Posted in Yummy

Review: Lawless Burgerbar vs Carl’s Jr. vs Byurger

Jadi di blog saya itu sebenarnya ada kategori Yummy yang isinya kan berhubungan dengan makanan gitu, tapi ternyata isinya dikiiit banget! Yah, emang secara keseluruhan isinya blog ini dikit juga, sih… wkwkwk

Itu pun nggak ada yang berupa review makanan. Cuma resep yang entah dari mana saya dapatkan dan cerita yang berhubungan dengan makanan. Makdarit, saya pengen nyoba juga ah review makanan.😝

Berhubung kayaknya kalau cuma review satu merk makanan, saya nggak tau bakal nulis apa, jadi saya kepikiran buat bikin perbandingan aja, deh.

Awalnya mau mbandingin Lawless Burgerbar sama Carl’s Jr. aja. Lha, tapi dipikir-pikir lagi, mereka kan beda konsep, ya… jadi nggak apple-to-apple tapi masih burger-to-burger buat dibandingin. Setelah searching-searching lagi, ketemulah Byurger. Tapi sayang juga lah Carl’s Jr.-nya udah ada bahannya, mubazir kalau nggak dipakai *ogah rugi*

Jadi wes lah dimasukin weh…

Sungguh ini postingan terniat! 😂

Lalu kenapa burger?

Jadi waktu di Jepang dulu, ada sesama orang Indonesia yang hobi makan, kita sebut saja Aa YM. Berhubung ribet nyari makanan halal, si Aa yang suka makan ini pun jadi suka masak, malah kadang-kadang buka PO makanan Indonesia.

Sebagai orang yang juga suka makan tapi sayangnya malas masak, tentu saja saya pesan, dong… Dan masakan si Aa ini nggak pernah gagal, cocok banget di lidah saya. Kemudian si Aa juga balik ke Indonesia dan jadi pengguna setia delivery service berwarna hijau, tea… *yang mana hayo?? 👻* Kadang-kadang juga suka di post di IG Story.

Berhubung saya udah percaya aja lah gitu sama seleranya, jadi saya kan ikut mupeng sama yang di posting. 😁

Salah satunya Lawless Burgerbar ini. Apalagi rate di aplikasi delivery service tadi nyampe 4.8 dong! Makin mupeng lah daku tu…

Hanya saja, harganya mayan mihil, yah… Rugi kalau cuma dimakan abis itu udah… makanya sekalian pengen saya bikin jadi blog post juga, deh…

Tapi kan, seperti saya bilang tadi, kalau cuma satu tuh nggak seruuu… Akhirnya saya cari-cari yang lain. Ketemunya Carl’s Jr. yang harganya sebelas-dua belas. Dan seperti yang juga saya bilang tadi, ternyata konsep mereka berbeda! Sungguh kugagal jadi food blogger! 😂

  • Lawless Burgerbar

Lawless Burgerbar ini didirikan oleh presenter Gofar Hilman (yang sesungguhnya kutak tahu siapa, maapkeun tak pernah nonton TV) dan juga Sammy Bramantyo, member band Seringai (yang juga kutak tahu siapa 😅).

Konsepnya rock n roll gitu, makanya nama-nama burgernya juga berasa aura rock n roll-nya.

Meskipun signature menu-nya itu The Lemmy yang harga maupun porsinya sungguh ‘rock n roll’, tapi saya pesannya Motley Burg Single saja. Isinya beef patty dengan beef bacon dan cheese. Sengaja pilih yang itu karena menurut saya porsinya masih ‘manusiawi’, dilengkapi dengan selada dan tomat, juga harganya juga masih lumayan nggak bikin kantong bolong (Rp. 72.400 di GoFood, tapi saya pakai promo diskon, jadi Rp. 59.100 sudah dengan ongkir). Tentu saja pesannya via aplikasi. Lagi pandemi gini, kurang-kurangin mah keluar rumahnya… Hehehe…

Begitu si Motley nyampe di rumah, yang saya lakukan pertama kali adalah… memotretnya! 🤣

Sungguh harus diniatin ini, mah… kalau nggak ya langsung kalap masuk mulut.

Penampakan paper bag dan bungkus burger-nya
Isinya tumpe-tumpe

Setelah tiga foto (jangan banyak-banyak si perut udah meronta minta diisi!), ya langsung weh dilahap.😋

Dan seperti kata anak-anak zaman sekarang, SEENAK ITU! Entahlah seenak apa maksudnya… 🤪

Pada kunyahan pertama memang rasanya patty-nya yang juice dan beef bacon yang crispy tapi tetap juicy itu bikin foodgasm. Enak banget sih, emang! Sayurannya juga seger. Seladanya masih kres kres, tomatnya juga nggak blenyek. Ramelah pokoknya di mulut. Mana porsinya paling gede di antara burger di postingan ini lagi. Beef patty sama beef bacon-nya banyaaak.

Tapi kemudian rasa sausnya jadi mendominasi keseluruhan rasa, jadi nutupin rasa yang lain. Di mulut saya rasanya anti klimaks. Yang awalnya “Hmm… Sooo yummyyy!!!”, jadi berasa “Hmm… something’s wrong lah…” di akhir.

Well, tentu saja ini soal selera. Bisa jadi bagi pecinta si saus merasa foodgasm sampai akhir. Kalau untuk saya, lebih afdhol kalau pakai sambal extra hot. 😝

Lawless Burgerbar:

Cab. Kemang:

Jl. Kemang Selatan VIII No.67G, Kemang, Bangka, Kemang, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730

Cab. Menteng:
Jl. H. Agus Salim No.60, Gondangdia, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230

  • Carl’s Jr.

Kalau Lawless Burgerbar itu asli buatan dalam negeri, Carl’s Jr. sendiri adalah fast food restaurant chain dari US. Jadi jelas konsepnya berbeda dengan Burger ala ala rock n roll-nya Lawless.

Saya memilih chain yang ini karena harganya sebelas-dua belas dengan Lawless Burger. Masih di bawahnya, sih… sekelas Burger King lah… (lalu baru teringat, kenapa nggak bandingin Carl’s sama Burger King aja, ya? Sungguh lah ku gagal jadi food blogger 🤣🤣)

Saya pesan Beefbac Cheeseburger karena sama-sama isiannya beef patty, beef bacon, dan cheese. Harganya Rp. 83.000 sudah dengan French fries dan soft drink.

Terus, terlihatlah itu Pannacota memanggil-manggil menggoda di menu. Jadi saya pesan juga. dong… *bilang aja pengen 😏*

Total dengan biaya take away dan ongkir jadi Rp. 105.500, dipotong promo, lumayan hemat Rp. 20.000. Jadilah kerusakan isi dompet menjadi Rp. 85.500 saja. Nggak bisa dibilang ‘saja’ sih sebenarnya… Tapi sekali-kali gapapa lha ya… 😗

Penampakan total belanja
Lebih tipis dengan beef bacon yang tidak terlihat crispy

Dari segi rasa, walaupun isiannya hampir mirip dengan Motley-nya si Lawless Burgerbar, tapi sausnya terasa lebih ‘sederhana’. Beef bacon-nya mungkin tidak cukup crunchy, tapi masih cukup untuk disandingkan dengan beef patty-nya yang juicy. Dan kesemua rasanya konsisten sampai akhir.

Sederhana, tapi tau-tau udah habis aja! Apalagi kalau ditambah sambal extra hot. 😝

Carl’s Jr. memiliki banyak cabang di Jakarta dan Surabaya. Untuk lebih jelasnya bisa dicek di https://linktr.ee/CarlsJrIndonesia

  • Byurger

Kalau resto burger yang satu ini, didirikan oleh juru masak hotel yang bosan dan berubah haluan ingin membuka usaha sendiri. Jadi sama seperti Lawless Burgerbar, sama-sama buatan anak negeri.

Kalau Lawless itu konsepnya rock n roll nan garang, Byurger konsepnya lebih ke fusion ala anak muda kekinian dengan aneka saus ala Jepang dan Korea, seperti teriyaki, kimchi, juga bahan-bahan yang belum pernah digunakan di burger sebelumnya seperti unagi.

Signature menu-nya ada Le Truffle yang isiannya ground beef patty, truffle aioli, trudddle duxelles (jangan tanya saya ini apa 😛), truffle oil, beef bacon, dan caramelized onion. Juga ada Sexyback Rib dengan isian braised shortribs, BBQ sauce, crispy onion, dan coleslaw. Tapi lagi-lagi, kali ini pun saya memesan yang isiannya beef patty, beef bacon, dan cheese. Kan ceritanya mau dibandingin gitu, lho… 🤪

Burger yang diberi nama Chi chi ini, dapat dipesan di aplikasi GrabFood seharga Rp. 58.000 tambah ongkir, dikurangi promo jadi Rp. 47.000.

Penampakan pesanan Byurger Chi chi

Setelah tiba dan foto-foto sebentar *teteup! Demi konten! 🤪*, tentu langsung dilahap, dong! Rasa isian daging-dagingnya lebih dekat ke Carl’s Jr. tapi yang membedakan adalah sausnya!

Kalau dua burger di atas menggunakan saus BBQ, Byurger Chi chi ini menggunakan Confit Garlic Aioli.

Sausnya beda dari yang lain

Sejujurnya, saya sendiri baru dengar tentang saus ini! 😅

Rasanya seperti mayonnaise dicampur bawang putih dan cuka yang membuat saus ini terasa fresh dan nggak bikin eneg. Saya sih, suka. Apalagi kalau ditambah sambal extra hot.😝 *teuteup*

Byurger Pasar Cipete:

Jl.Pangeran antasari raya PD. Pasar Jaya No 10, RT.9/RW.11, Cilandak Bar., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12430

Jadi dari ketiga burger di atas, mana nih yang recommended? Hmm… dari segi harga sebenarnya nggak beda jauh, dari segi rasa juga akhirnya balik ke selera. Kalau di saya sih yang mana pun enak, tergantung saat itu lagi pengen makan yang mana. Yang ‘rame’, yang ‘sederhana’, atau yang ‘seger’.

Yah, bagi saya kayaknya akan sama saja. Toh, pada akhirnya ditambah sambal extra hot juga… 🤪🤣🙈

Author:

To many special things to talk about... =p

37 thoughts on “Review: Lawless Burgerbar vs Carl’s Jr. vs Byurger

  1. Jadi ngiler sama semua burgernya kak 😝 gimana nih, tanggung jawab 🤣
    Aku sendiri penyuka burger, bahkan burger sekelas Mekdi aja yang kata orang nggak ada apa-apanya dibanding Carls, aku tetap suka 😆
    Kalau dari antara 3 burger di atas, byurger yang belum aku cobain. Dan, walaupun segitu ngilernya, tapi tetap aja nggak bisa pesan lewat delivery karena harga ongkosnya mungkin akan sama besar dengan harga burgernya 😂 demikian juga Lawless, sama aja jauhnya hiks. Aku pernah coba Lawless ini, 1 gigitan doang, itu juga hasil dikasih orang 🤣 rasanya enak tapi udah lupa karena cuma segigit aja makannya #sedih 🤣

    1. Wah… rumahnya di daerah Jakarta mana, mba? Mungkin bisa nyobain burger lokal deket situ, ntar dibikinin blogpost deh *teteup demi konten 🤣*

      Burger mah never failed ya mba… burger abang2 yg jualan di sekolah2 juga aku suka euy, mure lagi, walau isinya kadang telur doang hahaha

  2. Aa YM tidak lain tidak bukan: Yan Mardiyem? Wkwkwk

    Btw, td ak kaget mba waktu denger kata bacon. Jd inget perjuangan menghindari bacon di Jepang wkwk. Tp tnyt di Indonesia bacon-nya beef. Uuuhh enaknyaaaa!

    1. Betuuul 🤣🤣🤣

      Iya, alhamdulillah ya akhirnya bisa ngerasain bacon juga, walaupun bersi kw pake beef wkwkwk

  3. halo mbaa….

    rasanya seenak apa sih? sampai meninggal nggak? hahaha.
    kayaknya lebih enak burgerbar ya? berdasarkan foto yang saya lhat. menggoda banget ttuh.
    XD

    1. Alhamdulillah masih hidup mba 😅

      Emang paling tebel dan paling mahal sih di antara tiga itu. Apalagi kalau mau nyobain yg The Lemmy, ya ampuun… mau belinya kok ya bikin kepikiran. Harganya lebih mahal dari gaji guru honorer di kampungku… huhuhu

      1. pengen coba kalau ada yang mau beliin ah. hahaha.
        saya levelnya di mcdonald dan KFC saja kayaknya. makan dari situ pun udah senang sekali. haha.
        kalau mba mau coba burger di burgreens. itu restaurant konsep vegan gitu. harganya pun juga mahal. haha
        saya nggak di endors loh ini. saya pun pngen kesana tapi belum kesampaian. hahaha.

    1. Apalagi kalau ga ada promo ongkir ya… masa ongkirnya bisa hampir sama dgn harga makanannya 😅

      Sama2, mas… salam kenal ya… 😊

  4. Wah si Motley Cru itu endes pisan kayaknya. Hebat ya dari penyanyi gahar terus merambah ke bisnis kuliner. Byurger chi chi juga tampak menggyoda seykali hehehe.
    Btw kalau untuk saos Aioli itu bawang putih kak.

    1. Enak sih kak, cuma agak anti klimaks di aku. Untung ada sambal extra hot *teuteup* 😂

      Hoo… saya baru tau kalau Aioli itu bawang putih. Kirain saus bawang putih tu agli e olio *sungguh gagal jadi food blogger 🤣*

  5. Dari list di atas, saya hanya pernah coba Carl’s mba Hicha 😂 jadi nggak bisa bayangkan rasa dua lainnya, however dari penampakannya, yang Byurger looks delicious dan ingin coba 😍

    Terus terus.. saya ketawa baca saos extra hot hahahahaha. Ini saya banget, makan apa-apa pakai saos extra hot, even burger McD bisa jadi super mevvah dan enak kalau pakai extra hot *dibahas* 😄

    1. Kayaknya pernah baca, burger terenak di Indonesia itu ada di Bali, mba Eno nyobainnya yg itu kali ya? 😂

      Bener banget, mba… udahlah apapun jadi endeus dengan sambal extra hot 🤣

  6. Dari ketiga burger yang di-review Mba Hicha, semuanya belum pernah kucoba dong huahahaha 🤣

    Kebetulan aku memang nggak gitu hobi makan burger, makan burger pun cuma bisa makan yang isiannya krispi krispi gitu. Kalo kata pecinta burger, aku mah makan burgernya boong-boongan hahaha soalnya burger yang beneran burger itu kudu isi beef patty yaa. Makanya aku mentok makan burger chicken crispy-nya McD atau Burger King. Pernah sekali waktu SMA duluuu, aku dan teman-teman main ke Blok M dan nyobain Burger Blenger. Aselik itu enak banget ya burgernya 🤤 masih inget saking enaknya sampai bungkus lagi untuk makan di rumah hahaha

    Tapi setelah baca ini, rasanya ingin coba Lawless burger deh. Tapi jauh sekaliii di Kemang ):

    1. Wah… saya jadi mupeng sama Burger Blenger 🤤

      Beef patty kalau masaknya ga bener emang rawan enek ya, mba…
      Jadi bacon yg crispy itu sangat membantu.

      Atau sekalian dgn cutlet yg goreng tepung tea… kayak chicken burger gitu, kalau baru mateng kres kres bangeettt *tetiba ngiler 🤤*

      Nyobainnya kalau pas lagi jalan2 ke sekitaran Kemang aja, mba… rugi mah delivery ke Bogor, jangan2 mahal di ongkir 😅

  7. yang pernah kucoba baru Carls’s sih, karena yang di Surabaya baru itu wkwkwk
    sesungguhnya aku mah suka banget sama burger, bahkan burger mcd yang katanya sederhana itu, aku suka. Sayangnya makan burger itu gak ngenyangin ya hahaha dasar aku. Kalau belum ketemu nasi mah belum makan besar. Jadi suka sayang beli burger cukup pricey, eh masih cari nasi juga. Tapi kalo diendorse buat ngereview boleh lahh wkwkwk

    1. Ya ampun, saya ngakak terus pas bagian “sungguh lah ku gagl jadi food blogger” sama “sambal extra pedas”😂
      Saya belum pernah makan burger sih mbak. Maklum di desa, tapi dulu pas ada acara wayang pernah ada yang jual roti kayak burger gitu dan saya beli, mungkin karena abal-abal rasanya malah nggak enak.😂
      Tapi lihat gambar di atas kok pengen ya…
      Mahal duh mahal..
      Btw mbak hicha kenyang dong makan 3 burger….😁

      1. Burger abal-abal pake sambal extra hot juga jadi endeus lhoo 😂

        Ga kok, ini postingan terniat, nyiapinnya hampir dua minggu! Tak mungkinlah daku makan sebanyak itu dalam satu waktu… wkwk

    2. Gara-gara mba Kartika nyebut endorse, aku jadi teringat dulu waktu kecil cita-cita pengen jadi bintang iklan KFC biar puas makan KFC gratis plus dapat duit pula 😋

      Sayangnya cuma mimpiii 🤣

  8. favorit aku lawless mbak. gara2nya deket banget sama kantor jadi sering banget manfaatin promo ongkir wakaka gak mau rugi :p
    selain jarak yang dekat, aku juga suka semua saosnya. dan dia gak pelit begitu, jadi tumpah ruah, ulala yummy, bikin nelen ludah kan sekarang wakakak

    1. Wah, bahaya juga ya kalau deket gitu… bahaya buat dompet! Wkwk

      Bener bangettt, tumpe-tumpe! Sesuai sama harganya… 😂

  9. Aku baru nyobain yg Carl’s doang mbaaa :D. Byurger pernah denger tp blm cobain. Kalo lawless aku baru tau nih.

    Lgs tertarik Krn nama burgernya pake nama band favoritkuuuu, Motley Crue, walopun diubah dikit jadi Motley bruc hahahahah.

    Carls dulu aku sempet sukaaaa banget. Tp nth kenapa yaaa, rasanya kok jadi berubah, akhir2 ini. Trutama saus yg aku jd ga suka. Kalo dulu suka galau enakan yg mana antara Carl’s ayo flip burger, skr aku LBH suka flip kemana2.

    Tapi ntr pgn cobain byurger dan lawless deh. Dari segi penampakan memang looks soooo yummy. Trutama byurger tuh, sausnya menarik 🙂

    1. Ah, iya! Motley Crue! Pantes asa pernah denger di mana gitu namanya.. 😂

      Wah, resto chain bisa berubah juga ya rasanya? Apa karena pandemi jadi bumbunya dikurangi ya, mba? 😅

      Cobain yg signature-nya sekalian, mba… ntar review di blog, biar kubaca aja, mikir beribu kali kalau mau beli sendiri akunya… 🤣

  10. Lemmy diambil dari nama personel group heavy metal Motorhead, kalo Motley Bruc jelas dari Motley Crue, group heavy metal 80an…
    Saya pikir mereka cuma menonjolkan ke-rocknrollannya saja, tapi ternyata makanannya enak juga ya… Mantaplah, salut sama mereka, all out beneran menekuni bisnisnya

    1. Wah… saya cuma tau Motley Crue juga dari majalah jadul bungkus gorengan gitu, belum pernah dengerin langsung 😅🙈

  11. OMG!! Padahal minggu kemarin baru makan burger, aarrgghh jadi kepingin lagi!
    Sayangnya di kotaku belum ada burger yang kamu review, di sini adanya Burger King sama burger lokal kaki lima.
    Apa abis ini pesen burger yaaa??

    1. Burgernya McD atau KFC juga aku suka2 aja, selama dikasi sambel wkwkwk

      Bahkan dulu, pas SD-SMP, suka girang sendiri kalau ada abang2 burger abal2 yg mampir ke sekolahku yg kadang suka dilupakan gara2 masuk gang, terus di depannya kuburan pula 🙈

  12. sebelum corona menyerang aku dan taman-temanku merencakan untuk ke lawless. Karena jadwal yang berbeda-beda, akhirnya susah untuk ngumpul. Ketika bisa ngumpul, eh malah tutup karena corona, dan hanya melayani take away.

    Berharapnya rencana itu tetap terealisasi 😀

  13. Baru pernh nyoba Carl Junior doank 😆 Dan seenak ituuu memang (apalagi dg saos pedas). Hahahha.. Satu lagi selain Carl Junior, ca suka burgernya Raffles.. Yaampun jadi laper ngebayanginnya 😆😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s