Posted in MindTalk

Beyond Happy in February

February has always been my month and other people who were born in this month 😝. Setiap bulan Februari seiring dengan berkurangnya usia, seolah diingatkan kembali bahwa I am blessed and humbled, and nothing I can do but to be grateful for that. Saya sampai pernah bikin blogpost panjaaang tentang ini di sini.

Ditambah lagi, beberapa hari yang lalu membaca postingan mba Eno tentang CR Challenge #2 dengan tema tiga hal yang menyenangkan di bulan ini. Langsung dah bibir jadi memanjang lima senti dan hidung pun kembang-kempis kesenengan saat mengingat hal-hal menyenangkan itu kembali. Iya, sesenang itu kalau diminta mengingat hal-hal yang menyenangkan, mah… Kayaknya nggak cukup kalau cuma disuruh menuliskan tiga saja.πŸ˜†

Makdarit, saya ingin memasukkan β€˜membaca postingan CR Challenge 2 di Creameno’ sebagai hal menyenangkan ke nol alias sebelum yang pertama. Karena bisa dibilang sebagai pembuka dari mengingat kembali hal-hal yang menyenangkan yang terjadi di bulan ini. 😊

Sebagai pembuka, karena dari situ juga saya sadar there is no journey that always pebbly, and there is no storm that wouldn’t be gone. Badai pasti berlalu, ceunah!

Plus, bonus double rainbow lagi sesudahnya 😊

Hal menyenangkan yang saya nobatkan jadi yang pertama adalah…

*BGM drum roll*

*biar seru*

*seru sendiri aja biarin 😝*

Di bulan ini saya mulai baca buku lagi, dong… Yeyeyeye! *girang bener, ya, bu… 🀣*

Pas di tanggal satu lagi mulai bacanya. Makanya cocok ditempatkan di posisi pertama. Anggap saja sesuai urutan. πŸ˜‰

Teracuni dari teman-teman blogger, akhirnya saya nyobain Gramedia Digital. Dan dalam seminggu, tiga buku pun kelar dilahap habis.

β€˜Gadis Minimarket’ jadi pilihan pertama saya. Membacanya, membuat saya bernostalgia dengan konbini atau minimarket di Jepang yang buka 24 jam. Kalau di kota besar, malah hampir setiap 300 meter selalu ada.

Belum lagi saya jadi membayangkan rak-rak dan susunan barangnya; mesin ATM, mesin fotokopi, bahkan di beberapa chain minimarket besar ada mesin untuk membeli tiket bus, tiket masuk taman bermain dan museum, hingga tiket konser!

Tentu saja saya juga jadi ikut membayangkan dialog asli dalam Bahasa Jepang sambil mengenang kembali bagaiamana SOP pelayanan staf di sana, juga beberapa cerita dari teman yang pernah kerja part-time shift malam di sana.

Meskipun cerita novel tersebut cenderung datar dan gelap, tapi bernostalgia dan membayangkan tentang hal-hal di atas, cukup untuk membuat saya senyum-senyum sendiri karena senang.☺️


Oh! My Boss! Love is Bonus Book

Aak, ini nih racun menyenangkan yang saya temukan dan bikin happy, sekaligus bikin saya jadi jarang BW. Baca buku pun jadinya mentok di 4.5 buku saja (3 dari GD, 1.5 buku fisik). πŸ™ˆ

Bagaimana tidak, dorama ini masih ongoing, tapi semua episode yang sudah rilis, sudah saya tonton sekitar >2-3 kali, dong… 🀣

Emang dah, seseru-serunya dan sesuka-sukanya saya sama tontonan bergenre thriller atau action, tetep aja si romcom juga yang bisa bikin senyum-senyum sendiri, cengar-cengir, ber-aaaw co cuitt, geuleuh, tapi doyan 🀣🀣🀣

Sayangnya nggak semua serial romcom bisa bikin saya happy. Jaraaang banget sampe bikin saya pengen nonton ulang.

Pokoknya mah harus pas komposisi dari alur cerita, akting, dialog, sampai ke tone dan angle pengambilan gambar, kostum pemain, dan properti syuting. *banyak, yaa 😝*

Dan bagi saya, semuanya pas di dorama ini.

Dorama ini sendiri bercerita tentang Nami Suzuki, seorang gadis freshgrad dari Kumamoto (sebuah prefektur di Pulau Kyushu, kira-kira 1000km dari Tokyo), yang cita-citanya jadi orang biasa-biasa dan sederhana saja. Stabil di pekerjaan, menjalanai kehidupan average selayaknya orang biasa. Baginya mimpi dan ambisi cuma menyusahkan, tidak hanya diri sendiri, tapi juga orang lain di sekitarnya.

Nami melamar pekerjaan di bagian administrasi material sebuah penerbit di Tokyo. Tapi karena suatu kejadian dia malah diterima sebagai asisten Chief Editor untuk sebuah majalah mode bulanan terbaru penerbit tersebut, dan rencananya majalah tersebut akan diterbitkan dua bulan kemudian.

Si Chief Editor, bos-nya Nami yang disebut-sebut sebagai Monster Boss ini, bikin hidup Nami jadi bertolak-belakang dengan yang dicita-citakan. Belum lagi ada Junnosuke, seorang photographer berkarakter koinukei (子犬系 atau puppy type, sebutan untuk karakter orang yang sangat tulus dan polos) yang jadi love interest di cerita ini.

Dorama ini, judulnya biasa disingkat jadi BossKoi. Kata pemainnya, sebegai representasi hidup Nami yang dibikin jungkir-balik oleh si Boss dan laki-laki Koinukei tadi.

Premisnya mungkin nggak terlalu spesial. Tapi pengemasannya, sungguh bikin yang nonton (saya maksudnya πŸ˜›) terhibur.

Tentu saja, seperti kebanyakan dorama, di sini nggak ada orang jahatnya. Bahkan si Monster Boss aja, walaupun dingin dan terlihat kejam, tapi semua yang dilakukan bermakna dan demi keberlangsungan MIYAVI (nama majalahnya) juga.

Junnosuke-nya juga, walaupun airhead alias polos, tapi bukan tipe yang oon, gitu. Masih bisa bersikap bijak dan berusahan untuk selalu ada buat Nami. Meskipun begitu, ada beberapa sikapnya yang kadang bikin Nami emosi sendiri. Yah, namanya aja manusia, ya… mana ada yang sempurna.

Yang jelas, semua tokoh-tokoh di sini bertumbuh. Nami yang keukeuh sama keinginannya buat jadi orang biasa-biasa saja, semakin ke sini semakin mengerti bahwa menjadi average dalam pekerjaan itu bukan berarti tidak berusaha. Setidaknya harus tetap mengusahakan minimal sama seperti orang biasa lainnya.

Yah, di episode awal-awal si Nami ini protes mulu sama kerjaannya. Selalu pakai alasan, β€œgue tuh cuma mau jadi orang biasa aja, kenapa dikasih kerjaan kayak gini?”

Mana Junnosuke selalu mendengarkan gitu pula, kan… Plus ikut bantuin ini-itu, pokoknya selalu berusaha ngasih solusi gitu, deh… makin-makin lah diri ini jadi ihiiiw ihiiw sendiri.

Pokoknya, hanya dengan nge-ship mereka berdua aja, saya jadi super happy, dong… πŸ˜‚πŸ˜


Those Little Happiness

Salah satu pelajaran hidup yang lupa saya dapatkan dari mana adalah faktor eksternal itu di luar kendali kita, tapi bagaimana kita memilih untuk bereaksi, sepenuhnya berada di tangan kita. Karenanya, I choose to not be worried about what I can’t control, and to grasp happiness from little things happened in daily life.

Semakin bertambahnya umur, saya jadi semakin tidak ingin menyia-nyiakan waktu, energi, dan pikiran untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali saya. Lebih baik ketiga hal tersebut saya gunakan untuk mengapresiasi hal-hal yang tampak kecil, tapi bermakna, baik yang saya miliki maupun yang saya alami.

Hal-hal sesederhana menemukan roti jala kari yang enak banget gara-gara baca postingan mba Fanny yang ini, bahkan di kemudian hari saya jadi tau kalau mba Fanny dulu juga pernah tinggal di Lhokseumawe, terus dilanjut bernostalgia dengan Mie Aceh Bangladesh, deh… *makan terosss yang dipikirin *

Selain itu, setelah 1-2 minggu lalu hujan terus, sampai kamar kosan saya bocor, weekend yang cerah ini sungguh bikin hati ikut hangat. Semoga tidak ada lagi hujan yang bikin banjir dan semoga baik pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama membangun Jakarta menjadi lebih layak untuk ditinggali.

Tadi juga, saat saya akan menulis tulisan ini, laptop saya mati dan tidak bisa di-recharge lagi. Sempat sebel, tapi akhirnya saya coba menuliskannya di HP saja, sambil mikirin gimana caranya laptop ini bisa digunakan kembali.

Alhamdulillah waa syukurillah… Sungguh berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa yang menjadikan orang-orang jenius di bidang IT, sehingga terciptalah layanan Tokopedia dengan same day delivery. Tidak sampai tiga jam, charger baru sudah mendarat manis di colokan. *ini paragraf apa pembuka ceramah, ya? 🀣*

Alhamdulillah juga, charger-nya cocok dan laptop pun menyala lagi.

Mungkin tampak sepele, tapi pas charger datang dan bisa dipake nge-charge, sungguh bikin saya girang, sampe pengen joget-joget rasanya. πŸ˜‚πŸ˜‚

Tentu saja, hal-hal sesederhana hubungan dengan orang-orang terdekat, makan di saat lapar, tidur nyenyak di saat mengantuk, bernapas dengan plong, bahkan bisa pup dengan lancar pun bisa bikin kita merasa content kalau kita mau mengapresiasinya.

Yah, kita kadang suka lupa dan take it for granted buat hal-hal (yang tampak) kecil dalam hidup. Padahal saat kenikmatan tersebut dicabut, misalnya karena sakit, sungguh bikin cranky juga, kan…

Sejujurnya, saya sendiri juga seriiing banget lupa menyukuri hal-hal (yang tampak) kecil, padahal sebenarnya sungguh esensial dan kalau tidak ada bikin susah sendiri. Tapi, saya coba untuk memaknainya di saat teringat.

Semoga saja tidak banyak lupanya dibandingkan ingatnya. πŸ˜†

Author:

To many special things to talk about... =p

26 thoughts on “Beyond Happy in February

  1. Happy birthday mba hichaaa! Keep bahagia! Terimakasih sudah mengingatkan utk bersyukur dan mengendalikan things that we can control.

    Btw, ak suka dorama itu jugaaaa. Sblm plg smpt ntn 2 eps doang tp dan ngga dr awal jd rada2 ga mudeng. Tp aku suka krn ada nanaho disitu πŸ˜‰

    1. Arigatou gozaimasu πŸ₯°
      Aku juga masih harus banyak belajar, nih…

      Ayo, nonton lagi… *meracuni 🀣*

  2. Mba Hicha, holaaa, terima kasih sudah join CR Challenge, mba 😍

    By the way, habis baca review singkat soal Love is Bonus Book membuat saya jadi ingin lihat doramanya hahahaha. Saya jarang sekali lihat dorama, tapi review-nya begitu menggoda. Kebetulan saya suka cerita-cerita sederhana yang menyenangkan. Ini bisa lihat di mana mba? πŸ˜†

    Terus teruuuus, Gramedia Digital ini memang racun ruar biasa siiih yaaa, saya pun ketularan Lia hahahahaha. Yang tadinya nggak pernah tau ada DG, sekarang jadi hobi cari-cari buku apa yang menarik dibaca sebagai selingan. Inginnya yang tipis-tipis saja biar nggak penat. And yes, saya sudah baca Gadis Minimarket, gara-gara baca itu, keinginan saya untuk jadi cashier minimart semakin membuncah πŸ˜‚ Wk. Terus jadi rindu suasana Jepaaaang ~

    Well eniweis, saya setuju dengan apa yang mba Hicha tuliskan pada beberapa paragraf terakhir, kalau sebaiknya kita fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan. Dan mungkin, berusaha appreciate hal-hal kecil dalam hidup kita. Seperti pengalaman mba Hicha bisa ketemu makanan enak *sambil lap iler, karena di Bali susah cari Mie Aceh ya amplooooppp* *jadi curhat* πŸ˜…

    Thanks for sharing your stories, mbaaa πŸ₯³

    1. Terima kasih juga udah bikin event2 seru buat para blogger, mba 😊

      Itu dia yang kadang bikin saya ragu buat ngepromoin dorama, mba… karena akses tontonan legal yang masih sangat terbatas :((

      Sekarang2 ini saya jadinya nonton di dramacool atau kissasian, deh…

      Ayo, bikin minimart di Jeju, mba… saya pengen mampir kalau kapan2 ke sana lagi… πŸ˜‰
      *berasa bikin minimart kayak bikin blogpost aja,, 1-2jam kelar 🀣*

      Atau mungkin bisa minta mbak asisten buat bikinin mie aceh, mba? *eaa ngasih pressure ke mba asisten-nya mba eno πŸ˜‚*

      Saya juga masih harus banyak belajar, mba… yang begini2 ini kayaknya PR seumur hidup, ya…

  3. Ya namanya manusia mbak, by default memang sering lupa. Lupa pernah susah pas lagi seneng, lupa bersyukur, dan banyak lagi lupanya.

    Beruntung, Allah menciptakan manusia nggak cuma 1 ndil seorang. Ada manusia lain (keluarga, teman, pacar, mantan, kawan, hingga lawan) yang dikirim untuk jadi reminder. Itu pun masih suka lupa kalau lagi diingetin. Hahaha… .

    Last but not least, met milad mbak. Semoga tercapai cita-citanya tahun ini. ,😁

    1. Betul, mas…
      Kadang udah diingetin pun masih suka ngeyel *toyor diri sendiri*

      Aamiin… makasih, mas 😊

  4. Kak Hicha, selamat ulang tahun πŸ₯³ meskipun udah lewat, tapi doa dan harapan yang terbaik untuk Kakak ya πŸ₯³πŸ™πŸ»

    Yey! Akhirnya ada teman lain yang keracunan GD dan merasakan manfaatnya 🀭. Dengan adanya GD, baca buku jadi hemat banget deh. Bayar sekian puluh ribu tapi bisa baca banyak buku tuh cuan banget kan, Kak 🀣. Sekarang lagi baca buku apa Kakak di GD?

    Btw, aku ngakak sama bagian “pembuka ceramah”nya 🀣. Ngakak beut bacanya wkwkwk benar ya, kita harus bersyukur sama yang ciptain sameday delivery dan marketplace yang memanfaatkannya dengan baik. Benar-benar ketulung banget dalam keadaan genting seperti yang Kakak alami πŸ˜‚

    1. Makasih, Lia 😍😘

      Iya, nih… apalagi buat buku2 mahal, terus aku tipe yang kalau udah baca buku sekali, hampir ga pernah ngulang baca lagi. Kalau ga niat ngoleksi/bikin perpustakaan, jadi numpuk banget. Kepikiran numpuknya malah jadi bikin ga pengen baca. Wkwkwk
      Kemarin abis baca Rumah Lebah karena JanexLia, ini in progress baca My Bittersweet Marriage yg direkom sama GDnya sendiri πŸ˜‚

      Iya, hidup di zaman sekarang sungguh memudahkan sekali. Apa2 hanya one finger away 🀣

  5. Happy belated birthday Mba Hichaa πŸ’–

    Waah aku lagi baca Gadis Minimarket nih, Mba Hicha 😁 Ceritanya entah kenapa kerasa cukup relate dan nyess apalagi soal Keiko yang berusaha menjadi orang lain biar diterima lingkungan.

    Dorama Oh! My Boss! ini lagi sering muncul di timeline twitterku nih, cukup banyak yang ngomongin dan ratingnya kayaknya cukup tinggi yaa? Aku bisa bayangin gimana Nanao berperan jadi bos jutek, kayaknya cocok banget πŸ˜† Tapi kalau baca sinopsisnya, rada mirip film The Devil Wears Prada-nya Anne Hathaway ya? Cuma kayaknya karakter Anne beda sama karakternya Nami.

    Bener Mba Hicha, kadang kita meremehkan hal-hal kecil, tapi kalau dikilas balik kok ternyata justru si hal-hal kecil ini yang sering jadi sumber kebahagiaan kita yaa? πŸ˜†

    1. Thank you, mba Eya 😍😘

      Kadang sulit ya bikin batasan beradaptasi sama jadi diri sendiri, tuh… huhuhu

      Wah… aku belum nonton The Devil Wears Prada, dong… πŸ˜… terus langsung googling, dan emang miriiiip, terutama bagian sama si Boss-nya ya… mungkin TDWP versi kearifan lokal (Jepang) πŸ˜†

      Kalau ngarep yg gede2 dulu biar bahagia, ntar ga bahagia2 dong, yaa 😁

  6. Halo mbak, salam kenal!
    Aku suka penutup tulisan ini. Intinya kita bahagia ya kita yang bikin. Kalau ada kejadian di luar kendali kita, gimana respon kita menghadapi kejadian itu adalah kuncinya.
    Aku pun jadi pengen nonton dorama yang mbak rekomendasiin ini. Mbak nontonnya lewat apa nih?

    1. Halo, mba Dini (eh, benerkan panggilannya ini? 😁). Salam kenal juga, ya… 😊

      Aku biasa nonton di dramacool atau kissasian, mba😁

  7. ..and other people who were born in this month…
    Kalo yang lahir tanggal 29 Februari gimana mbak? Dia jadi ulang tahunnya tiap 4 tahun sekali dong ahaaπŸ˜…πŸ˜…

  8. Gadis minimarket ini pengeeen aku baca deh :D. Tapi cm ada di Gramedia digital ya mba. Sementara aku blm mau install Gramedia digital karenaaaaa aku masih punya tumpukan buku sekitar 70an yg blm dibaca hahahahaha. Tapi memang sdg proses membaca untuk bahan 1 week 1 book juga.

    Aku udh lama bgt ga nonton dorama, Krn list drakorku aja blm abis2 wkwkwkwk. Tp untuk selingan kok ya aku pgn coba yaaa. Eh tapi kalo dipikir, aku blm pernah sih Ampe nonton berkali2, secinta apapun aku Ama dramanya :D. Sekali doang cukup.

    Bener ya Cha, kdg kita ga sadar ja, hal2 kecil itu sbnrnya bisa aja bikin kita bahagia. Pas tau kalo ada blogger yg pernah tinggal di Lhokseumawe aja, aku ngerasa kayak seakan tinggal di LN dan Nemu sesama Indonesia hahahahhaa . SEJARANG itu nemuin orang sesama Lhokseumawe dan blogger pula :p. Jd happy bisa nostalgia ttg Lhok :D. Duuh jgn sebut2 lah mie Bangladesh. Ga ada obat enaknyaaaa hahahah

    Aku bingung, pas 2017 aku ke lhokesumawe, aku makan di mie Bangladesh dan soto endang tuh Cha. Tapiiii yaa, saking aku mau nangis bisa nikmatin itu, aku ga foto utk bahan blog loooh, dan ga nulis ceritanya di blog juga. Ya itu, Krn pgn bgt menikmati LG rasanya :D. Berarti memang hrs balik , dan makan LG di sana, trus cerita detil hahahahha.

    1. Yaampuun, kak… ngeri kali jumlah buku yg belum dibacanya 😲

      Iya, kak. Satu2 dulu. Tambah panjang itu nanti. Udahlah list buku panjang, ada list drakor, jangan lah ditambah list dorama pulak 🀣

      Ga tau nih, kak. Mungkin kayak yg demen satu lagu, terus bisa diulang2 smp bosen gitu kali, ya… πŸ˜† untungnya smp saat ini paling cuma 2-3 dorama doang yg kuulang2. Itu juga cuma bagian romcom yg bikin cengar-cengir, geuleuh, tapi doyan doang 🀣🀣🀣

      Aak, bener kak… apalagi harganya termasuk lumayan buat anak sekolahan kayak aku dulu. Jadi sekalinya dibeliin tuh beneran bikin… *kehilangan kata2, membayangkannya aja ngilerπŸ™ˆ*

      Wah… beruntung banget, kak… aku sejak 2002 belum pernah ke Lhok lagi… huhuhu

  9. Setujuu bgd chaaa, klo kita mending ga usah ambil pusing hal2 yg diluar kendali kitaaa. Hehehe.. Mending kita hempaskan dan lupakan sajaaa. Dan fokus ke hal2 yg memang kita bs kendalikan ^^
    Same day delivery itu memang membantu bangeet yaa. Apalagi buat ca yg suka lupa klo blm kepepet. Hahahah..

    Btw, selamat ulang tahun Hichaaaa.. Semoga makin sukses, sehat dan bahagia selaluu yaa πŸ˜€

    1. Udah ga punya cukup energi dan space pikiran buat mikirin yg kek gitu2… Hahaha

      Makasih, ica… aamiin untuk doanya, semoga kembali ke ica juga 😊

  10. baca soal roti jala kari di sini, saya jadi cek ulang postingan mbak fanny dan sukses mupeng lagi. duh, emang makanan yang enak tuh bikin kebayang-bayang ya mbak. padahal saya belom pernah nyobain, tapi sumpahhh keknya kok seenak itu… 🀣

    Anyway, seneng banget ya februari ini. berkat challenge Mbak Eno juga, secara nggak langsung kita jadi berbagi dan menularkan momen bahagia. Semoga bahagia ini juga berlanjut terus sampai ke bulan-bulan berikutnya πŸ˜€

    1. Bagi yang suka makanan berempah, ini tuh enak banget mba… 🀀

      Dulu kukira masakan aceh mirip2 sm masakan padang. Ternyata setelah merantau ke sana-sini, baru ngeh walaupun sm2 Sumatra, rasanya beda, lho… πŸ˜†

      Iya, mba… melihat (baca) yg seneng2, jadi kecipratan seneng2nya juga πŸ₯°

  11. Halo mbak Hicha, saya juga suka baca buku. Selama ini baca buku fisik, karena bauk buku dan kertas percetakan baru itu ko kadang enyaaak banget bikin kayak saya ‘ngelem’ gitu, deh hehehe. Eh sejak kedatangan relawan mengajar asing di tempat kerja saya, mereka bawa-bawa kindle, buat baca banyak buku tanpa bawa buku fisik tebel-tebel di koper mereka saat traveling. Wah tergiur banget kan saya jadinya. Akhirnya temen saya rekomen aplikasi Any Books di HP. Lumayan, setelah unduh Any Books saya bisa baca 3 novel Veronica Roth yang diangkat jadi Divergent Saga. Mendengar ada Gramedia Digital ini, waaah… asyik juga ya bisa baca-baca buku digital dari HP. Cuma kayaknya ini berbayar, ya? Kalau mau baca judul buku yang kita mau, kita harus beli copy digital buku tersebut ya mbak? Soalnya kalau di Any Books gratis, selama judul buku tersebut ada di direktori mereka.

    Dulu saya pun sampai dikirimin temen saya file PDF buku Stephenie Meyer, yaitu Twilight Saga, supaya saya bisa baca novel versi digitalnya dalam format PDF. Sekarang kemudahan semakin ada untuk kesenangan baca-baca buku. Tapi teteeeuuup baca buku fisik tak bisa tergantikan, karena mata saya suka lelah lihat screen terus.

    Btw, saya amati ada beberapa kosa kata sunda ya yang mbak sebut di sini. Seperti ceunah dan geuleuh. Apa itu artinya mbak? Mbak Hicha orang Sunda, ya? 😊

    1. Halo, mba Intan! Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung 😊

      Kalau tidak perlu memikirkan tempat untuk menyimpang, perasaan tidak tenang dengan banyaknya barang, dan berapa pohon yang harus dikorbankan untuk membuat kertas, saya juga sebenarnya lebih suka buku fisik. Sensasi membacanya beda dan lebih mudah fokus membaca, ga cepat terdistraksi dibandingkan dengan baca dari HP. Belum lagi efek mata lelahnya juga lebih kecil dibandingkan baca dari screen, ya… hehehe.

      Wah, saya baru dengar tentang Any Books ini. Kapan-kapan saya coba, ah… 😁

      Saya turunan Minangkabau, lahir di Aceh, kuliah di Bandung, gaulnya banyak sama orang Jawa, jadi aja bahasa saya campur-campur, yang mana yang lagi pengen dipakai aja. Hahhaha

  12. Awal-awal langganan Gramedia Digital juga aku norak banget, Mba Hichaa. Makanya waktu awal tahun kemarin ngebut banget kan baca bukunya. Sekarang malah lagi melempem lagi πŸ˜‚ rasanya ingin baca komik ajaa.. Miiko edisi 33 udah keluar pengen baca banget huhuhu

    Dan aku juga baru ngeh kalau pembawaan narasi Gadis Minimarket itu cenderung datar. Mungkin karena si Keiko orangnya begitu kali ya πŸ˜†

    Soal mensyukuri hal-hal kecil itu juga PRku tiap hari. Karena aku merasa saat being thankful of small joys, hari terasa lebih enteng walau sebetulnya ada kejadian yang bikin mumet hahaha. Tapi itu power of gratitude kali yaa. Emang pada dasarnya manusia harus sering-sering bersyukur biar nggak lupa diri 😝

    1. Aku jadi googling dulu Miiko 33 ini yang mana, dong… :)))
      Pertengahan tahun 2019, pernah nitip Miiko 2 nomor sama yang dari Jepang. Tapi kok ya lupa itu nomor berapa. Dua2nya ditinggal di rumah ortu di SumBar pula πŸ™ˆ

      Sebenarnya Miiko tuh ceritanya tiap edisi hampir sama, ya… ada valentine, white day, hari anak, libur musim panas, sampai christmas. Tapi ga tau kenapa kok ya tetap aja asik dibacanya. Isinya juga yang positive vibes sekaliii… kalau lagi galau, baca Miiko bikin senyum2 lagi deh pokoknya XD
      Bisa dimasukkan ke small thing to be thankful nih, si Miiko… :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s