Posted in MindTalk

Closing the Year

Wah… sudah hari terakhir di tahun 2020. Tahun yang luar biasa buat hampir seluruh dunia. Gimana nggak, bukan cuma personal yang kena dampaknya, tapi olimpiade pun sampai ditunda. Sungguh luar biasa si koronce ini. Nggak bisa dilihat tapi bikin kalang kabut satu dunia. Ckckck.

Saya sendiri alhamdulillah setahunan ini sehat wal afiat, lahiriah-batiniah, mental dan finansial. Masih bisa makan, masih ada pekerjaan, masih ada tempat tidur yang nyaman. Sungguh hal yang tampak sederhana, tapi ternyata tidak sesederhana itu kalau kehilangan satu saja.

Baidewei, sebenarnya saya pengen menulis tentang resolusi. Tapi, habis baca tulisannya mba Eya, jadi kepikiran buat menjawab pertanyaan juga.

Ada empat puluh pertanyaan yang bisa dilihat di sini. Saya sih ambil delapan saja. Tadinya mau sepuluh, tapi ternyata yang dua lagi terlalu personal untuk dituliskan di ruang digital publik begini. Hihihi.

Okay, here they are 😊

1. What did you do this year that you’d never done before?

I did online Ratoeh Duek performance! Yay!

Jaman kuliah dulu, bisa dibilang saya kuliah di himpunan dan unit, ekstrakurikuler-nya perkuliahan. Hahaha.

Alhamdulillah ya IPK-nya masih masuk standard minimal buat jadi apa aja (kecuali jadi dosen ITB atau yang lain-lain yang mensyaratkan cum laude :p). Tapi memang kegiatan di luar akademik yang bikin masa perkuliahan saya seru banget, sehat, dan bebas stress, tuh…

Salah satu unit yang saya ikuti adalah Unit Kebudayaan Aceh (UKA). Kebetulan juga tinggal di asrama Aceh selama tiga tahun, jadi ya teman-teman di unit juga teman-teman di asrama. Dari mulai tingkat 1 sampai lulus, kayaknya ada kali ya dua puluhan kali tampil bawain tarian Aceh di stage. Cuma dua jenis sih, Ratoeh Duek (yang sering dikira tari Saman sama orang luar Aceh) dan Rateeb Meuseukat. Tapi ya lumayan banget. Dari acara OHU (Open House Unit) di kampus, sampai penampilan di CafΓ©; dari yang nervous abis sampai yang nggak sabar pengen cepat selesai biar cepat makan-makan. Hahaha.

Sampai di Jepang pun masih lanjut menari tarian daerah. Pernah sampai masuk koran Jepang, dong… *brb nyari fotonya yang entah dimana*

Balik ke Indonesia dan pindah-pindah sampai akhirnya menetap di Jakarta akhir tahun lalu, fokus saya masih sana-sini juga. Jadi nggak kepikiran sama sekali sama nari. Sampai akhirnya di suatu hari, ada junior UKA yang posting tentang rekrutmen penampilan Ratoeh Duek #dirumahaja.

Awalnya sempat ragu, ini yang ikut kayaknya bakal yang usianya jauh lebih muda, deh… belum lagi terakhir tampil Ratoeh Duek itu kayaknya ada kali sepuluh tahun yang lalu. Pas di Jepang lebih sering jadi Syekh yang nyanyi, itupun untuk Likok Pulo, bukan untuk Ratoeh Duek.

Terus, pas lihat contoh gerakan yang mau ditampilin, saya shock dengan lebay. Asli dah… 90% beda gerakannya. Yang 10% lagi gerakannya mirip tapi dengan angle posisi tangan dan badan, speed, dan bait syair yang berbeda.

Tapi ya sudahlah, kepalang tanggung. Sekali-sekali ambis, nyobain latihan tari yang susah sendirian. Kan judulnya #dirumahaja, masa mau latihan bareng-bareng. Wkwk.

Eh, nggak sendirian-sendirian banget juga, sih… untung aja ada adik UKA yang mau ngajarin via online. 😘

Dan… inilah hasilnya. Hayo, saya yang mana, hayo?

Mungkin tampak hal yang B aja, ya… But, don’t know why, just proud of myself. Karena bisa mengalahkan segala rasa yang jadi hambatan.πŸ˜‡

2. Did you keep your new year’s resolutions?

Apa itu resolusi? Wkwkwk.

Karena ini jawabannya bakal panjang, plus memang udah diniatkan jadi saya pengen bikin postingan tersendiri mengenai resolusi ini. Jadi jawabannya ditunda dulu, ya… 😝

3. What would you like to have next year that you lacked this year?

Tentu saja, jalan-jalan, traveling, ketemu orang-orang tanpa rasa khawatir ketularan atau menularkan, dan lain-lainnya yang belum memungkinkan dilakukan saat ini.

Being realistic, sepertinya belum memungkinkan untuk dilakukan di tahun depan. Toh, virusnya nggak peduli pergantian tahun,

Tapi gapapa, hope for the best prepare for the worst 😊

4. What date(s) from this year will remain etched upon your memory?

Tanggal 1 dan 2 Januari.

Tanggal satunya berangkat dari Bandung setelah malamnya ngumpul-ngumpul sambil main game dan bebakaran di rumah teman. Balik ke Jakarta, banjir di mana-mana.

Entah karena telat makan atau masuk angin atau gimana, malamnya sakit perut bahkan sampai terbangun jam 2an di tanggal duanya. Untung ada GoShop, akhirnya pesen obat maag, dan beberapa jenis makanan kayak roti dan pisang buat mengganjal perut yang kalau langsung diisi banyak dia protes, nggak diisi tambah protes.

Yang saya ingat, sewaktu si Mang ojol menyerahkan pesanan, beliau berkata β€œEmaknya mudik ya, Neng?” dengan raut wajahnya kasihan. Ya ampuun… pasti memelas banget ya komuk gue waktu itu? πŸ˜…

5. Where did most of your money go?

Tentu saja… makanan! Wkwkwk

Sama satu lagi ke investasi juga, ding.

Berhubung nggak bisa jalan-jalan, jadi kalau ada uang lebih ya dimasukkan ke reksadana dan investasi saham BC juga. Hitung-hitung tabungan buat nanti bisa jalan-jalan lagi. Hehehe.

Seingat saya juga awal tahun sampai awal Maret tuh saya tiap wiken main terus, bersosialisasi ke sana kemari. Cem sosialita aja. Mending kalau duitnya juga cem mereka. Wkwkwk.

Aminkan dulu aja deh, siapa tau jadi kenyataan.

Karena keseringan main, sempat kepikiran, ini duit ke mana, ya? Masa jatah bulanan pas-pasan mulu di akhir bulan. Ya, wajar sih… tapi kan sebenarnya bisa banget kalau mau dilebihin barang seratus-dua ratus gitu, kan…

Eh, pertengahan Maret akhirnya jadi nggak bisa ke mana-mana. Terus, teralihkan ke jajan, deh… *face palm*

6. What do you wish you’d done more of?

Belajarrrr…

Saya tu sebenarnya suka belajar hal yang baru. Tapi… suka mager buat memulai. *plakk*

Jadinya ya gitu, pengen melakukan ini-itu, tapi seringnya berakhir hanya sampai di niat.

Kemudian hanya bisa menghibur diri dengan β€œYah… niat baik sudah dihitung satu pahala…” *minta dijitak*

Oh, sungguh malu rasanya diri ini mengingat berapa banyak waktu yang sebenarnya bisa dilakukan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat instead hanya rebahan. 😭

7. What do you wish you’d done less of?

Tentu saja jawabannya adalah hal yang paling banyak saya lakukan di No.6 di atas.

Beneran deh, walaupun orang-orang bilang tahun ini bisa bertahan untuk tetap waras aja udah bagus, tapi ya nggak dengan rebahan dan males-malesan terus juga keleuss…

Kalau bisa lebih produktif (dan bahagia dengan menjadi produktif), kenapa nggak, gitu kan…?

Yah… sungguh lah ini kuharus lebih mencambuk diri ini buat nggak cuma makan sambil nonton, terus dilanjutkan tidur sepulang kerja. Mulai belajar apa gitu, kek…

Itu udah ada Coursera, LinkedIn Learning, Udemy, bahkan dari Youtube pun juga bisa belajar. Tinggal niatnya diwujudkan jadi tindakan aja.

8. What is a quote that sums up your year?

Walaupun tahun ini, saat postingan ini diketik, tinggal beberapa jam lagi; walaupun tahun ini mungkin agak berbeda dari tahun biasanya bagi seluruh dunia; dan walaupun ada banyak hal yang ingin dilakukan tapi tidak bisa terlaksanakan karena kondisi yang tidak memungkinkan, selalu ada pelajaran kehidupan dan hikmah yang bisa diambil di tiap kejadiannya.

Therefore, to sum up this year, I am gonna quote salah satu mantra bertahan hidup.

Inhale-exhale, be emotionally conscious, realistically mindful, and grateful to everything you’ve already gotten 😊

Author:

To many special things to talk about... =p

27 thoughts on “Closing the Year

  1. Hola mba Hicha 😍

    Finally mba Hicha update lagi hehehehe, by the way, apakah tarian Acehnya sama dengan Saman atau beda? Hehehehe, saya taunya tari Saman, tapi gerakannya hanya tau yang mirip kayak di atas. Efek pernah lihat di Asian Games 2018 hahahahaha. Salut deh sama mba Hicha, meski gerakannya susah, namun tetap bisa melakukannya. Terus jadi penasaran, mba Hicha yang mana dari video di atas πŸ™ˆ

    Eniweis, saya turut mengaminkan harapan mba Hicha bisa jalan-jalan di tahun depan, karena sedikit banyak itu harapan saya pula hahahaha. Semoga si Coro bisa hilang πŸ˜† Dan ditunggu, post-post berikutnya, mba. Happy new year, dan semoga tahun 2021 menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sehat dan bahagia untuk mba Hicha πŸ₯³

    1. Hi mba Eno… πŸ₯°

      Iya, nih… akhirnya memaksakan diri buat update. Wkwk.

      Tari Saman itu biasanya ditujukan untuk Saman Gayo, mba. Biasanya tariannya dibawakan oleh laki-laki dengan menggunakan rapa’i (gendang ala Aceh). Syair yang dibawakan itu dalam bahasa Aceh Gayo yg digunakan penduduk di sekitaran Takengon, Kab. Aceh Tengah. Iya, mba, sama2 provinsi NAD, tapi bahasanya beda bangetttt.

      Beneran deh, mba, Indonesia itu kayaaaa bangett. Sayang kalau kita masih gini2 aja. Ada terlalu banyak potensi yg sayang banget kalau nggak dikembangkan.

      Eniwei, saya yang muncul di scene pertama, no.2 dari kiri, mba πŸ™ˆ

      Aamiin pakai bangeeeet.

      Happy new year juga buat mba Eno dan kesayangan-nya mba Eno dan para staff. Semoga sehat2 dan bahagia selaluu πŸ₯³

  2. Hai mbak hicha πŸ˜€
    Tariannya bagus mbak. Baru tahu kalau mbak hicha asli aceh. Acehnya mana mbak?
    2017 aku pernah keliling aceh mbak (karena kerjaan). Hampir semua kabupaten-kota dilewati. Hanya sabang aja yang belum..hehehehe
    Kangen suasana takengon dan sekitaran aceh tengah. Dari semua crita aceh, hanya tentang takengon yang belum aku tulis. πŸ˜…πŸ˜…

    Oya mbak, aku kok setuju dengan jawaban no 7. Tahun ini berasa cepet banget dan rasanya malah banyak hal dan waktu yang bisa digunakan belajar dan terus belajar. Di penghujung tahun ini, merasa apa yang dipelajari di tahun 2020 itu masih kurang banyak. Rasanya bisa lebih dari ini..hehehee

    Sampai jumpa di tahun 2021 mbak hicha. Mari kita semakin produktif πŸ˜€

    1. Makasih, mas Rivai 😊

      Sebenarnya saya mah cuma numpang lahir sampai tamat SMP di Aceh. Ikut merantau sm ortu. Hehehe.

      Iya, mas Rivai, makanya pas saya baca tulisan2 mas Rivai tentang Aceh, jadi berasa nostalgia… 😁

      Ayo, ditulis, mas… saya belum pernah ke Takengon, nih… πŸ™ˆ

      Aamiin… seenggaknya semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya, ya… πŸ˜‡

    1. Iya, nih…
      Semoga tahun ini kondisinya bisa lebih kondusif utk melakukan ini-itu, ya… 😊🀲

  3. Suka tulisannya. Agak roaming di poin UKA. Wkwkwk sampai rekruitmen apa istilahnya tadi ya lupa istilah aceh.

    Bangga ya ka bisa menampilkan kebudayaan indo di negeri lain. Sempt bbrapa kali ketawa bacanya. Saat baca istilah koronce jg wkwk.

    Barakallaah ka. Anak ITB pinter2 hehe

    1. Halo, mba Ana

      Mungkin roamingnya di β€˜syekh’, kah? Itu julukan utk yang menyanyikan syair tarian 😊

  4. Tahuun ini memang luar biasaa yaa chaa.. Tp senang dengarnya alhamdulillah Hicha masih diberikan nikmat sehat baik badan mental bahkan finansial πŸ’–πŸ’– Semoga tahun depan keadaan menjadi menbaik yaa..

    Btw, ca jd kangen UKM kalau baca ini πŸ˜πŸ˜† hehehe..

    1. Aamiin…
      Semoga kita semua diberikan kesehatan jiwa-raga-isi dompet juga ya caaa πŸ˜†

      Duh, sebagai UKM (murtad) jadi malu nih hampir ga pernah berpartisipasi di acara UKM πŸ™ˆ

  5. Mbak Hichaa, kayaknya beberapa jawaban di atas ada yg relate buatku. Terutama soal kemana uangku paling banyak habis, yaaaa tentu saja makananπŸ˜‚ meski kenyataannya udh nggak boros untuk beli barang-barang macam baju, kerudung, dll, ujung-ujungnya tetep aja boros di kebutuhan yang lain. Kalau sekalinya ingat banyak jajan, pasti langsung membalas diri sendiri dengan dalih, “lah kan katanya mau gemukin badan, kan ini kebutuhan primer juga”, wkwkwkwkπŸ˜†.

    By the way, selama ini aku taunya tarian dari Aceh yang duduk itu namanya tari saman aja, nggak ada nama lain. Pernah ada yg kasih tau pas Opening Ceremony Asian Games dua tahun lalu, tapi selepas itu lupa lagi. Teteuup yang nempel di kepalanya tari saman😬. Kereeeenn mbak Hicha bisa produktif dengan latihan nari sendiri dan buat video tari #dirumahaja. At least ada hal baru yg dikerjakan, ya. Kalau aku sendiri paling satu-satunya hal baru yang bisa dikerjakan ya ikut webinar sama kelas online. *lagi-lagi karena dampak koroncehπŸ˜…

    Anyways mbaak, berhubung bentar lagi di daerahku sudah mau 2021, selamat tahun baru yaa! Have a nice friday in 2021πŸ˜πŸŽ‰πŸŽ‡

    1. Nah itu… kadang kita suka bingung ya, biar balance itu gimana. Kalau dihemat2 banget, kok kayaknya pelit sama diri sendiri. Kalau diturutin, kok jadi kebablasan. πŸ˜‚πŸ™ˆ

      Untuk tarian yg duduk itu, setauku ada beberapa jenis. Ditampilkan dgn tujuan berbeda2, tergantung syairnya. Ada yang sebagai reminder tentang hubungan manusia dan alam (kalau ga salah ini di syair tari Likok Pulo yg biasanya dibawakan penari laki2), ada yg utk puji2an terhadap Yang Maha Kuasa, dll aku ga hapal semua πŸ˜‚

      Awl juga keren bisa ikut webinar dan kelas online. Selama ini aku ikut yg di Coursera atau LinkedIn Learning, karena ga terikat waktu, jadi beneran sesukanya. Malah pernah smp hampir sebulan ga nyentuh sama sekali. Mentang2 ngambil kelas tg gratisan πŸ™ˆ

      Happy new year to you, too, Awl…
      Semoga tahun ini kita sehat2 dan dilancarkan segala urusan, ya… πŸ₯³

  6. Liat video dan nyanyian Aceh di atas, aku kangeeeeeen bgt Ama Aceh. 18 THN di sana, dan ternyata aku msh inget dikit2 bahasa Aceh dari lagu di atas. Iyaaa ini lagunya beda, dan jujur tarian di atas baru kali jni aku liat mba.

    Tarian Aceh itu salah satu yg paliiing aku suka, Krn gerakan2nya yg cepat dan bikin ga ngantuk :D.

    1. Wah… mba Fanny pernah merantau di Aceh juga?

      Ini sebenarnya sama dgn Saman yg dikenal yg biasanya itu mba. Cuma biar gampang nyusunnya (karena video diambil masing2), jadi dipotong jadi 7 parts aja. Gerakan ombaknya pun tak ada, karena kayaknya ribet bagi posisi dan editnya πŸ˜†

      Iya mba, anak2 Indonesia di LN juga sebisa mungkin nampilin tarian ini kalau jumlah orangnya cukup. Sayangnya, butuh minimal 9 orang biar pas. Dan ngumpulin orang segitu dengan kesibukan masing2 kok ya susah benerrr πŸ™ˆ

  7. Bentar aku salfok sama gif-gif kucingnya kok gemets-gemets amaat πŸ˜‚πŸ˜‚

    Mba Hicha keren bangeeeett… Aku selalu kagum sama yang bisa nari daerah, karena dari dulu pengin nari tapi ga bisa karena badan terlalu kaku πŸ™ˆ Tarian Ratoh Duek ini lebih susah ga sih karena dilakukannya sambil duduk? Kayak yang enak liatnya tapi kayak susah dilakuinnya hahaha..

    Bener yaa rasanya tahun ini masih cukup sulit kalau mau travelling, karena virusnya kayaknya masih betah nih di sini huhu.. Mungkin bisa jadi another year buat menabung yaa biar pas udah bisa travelling nanti jadinya lebih maksimal πŸ˜†

    Happy New Year and Happy holiday Mba Hichaa πŸ’•πŸŽ‰

    1. Happy new year juga, mba Eyaa πŸ₯³

      Iya nih, sungguh lah kucing tuh GIFnya doang pun kadang cukup jadi pelipur lara πŸ˜„

      Awalnya pas ngeliat video contohnya aku juga jiper smp sesak napas, mba πŸ™ˆ
      Tapi ga tau kenapa pengen menantang diri sendiri. Dan setelah dijalanin, pelan2 jadi bisa bernapas dgn normal 🀣

      Semoga nanti tabungannya bisa buat sekalian keliling dunia ya, mba *mari kita aminkan πŸ˜†πŸ€—*

  8. Haloo mbak, aku bacanya cukup tertarik looh. Nampaknya seru juga yaa ikut tari onlen di rumah aja.

    Daaan, untk jalan2, aku jg kepengen lagi gitu. Semoga tahun 2021 udah lebih aman, jadi lebih bebas kemana mana. Heehe

    1. Seru kok mas dodo… lumayan buat ngurangin overthinking. Udah full mikirin gerakan soalnya πŸ˜‚

      Aamiin yaa Allah…
      Beneran keinginan seluruh dunia ya itu… πŸ˜†

  9. hehehe samaan sama aku mbak, suka belajar hal baru tapi awal mau mulai kok mager tiba tiba wkwkwk. ampun dah
    dan di tahun 2020 kemarin bisa dibilang masa dimana aku niat untuk saving di instrumen macam saham dan temen temennya, tapi ya gitu mbak tetep dikit dikit sok diambil, ampun lagi hahaha
    kerenn mba hicha bisa nari lho, aku terakhir nari waktu TK mbak hehehe

    1. Tahun ini kayaknya kita harus sama2 mencoba mengalahkan diri sendiri buat hal ini ya, mba 😊

      Mungkin perlu dicek lagi cashflow-nya, mba… jadi kalau ternyata pemasukan belum memungkinkan untuk investasi, bisa dicari strategi entah dengan menekan pengeluaran atau menambah pemasukan. Semangat, mba Ainun 😊

  10. Kak Hicha, ternyata tarian Saman sama Ratoeh Duek berbeda ya πŸ˜‚ aku selalu mengira tarian yang seperti di video adalah Tari Saman πŸ˜‚. Btw, aku nggak tahu Kak Hicha yang mana di video πŸ˜‚ boleh minta clue? #nawar

    Kak Hicha, selamat tahun baru ya! Selamat udah survived di tahun 2020, semoga tahun 2021 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua 😁

    Btw, gif yang dipakai kenapa gemes-gemes banget? Kucingnya kocak semua wkwkwk

    1. Mungkin karena posisinya pada duduk semua kali, yaa πŸ˜†
      Aku yg di scene 1, nomor dua dari kiri *jadi malu πŸ™ˆ*

      Selamat tahun juga Lia si peri kecil nan imut πŸ₯³ Aamiin banget untuk doanya.

      Toss sesama cat lovers 😁

  11. Baca komentar manteman soal tarian Aceh, ternyata memang budaya seni Indonesia itu beragammmm sekali ya! Kayak dua jenis tarian yang berbeda aja disangka satu jenis tarian yang sama. Kalau Mba Hicha nggak menjelaskan bedanya Saman dan Ratoeh Duek aku juga pikirnya mirip-mirip aja πŸ™ˆ Kecehhh lah Mbaa bisa join proyek kayak gini hihi

    Dan bener banget soal uang yang habis buat makanan doang wkwkwk aselik, pandemi nggak bikin aku ke mana-mana tapi duitnya ngucur terus buat delivery πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ yah gimana yak hiburannya cuma itu huhuhu tapi tahun ini sudah bertekad untuk dialokasikan ke investasi juga ihiiy

    1. Itu baru di satu daerah, ya… padahal Indonesia ada 34 (hampir aja kutulis 27, ketauan deh belajar geografinya tahun berapa 🀣).

      Apalagi kalau ada promo, tau2 udah lebih aja dari jatah seharusnya wkwkwk.
      Kalau lagi banyak WFH, pengennya sih aku masak, mba. Tapi kok ya banyak malesnya hahaha πŸ™ˆπŸ™ˆ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s