Diposkan pada Experience, Japan and Japanese

2021 June Wrapped-up

Sudah lewat pertengahan tahun, ya. Bagaimana 2021-nya? Kalau saya, sih, seperti layaknya kebanyakan manusia lainnya, memasuki pertengahan tahun, semangat jadi menurun. Huahaha.

Bulan Juni ini angka positif Covid-19 naik lagi. Malah semakin meningkat. Belum lagi tambah exhausted dengan segala berita yang bukan hoax aja udah bikin capek bacanya, apalagi ditambah hoax, buzzeRp dan war di dunia maya. Bikin saya pengen puasa media sosial aja rasanya. *tapi ga puasa-puasa juga πŸ˜…*

Eniwei, bulan Juni saya nggak ada yang terlalu berbeda dari biasanya. Masih kerja *alhamdulillah*, masih nonton dorama *tapi diselingi satu drakor, lho…*, dan masih baca buku *walaupun cuma satu yang kelar wkwk*.

PERSONAL THINGS

Kayaknya di bulan ini nggak ada yang cukup spesial untuk diceritakan di sini. Alhamdulillah masih sehat wal’afiat. Sempat diare gara-gara salah makan. Tapi, thanks to Halodoc, konsultasi dengan internist bisa via online saja dan syukurnya langsung membaik keesokan harinya.

Tapi di akhir bulan dapat kabar teman sedivisi positif Covid. Jadilah yang sedivisi diminta PCR semua. Saya sempat sutris juga. Lebih ke mikirin gimana ribetnya isoman, walaupun sebenarnya karena ngekos jadi berkurang kekhawatiran menularkan ke anggota keluarga. Tapi kosan dengan dapur dan tempat cuci bersama, bikin was-was dan bingung juga.

Alhamdulillah hasilnya negatif. Meskipun begitu, sampai saat ini saya tetap meminimalisir keluar kamar kosan, plus kalaupun harus keluar sebisa mungkin saat nggak ada orang, dan selalu pakai masker. Beneran jadi membatasi interaksi sosial gini, deh… heuheu.

Untungnya, walaupun punya kecenderungan extrovert yang mendapatkan energi dari interaksi orang lain, tapi saya nggak yang jadi kehabisan energi juga meskipun harus sendirian terus. Agak nggak masuk akal juga bagi saya yang ngomong kalau ekstrovert nggak berinteraksi itu jadi kehabisan energi.

Nggak masuk akal berdasarkan hukum kekekalan energi, tentunya. Gimana ceritanya, gitu, bisa kehabisan energi pas sendirian? Nggak berinteraksi, kan, berarti nggak ada proses konversi energi juga, jadi energinya dikonversikan jadi apa gitu?

*eaaa mulai overthinking 🀣*


JUNE’S SERIES/MOVIES

Kalau di bulan Mei, saya cuma menyelesaikan satu judul dorama, di bulan Juni langsung borong, dong… πŸ˜‹πŸ˜‚

  • Move to Heaven

Ini drakor pertama yang saya selesaikan di tahun ini. Alasannya, tentu saja karena durasinya yang kurang dari satu jam per episode, plus cuma 10 episode.

File:Move To Heaven-mp1.jpeg
pict source: here

Berhubung fans drakor itu banyak, kayaknya udah pada tau, ya, tentang series ini.

Ceritanya sendiri berkisah tentang single father, Han Jeong-U dan anaknya Han Geu-ru yang mengidap sindrom Asperger dan membuka jasa trauma cleaners atau servis membersihkan kamar/rumahnya orang yang sudah meninggal.

Sayangnya, di episode 1 si Bapak malah meninggal dan dia sudah meninggalkan wasiat melalui pengacara istrinya (yang sudah duluan meninggal) untuk menjadikan adik tirinya, Cho Sang-Gu sebagai wali. Han Jeong-U sendiri sudah lama terpisah dari si adik karena suatu kejadian di masa lalu. Setelah menemukan keberadaan Sang-Gu, malah si adik ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara, dan timing keluarnya Sang-Gu dari penjara malah pas saat Jeong-U meninggal dunia.

Ceritanya selain berlanjut jadi hubungan antara Geu-ru dan Sang-Gu, juga tentang almarhum-almarhumah yang mereka bersihkan kamar/rumahnya.

Saat mulai menonton ini, saya sudah berekspektasi akan menonton drakor dengan segala tipikal drakor-nya. Dan kecuali untuk absennya second lead, ekspektasi saya terpenuhi.😁

  • Ali & Ratu Ratu Queens
Berkas:Poster film Ali & Ratu Ratu Queens.jpg
pict source: here

Tentang film ini sudah saya jadikan post tersendiri di sini. Sila mampir kalau mau baca πŸ˜‰

  • Rurouni Kenshin: The Final
pict source: here

Film ini juga sudah saya bahas dalam satu postingan tersendiri di sini. Wah… bulan Juni ternyata saya rajin bahas film, ya… 😁

  • Rurouni Kenshin: Origins
pict source: here

Awalnya saya nonton Rurouni Kenshin: The Final dengan English subs. Terus, tetiba pengen nyobain nonton dengan Japanese subs, jadi saya ajaklah yang belum nonton buat nobar online. Eh, ternyata di Netflix Jepang, seri ke empat tersebut belum ada. Mungkin karena masih tayang di bioskop kali, ya?

Tapi sudah ada seri pertama sampai ketiga. Berhubung di Netflix Indonesia malah yang kedua dan ketiganya yang nggak ada, akhirnya diputuskan buat nonton yang ada di kedua negara aja.

Untungnya, walaupun sebelumnya sudah nonton, tapi berhubung nontonnya di Jepang, tanpa subtitle, dan kemampuan bahasa Jepang saya masih cekak, jadi saya masih tetap menikmatinya.

Di seri pertama ini, topik utamanya tentang pertemuan Kenshin dengan Kaede dan tokoh-tokoh lainnya.

Setelah nonton seri keempat, nonton di seri pertama ini kelihatan banget Rurouni Kenshin-nya masih muda… Yaiyalah… pas syuting Satoh Takeru baru berusia 22 tahun, sedangkan The Final, syutingnya saat dia berusia 28 tahun.

Tapi aktris-aktrisnya kok nggak gitu kelihatan bertambah usianya, ya? Duh, apakah ini juga berkaitan dengan biaya perawatan ala artis Jepang? πŸ˜†

  • Kaguya-sama: Love is War
File:Kaguya-sama- Love Is War-P1.jpg
pict source: here

Judul ini ada film, ada mini serinya juga. Mini serinya benar-benar mini. Cuma lima episode, satu episodenya sepuluh menit saja, dong… Hahaha.

Berkisah tentang persaingan cinta ala anak SMA antara Shirogane Miyuki, Presiden Dewan Murid (kayak OSIS gitu, kali, ya… Eh, sekarang masih ada OSIS nggak, sih? *mulai hilang fokus πŸ˜†*) di sekolah elit dengan Shinomiya Kaguya, wakilnya sendiri.

Dua-duanya jenius di akademis, cakep, pokoknya masuk golongan populer di sekolah, gitu.

Sebenarnya dua-duanya saling suka, tapi sama-sama gengsi, sehingga membuat semacam perjanjian tersirat siapa yang duluan menyatakan perasaannya maka dia yang kalah.

Tontonan ala-ala komik, karena memang diangkat dari manga berjudul sama. Nonton ini nggak perlu mikir dan nggak perlu jadi baper juga. Cukup nikmati aja ke-lebay-annya. Wkwkwk.

Tapi, meskipun saingan, dua-duanya nggak berantem, kok… beneran saingan secara tersirat lah pokoknya. 🀣 🀣

  • Rikokatsu
File:Rikokatsu.jpg
pict source: here

Saya termasuk fans-nya mbak Keiko yang jadi heroine di dorama yang jadi comeback-nya setelah melahirkan anak pertamanya enam bulan sebelumnya. Baru lahiran tapi tetap kurus banget, tuh, bikin ku harus salut atau merasa kasihan, nih? πŸ˜…

Ceritanya sendiri tentang Saki yang bertemu jodoh saat tersesat di gunung, setelah sebelumnya diputusin oleh pacarnya yang sudah berhubungan dengannya selama lima tahun.

Nggak pake lama, Saki dan Koichi, tentara anggota regu penyelamat yang menyelamatkannya itu menikah. Ternyata, baru hari pertama sampai di rumah sebagai pasangan suami-istri, keduanya sudah bertengkar hebat dan tak lama kemudian memutuskan untuk berpisah. Hanya saja, karena usia pernikahan yang masih sangat sebentar membuat mereka ragu untuk mengatakan pada orang-orang terdekat mereka. Belum lagi, orang tua keduanya juga bermasalah dan memutuskan untuk berpisah juga. Makin tertunda lah niat keduanya.

Ini juga tipe dorama romcom yang ringan, tapi sarat pelajaran hidup, terutama tentang berumah-tangga. Pernikahan di Jepang mungkin memang sangat simpel, cukup masukkan selembar dokumen, sudah resmi jadi suami-istri. Perceraian di sana juga begitu. Cukup dengan selembar dokumen.

Meskipun dorama ini bukan dorama yang ‘berat’, tapi di sini kita bisa belajar mengenai banyak hal yang diperlukan dalam pernikahan. Apalagi untuk dua orang dengan latar belakang dan karakter yang benar-benar beda seperti Saki-Koichi. Ada hal-hal yang harus dikompromikan jika ingin tetap bersama dan butuh komunikasi dua arah untuk mempertahankan pernikahan.

  • Kikazaru Koi ni ha Riyuu ga Atte
File:Kikazaru Koi niha Riyuu ga Atte-P1.jpg
pict source: here

Kalau dorama yang ini saya tonton karena tertarik dengan karakter Fujino Shun yang diperankan oleh Yokohama Ryusei. Beberapa kali nonton doramanya, karakternya banyak yang serius, gitu. Di sini dia jadi minimalist yang outgoing, ceria, dan tidak ingin merasa terikat. Termasuk terikat oleh mimpi dan cita-cita. Baginya, cukup punya barang dan penghasilan secukupnya. Bajunya aja cuma dua pasang kayaknya. Hahaha.

Mencari uang pun dilakukan secukupnya. Pekerjaannya adalah chef sekaligus pemilik foodtruck makanan Spanyol. Kalau di bulan tersebut penghasilan yang didapat sudah mencapai target, dia tidak akan membuka foodtruck-nya.

Di sisi lain ada Mashiba Kurumi, seorang influencer yang bekerja sebagai PR dari perusahaan penyedia produk dekorasi ruangan. Kurumi adalah perempuan pekerja keras dan selalu ingin tampil perfect di setiap kesempatan. Berbeda 180 derajat dengan Fujino.

Karena sesuatu dan lain hal, keduanya bersama dua orang lainnya jadi tinggal di share house milik Saotome Koko, seorang TV personality di bidang kuliner, yang awalnya menyewakan kamar-kamar di rumahnya karena akan sekolah lagi di luar negeri. Tapi sayangnya dia tertipu oleh agen yang mengurus keberangkatannya. Sehingga dia pun tidak jadi pergi dan tetap tinggal di rumah tersebut bersama keempat penyewa lainnya.

Sebenarnya saya nggak suka-suka amat sama dorama ini. Apalagi, chemistry Fujino-Kurumi yang kurang ‘dapet’. Tapi, yah, tetap diselesaiin juga, sih… Hehehe.

  • Nemesis
File:Nemesis-Japanese Drama-P1.jpg
pict source: here

Kalau yang ini, dorama bertema detektif yang tidak berat. Malah ada komedinya tipis-tipis. Bercerita tentang kasus-kasus yang ditangani kantor detektif Nemesis dengan Kazama Naoki sebagai detektif utama (tapi sebenarnya kemampuan menyelidiki rada ‘jongkok’) dan Mikami Anna, asisten yang jadi ‘otak’ dibalik penyelesaian kasus-kasus yang mereka hadapi. Anna sendiri kembali ke Jepang setelah lama di India untuk mencari ayahnya yang tiba-tiba menghilang. Kasus-kasus yang mereka tangani, sedikit banyak memiliki benang merah dengan hilangnya ayah Anna.

Berhubung ini cerita detektif, tapi dibuat ringan, jadi berasa kurang ‘seru’. Tetap lumayan buat mengasah kemampuan analisis kita, tapi kurang meninggalkan kesan untuk saya.

Padahal rambutnya Hirose Suzu yang jadi Anna lucu, ih… *lho?*

  • Renai Mangaka
pict source: here

Dorama ini berkisah tentang Karibe Seichiro, mangaka atau comic artist spesialis shojo manga (komik Jepang dengan target pasar ABG perempuan) bertema percintaan yang laris. Padahal dia sendiri seumur hidupnya belum pernah berhubungan dengan perempuan. Baginya cinta itu hanya untuk digambar, tidak untuk dialami sendiri.

Suatu hari di upacara kematian adiknya, dia bertemu dengan Kuon Aiko, salah satu mantan adiknya yang juga jadi staf di rumah duka. Yes, si adik ini mantannya banyaaaak. Tapi Aiko yang dipacarinya di SMA, satu-satunya yang menyatakan cintanya sampai lima kali.

Ckckck… yang begini ini nih yang bikin misleading. Kayaknya belum pernah saya ketemu cewek Jepang yang nembak duluan. Nggak tau juga kalau di SMA ke bawah, ya… Tapi cewek Jepang yang pernah saya temui semuanya ‘ditembak’ instead of ‘menembak’.

Ada juga, sih, yang nggak pakai ‘penembakan’ terus terjebak jadi FWB πŸ™Š

Oke, balik ke dorama tadi, Aiko sendiri dipecat dari rumah duka, dan diminta keluar dari kontrakannya karena kontrakan tersebut mau direnovasi. Berhubung Seiichiro lagi stuck, nggak punya ide untuk manga berikutnya, akhirnya dia meng-hire Aiko yang nggak punya uang dan tempat tinggal, untuk ambil bagian dalam pseudo-romance sebagai materi manga-nya.

Dorama ini juga dorama ringan, yang nggak diselesaiin juga nggak apa-apa sebenarnya *lah, terus kenapa diselesain, sis? πŸ˜…*, alias tidak meninggalkan kesan mendalam buat saya.

Sayang banget, padahal Yoshioka Riho yang jadi Aiko cantik banget yaa Allah… nggak ngerti lagi, dah, pokoknya… 😻


JUNE’S BOOKS

Beneran berkebalikan dengan bulan Mei, di bulan Juni saya cuma bisa selesai satu buku. Buku pertama non-fiksi berbahasa Inggris yang berhasil saya selesaikan. Makanya cuma bisa selesai satu. Bacanya lama dan dihayati pelan-pelan

  • Atomic Habits: An Easy and Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones
pict source: here

Buku ini saya beli dari hadiah quiz tebak-tebakannya mba Eno. Merupakan salah satu buku pengembangan diri yang sangat laris, tentang bagaimana caranya menumbuhkan kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan buruk dalam hidup kita.

Kayaknya nggak cukup, ya, kalau isinya dibahas di sini. Haruskah kubuat review-nya dalam satu blogpost tersendiri? *bertanya pada si Brown yang dengan enaknya nangkring di kasur orang! ckckck*


GLOBAL MATTERS

Mari kita kesampingkan terlebih dahulu tentang pandemi yang belum terlihat titik terangnya di Indonesia kapan akan kelar.

Di bulan Juni ini ada seorang ilmuwan yang mengklaim dirinya sudah bisa memecahkan Hipotesis Riemann. Satu dari tujuh Millenium Prize Problems, yang membahas tentang distribusi bilangan prima dalam suatu fungsi matematika. Tapi, setelah saya telusuri lagi, sepertinya klaimnya belum diakui oleh institusi yang mengeluarkan Millenium Prize Problems tersebut.

Oh iya, barang siapa yang bisa memecahkan satu di antara tujuh persoalan tersebut, akan dihadiahi satu juta dollar, lho… Yah, siapa tau yang baca postingan ini ada yang tertarik, kan… Lumayan, bisa buat biaya hidup ‘normal’ seumur hidup. πŸ˜‰


CLOSURE

Tetap panjang ya postingan wrap-up, tuh… πŸ˜…

Sampai jumpa di postingan selanjutnya~ 😘

Penulis:

To many special things to talk about... =p

21 tanggapan untuk “2021 June Wrapped-up

  1. Syukurlah Kak Hicha negatif πŸ™πŸ» belakangan ini pandemi di Indonesia benar-benar lagi dahsyat ya 😒 hampir setiap hari ada berita duka hiks. Semoga kita semua bisa survive dari pandemi ini ya Kak dan selalu diberi kesehatan πŸ™πŸ»

    Wiih akhirnya Kak Hicha nonton drakor lagi 🀣. Gimana gimana? Habis ini bakal nonton drakor lagi nggak? Hahaha.
    Oiya aku sempet skimming nonton Kenshin ngikutin Si Prikitiew 🀭. Btw, pas pertama lihat muka aktornya tuh aku ngerasa nggak asing, pas aku coba ingat-ingat dan recheck ternyata aku pernah nonton dia pas dia jadi kamen rider 🀭. Dulu sampai sekarang yaampun mukanya nggak berubah!!
    Btw lagi Kak, itu aktor yang main Love is War kok mukanya mirip artis Korea ya πŸ€”
    Ayo bikin ulasan Atomic Habits!! Akutu pengin baca tapi nggak yakin sanggup mengingat halamannya yang tebal 🀣

    1. Iya, nih, Li… Belum lagi ditambah banyaknya hoax. Bikin pengen melambaikan tangan ke kamera πŸ™ˆ

      Sesuai ekspektasi, Li… drakor tetaplah drakor, banyak dramanya… *yaiyalah namanya aja dramaa πŸ˜…*
      Tapi, tetap ada hikmah yang bisa diambil, sih… terutama perihal melepaskan kenangan sama hubungan keluarga. Kayaknya aku bakal nonton-nonton aja selama satu episodenya kurang dari sejam. Hahaha.

      Bener, Li… Wah, Lia nonton Kamen Rider juga?

      Oh iya? Mirip artis Korea yang mana gitu, Li? Itu namanya Hirano Sho, salah satu idol dari Johnny’s Entertainment, sekelas SM Ent kalau di Korea kayaknya. Tapi kalau kualitas suara, idol Jepang levelnya jauh di bawah idol Korea, sih… kadang bikin aku jadi mikir, ini kenapa ga teman2ku aja yg jadi idol, suara mereka jauh lebih bagus daripada idol beneran. Wkwkwk.

      1. Pernah nonton dulu kayaknya waktu SMP atau SMA deh terakhir nonton wkwk. Itu juga nontonnya pas Kamen Rider masih ada sisa-sisa jejak di TV 🀣

        Mirip artis korea yang namanya Hero itu anggota DBSK, Kak, wkwk. Tapi barusan aku Googling dan lihat lebih jelas, beda sih πŸ˜‚ Cuma di poster drama di atas aja kelihatan agak mirip 🀣.
        Soal kualitas suara, aku belum dengar banyak penyanyi dari Jepang nih πŸ˜‚ Cuma kalau yang cewek-cewek anggota AKB dibanding sama idol di Korea, memang suara dan dancenya juga kontras banget perbedaannya Kak πŸ˜‚. Pas ada show pencarian bakat di Korea yang judul shownya Produce48, di situ kelihatan perbedaannya sih, cuma kelihatannya karena perbedaan budaya aja. Nah, coba ajak teman-teman Kakak untuk daftar ke AKB aja πŸ™ˆ

      2. DBSK itu TVXQ kan ya?

        Iya kali ya… kalau di Jepang yang dipilih bukan yang emang berbakat, tapi yang kira-kira bisa berprogress gitu kali ya? *malah nanya Lia 🀣*

        Yah, Li, teman-temanku mah udah kepentok di umur… wkwkwkwk.
        Yang kubilang kualitas suaranya b aja itu para idol group member gitu, sih… kalau penyanyi solo atau band masih banyak yang bagus. Kadang aku mau nyobain lagu-lagu mereka berasa susahnya. Berasa kayak ga ada jeda buat ambil napas. Hahahaha.

  2. mengonsumsi berita hoax, keributan di medsos itu sungguh menghabiskan energi mbak icha. Makanya sering ga peduli dengan keributan di medsos. Lebih memilih untuk menyerap informasi yang bermanfaat.

    aku juga ekstrovert mbak. Seneng ngobrol dengan banyak orang. Agak melelahkan sih kalau ppkm gini. mesti pinter2 nyari sumber energi lainnya..hiiks

  3. ayooo mba, review atomic habitsnya hihihihii. buku ini emang ngehits banget yak, aku juga baca tapi gak review karena magher jadi baca review orang aja ((nyebelinnn))

    worth to reread sih kalau buatku soalnya kalo mau praktekin harus baca ulang. berfungsi sebagai how-to jadinya 🀣

    1. wkwkwk… nah, itu dia mba mega, ini kenapa aku jadi ikutan magher, ya… 🀣 *yosh, ngumpulin niat*

      Bener banget, mba… makanya aku ga ngerasa rugi belinya. Belakangan kalau novel lebih milih buat baca di GD aja, tapi kalau buku yang aplikatif kayak gini, asa sayang baca versi digitalnya πŸ˜†

  4. Aku medsos malah udahh hhmm bye2 goodbye.. πŸ˜… ehh tapI nggak juga si.. wkwkwk.. cuma skrang udah jalan lebih dri seminggu pakai fitur Digital WellBeing di HP. Jadi, instagram sama tiktok khususnya, sehari 15 menit aja. Sama janji ngehide’in story orang2 yg sering posting postingan nggak jelas.. sumber beritaku cukup dari Catch Me Up aja… wkwkw πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

    Mba suka marvel nggak sih?? Wkwkw.*nanya doang 🀭
    Btw, mb hicha udah pernah baca buku second sister…?? Kalau belum.. itu buaaaguuusss banget. 😁

    1. Wah… sehat banget mas bayu, di medsos total 30 menit cukup… πŸ‘πŸ‘
      Emang bagusnya gitu, sih, ya… mending waktunya dipake buat ngerjain yang lain. Biar lebih produktif, gitu… hihihi.

      Aku sebenarnya suka film action, tapi pengennya ditonton di bioskop aja, biar seru, gitu…
      Sayangnya, kalau MCU, baru ngikutin Iron Man, udah ke Jepang, terus di sana film-film Hollywood tuh keluarnya lamaaa. Belum lagi tiketnya mihil. Jadi yasudah lah, kurelakan saja Captain America dan teman-temannya. Balik-balik udah premiere End Game aja. Kutonton juga, sih… tapi asa ada yang kurang *yaiyalah… plot hole-ku udah kebanyakan 🀣*

      Wah, kayaknya ini untuk yang kesekian kali aku direkomendasiin Second Sister. Baiklah, mari kita masukkan ke reading list 😊

  5. Aku pas kapan pengin baca Kaguya Sama Love is War tapi di shonen jump ternyata ga termasuk yang subscribed, harus bayar lagi zzz.. Doramanya yang main menarik-menarik yaaa Hirano Sho sama Hasimoto Kanna (suka banget sama Kanna gara2 Gintama live action), apa aku nonton doramanya aja dulu yaa πŸ€”

    Rikokatsu sama Nemesis juga ada di list-ku.. Jadi inget ada temen yang pernah bilang kalau Sakurai Sho main dorama tuh biasanya doramanya memang agak cenderung biasa aja ga yang menarik gimana gitu.. Tapi aku tertarik sama Suzu-nya sih apalagi rambutnya lucu banget haha

    1. Nonton aja dulu, Eya… cuma satu film dan super mini drama, meleng dikit udah abis aja pokoknya. Hahaha.
      Ah, iya… Hashimoto Kanna ini tipe cewek cantik yang ga jaim jadi bodor, ya… Kayaknya cuma di Nemesis (yes, ada Kanna juga di Nemesis) aja yang pernah kulihat dia main rada serius. Mungkin ada yang lain, tapi aku belum nonton. Hehehe.

      Tapi Family Game sama Yamada Taro Monogatari bagus, lho… Apalagi Family Game, duh… nontonnya sampe pusing karena ceritanya rada ekstrim. πŸ˜†

  6. Alhamdulillah mbak Hicha baik-baik saja.

    Aku sudah jarang sih buka medsos soalnya kurang tertarik, paling sesekali buka Facebook buat masuk grup, lihat ada keributan apa di sana, seru juga lihat orang berantem.🀣

    Itu yang Kaguya-Sama: Love is war ngeselin ya, masa cuma lima episode dan tiap episodenya cuma 10, ibaratnya baru pemanasan eh tahu-tahu udah bersambung, play lagi eh tahu-tahu tamat. Kalah jauh dengan ikatan cinta, tukang ojek jengkolan atau tukang bubur naik sepeda yang jumlah episodenya berjilid-jilid.🀣

    1. Hahahaha… emang kalau ada yang berantem-berantem gitu, lebih baik jadi penonton aja ya, mas… πŸ˜…

      Ga sekalian Cinta Fitri yang sampe season 7, mas? Eh, apa jangan-jangan Ikatan Cinta udah malah udah season 8, ya? 🀣

  7. juni yang produktif ya Hicha, alhamdulilah
    aku sendiri di bulan juni malah ga produktif hahaha, sebulanan isoman gara-gara hasil test covidnya positif
    palingan juga ngeblog aja selama itu, BW kesana kemari buat hiburan dan nontonin drama
    drama yang aku pilih yang ringan dan lucu lucu aja, soalnya menghindari yang adegan nangis nangis gitu mbak di bulan juni

    1. produktif dari segi tontonan ya, mba? 🀣

      sekarang sudah sembuh kan ya mba? iya, mba, pilih yang bikin happy aja biar imun naik ceunah. Hehehe.

  8. Ya ampuuun Cha, aku lagi berpikir, apa aku hrs bikin list to be watched baru khusus dorama Jepang???? Hahahahha.

    Yg drakor aja udah 90an liatnya, walopun setengahnya udh aku tonton sih. Tapi aku sukanya dorama Jepang Krn singkat. Eps juga pendek. Makanya aku betah nonton beberapa, walopun ini gara2 list drakor, yg Tokyo midnight story’ season 2 jadi blm tamat2 hahahah

    1. itu yg 90an list drakor ya, kak? wow… bisa buat tontonan setahun lebih itu… wkwkwk.
      iya, kak. buat yang span focusnya pendek kayak aku, dorama udah paling pas. Yg bikin sering mundur nonton drakor itu ya gara2 1episodenya bisa 1.5jam. belum kelar 1 episode ku sedah lelah duluan. wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s