Posted in MindTalk

Pengumuman Mini Giveaway dan Tentang Antologi “THOUGHT”

Okay, seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya di tulisan “Santai“, maka ini saatnya pengumuman pemenang. Alhamdulillah ya masih ada yang mau berpartisipasi… Makasih semuanyaaa… Ailapyupul dehh… 😘

Pertanyaannya: Di mana letak SANTAI dalam cerita ini?

Nah, SANTAI yang saya maksud itu sebenarnya huruf S, A, N, T, A, dan I yang ada di awal masing-masing babak. Huruf-huruf tersebut juga sebenarnya sudah saya bold, tapi saya-nya juga sih yang kurang ngasih hint-nya, nih… huhu maapkeun.

Tapi untungnya dari jawaban yang masuk sebelum deadline ada dua yang benar, dan yang paling tepat jawaban dari Ica Thessalivia. Yay! Selamat ya… tidak sia-sia baca sampai tiga kali… makasih banget lho, ca… 😊

Makasih juga buat yang sudah berpartisipasi… kapan-kapan kalau ada lagi ditunggu banget partisipasinya, tentu saja buat yang belum juga boleh banget ikutan… Itung-itung bersilaturahim sekalian… hihihi😁

Anyway, pindah topik, biar sekalian… 😝

Seperti yang sudah dipost beberapa teman blogger yang lain, beberapa waktu yang lalu mba Eno bikin event paid guest post di blog-nya dengan tema “Thought” yang juga salah satu kategori yang ada di blog tersebut. Saya iseng-iseng ikutan, buat ngeramein aja. Sadar diri benernya, mah… 👻

Waktu itu mba Eno cuma mengumumkan akan ada satu pemenang yang beruntung, tapi ternyata yang lain juga kebagian rejeki ya alhamdulillah… 😊

Ternyata tulisan-tulisan lainnya dikumpulkan dalam satu antologi. Wow, tidak sengaja saya jadi punya buku antologi sendiri! Yay! Dan seperti kata orang (yang saya nggak tau juga siapanya 😅), “write as if you’re drunk and edit it when you’re sober”. Pas nulisnya saya nggak lagi mabok juga sih… tapi membacanya lagi, bikin saya pengen edit dan tambahin sana-sini. Intinya sih masih sama, cuma ditambah sedikit saja. So, here it is… 😊

(Not Only) Be Kind

Kalau bicara tentang orang baik, kadang-kadang saya bertanya-tanya pada diri sendiri, sebenarnya apa sih orang baik itu? Apakah orang yang selalu melakukan kebaikan? Atau orang yang tidak pernah terlintas di otaknya rasa iri-dengki, keluhan, deelel segala hal yang berkonotasi negatif? Atau orang yang ikut berkontribusi di K*taBi*a? 

Yah, habis banyak banget kan kata ‘orang baik’ di platform itu… hehehe 😁

Masih bicara tentang orang baik, saat ultah ke-21, bertahun-tahun yang lalu, pas banget barengan dengan weekly practice sebuah UKM (unit kegiatan mahasiswa) di kampus. Saat itu, seorang junior yang juga teman sekamar di asrama bertanya “Di usia kakak yang sekarang ini, ke depannya kira-kira kakak mau gimana?” *resmi nanyanya soalnya pas abis forum diskusi review latihan kalau nggak salah*

Waktu itu saya jawab kalau saya pengen jadi orang baik. Refleks aja jawabnya, nggak tau juga kenapa bisa jawab gitu. Mungkin karena saat itu saya justru merasa kalau diri saya ini punya kecenderungan yang lebih kuat buat jadi orang jahat. ☹️

Bagaimana tidak, saya punya karakter yang cenderung menyakiti hati orang lain. Jarang ngomong, tapi sekalinya ngomong tidak jarang ‘menusuk’. Padahal saya nggak maksud buat ‘menusuk’, hanya mengungkapkan kebenaran, tapi meskipun yang disampaikan benar, cara penyampaian yang cold-hearted (nggak pake nada tinggi dan marah-marah padahal lah…huhuhu), ternyata justru bisa menghujam (((menghujam))) lebih dalam. 

Belum lagi, efeknya jadi kontradiktif dengan tujuan saya mengungkapkan hal yang saya anggap benar tersebut. Contohnya kalau ada orang yang buang sampah sembarangan, sekarang sih bisalah ngingetin dengan elegan *dikit*. Kalau dulu, mungkin saya akan berkata “Kenapa buang sampah sembarangan? Manusia, kan? Nggak bisa apa, otaknya dipake?” Tanpa ngomel, tapi wajah dingin ala Rangga AADC. Atau jangan-jangan saya jadi gitu karena Rangga? Eaaa, kenapa malah jadi nyalahin Rangga? Padahal ku kan tak suka cowok-cowok tsundere (red:istilah anime untuk karakter yang luarnya dingin, dalamnya anget *halah*), sukanya yang normal-normal aja, kok… 😌

*lah kok jadi ngomongin Rangga?  *

Dengan perkataan begitu, emang sih nggak kayak kalau kita ngomel-ngomel yang bikin orang yang diomelin punya kecenderungan buat jadi nyolot, perkataan dingin menusuk biasanya nggak cuma bikin yang dibilangin jadi nggak ngelakuin lagi (tapi biasanya orang yang saya bilangin nggak memperbaiki kesalahan sebelumnya juga, sih 🤦‍♀️), tapi juga jadi nggak mau dekat-dekat saya lagi! 🤦‍♀️🤦‍♀️

Kalau sudah begitu, ya abis itu nyesel juga… Nyesel karena udah menyakiti hati orang lain. Rasanya kayak ada titik hitam yang kalau dilakukan terus-menerus (perbuatan menyakiti hati orang lain tersebut), bakal bertumpuk dan justru bikin saya enjoy untuk melakukannya. Nggak mau atuh lah… takut jadi psychopath aku tuh… 😢

Sebaliknya, saat saya berbuat baik tanpa intention lain selain karena pengen aja, dan kemudian bisa membantu orang lain, membuat saya merasa hati saya dibersihkan dan secara tidak langsung hati saya juga dilembutkan dan hidup pun lebih tenang.

Mungkin karena itu banyak orang baik juga memiliki pembawaan lemah-lembut, cerminan dari hatinya yang juga lembut *aseeek*

Sayangnya, kalau saya perhatikan, orang-orang seperti ini juga berpotensi besar untuk jadi terpuruk. Seperti berita akhir-akhir ini tentang beberapa public figure di Jepang yang memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Padahal mereka dikenal sebagai ‘orang baik’ dari keseharian mereka yang selalu tersenyum ceria, kesungguhan mereka dalam bekerja, bahkan dari cara mereka memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Mereka juga punya teman dekat, bahkan ada yang masih tinggal dengan pasangannya.

Bayangkan bagaimana rasanya jadi orang-orang terdekat mereka saat menemukan orang yang disayangi sudah tidak bernyawa. Bisa jadi orang-orang terdekat mereka merasa sudah menjadi orang yang jahat bagi mereka karena tidak menyadari luka hati teman/pasangan yang memilih ‘pergi’ tersebut. 😢

Yah, kita memang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya, sih… 😔

Selain itu, kenapa ‘orang baik’ juga sering punya kecenderungan mudah dijahati?

Lihat saja Cinderella yang nurut-nurut aja disuruh-suruh ibu dan kakak-kakak tirinya. Begitu juga dengan Bawang Putih, dan bahkan berapa banyak kita mendengar cerita orang-orang yang terjebak dalam toxic relationship karena mereka berusaha tetap berbuat baik pada pasangannya yang sudah jelas-jelas berperilaku abusive.

Saya jadi bertanya-tanya (lagi), apa dengan jadi orang baik, saat dijahatin orang lain itu juga hal yang baik? Kenapa nggak baik bareng-bareng, gitu kan…

Jangan-jangan kalau Cinderella atau Bawang Putih bisa baik tapi tetap tegas dalam menghadapi ibu dan kakak-kakak tirinya, energi yang dihabiskan buat memarahi-dimarahi dari mereka semua bisa digunakan untuk bekerja sama mengurus rumah. Masih ada lebihannya juga pasti, yang bisa digunakan untuk kegiatan lain. Siapa tau malah bisa bikin kegiatan yang bermanfaat bagi sesama, gitu kan…

Jadi kalau saat ini kalau ada yang nanya lagi saya ke depannya mau gimana, jawabannya saya tidak tahu. Mungkin saya mau jadi orang baik yang kuat saja.

Orang baik yang baik terhadap orang lain; kepada lingkungan; dan tentu saja dimulai dari baik kepada diri sendiri 😊

Juga menjadi orang kuat yang kuat (sehat) secara fisik sehingga tidak sakit-sakitan; kuat secara mental sehingga tidak terpuruk saat jatuh dan tidak jadi penyebab orang lain keluar sisi jahatnya; juga kuat secara finansial sehingga bisa mandiri, siapa tau bisa ikut membantu orang lain. 😊

Author:

To many special things to talk about... =p

16 thoughts on “Pengumuman Mini Giveaway dan Tentang Antologi “THOUGHT”

  1. Orang baik tidak hanya yg berkontribusi di KitaBisa, tapi di ACT dan DompetDhuafa jg mbak, hahahah..

    Kalo dipikir-pikir, bener sih.. Kenapa kita sejak dulu dikesankan bahwa orang baik adalah yang lemah, yang selalu tertindas. Padahal kan orang baik bisa aja yg kuat. Orang baik yang melawan kezaliman dan sebagainya. Atau mungkin ini efek dari terlalu lama dijajah kali yaa, jadi bawaannya kek selalu tertindas mulu.. 😅

    1. Banyak ya ternyataaa 🤣

      Nah itu, emangnya kalau ditindas terus ngelawan orang jahat, otomatis berasa jadi kayak orang jahat juga ya 😕

  2. Hia hia ternyata jawaban santainya di situ, nggak kepikiran sama aku 🤣
    Anyway, selamat untuk kak Thessa yang udah memenangkan kuisnya 🥳

    Tulisan Kak Hicha bagus sekali 😍, sederhana tapi maknanya dalam. Setelah membaca tulisan Kakak dan melihat komentar Kak Dodo di atas, aku juga jadi teringat bahwa selama ini seringkali berpikir bahwa orang baik adalah orang yang lemah. Giliran berani melawan, artinya tidak baik padahal melawan karena perbuatan itu salah kan nggak masalah ya 😅
    Di sini mindset mengenai “orang baik” harus dibenarkan dan melalui tulisan Kak Hicha, menyadarkanku untuk memperbaharui mindset terhadap “orang baik” ini. Terima kasih Kak Hicha 💕

    1. Hia hia jadi malu… ☺️

      Iya kan iya kan, kalau ditindas terus malah ga ngelawan, jadi berasa kayak bikin orang jahat jadi tetap atau malah tambah jahat gitu ga si… :((

      Tapi tergantung cara melawan jg sih yaa 😁

  3. Hichaaaa, makasiii yaaa… Iseng-iseng berhadiah. Hehehhe.. Semoga semakin berkah dan dibalas dg kebaikan lain berlipat ganda yaa. Muaachh :*

    Tulisan Hicha di buku Thougts baguuus. Membuat kita merenung abis bacanya, seberapakah sebenrnya parameter orng baik itu kaan. Keep inspiring chaaa..

    1. Makasih juga ca…

      Tulisan ica tentang privilege di buku itu juga bagussss
      Wajar banget masuk 5 besar 😊

  4. Waaah ternyata begitu jawabannya hahahaha. Jauh banget sama tebakan saya 😂

    Eniho, selamat untuk mba Thessa 🥳🥳🥳 Dan terima kasih untuk mba Hicha karena sudah memberikan tulisan bagus pada program PGP #1 💕

    1. Iya nih, mba… hint-nya kurang nih… heuheu

      Makasih jg sudah bikin program PGP #1, mba 😊
      Baru lihat sekilas soal program PGP #2, masih galau mau ikutan atau ga nih 😅

  5. Wah ada GA apaan ini kak? Aku ketinggalan. Seneng banget kalo udah denger GA lho, wkwk..

    Orang baik di depan tapi di belakang pura-pura baik juga ada lho kak, banyak malah, cuma kita kan nggak tau siapa yaa, haha.. Positif aja pikirannya mah. Biarlah.. yang penting kitanya udah mencoba jadi orang baik, dan akan selalu baik, InsyaAllah 😀

    Tulisan kak Hicha juga bagus lho di antologi kak Eno, kerenkeren 😀

    1. Iya, nih mba, iseng2 tes ombak… hehehe

      Kalau di belakang kita mah itu di luar kontrol kita sih ya.. selama ga merugikan ya dibiarin aja, yg ga tenang jg hidupnya sendiri ini… hehehe

  6. Sebagai orang yg juga suka ceplas ceplos walaupun nggak bermaksud menyinggung, aku paham banget apa yg diceritakan kak Hicha di atas, hehehe😂 apalagi kalau ngeliat sesuatu yg bikin gak sreg dan gatel bawaannya pingin ngomong aja langsung. Tapi semakin kesini aku semakin sadar juga, nggak ada gunanya terlalu jujur alias ceplas ceplos ini kalau hal yg diucapkan lebih berkemungkinan menyakiti orang lain daripada membuat mereka merasa lebih baik. Jadi baiknya diutarakan dengan baik2. Bagiku sendiri jadi org baik itu cukup berbuat sebaik-baiknya manusia, nggak melakukan hal-hal yg membawa pengaruh negatif untuk kedepannya. Walaupun relatif dan terlalu luas maknanya, seengganya kita jadi punya batas terhadap diri sendiri😁

    1. Nah bener mba, aku juga jadinya kalau melihat sesuatu yg aku ga sreg, jadi mikir berkali2 sebelum mengungkapkannya. Minimal mikir perlu diungkapin atau ga, sama bagaimana cara nyampeinnya.

      Makna yg luas itu juga sih ya yang bikin jadi kayak PR seumur hidup… 😁
      Gapapa sih selama masih bisa dinikmati… hehehe

  7. hiks aku bingung sendiri, apakah aku baik, jahat, atau mau menang sendiri
    di satu sisi menurut aku pribadi, jelasnya aku akan bilang kalau aku orang baik, tapi bagi beberapa orang yang mengenal sifat lain yang menurut mereka jelek, mungkin aku akan dibilang bukan orang yang bener bener baik
    kadang keluar juga sisi “bukan orang baik”, jika ada orang yang berani “jahat” sama aku, atau mungkin bahasa lainnya akan dibalas juga dengan efek jera.
    karena nggak ada asap kalau nggak ada api,
    aku juga berharap sama seperti mbak hicha, juga ingin menjadi manusia kuat dalam segala hal

    1. Dengan udah mulai mikirin aja menurutku sudah satu langkah menjadi baik sih… 😊

      Jadi baik maupun kuat, dua2nya butuh belajar seumur hidup ya kayaknya… 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s