung tertarik dengan premisnya yang tidak biasa. Apalagi saat Thessa mengumumkan bahwa bukunya diterbitkan dalam bentuk e-book di Gramedia Digital. Cuss lah, saya langsung pengen baca.

Eh lah dalah, kok ya GD saya bermasalah. Padahal saya sudah langganan untuk satu tahun. Akhirnya setelah lapor CS GD, beberapa hari kemudian balik lagi ke kondisi seharusnya. Fiuhh…

Bukunya sendiri bercerita tentang Sasita yang dititipi Velisa, keponakannya, oleh ibunya selama sang ibu pergi berhaji. Sebagai wanita single yang bekerja full time di perusahaan sekuritas, tiba-tiba harus berperan seperti seorang ibu selama 40 hari, bikin Sasita lumayan β€˜jungkir-balik’ dengan segala keperluan Velisa yang baru berusia enam tahun.

Beberapa blogger sudah membahas tentang buku ini seperti Lia dan Mba Jane.

Cerita hubungan Sasita dan Ve yang lucu dan menghangatkan, Sasita dengan mantan pacarnya yang toxic, juga dengan sang ibu, cukup mengaduk-aduk perasaan. Cocok banget buat yang sedang mencari bacaan ringan tapi bermakna.


GLOBAL MATTER

Bulan September, bulannya Apple Event. Kali ini Apple meluncurkan Apple 13 series, iPad Mini, dan Apple Watch series terbaru.

Sejak Steve Jobs meninggal di tahun 2011 dan kenyataan bahwa tidak ada inovasi baru yang cukup berarti pada setiap peluncuran produk baru Apple dibandingkan dengan tahun sebelumnya, saya jadi skeptis dengan acara ini. Paling tambahan fitur baru tipis-tipis dengan copy writing untuk marketing yang TOP seperti biasanya.

Dan terbukti memang tidak ada sesuatu yang inovatif. Bisa dibilang Apple kalah jauh dengan pesaing utamanya yang saat ini sudah meluncurkan smartphone yang bisa dilipat.

Meskipun begitu, sebagai pengguna Apple sejak hampir 10 tahun yang lalu, tetap saja saya tidak bisa berpaling. Sesebel-sebelnya saya sama Apple yang suka β€˜sok-sokan’ eksklusif, tetap saja kalau perlu ganti gadget baru yang dicari Apple juga. Hahaha.

Saya jadi membahas tentang hal ini di podcast terbaru Hi, Mochi! Podcast di sini. 😊

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? Apakah termasuk member Apple fanboy atau pecinta Android?

Yang mana pun itu yang penting yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan lah, ya… πŸ˜‰


Tahun 2021 tinggal sedikit lagi. Semoga kita bisa menyongsong tahun berikutnya dengan lebih baik lagi, ya… πŸ˜‰

Sampai jumpa di postingan berikutnya~

Penulis:

To many special things to talk about... =p

15 tanggapan untuk “2021 September Wrapped-up

  1. Ga berasa, bentar lagi udah tahun 2022. Kepikirannya cuma jalani aja tahun depan dengan sebaik-baiknya…hahhahaa

    mendengarkan orang ngomong selama 1-2 jam tanpa sebuah interaksi bakal sangat membosankan sih mbak. Sepertinya aku juga bakal begitu. Makanya aku jarang ikut webinar. Baru ikut kalau temanya sangat menarik. Beberapa kali aku juga lihat info tentang bootcamp digital marketing di timeline twitter.

    aku termasuk pengguna android mbak hicha. Meskipun beberapa saudaraku pakai iphone. belum ada setahun beralih ke samsung. Pernah pakai iphone, tapi merasa ga cocok dengan gadget tersebut..akhirnya balik lagi ke android…hhahaha

    1. Sama mas Vay, apalagi karena koronces, berasanya pengen loncat ke tahun udahan aja. Eh, kok ya nggak terasa udah hampir dua tahun aja, ya… πŸ˜…

      Aku juga jarang ikut webinar, cuma emang suka ngambil kelas yang ada kurikulumnya. Kebanyakan berupa rekaman kayak di Coursera, sih… jadi bisa stop di tengah2, juga bisa diulang2. Ga mau rugi meskipun sering ilang fokus. Hehehe.

      Mungkin karena udah terbiasa ya, mas… aku juga udah terbiasa sama iPhone, berasa kagok kalau megang HP android πŸ˜†

  2. Mba Hicha hola, baca post ini langsung disadarkan kalau 2021 sudah mau tamat πŸ˜†

    By the way, habis baca beberapa rekomendasi mba Hicha jadi penasaran mau menonton Hakozume (Police in A Pod) — apalagi ceritanya ringan, terus membayangkan kapan buku Gadis Minimarket diangkat jadi dorama or movie yaaah, pasti seru bangets 😍 Coba nanti saya cek Wakuwaku Japan, meski belum pernah pakai, semoga gampang penggunaannya πŸ˜‚

    Ohya, saya Apple dan Android user mba, dan sama seperti mba Hicha, meski Apple ini nggak begitu banyak inovasinya, tetap sulit berpaling karena sudah kadung nyaman πŸ™ˆ Wk. Dan setuju sama mba Hicha, apapun yang digunakan, yang penting sesuai kebutuhan πŸ₯³

    Semoga bulan Oktober bisa berjalan lancar untuk mba Hicha πŸŽ‰

    1. Iya nih, mba… walaupun banyakan di rumah, eh ternyata cepat juga waktu berlalu. Mungkin bener kata orang “Sehari itu terasa lama, setahun itu terasa sekejap saja” πŸ™ˆ

      Bener mba Eno, sesuai kebutuhan dan sesuai kemampuan πŸ˜†

      Aamiin… semoga begitu juga dengan mba Eno sekeluarga, meskipun tinggal kurang dari seminggu, tapi semoga tetap berlanjut ke bulan2 dan tahun selanjutnya, ya… πŸ€—

  3. Kak, nonton doramanya di mana siii? Bisa gratisan ga? #eh
    Itu pemeran male di she was pretty yang main juga di midnight runner: keisatsu kan y? Mukanya familiar hehehe
    Aku penasaran pengen nonton promise cinderella… semoga dapet link donlodannya deh HAHAHA

    Woaaa buku kak Thesa uda meluncur yaaaaa… mantulita

    1. Nah itu dia mba Frisca, aku biasanya googling dr*am*aco*ol atau w*atchas*ian (hapus tanda *), terus cari yang sedang tidak diblocked πŸ™ˆ

      Kalau mau yang legal, sebenarnya tiap2 stasiun TV Jepang itu menayangkan episode terbaru serial dan varshow-nya selama seminggu secara gratis. Cuma limited buat di Jepang aja, jadi ga bisa diakses dari luar Jepang (kecuali pakai VPN πŸ˜€).

      1. oooh ternyata ada w*atcha*sian tohh.. Biasa aku di dr*ama*c*ool kak. Tapi kadang dorama yang kumau ga ada di situ. Terus bingung deh cari di mana lagi… Kalo VPN, aku ga punya jadi susah uga mo ikutin acara TV Jepang heheheh
        Anyway, makasih infonya kak hehehe

  4. Ya Allah. Aku baru nggeh kalau kurang ¹⁰⁰ hari lagi bakal ganti tahun ya.. cepet banget ya.. kayanya baru kemarin bulan Maret. Ehh skrang udah bulan oktober..

    Wahhh, aku belum baca bukunya Mba Thessa. Udah ngiler sih sbnernya. Tapi mau baca via buku langsung pas udh rilis nanti. Haha πŸ€£πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚

    Haha. Kemarin aku dnger nih pembahasan antara Mba Upik, Mba Hicha dan Mas Malik ttg ini. Kalau aku di posisinya Mas Malik deh.. berhubung dari dlu Android user dan mungkin akan seterusnya make android sebagai daily device.

    Tapi tetep sebagus2nya android. Urusan menggambar Procreate di IOS yg paling juara. Nggak ada yang ngalahinnn 🀣😁

    1. Minggu depan udah November lho mas Bayu… 🀣🀣

      Lebih dapet feel dan baunya ya kalau buku fisik itu, tuh… 😁 Kalau ga salah bulan ini keluar buku fisiknya, cus langsung ke Gramedia terdekat. Jangan ke GraPari lho ya… 😝

      Kalau aku, mungkin karena belum terbiasa dengan Android kali, ya… 😁
      Ngomong2 soal Procreate, kayaknya udah lama ga lihat hasil karya mas Bayu wara-wiri di IG Story 😁

      1. Hahaha. Lagi hiatus mba. Wkwk 🀣🀣 tabletku rusak. Jadi lagi nabung buat beli yg sekalian Pro.. hoho. Ya 5 atau 10 bulan lagi lahh yaaa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€ͺ gambar sih masih di tablet android..

  5. Sama mba, akupun ga semangat akhir2 ini. Biasanya jelang tutup tahun, aku langsung happy, karena itu berarti traveling, secara jadwal travelingku dari dulu selalu saat winter.

    Tapi dengan semua ketidakpastian, blm lagi rumor gelombang ke3, jujur aku males berharap lebih. Biar aja ngalir dulu.

    Naah beneeer, akupun kalo mau nonton serial yg sehari2, relate ama kita, mending dorama. Kalo Drakor, ga cocok. Kecuali beberapa serialnya ada yg pas sih. Tapi kan ga banyak.

    Kemarin aku nonton horor Jepang JU’ON mba di Netflix. Tapi kok masih blm nangkep alurnya Yaaa. Baru 2 EPs sih.

    Bukunya mba thessa aku mah nunggu terbit dlm bentuk buku nih. Krn kalo digital aku ga langganan GD. Secara buku2 fisik yg udah aku beli, ada 2 box besar belum dibuka hahahahah. Ga mungkin jadinya utk langganan GD. Aku harus tamatin dulu buku2 yg dibeli.

    Apple ATO android, dari dulu aku android. Aku suka sih Ama videonya Apple Krn tajam, tapi kalo cuma suka itu doang, ya mendingan aku beli kamera sekalian. Harganya yg mahal, yg bikin aku mikir lama jujurnya :D. Apalagiiii, aku tuh tipe yg 2 THN sekali hp hrs ganti. Ga mungkin 2 THN sekali aku beli iPhone juga kan, mnding buat traveling wkwkwkwk . Giniii nih kalo apa2 langsung dikaitin dulu Ama traveling :D. Traveling mahal, ga masalah, tapi gadget biasa aja 🀣🀣

    1. Akhir tahun ini fokus ke staycation dan wiskul dulu ya, kak? πŸ˜‰

      Aku juga kalau lagi pengen kabur dari realita kadang nonton drakor, “drama”nya dapet soalnya 🀣🀣 Tapi aku belum pernah nonton horor baik drakor maupun dorama, sih… tidak suka dengan jumpscare soalnya… wkwkwk. Mending disuruh nonton gore daripada makhluk astral aku kak… 🀣

      Aku juga kalau lihat spec-nya HP Android high end tu suka ngiler, apalagi kameranya kayaknya pada canggih2 banget. Tapi, mikir harus adaptasi lagi akhirnya ttp bertahan dengan iPhone. Apalagi aku justru kebalikannya kak Fanny, kalau bisa ga ganti2 HP karena males ribet backup-settingnya. Ini juga HPku sekarang usianya udah lima tahunπŸ™ˆ

  6. Sama banget soal ingin membelah diri saking dua mingguan kemarin kayak sibuk banget sama kerjaan tapi pengin melakukan hal lain juga hahaha kalau bisa pakai jurusnya Naruto buat memperbanyak diri udah dipakai deeh πŸ˜‚πŸ˜‚

    Btw aku pernah bilang antara mau nonton Promise Cinderella atau Kanokire tapi sepertinya Hakozume lebih menarik πŸ˜‚ Nagano Mei lucu banget rambutnya dimodelin bob pendek gituuu, mana ada Miura Shohei juga πŸ™ˆ

    Aku pakai produk Apple cuma laptop tapi sering ngikutin berita dari Apple Event, memang yaa kayaknya waktu masih ada Steve Jobs tuh produk Apple ga sesering sekarang ngeluarin versi baru, jadi kayak inovasinya paling cuma nambah tipis-tipis πŸ€”

    1. Iya, kan… Iya, kan… kayaknya baru akhir2 ini doang aku kepikiran buat membelah diri lah… 🀣🀣

      Kalau komedinya lebih rame Promise Cinderella, kalau semangatnya Kanokire, kalau nyari yang santuy (dan kocak juga) ya mari kita saksikan Nagano Mei dan Toda Erika di Hakozume saja… 😁

      Sebenarnya emang dari awal keluar, iPhone tuh rilis tiap tahun, cuma karena belum seterjangkau sekarang (terutama dari segi informasi), jadi di Indonesia berasa adem-ayem aja dari per-Apple-an. Tapi, emang makin hari entah kenapa makin berkurang aja inovasinya, ya…

  7. cepet banget ya mbak udah mau akhir taun, dan pandemi udah mau menuju pas 2 tahun. ehmmm

    bener juga yang dibilang mba hicha, kalau dorama lebih realistis juga ya jalan ceritanya, dan bener juga kalau drakor sukak bikin baper wkwkwkwk

    aku juga tahap pelan pelan baca “semangat tante sasa”, tapi belom selesai, astaghhh πŸ˜€
    untuk hape, aku pemakai dua duanya, meskipun kadang apel ini suka bikin esmosi jiwa hahaha. hape sultan tapi sharing-sharing juga susah πŸ˜€

    pas awal awal setelah dari pemakaian hape poliponic, kemudian punya BB, terus pegang andro, terus pake apel, dannn lama pake apel terus pake andro jadi kagok wkwkwk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s