Diposkan pada Experience, Japan and Japanese

(Doramatalk Ep.5) 30 Questions Dorama Tag

Halo halo Bandung! Kembali lagi ke postingan Doramatalk. Kali ini terinspirasi dari Awl dan beberapa teman blogger lainnya yang bikin postingan 36 Questions Movie Tag. Berhubung beberpa pertanyaannya nggak semua bisa dipakai, jadi ini kami sesuaikan, tambah, kurang, jadi 30 pertanyaan saja. Huehehe.

Cuss, langsung disimak… πŸ˜‰

1. What is your first dorama?

Saya lupa juga dorama pertama saya apa. Kayaknya, sih, Oshin. Tapi berhubung nontonnya pas masih balita, jadi udah lupa juga ceritanya gimana. Hehehe.

Tapi, kalau dorama yang pertama kali bikin saya tertarik dengan per-dorama-an, sudah pernah saya tulis di postingan di bawah ini.

2. A character from dorama you would love to take on a date?

Waduh, siapa, ya? Kayaknya nge-date sama Junnosuke dari Oh My Boss! Love is Bonus Book asik juga. Karena orangnya nggak cuma baik (banget!), tapi seru juga. Walaupun sebenarnya lemah terhadap wahana ekstrim. Tapi, tetap mau nyobain biar bisa seseruan bareng-bareng.

Selain baik hati dan bisa diajak seseruan, Junnosuke juga wise banget. Kayak di adegan ini, saat Nami lagi ngeluh-ngeluh tentang bosnya yang galak dan menganggap rendah dirinya yang nggak punya mimpi, Junnosuke pun bilang “I don’t disapprove those who have dreams, but I think it doesn’t matter if you don’t have one. Wont’t it be meaningless if you lose the will to laugh because you’re tied to a dream or obsessed about having a dream?” (source)

3. Your favorite character duo in dorama?

Shuji dan Akira di dorama jadul Nobuta wo Produce. Walaupun di awal-awal, Shuji yang populer merahasiakan persahabatan mereka karena takut kehilangan “kepopulerannya”, tapi seru banget lihat bromance keduanya saat lagi bareng.

 4. What genre of dorama you would like to be on?

Ini maksudnya jadi karakternya gitu kali, ya? Hmm… Kayaknya saya pilih romcom remaja. Biar happy dan berasa muda terus karena bareng anak-anak SMA. Wkwkwk.

Eh, atau malah bikin jadi merasa tua, ya? Hahaha. *Mulai bimbang πŸ™ˆ*

5. Have you ever watched a dorama based on actor or actress only?

Kayaknya hampir 80% berdasarkan aktor atau aktrisnya. Tapi, untuk melanjutkan atau tidak, pada akhirnya bergantung pada alur ceritanya juga. Hehehe.

6. What dorama that started your interest in dorama?

Tentu saja Ichi Rittoru no Namida a.k.a One Litre of Tears. Sudah diceritakan juga di Doramatalk Ep.3 di atas, ya…

7. What dorama you want to see but never get round to watching?

Rich Man Poor Woman. Awalnya belum ditonton karena hasil download-an. Mikirnya ntar aja, deh, kalau pas internet jelek. Lah, terus hasil donlotnya lupa ditaruh di HDD yang mana. Masih belum tergerak buat mencari, juga belum tergerak buat streaming aja. Hahaha.

8. How often do you watch dorama?

Hampir tiap hari nonton, sih… kecuali pulang kerja kemaleman dan udah makan malam. Karena saya biasanya memang nonton dorama sambil makan malam. Hehehe.

9. What genre are you particularly fond of?

Ini tergantung sikon saat itu. Kalau lagi nggak semangat kerja, ya nyarinya dorama tentang pekerjaan. Kalau lagi males mikir, nyari romcom aja. Kalau lagi pengen mikir, nonton thriller atau misteri. Kalau lagi pengen kehangatan *halah*, tentu saja pada family drama ku kembali. πŸ˜†

10. What was the last dorama that you’ve watched and liked?

Promise Cinderella (PC). Sebenarnya nggak yang suka-suka banget juga, sih. Awalnya nonton ini karena saya kan sebenarnya kurang suka sama Nikaido Fumi yang jadi female lead-nya. Tapi terus saya teringat, dulu pernah juga kurang suka sama Kuroki Haru di Weakest Beast karena karakternya di situ yang sungguh annoying. Eh, kok abis itu nonton Nagi’s Long Vacation jadi suka banget sama cara dia membawakan Nagi.

Makanya, saya kayak pengen ngasi kesempatan buat Nikaido Fumi (walaupun nggak diminta πŸ˜†), siapa tau di PC saya bisa berbalik jadi suka. Setelah ditonton, tetap nggak yang jadi suka banget juga. Hahaha. Soalnya ceritanya standar romcom cinta segitiga kayak Boys Before Flowers, gitu.

Tapi tetap suka doramanya, karena, duh… ini Maeda Gordon, adeknya Mackenyu kok berkembang banget aktingnya… 😍

Mana saya lemah kali pun sama ikemen yang jangkung… huahuahuahua….

11. What was the last one that you’ve watched and hated?

*Mikir lama*

Kayaknya jarang, sih, sampe benci ke tontonan. Soalnya, kalau ‘feel’nya dari episode satu udah nggak dapet, biasanya langsung ditinggal. Hehehe.

12. What is your most favorite dorama of all time?

Kalau ini sudah diceritain di post di bawah ini, ya… 😊

13. Your most favorite guilty pleasure dorama? 

Love and Fortune! Hahaha. *Kenapa ketawa, coba? πŸ˜…*

Dorama ini ceritanya kontroversial banget, tapi kok ya cangtip banget juga. Nggak setuju banget dengan grooming anak di bawah umur, regardless gender-nya apa. Tapi, ya, gimana, selain ceritanya yang kontroversial, yang lainnya bagus semuaaa ✌

14. What dorama have you watched a million times already?

Saya jarang mengulang tontonan, sih, sebenarnya. Biasanya kalau diulang pun dorama yang lagi ongoing dan diulang sambil nungguin episode terbarunya. Itu juga baru akhir-akhir ini begitu. Nggak tau juga kenapa. Kira-kira kenapa, ya? *malah nanya*

15. Are you the type who watches an ongoing dorama?

Absolutely! Malah lebih prefer ongoing dorama karena saya jadi nggak perlu binge watching sampai selesai. Nggak ada waktunya juga. Hahahaha.

Nggak apa-apa, deh, penasaran seminggu. Pas waktunya tayang kan bisa jadi reward karena sudah sabar menanti. Bisa juga jadi reward biar lebih semangat menjalani hari-hari. *aseeek*

16. What are doramas that made you cry?

Sampai saat ini belum pernah nangis kejer gara-gara tontonan. Tapi adalah beberapa yang bikin mata berkaca-kaca. Masih manusia gue mah… Hahaha.

Biasanya yang bikin berkaca-kaca ini dorama tentang keluarga atau perjuangan hidup. Terakhir itu kayaknya Rikokatsu, tapi lupa pas bagian yang mana. Hehehe.

17. Who are your favorite directors?

Padahal katanya suka merhatiin alur dan sinematografi, tapi, kok, ya saya malah sering melupakan sutradara… πŸ™ˆ

Gara-gara pertanyaan ini, saya jadi googling。Sebenarnya saya mau pilih Fukuzawa Katsuo dengan karya-karyanya yang ratingnya tinggi terus kayak Hanzawa Naoki dan Good Luck! Tapi, karena akhir-akhir ini saya lagi di fase burn-out dan setelah nonton Dragon Zakura S2 kemarin entah kenapa berasa ‘drama’ banget, jadi saya pilih Kitagawa Eriko yang berada di balik layar asadora Hanbun, Aoi aja.

18. Are you particular with the scores, soundtracks, and musics?

Sebenarnya nggak terlalu. Tapi kalau ketemu dorama dengan score dan soundtrack yang ear-catching, bakal lebih betah nontonnya.

19. Is there any dorama that has changed your perspective in life?

Yasss! Bisa dibaca di postingan Doramatalk 3 di atas.

20. What dorama irritates you (but doesn’t mean you hate it) when you watch it?

Dorama-dorama dengan tokoh yang dibuat-buat supaya kawaii, terlalu terobsesi sama pasangan, drama, dan lebay pisan lah pokoknya. Kayak Yoshikawa Nao di Good Morning Call. Pengen rasanya teriak di kupingnya, “Get a life, woy! Terobsesi amat sama laki-laki! Mana yang diobsesiin sok-sok tsundere padahal nggak cakep, pula!” *ngegas*

Sama tokoh yang banyak bacot dan reseh. Jatuhnya annoying kayak Nakamura Shinshin di My Dear Exes dan Kishibe Mitsuru di If Talking Paid.

21. Do you read its synopsis before watching dorama?

Kalau lihatnya di home Netflix, sih, nggak. Tapi kalau lagi nyari dorama bagus buat next season, biasanya iya.

22. What is the best dorama adapted from a book/manga?

Dorama adaptasi dari novel misteri, kayak Galileo dan Ties of Shooting Stars, yang diangkat dari novel-novelnya Keigo Higashino.

Ties of Shooting Stars, the best sih menurut saya. Karena misterinya dapat, cerita keluarganya juga dapat. Plot twist-nya juga sungguh ku tak menyangka. Huehehe.

23. Any dorama character you can relate to?

Nakagawa Masaya di Tokyo Tower. Hahaha.

Kenapa ketawa? Karena Masaya itu laki-laki. Tapi, kok, ya saya relate banget dengan kehidupannya. Sama-sama anak daerah yang melanjutkan kuliah di kota besar. Sama-sama anak kos yang hidup dari kiriman. Sama-sama hidupnya naik-turun dengan jalan hidup yang sebenarnya kalau mau dibanding-bandingkan nggak yang sampai susah banget, tapi konflik di dalam diri sendiri yang bikin hidup rasanya jungkir-balik. Sama-sama punya ibu yang aktif dan nggak pernah mengeluh soal hidup.

Jadi kangen ibu… Heuheu.

24. If you are only watch five titles for the rest of your life, what would them be?

Hmm… apa, ya? Karena jarang menonton ulang, bingung juga dengan pertanyaan ini. Sampai saat ini dorama yang pernah saya ulang bukan karena menunggu next episode-nya itu ada Tokyo Tower, Pride, Hana Yori Dango, Hanazakari no Kimitachi e (2006), sama Proposal Daisakusen.

Yak, pas lima ternyata! 🀣

25. Your least favorite dorama of all time?

Least favorite ini yang paling nggak disukai atau yang berada di bottom rank of my favorite, ya? πŸ˜…

26. What dorama that didn’t meet your expectation and vice versa?

Ini juga sudah ada di Doramatalk 2, ya… 😊

27. Remake you wish hadΒ never been made?

Hanazakari no Kimitachi e. Sungguh lah remake-nya membuat diriku pengen lempar-lempar barang… πŸ˜…

Untung akhirnya sebelum dilakukan, dihentikan saja menontonnya, bahkan dari lima menit pertama! Hahaha.

28. Right now think of any dorama, what comes first?

Tokyo Tower (lagi! πŸ˜‚). Karena ini disambi denger soundtrack-nya.

29. TV series, books, computer games, or movies in order of interest?

TV series (dorama ya maksudnya 😝), books, movies, computer games. Kapan ya terakhir main games di komputer? πŸ€”

30. Who are your favorite actor and actress?

Kalau dari segi akting, untuk aktor, saya suka dengan aktingnya Fujiwara Tatsuya. Dari jadi villain di film Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno & Legend Ends, Death Note, sampai jadi laki-laki baik hati yang socially awkward tapi tanpa sadar sudah membunuh (Yes, it’s a BIG SPOILER!πŸ™ˆ) di Reverse (dorama yang diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Kanae Minato, yang juga penulis Confessions), semua dimainkan dengan total dan nggak kayak lagi berakting which means he has a good acting skill, right?

Selain itu saya juga suka aktingnya Sakai Masato di My SO Has Got Depression, Hanzawa Naoki, dan Legal High.

Dua-duanya mungkin bukan ikemen banget gitu, tapi akting keduanya beneran bikin saya jadi ‘terhanyut’.

Untuk aktris ada banyak yang aktingnya bagus. Tapi saya suka akting Mitsushima Hikari sebagai anak ketiga dari lima bersaudara yatim-piatu yang jadi selingkuhan bosnya di All About My Siblings, dan Sugisaki Hana yang aktingnya juga nggak kayak akting dan mulai naik namanya karena Boys Before Flowers S2, dan Temp Staff Psychic Ataru.

Itu kalau dari skill akting. Kalau dari penampilan, ada banyaaaak dan seringnya ganti-ganti tergantung yang mana yang menurut saya cakep. Huahahaha.

Kalau dari tampang dan karakter, sampai sekarang masih dipegang oleh YamaKen cenchuuu *kyakya* *fangirling mode ON* 😝

Sedangkan untuk aktris banyak banget, OMG! Ya gimana ya, orang Jepang mah yang bukan artis aja banyak banget yang cakep beredar di jalanan. Sayangnya kebanyakan kurang photogenic, jadi kalau di foto nggak keliatan cantik. Apalagi artisnya, coba… 😍😍


Panjang banget ini tulisan, ya ampuuun… 🀣

Jangan lupa baca juga tulisan Eya di sini, ya…

Sampai jumpa di postingan berikutnya~~😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

15 tanggapan untuk “(Doramatalk Ep.5) 30 Questions Dorama Tag

  1. Baca no. 3 aaaa aku juga suka banget sama Shuji dan Akira, ini duo sampe di real jadi Kame to Yamapi wkwkwk..

    Terus sama banget soal HanaKimi wkwkwk sumpah ga penting banget ini yang keidean bikin remake, kayak ngapain jarak deketan bikin remake wkwk. Aku juga ga sampai beres 1 episode, aktingnya pada ga jelas πŸ˜‚πŸ˜‚

    Kita kebalikan yaa soal cara nonton πŸ˜‚ aku tim marathon, Hicha tim on-going wkwk

    Aku masih mikir habis Tengoku to Jigoku nanti mau nonton Promise Cinderella atau She was Pretty-nya versi Jepang *pake segala mikir dulu*

    1. Iya, Eya… padahal jaman itu masih pada rambut ala host 🀣🀣

      Gara-gara HanaKimi remake aku jadi ga suka sama Maeda Atsuko sampai sekarang, dong. Padahal bukan salah dia juga pun… πŸ™ˆ

      Aku tim marathon buat dorama yang rilis sekali jebret kayak AiB. Tapi cuma AiB doang, sih… hahaha. Kadang2 marathon dorama lama yang durasi episodenya kurang dari setengah jam. 10-12 episode pun bisa lah diberesin pas hari libur :3

      IMO lebih seru Promise Cinderella walaupun ceritanya klise banget. Tapi, aku seneng sama NakaKen di Kanojo wa Kireidatta. Pas lagi di luar kerjaan kok ya bisa sweet pisan :))

  2. Tim nonton drama on-going hadir! Wkwk. Aku juga sukanya nonton yang on-going karena biar nggak kena spoiler, sama kalau dipikir-pikir nggak ada waktunya juga sih untuk marathon πŸ€” *ikut-ikutan jawaban Kak Hicha* wkwk.
    Nomor. 21 juga samaan dengan Kak Hichaa! Kalau lagi cari sendiri, baru deh baca-baca sinopsisnya, tapi kalau udah direkomendasiin dari teman atau Netflix, aku nggak baca sinopsisnya lagi sih 🀣 hal ini juga berlaku untuk buku bacaan, hal ini jadi menambah poin surprisenya karena nggak ada ekspetasi sama sekali isi ceritanya seperti apa wkwk.
    Kayaknya kalau aku bisa jadi karakter sebuah film/series, aku pengin masuk ke genre Sci-fi deh soalnya pengin ngerasain gimana sensasi terjun langsung syuting genre sci-fi, jadi bisa lihat before-afternya gitu karena kalau sci-fi kan kebanyakan pakai greenscreen 🀣

    1. Toss sama, Lia! πŸ˜† Kalau dipikir2 iya juga, ya… kalau serial hits kalau ga nonton pas baru rilis per episodenya rawan kena spoiler wkwk. Untungnya untuk dorama penggemarnya ga se-massive drakor, jadi buat per-spoiler-an aku masih rada aman πŸ˜†πŸ˜†

      Genre sci-fi kalau jadi pemainnya gitu kah, Li? Buat pertanyaan ini kukira bukan sebagai pemain, tapi sebagai tokoh yang berada di dalamnya. Awalnya mau pilih genre thriller/crime mystery. Tapi kok ya serem, keselamatan tak terjami 🀣🀣🀣

  3. Tim Bingewatching mana suaranyaaa??? πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… *Coleekk Mba Hicha ehh Mba Eya maksudnya..
    Mba Hicha tim Makan sambil nonton ya..?? Tos dulu lah.. haha. Meskipun aku tontonannya masih kartun sih.. wkwk
    Kalau Mba Hicha, ada anime yang disukai nggak?? wkwk Maaf Oot.. Kepo aja mba.

    1. Aku tim bingewatching juga, kok… buat serial yang sekali jebret rilis, episodenya dikit, dan satu episode ga lebih dari setengah jam *ngaturr πŸ˜†πŸ˜†*

      Toss balik… kayaknya kalau makan ga sambil nonton tuh berasa ada yg kurang gitu, ya… hahaha

      Aku jarang nonton anime, sih. Anime terakhir yg serial (bukan film) yang kutonton itu Horimiya. Mau nyoba nonton KnY, episodenya lumayan, yaa πŸ˜…

      1. Btw, mas Zam saya komen di blognya mas Zam tuh masuk ga ya? Kayaknya berapa kali nyoba error mulu πŸ˜…

  4. oshin….aku jadi inget, dulu kalau orang orang bilang nonton dorama pasti bilangnya nonton oshin, aku sendiri nggak inget betul yang dimaksud oshin yang mana
    pokoknya yang disebut oshin
    ini kayaknya legend banget si oshin
    sekarang ini kalau nonton dorama kayaknya pantengin review mbak eya atau mba hicha aja, aku kurang apdet juga kalau per-doramaan. kalau kartun mungkin masih apdet dikit πŸ˜€

    1. Aku juga ga inget lagi jalan ceritanya, mba… πŸ˜…
      tapi, masih emang berasa banget sih legend-nya oshin ini.. :))
      mba Ainun lagi ngikutin kartun apa?

  5. Sepertinya dorama pertama yang aku tonton juga Oshin mbak Hicha. Kalo ngga salah dulu tayangnya di TVRI ya.

    Tapi dorama yang aku suka itu Doraemon sama detektif Conan, seru soalnya.πŸ˜„

  6. Dorama yg aku tahu juga Oshin hahahahah. Tapi aku ga rutin nontonnya. Cuma sepintas2 Krn pas ditayangin, kan masih SD ya. Mama nih yg suka bangt Oshin.

    Kalo genre dorama yg disuka, aku ttp LBH suka dorama horor, ATO yg berbau makanan hahahaha. Selebihnya kurang sih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s