Posted in Stories

Sepertinya Tidak Terpaksa

(Sebuah FlashFiction)

Sebut saja namanya Puti, betina berusia tak lagi muda. Hidupnya dihabiskan di jalanan dari belas kasihan orang. Kadang dia mengemis makanan ke rumah-rumah, kadang mengais-ngais tempat sampah.

Sangat sering mengalami pelecehan seksual, perkosaan oleh para jantan yang sungguh entah di mana rasa tanggung-jawabnya, melarikan diri saat telah menghamili Puti. Bahkan tak jarang kemudian menghabisi anaknya sendiri. Dan Puti tetap menjalani proses persalinan seorang diri. Entah sudah berapa kali.

Mungkin terpaksa, tapi sepertinya tidak.

Setelah melahirkan, anak-anaknya tetap disusuinya dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Meskipun seringkali berakhir mati karena kurang gizi. Atau bahkan dibawa lari, dimangsa bapaknya sendiri. Setelah si anak mati, dia bersedih sehari-dua hari. Kemudian dijalaninya kembali hari-hari. Kulihat dia sudah mulai bercentil-centil ria di hadapan para lelaki yang mendekat lagi setelah anak-anaknya mati.

Tentu saja Puti pada awalnya marah-marah pada para jantan tersebut. Sepertinya dia geram dengan kelakuan mereka. Tapi tak pernah sekalipun dia melaporkan mereka pada pihak berwajib. Mungkin kepikiran pun tidak.

Bahkan setelah para jantan itu pergi karena dimarahi, dia sendiri yang akan mencari dan merayu mereka dengan suara merdunya. Dan kemudian terulang lagi. Entah sudah berapa kali.

Yah, begitulah… Hidup memang keras bagi kucing liar betina yang hidup berkeliaran di jalanan. Tapi tetap dijalaninya hari demi hari.

Mungkin dengan terpaksa, tapi sepertinya tidak.

Author:

To many special things to talk about... =p

16 thoughts on “Sepertinya Tidak Terpaksa

  1. dear kak hicha,
    salam kenal dari saya,
    flashfiction itu apa? hahaha malah bertanya kaya nanya ke mbah gugel.

    saya suka rangakaian katanya seperti syair yang berirama. walau di awal membaca saya agak terkejut dengan pilihan kata yang terasa frontal bagi saya namun ternyata itu adalah keywords dari cerita ini.

    ada rasa simpati dengan kisah kelam si wanita seakan ingin ikut membantu merengkuh dan memeluk. mungkin dia tidak punya pilihan karen ahidup sudha begitu keras padanya, dia harus bertahan dan hanya “itu” lah cara dia bertahan.

    so sad 😦

    1. Salam kenal juga… πŸ™‚

      Flashfiction itu cerita pendek yang lebih pendek lagi (lha?). Kalau ga salah sih harusnya cuma <100 kata tapi ternyata lebih susah buatku, jadi ya udahlah 200 kata anggap aja masih flash… πŸ˜…

      Eniwei, iya, emang sebenarnya itu keywords. Hahaha

      Aku ga kebayang aja kalau manusia beneran yang mengalami kejadian ini… yang denger aja bakal stress banget kayaknya… huhuhu

  2. Dari paragraf awal baca aku udah mulai keingetan sama kucing-kucing tetangga yg hobinya bunting, dan kucing sendiri yg hobi bikin bunting tapi udahannya kabur, haha. Tak taunya insting kucing saya benarπŸ˜†πŸ˜‚. Agak lucu ya membayangkan kalau di dunia kucing ini ada polisi, dan si Puti adalah salah satu dari sekian kasus prostitusi yg gak terungkap karena terpaksa menjalani hidup seperti itu. Sementara kucing-kucing aktivis di luar sana sedang mengkampanyekan RUU P-KS yg malah mental dari Prolegnas. Hadeuh udah mulai ngalor ngidul, nih, haha.

    Nice writing kak! Such a mind-blowing fiction. Dan makna ironinya nempel banget buat aku!

    1. Hahahaha… baru Awl yang nebak langsung bener πŸ˜‚

      Puti ini sebenarnya kucing liar yang suka main ke rumah, dan dalam setahun bisa lahiran 3-4kali dong πŸ€¦β€β™€οΈ

      Nah, iya kan… kalau dipikir-pikir dunia ini kejam banget buat kucing betina. Udahlah ditinggal bunting berkali-kali, ga ada aparat penegak hukumnya pulan *eaaa jadi ikut ngalor ngidul 🀣*

  3. Wah, saya baca ini dengan serius, ternyata lagi bahas kucing betina πŸ˜‚ seriously nggak menyangka kalau ini soal kucing, mba. Hahahaha. Bagus flashfictionnya. Eniho, jadi ikut berpikir kalau dunia kucing liar memang kadang menyedihkan. Bahkan di dunia kucing pun ada persoalan ‘privilege’ di mana akan selalu ada kucing yang lahir beruntung dalam sebuah rumah mewah, namun ada juga yang lahir kurang beruntung di bawah kolong jembatan 🀧

    1. Maap kalau membuatmu merasa tertipu ya mba… πŸ˜‚

      Setelah dipikir-pikir, iya juga ya mba… saya cuma kepikiran yg di jalanan, ga kepikiran soal β€˜privilege’ dunia kucing πŸ˜…

      Tapi para kucing ini hebat ya… hidupnya udah segitunya, ttp aja semangat cari makan. Apa karena di dunia kucing belum ada sosmed kali ya mba… πŸ˜‚

  4. Jangankan kucing liar kak, kucing betina peliharaanku aja sering banget digodain sama laki-laki yang nggak tahu darimana, datang kalau ada maunya aja. Udah hamil, ditinggal pergi gitu aja πŸ˜‚
    Nggak sopan memang! 😀 Habis lahiran-pun, nggak pernah ditengok sama sekali. *Kok jadi emosi*

    1. Betul bangetttt
      Kayaknya dunia kucing jauh lebih patriarkis dari dunia manusia yaa πŸ€¦β€β™€οΈ
      *ikutan emosi*

  5. Langsung inget Ama kucing2 jalanan yg sering lewat depan rumahku mbaaa hahahaha. Duuuh kalo udh musim kawin yg betina jd rebutan, ribuut banget. Trus bbrp bulan lahir anaknya :D. Kdg dibawa ke rumahku . Tp kdg ga ga kliatan LG, aku anggab ga bisa bertahan mungkin. Kasian sih kucing2 liar ini.

    Pgn dipliara semua ga mungkin jg.

    Bagus flash fiction nya mba :). Aku jd pengen belajar bikin begini deh

    1. Mungkin memang sebaiknya ditangkepin satu2 terus disteril kali ya, mba…

      Sisain dikit aja buat keberlangsungan keturunan kucing liar πŸ˜‚

  6. awal-awal baca bingung kenapa sebutnya betina… Terus langsung mikir. Pasti ini lagi ngomongin kucing! Hehee soalnya ada jantan-jantan ga bertanggungjawab yang hamilin plus suka mangsa anaknya sendiri.
    Pemaparan dan tata bahasanya kereen! Siapa sangka kehidupan kucing liat bisa dibuat cerita keren kaya begini!!!

    1. Makasih, mba… 😊
      Jadi kembang idung saya, nih… 😝
      Untung saja kucing ya, mba *kasihan juga sih tapi πŸ˜…*
      Tapi kalau manusia, duh… nyeri hati ga sih kalau ada orang di sekitar kita yg kayak gitu? 😒

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s