Posted in Experience, MindTalk

Resolusi

Memasuki tahun yang baru, kayaknya udah biasa banget dengerin kata ‘resolusi’. Ada yang konsisten tiap tahun pasti bikin resolusi, ada juga yang “auk ah, resolusi tahun ini menyelesaikan resolusi tahun lalu yang dibuat tahun sebelumnya dan direncanakan sejak tahun sebelumnya lagi.”😂

Saya sendiri mengenal kata resolusi, sepertinya saat ABG. Biasa, dapat ilmu dari majalah remaja. 😁

Saya pun mencoba untuk bikin resolusi sendiri. Tapi, entah kurang ambis atau gimana, saat itu saya malah bingung, dan tidak tau harus menuliskan apa. Kalau tidak salah malah berakhir halu. Apa aja yang terlintas, padahal tidak realistis pun ditulis aja, gitu… 🙈

Tahun-tahun berikutnya, kayaknya on-off bikin resolusi. Kalau lagi ambisius banget, resolusinya banyaaaak dan detail; kalau lagi skeptis ya jadi bodo amat dengan resolusi.

Sampai akhirnya berhenti total membuat resolusi sejak… sepuluh tahun terakhir ada kali, ya… huahahaha.

Kenapa berhenti? Apakah sudah menyerah dengan hidup?

Hmm… maybe yes, but most probably no.

Semakin bertambahnya usia, saya semakin mengenali diri sendiri dan sampailah saya pada kesimpulan bahwa saya tipe orang yang kalau sudah menuliskan rencana, terutama rencana dengan jangka waktu yang panjang, maka alam bawah sadar saya seperti sudah merasakan kepuasan hanya dengan menuliskannya saja.

Mureee emang anaknya 😝🙈

Meskipun begitu, bukan berarti nggak punya keinginan juga. Hanya saja, seringnya jadi fokus dengan satu keinginan di satu waktu. Itu juga keinginan yang kadang (tampak) receh dan bisa selesai dikerjakan dalam waktu yang singkat, se-simple besok pengen makan jjajangmyeon atau nyuci alat shalat gitu… 😅

Nah, untuk yang (tampak) receh tadi, biasanya bisa sih dibuat jadi beberapa target untuk satu hari. Tapi kalau yang butuh waktu lama, seperti pengen memperlancar kemampuan Bahasa atau lanjut kuliah, sungguh imposiburu buatku kalau tidak fokus pada satu keinginan saja.

Sudah fokus aja struggling-nya bikin pengen konsultasi ke psikolog tiap minggu… *curcol detected 🙈*

*sekarang aja nulisnya sambil ketawa, pas ngalamin, mah… tau ah udah kayak apaan…*

Kembali lagi ke resolusi.

Jadi, sejak jadi budak riset sampai terlepas dari perbudakan lab, saya biasanya menyusun target mingguan dan harian. Yang mingguan tentu saja dibuat dan di-review seminggu sekali seperti di bawah ini.

Item diedit karena rahasia 😝
Tanda dash yang dilingkari artinya terlaksana, yang dikasi tanda segitiga artinya terlaksana tapi belum memuaskan, yang dash doang artinya belum terlaksana. Entah karena tidak sempat atau emang kurang niat 😅🙈

Dua-tiga minggu yang lalu, buku notes yang saya pakai untuk menulis target mingguan hampir habis, kok ya pas banget ada paket dari mba Eno yang isinya notebook handbook yang cantiiik 😍

Ada nama saya pula terukir di cover-nya. 🥰

Makasih banget ya, mba… insyaAllah akan dimanfaatkan semaksimal mungkin. 😘

Kembali ke target-targetan, untuk target harian, sejak tahun 2019 saya tulis di 3 Years Diary.

Di 3 Years Diary ini dalam satu halaman ada tiga bagian untuk tiga tahun. Sebenarnya ini diperuntukkan bagi orang Jepang (atau pengguna bahasa lain yang hemat jumlah huruf dalam satu kata 😆). Selain karena kolom tahun dan hari-nya pakai kanji, juga karena tiap bagian hanya memuat 9 lines saja. Maklum, huruf kanji itu kan dari 1-2 kanji saja sudah bisa jadi satu kata. Makanya buat orang Jepang cukup-cukup aja space segitu. Buat kita-kita yang pakai alfabet ini yang mesti pinter-pinter ngakalinnya 😅

Penampakan satu halaman 3 Years Diary. Segi empat merah itu untuk tanggal dan bulan, sedangkan yang biru untuk tahun dan hari. Baru sadar dong, kalau stiker tahun 2020 dan 2021 kebaliik 🤦‍♀️, terus males edit lagi wkwk 🙈

Karena baris yang terbatas, jadi saya hanya menulis review singkat tentang hari itu dan target harian untuk besoknya. Tentu saja kadang ada yang kelewat, kadang dirapel menuliskannya langsung untuk tiga hari. Hehehe.

Tapi, secara umum, alhamdulillah progress 2020 lebih baik dari 2019 dalam hal pengisiannya.

Di 2019, mungkin ada kali totalnya 50 hari yang tidak terisi. Wajar sih, tahun itu tahun saya pindah-pindah sampai jadi menetap di empat kota dalam setahun. Jadi, kadang memang diary-nya sendiri yang sedang tidak di tangan saya. Entah karena masih dalam perjalanan atau karena masih tertinggal di tempat yang lama.

Untuk tahun 2020, sepertinya hanya 2-3 hari yang tidak terisi. Tinggal dari kualitas isinya aja, nih… kebanyakan isinya tentang keseharian aja, gitu. Maklum, masih adaptasi di tempat dan pekerjaan baru.

Semoga saja tahun 2021 nanti isinya lebih banyak tentang peningkatan skill, mimpi, mewujudkan mimpi, atau apapun yang berhubungan dengan pengembangan diri.

Mohon diaminkan 🙂

Author:

To many special things to talk about... =p

16 thoughts on “Resolusi

    1. Iya, mas dodo, kemarin itu alhamdulillah sempat dpt rejeki buat lanjutin kuliah. Karena research based, jadi ya kalau mau lulus harus punya publikasi jurnal international hehehe

    1. Sebenarnya yg yg mingguan dan harian itu lebih ke target aja. Soalnya saya mikirpun kadang kebawa multitasking, jadi sering lupa mau ngapain 🙈

  1. Aku ga sampe segitu detilnya sih kalo bikin resolusi :D. Kalo bikin, selalu bikin tiap tahun. Dan slalu tulis target nya yg mau dicapai berapa. Misal target investing saham harus nambah berapa persen sampe akhir tahun, LM hrs nambah brapa gr sampe akhir tahun, berat badan si Kaka dan adek hrs nambah berapa kG di akhir tahun dll

    Ga sampe per Minggu .. kalo itu ga sanggub rasanya :D.

    Dan utk target JK panjang yg butuh bbrp Tahun, misalnya kayak budget keliling NZ nanti, itu aku ga tulis juga di resolusi. Ditetapin dlm hati dulu :D, cuma budgetnya ttp diputar trus.

    Salut Ama yg bisa tapiiii per Minggu gitu.

  2. I feel you mba, pernah beli jurnal Korea, ya ampuuun pelit banget garisnya, jadi susah mau curcol panjang lebar hahaha 😂 Sejak saat itu, kalau di Korea pilih beli notes yang polosan ketimbang jurnal atau better beli di Indonesia sekalian, biar puas mau dicorat-coret kertasnya 😁

    By the way, semoga apapun yang mba Hicha rencanakan tahun ini bisa tercapai dan dipermudah jalannya, ya mba. Dan semoga, apapun yang disemogakan bisa terealisasikan. Semangat 🥳

    1. Korea juga hangul bisa ditumpuk gitu si ya mba, jadi satu kata paling dua tumpukan juga udah cukup 😂

      Aamiin… semoga begitu juga dengan mba eno 😘

  3. Aku aminkan dulu sebelum lanjut berkomentar, Mbaa 😝

    Iya juga ya, aku jadi mikir ulang kapan pertama kali bikin resolusi tahun baru. Tapi sama seperti Mba Hicha, sejak 2019 aku udah nggak terlalu menyusun resolusi tahunan yang muluk-muluk, yang penting aksi nyatanya aja lah di keseharian wkwkwk apalagi waktu baca buku Atomic Habits, penulisnya juga mengaminkan bahwa daily habits itu yang menentukan keberhasilan seseorang. Jadi sekarang aku juga lebih fokus dengan target harian-mingguan, lebih “terlihat” aja gitu progresnya hihi

    Semangaaaat, Mba Hicha! ❤️

  4. Aku aminkan dulu sebelum lanjut berkomentar, Mbaa 😝

    Iya juga ya, aku jadi mikir ulang kapan pertama kali bikin resolusi tahun baru. Tapi sama seperti Mba Hicha, sejak 2019 aku udah nggak terlalu menyusun resolusi tahunan yang muluk-muluk, yang penting aksi nyatanya aja lah di keseharian wkwkwk apalagi waktu baca buku Atomic Habits, penulisnya juga mengaminkan bahwa daily habits itu yang menentukan keberhasilan seseorang. Jadi sekarang aku juga lebih fokus dengan target harian-mingguan, lebih “terlihat” aja gitu progresnya hihi

    Semangaaaat, Mba Hicha! ❤️

  5. Wuaa, rajin ya Hicha buat resolusi setia tahun, bahkan untuk 3 tahun ke depan juga.. Semoga resolusi tahun ini tercapai dan lebih baik dari tahun sebelumnya yaaa ^^

    1. Ga bikin resolusi itu, ca… 😂
      Bikinnya target harian aja. Kebetulan diary buat evaluasi hariannya bisa sekalian untuk tiga tahun. Hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s