Diposkan pada Experience, Japan and Japanese

2021 August Wrapped-up

Tahukah kamu, bulan Agustus dulunya bukan bernama August dan nama sebelumnya bukan untuk bulan ke delapan, tapi untuk bulan ke enam? Adalah Julius Caesar yang mengganti nama bulan tersebut, yang diambil dari Augustus, nama penerusnya.

Kenapa tiba-tiba ngomongin nama bulan?

Ya, nggak apa-apa, pengen aja. Atau lebih tepatnya pas lagi bingung aja mau bikin pembukaan postingan August Wrapped-up ini gimana. Hehehe.

PERSONAL THINGS

Seperti yang saya tulis di postingan ini, bulan Agustus lumayan hectic dengan kerjaan. Agak bingung juga mau menuliskan hal personal, entah itu hal baru yang dipelajari atau yang dirasakan di bulan ini. Buka three years diary juga ternyata isinya banyakan tentang kerjaan. Wow, dah lah ini hidupku kudedikasikan buat pekerjaan, emang… wkwkwk.

LinkedIn Learning juga tak tersentuh. WFH terus, kadang jadi sampe malem. Habis itu, tentu saja saya lebih memilih tidur daripada belajar. πŸ™ˆ

Paling yang masih dilakuin selama dua bulan ini cuma Peak dan Duolingo. Untuk Peak pernah bolong sehari, karena seharian di tempat customer. Jadi kelupaan, deh. Untuk Duolingo ada bolong juga 2-3 kali. Tapi, enaknya Duolingo mah bisa pakai mode freeze, sih, ya… Hihihi.

Awal-awalnya juga saya rutin mengerjakan kuis di Brilliant. Tapi, sejak akhir bulan Agustus akhirnya menyerah. Sudah nggak kuat otaknyaaaa 🀣

Ya sudah lah, pada akhirnya memang nggak semua yang kita inginkan bisa (sempat) kita dapatkan lakukan. Mau nggak mau memang harus membuat prioritas.

*yes, kalimat terakhir di atas sebenarnya hanyalah kalimat untuk menghibur diri πŸ˜›*


AUGUST’S SERIES/MOVIES

Tapi, sesibuk-sibuknya selalu ada sedikit waktu buat tontonan. Sama seperti buat makan, kayaknya bagi saya tontonan sudah menjadi kebutuhan. Karena makan adalah kebutuhan dan saya nonton sambil makan, jadi nonton juga merupakan kebutuhan.

*logika macam apa iniiii? 🀣*

Dua film, dua serial pendek, dan satu serial normal. Normal untuk dorama, ya… satu episode nggak nyampe 1 jam dan totalnya cuma 10 episode.

  • The End of The Tiny World

Nonton film ini karena Mackenyu lah, karena apalagi πŸ˜†

Bercerita tentang Kida dan Makoto, dua sahabat sejak kecil yang berbeda nasib saat dewasa. Kida ini orangnya kalem dan polos, jadi sering diprank sama Makoto yang ceria. Awalnya mereka tiga sahabat, dengan Yocchi sebagai satu-satunya perempuan dalam trio tersebut. Tapi karena suatu kejadian, jadi tinggal berdua saja.

Setelah dewasa, Kida menjadi negotiator di sebuah kelompok mafia, sedangkan Makoto menjadi pengusaha muda setelah bekerja keras dan akhirnya mengakuisisi perusahaan yang owner-nya sudah tua dan sakit-sakitan.

Meskipun nasib keduanya berbeda, mereka tetap berkomunikasi dan bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan.

Karena sering nonton atau baca buku bertema misteri, sebenarnya saya sudah bisa menebak-nebak akhir cerita film ini. Walaupun tetap ada satu scene yang bikin surprise kaget di akhir.

  • Rurouni Kenshin: The Beginning

Kalau film yang ini ditonton bukan karena ada Macken, tapi karena nanggung udah nonton yang The Final. Hehehe.

Ternyata film ini sendiri berlatar belakang sebelum Kenshin bertemu dengan Kaoru *yaiyalah πŸ˜…*.

Bercerita tentang Himura Kenshin menjadi dikenal sebagai hitokiri battousai, bertemu dengan sang istri, sampai akhirnya kehilangannya.

Dari segi aksi laga, film ini terasa antiklimaks kalau dibandingkan dengan The Final. Mungkin karena unsur romance-nya yang cukup mendominasi. Satu lagi yang agak mengganggu (di saya), karena syutingnya memang jauh setelah film pertama (Origins), jadi Satoh Takeru yang jadi Kenshin tampak lebih berumur, padahal setting film pertama tersebut adalah 11 tahun kemudian dari setting di film The Beginning.

Bingung juga saya, kenapa nggak The Beginning aja yang dibikin duluan, ya? πŸ˜…

Untuk film ini bisa ditonton di Netflix, ya…

  • Kotaro Lives Alone

Kalau yang ini bukan film, tapi dorama 10 episode dengan durasi 20an menit per episodenya. Bisa ditonton di Netflix juga.

Bercerita tentang Kotaro, bocah TK misterius yang pindah ke Apato Shimizu sendirian. Apato (red. apartemen) sudah diisi oleh pasangan kakek-nenek pemilik, mangaka yang tidak terkenal, wanita muda pekerja club hostess, dan seorang yakuza yang baru diceraikan istrinya.

Seiring dengan menetapnya Kotaro di sana, penghuni apato yang awalnya saling tidak mengenal jadi dekat satu sama lain. Kehadiran Kotaro juga membuat masing-masing penghuni lebih berani untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri-sendiri. Termasuk Kotaro sendiri, yang permasalahannya nggak bisa dibilang ringan untuk bocah umur lima tahun.

Tipe dorama slice of life yang menghangatkan. Mana gaya bicara Kotaro yang sengaja dibuat kayak tokoh kartun samurai idolanya itu sungguh menggemaskan, pula! πŸ˜†

  • Can’t Write! ~A life without scenario~

Dorama ini juga ada di Netflix. Bercerita tentang Yoshimaru Keisuke, seorang penulis skenario yang tidak terkenal. Berbanding terbalik dengan sang istri yang juga novelis best seller.

Sebenarnya saya sudah pernah nonton episode satu waktu masih ongoing di TV Asahi. Tapi waktu itu nggak tau kenapa nggak dapet aja feel-nya. Mungkin karena baru selesai nonton Ikuta Toma (yang jadi Keisuke) juga di If Talking Paid yang seperti judulnya, si Toma ini perannya banyak bacot. Hahaha.

Di dorama ini juga banyak dialog (plus monolog juga banyak), jadi bakal overwhelm kalau ditonton dekat-dekat dengan If Talking Paid.

  • My Dear Exes

Dorama ini juga ada di Netflix, tapi masih Netflix Japan *plak* πŸ™ˆ

Bercerita tentang Omameda Towako dan kesehariannya dengan tiga mantan suaminya. Ketiga mantannya tersebut, punya karakter yang unik. Mantan pertama yang juga ayah dari anak tunggalnya, bernama Tanaka Hassaku. Seorang people pleaser yang cari aman dan tidak bisa mengungkapkan isi hatinya. Dia diceraikan karena Towako tau kalau sebenarnya ada perempuan lain yang lebih dicintainya. Padahal Hassaku ini nggak macem-macem juga, sih… hanya cinta dalam hati saja. Tidak diungkapkan juga tidak berusaha PDKT dengan wanita yang dicintainya itu.

Mantan kedua Sato Kataro, seorang fotografer yang sangat perhitungan. Sekali dia berbuat baik, entah itu menraktir atau menolong orang lain, maka akan terus diungkit-ungkit tiap kali bertemu dengan orang tersebut. Tau sendiri lah ya, kenapa akhirnya mereka bercerai. Hehehe.

Mantan ketiga Nakamura Shinshin, seorang pengacara muda yang self-centrist dan perfeksionis. Padahal tampan, tapi sikapnya yang apaaa aja dipermasalahkan itu, bikin gedeg juga kalau lama-lama berada di dekatnya. Dia menceraikan Towako karena saat itu dia belum lulus bar exam, sementara si istri punya karir yang bagus. Setelah bercerai, Shinshin malah jadi corporate lawyer di perusahaan di mana Towako adalah PresDirnya πŸ˜…

Dorama ini juga bergenre slice of life di mana kita bisa melihat perkembangan karakternya bertumbuh bersama.


AUGUST’S BOOKS

Di bulan ini saya hanya bisa menyelesaikan dua buku saja. Lumayan, dari pada lu manyun *krikk*

  • Confession
English version pict source

Satu lagi novel Jepang bergenre crime mistery yang saya baca. Buku ini juga disponsori oleh teman blogger yang baik hati (coba tebak siapa? πŸ˜†). Berkisah tentang Yuko Moriguchi yang kehilangan putrinya akibat dibunuh oleh muridnya sendiri.

Kedua murid SMP yang jadi tersangka juga karakternya agak di luar nalar. Yang satu merasa dirinya jenius yang berada di antara orang-orang bodoh, yang satu lagi nggak pinter-pinter amat tapi punya ibu yang overprotective sampai-sampai apa aja dikomplain.

Setelah kejadian anaknya terbunuh itu, Moriguchi mengundurkan diri dari SMP tersebut. Sebelum mengundurkan diri dia membuat pengakuan yang juga agak di luar nalar. Karena pengakuan tersebut murid kedua mogok sekolah, sedangkan si jenius tetap sekolah dan mengalami perisakan. Tapi dia cuek saja walaupun dibully oleh teman-temannya.

Awal membaca buku ini, saya agak bingung dengan penuturannya. Seperti melihat seseorang yang sedang berbicara di forum dialog dengan entah siapa. Mungkin karena itu cover-nya begitu kali, ya…

Tapi, setelah 20an halaman, akhirnya saya mulai bisa menikmati dan menyelesaikan buku ini. Masih kalah seru dibanding Holy Mother-nya Rikako Akiyoshi, tapi plot twist-nya tetap asyik untuk dinikmati, kok.

  • Dunia Kafka

Saya sudah penasaran dari lama dengan karya-karya Haruki Murakami. Pernah coba baca Norwegian Wood, tapi terhenti di beberapa halaman pertama. Lupa juga kenapa nggak diselesaikan.

Kesempatan kedua diberikan oleh iPusnas. Buku ini saya temukan setelah iseng-iseng search nama penulisnya. Baru baca 100an halaman (dari total 607 halaman), saya istirahat dulu dua hari. Eh, bukunya sudah tidak ada di list pinjaman saya. Ternyata, peminjaman buku di iPusnas cuma untuk tiga hari saja. Kalau nggak ada yang pinjam, masih bisa diperpanjang. Sayangnya, novel ini antriannya aja sampai 300 orang πŸ™ˆ

Karena penasaran, saya antri lagi, dan baru dapat tiga minggu kemudian. Langsung lah digeber bacanya.

Buku ini sendiri berkisah tentang dua orang, Kafka Tamura dan Satoru Nakata. Kafka adalah anak laki-laki usia 15 tahun yang meninggalkan rumah untuk mencari hal yang benar-benar dia inginkan. Dengan kata lain, dia sendiri tidak tau apa yang dia cari.

Sedangkan Tuan Nakata adalah seorang pria lewat paruh baya yang tidak bisa membaca, tapi bisa berbicara dengan kucing.

Meskipun mengisahkan dua cerita yang berbeda, tapi keduanya saling berkaitan.

Novel yang ‘ajaib’ menurut saya. Gabungan unsur fantasi, misteri yang tidak dominan, dan pencarian arti hidup. Juga ada unsur Oedipus complex yang dijabarkan secara eksplisit, tapi entah kenapa penuturannya tidak bisa disebut vulgar atau picisan juga. Apakah ini yang disebut karya sastra dengan citra rasa seni yang tinggi?

Novel ini mengingatkan saya dengan Supernova-nya Dee Lestari. Membuat saya kagum dengan pola pikir penulisnya. Tapi cukup dibaca sekali-sekali saja. Agaknya dunia nyata sudah cukup membuat saya terlalu lelah untuk ikut berimajinasi dengan isi buku ini.


GLOBAL MATTERS

Apalagi coba event di dunia yang bikin heboh sedunia di bulan Agustus ini selain Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. 😊

Sudah sempat saya singgung di postingan yang ini. Sungguhlah kedua event ini seperti pelipur lara di tengah koronces yang masih berkeliaran ini.

Apalagi Indonesia mengumpulkan medali yang lumayan banget, kan…

Satu emas, satu perak, dan tiga perunggu di Olimpiade, juga dua emas, tiga perak, dan empat perunggu di Paralimpiade.

Terima kasih untuk semua atlet yang sudah berjuang. We are so proud of you! 😍😍

Semoga di bulan depan juga ada berita baik di tengah hoax dan segala berita yang bikin pusing, ya… Sebagai oase di gurun kehidupan gitu, kan…

*hayoo, kehidupan siapa yang kayak gurun? mudah-mudahan bukan kehidupan kita, ya… 😁✌*


Sampai jumpa di postingan berikutnya~ 😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

16 tanggapan untuk “2021 August Wrapped-up

  1. Bahahah.. aku malah baru dengar fakta Bulan Agustus.. πŸ˜†

    Dari banyak wrapped up yg aku baca. Banyak ngestate Agustus itu bulan yng lagi hectic2nya. Soalnya aku juga begitu mba.. ada aja ceritanya. Apakah ini berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia kah.? Jadi usaha kita di bulan ini sedang banyak di uji…

    Kalau mba Hicha bisa dpet tontontan netflix Jepang karena pernah punya akun jepang atau pke apa mba?

    Soal movie setuju.. udah kaya kebutuhan pokok sih.. lah abis mau gimana. Wong, hiburan paling aman ya cuma itu doang..

    1. Info ini kudapatkan saat bocah dari majalah Bobo wkwk

      Apa mungkin karena mulai mendekati akhir tahun kali, yaa? Ini aku kayaknya sampe Desember bakal berkejar2an dengan KPI hahaha

      Buat My Dear Exes ini aku nontonnya ilegal sih wkwk. Temenku yg di Jepang yg pernah story-in dorama ini. Dia bilang dia nonton di Netflix. Huehehe…

      Bener bangett… paling minim effort juga sih yaaa… yg bekerja hanya mata hahaha

  2. Paralimpiade belum pernah nonton, pasti seru ya
    aku juga baru denger sebenernya Paralimpiade ini,kurang apdet juga ternyata diriku hahaha
    agustus kemarin ehmmmm aku juga sibuk kerja, duh ini aku lagi ngedraft tapi belum selesai selesai hahahaha

    ehh nggak terasa sekarang udah mau setengah bulan aja ya dari bulan september ini
    semoga selalu ceria kayak judul lagu september ceria gitu

    kenshinnnnnn kesukaan aku, tapi yang ini belom nonton juga ahahah, netflix aku, belum aku perpanjang mbak,, malah Iqiyi yang aku aktifin

    1. Mungkin karena acaranya biasanya setelah olympic, jadi hype-nya kurang berasa kali ya, mba? πŸ˜‚

      Aamiin… jangan smp β€œwake me up when september ends” ya, mba… wkwkwk

      Aku baru denger tentang Iqiyi… πŸ˜†

  3. Iya yaa kenapa bulan Agustus kayaknya semua orang hectic πŸ˜‚ Apa karena ada peringatan kemerdekaan yaa jadi semangat kerjanya kebawa sama semangat perjuangan *cocoklogi wkwkwk*

    Ini aku jugaa nonton udah kayak kebutuhan deh, kayak ga ada kayaknya dalam sehari ga nonton. Se-enggak mood-nya paling sehari bisa ngabisin setengah episode serial laah πŸ˜‚

    Pikiran kita samaa, padahal di cerita The Beginning itu harusnya Kenshin masih 15 tahun, aku mikir kenapa ga pakai aktor yang lebih muda aja yaa secara karakternya Enishi pun diperanin sama yang lebih muda (ya karena jelas kelihatan masih kecil sih) πŸ˜‚

    Btw kenapa The Beginning ga dibuat di awal, karena memang di komiknya itu selipan flashback di arc-nya Kenshin vs Enishi. Kalau menurutku harusnya bisa dipadatin jadi The Final aja yang dibikin dua part (masih ga rela ceritanya dipangkas wkwk). Kayaknya The Beginning dibikin satu film sendiri biar Arimura Kasumi jadi pemeran utama πŸ˜‚

    1. Semangat mencari cuan ya, Eya? πŸ˜†

      Iya, kan… hiburan paling minim effort sih emang nonton tuh… wkwk

      Mungkin karena udah kadung ngontrak mas Takeru juga sih yaaa hahaha

  4. Mba Hicha, hola πŸ˜†

    Thank you info soal Agustusnya, saya baru tau ternyata begitu, hahaha. Jadi penasaran sama bulan berakhiran Ber, sejarahnya bagaimana ya kira-kira πŸ˜‚

    By the way, saya juga menonton Kotaro. Lucuuuuk banget diaaa 😍 Terus sekarang lagi lihat series Netflix lupa judulnya, yang mana bercerita soal satu laki-laki Jepang yang keliling Jepang untuk visit resto-resto hampir bangkrut gitu, mba. Tau nggak mba Hicha? πŸ™ˆ

    1. Hi, mba Eno
      Thanks juga sudah mampir… πŸ˜†

      Kalau Sept, Oct itu kalau ga salah artinya tujug dan delapan. Tapi kenapa dipakai suku kata -ber di belakangnya, ya? *malah nanya balik 🀣*

      Wah… si Kesayangan gapapa kalau nonton Jejepangan, mba? 😬
      Oh iya, saya juga lagi ngikutin itu. Resto2nya beneran ada di dunia nyata pula, ya… πŸ˜†

  5. Perkara pinjem buku di ipusnas tuh emang musti cepet2 baca ya. Orang kaya aku ga bisa tuh dengan waktu pinjem sebentar begitu huhu
    Makanya aku baca Belenggu Ilse kaga kelar dah huhu

    Kak Hicha mainan duolingo juga toh. Aku seneng sama fitur freeze nya wkwkwk karena itu streakku sudah setahun lebih 🀩

    1. Kalau nggak ada antrian, sih, bisa diperpanjang, ya… Tapi kalau yang mau pinjem juga banyak dan belum selesai, mau ga mau jadi harus antri lagi… Yah, the perks of pinjem di perpus sih, ya… 😁

      Wah… keren banget bisa sampai setahun gitu. Aku suka kelupaan nyetok freeze-nya. Hahahaha

  6. Cha jadi yg dorama kalo ga ada di Netflix, kamu liatnya di mana? Kadang penasaran sih mau nonton juga. Skr ini dorama yg masih aja aku blm selesai tonton si Tokyo midnight dinner tapi season yg terakhir . Aku lama seleseiin Krn memang LBH rutin donton drakor. Tokyo midnight diner ini buat refreshing kalo udh capek nonton yg drakor hahahah. Krn serialnya yg ringan dan ttg kuliner itupun

    Kotaro itu aku JD pengen nonton, apalagi sering muncul pas buka Netflix :D.

    Kalo aku malah kebalik, slalu ada waktu buat baca, itu rutin, makanya jumlah buku yg aku baca perminggu selalu on track :D. Tapi film memang lamaaaa, tergantung mood hahahah.

    Buku yg dunia Kafka, aku pikir buku Indonesia karena kata Kafka nya :D. Tapi pas baca reviewmu ini mix fantasi, Daaaaan segenre Ama Supernova, aku LGS mundur hahahahah. Supernova, dan banyak buku Dee yg lain jujurnya aku ga bisa enjoy. Ntah terlalu berat, ntah aku yg cepet bosen. Supernova aku stop baca Krn ga mudeng. Kalo fantasinya kayak JK Rowlings punya buku, aku suka.

    1. Terus pendek juga per episode ga nyampe setengah jam kelar ya, kak… :))
      Aku biasanya di dramacool atau watchasian. Tapi emang harus pasang antivirus yg mumpuni, karena iklan pop-upnya banyaaak XD

      Kalau udah biasa nonton drakor, nonton Kotaro jadi berasa kebantingnya, kak. Aktornya dibikin jadi kumuh gitu, sesuai perannya jadi komikus ga laku. Mandi jarang, ganti baju apa lagi. Wkwkwk.

      Iya, kak. Mungkin karena fantasinya itu membutuhkan daya imajinasi yg tinggi saking surrealnya. Susah bener dinikmati emang. Hahaha. Aku juga lebih senang JK. Rowling. Lebih seru juga jalan ceritanya. πŸ˜€

  7. Setujuu! Confessions ini bagus tapi masih kalah seru dengan Holy Mother 🀣. Menurutku Holy Mother itu lebih seru karena twistnya bener-bener di luar dugaan, dan alurnya cepat jadi makin berasa seru bacanya πŸ˜†
    Dunia Kafka juga bagusss! Kalau baca karya-karya Murakami tuh benar-benar kayak diajak berpetualang ke dunia magicalnya Murakami gitu, Kak~~ bukan tipikal buku yang bisa dibaca dengan cepat, tapi begitu selesai baca meninggalkan kesan mendalam karena pembaca merasa attach dengan karakternya. Bukan tipikal buku yang pengin di reread juga 🀣 tapi worth to read once in a lifetime πŸ™ˆ. Ayo baca karya Murakami lainnya, Kak~~ The Wind-up Bird Chronicle cobaaa wkwkwk

    Btw, di iPusnas waktu peminjaman biasanya 5 hari, tapi yang Dunia Kafka ini Kakak cuma dapat 3 hari? Apa mungkin karena banyak yang antri makanya jadi sebentar ya waktunya πŸ€”

    1. Iya ya, Li.. buku misteri tuh emang bakal lebih seru kalau alurnya cepat. XD

      Ah, iya, setuju! Worth to read once in a lifetime! Hahahaha. Sebenarnya banyak buku Murakami yang aku penasaran kayak Norwegian Wood atau 1Q84. Tapi, harus nyiapin mental dulu kayaknya. Biar bisa lebih total berimajinasinya. XD

      Oh iya, ya? Mungkin juga lima hari, sih… seingatku aku ga nyentuh bukunya hari Sabtu-Minggu, terus Seninnya bukunya udah ga ada lagi. Tapi lupa juga itu 100an halaman aku bacanya berapa hari. Wkwkwk. Dari hasil googling sih nyebutnya 3 hari. Jadi aja kukebut biar kelar dalam waktu segitu. Hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s