Posted in Experience, MindTalk

Pengalaman Mencari Pekerjaan Lewat Usia 25

Lewat jauuuh… wkwkw

Kenapa milihnya angka 25? Yagapapa, biar pas seperempatnya seratus tahun. Kenapa milihnya seperempat dari seratus tahun? Yagapapa, pengen aja, ah… blog aing kumaha aing, ceunah! 🤪

Jadi, ya… tahun ini, tuh, seperti tersirat dalam postingan yang ini, lumayan ‘seru’. Saking serunya, saya sampai menetap di empat kota dalam kurun waktu kurang lebih 7 bulan saja! Menetap lho… bukan jalan-jalan… Dan lumayan ‘seru’ juga proses pindahannya. Terutama pindahan pertamanya. Pindahan berikutnya, sih, barang saya berkurang terus. Yang terakhir ini malah cuma bawa satu ransel dan satu koper. Hahaha.

Dan sekarang tibalah di ibukota. Kota yang dulunya selalu menjadi pilihan terakhir sebagai tempat menetap. Tapi setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya menjadi tempat tinggal juga. Meskipun nggak tahu sampai kapan juga… 😅

Yah… the perks of being adult. Akhirnya semua keputusan didasari pada logika dan realita. *tsaah*

Saat balik ke Indonesia akhir April lalu, saya memutuskan menetap di Bandung. Setelah ngobrol dengan banyak orang, akhirnya saya mencoba internship di salah satu perusahaan konsultan di bidang engineering khususunya CFD (Computational Fluid Dynamic). Kerjaannya asyik dan seru banget! Tiap pulang kantor udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Rasanya energi beneran terkuras buat mikir.

Setelah balik ke Bandung ini juga lah opsi untuk bekerja di Jakarta mulai masuk dalam pikiran saya. Terutama untuk kondisi lingkungan. Bandung sudah tak sejuk lagi dan macet… huhuhu…

Sebulan di Bandung, karena sesuatu dan lain hal, saya pulang, sekalian mudik lebaran juga. Tapi, keterusan sampai hampir setengah tahun! Hahaha… Kayaknya ini mudik terlama saya setelah jadi anak kost selama 17 tahun.

Sampai bulan Oktober, akhirnya saya memutuskan buat mencari pekerjaan lagi. Bukan karena di rumah nggak nyaman. Justru saya takut terlalu nyaman nanti malah susah keluar dari comfort zone ini.

Saya mulai dari meng-update profil LinkedIn dan JobStreet, CV, dan searching lowker yang memungkinkan. Sambil mulai belajar lagi juga. Mulai dari Kalkulus sampai web development yang paliiiiing dasar. Dan baru saat itu menyadari betapa nikmatnya belajar itu. Tapi nggak sampai dua bulan, masuk tahap bosan juga, sih… 😑

Duh, kenapa diriku bisa bosenan banget begini orangnya?? Huhuhu…

Kenapa nggak mencoba kembali ke perusahaan tempat internship di Bandung yang lalu? Seperti (lagi-lagi) tertulis di tulisan yang ini. Saya masih ‘menganalisis’ mengenai kelanjutan study saya.

Jadi, saya mencari yang agak jauh dari bidang saya, supaya kalau ternyata dari hasil ‘analisis’ saya memutuskan untuk lanjut, setidaknya masih ada energi setelah bekerja yang datang dari excitement karena mengerjakan hal yang berbeda dengan yang dikerjakan di pekerjaan.

Jadilah, pertengahan Oktober, setelah ‘membidik’ beberapa lowker, saya mulai memasukkan CV. Saat itu targetnya ke 10 lowongan. Alhamdulillah, dipanggil untuk interview di beberapa perusahaan dan mendapatkan beberapa offer juga. Tapi akhirnya saya memilih yang lebih dulu mengirimkan offering letter tertulis.

…and here I am, di ibukota, yang ternyata tidak seperti yang saya suudzon-kan di saat usia saya lebih muda dulu. 😇

Beberapa notes tentang mencari pekerjaan di usia segini:

  • Age is really matter!

Pada akhirnya saya memutuskan memasukkan CV ke perwakilan perusahaan luar di Indonesia karena kebanyakan perusahaan asli lokal menuliskan batas usia. Kalau seusia saya begini, hampir semuanya mensyaratkan pengalaman dari posisi high-level minimal lima tahun. 🙈

  • Punya modal itu penting!

Modal di sini maksudnya bukan uang buat nyogok-nyogok gitu, ya… Tapi skill dan relasi.

Skill ini bentuknya bisa macam-macam. Bisa kemampuan Bahasa, sertifikat, bahkan sampai punya SIM B juga masuk skill, tuh!

Tapi, harus yang konkrit, yaa… Jadi, tidak termasuk skill yang penilaiannya baru bisa dilakukan setelah berinteraksi beberapa waktu, seperti berjiwa kepemimpinan (kecuali pengalaman sukses menjadi leader dalam sebuah tim atau apa gitu), pekerja keras, dll.

Sedangkan relasi juga nggak kalah penting. Sejujurnya, saya mendapatkan kesempatan internship di perusahaan di Bandung juga karena relasi dari dosen dan senior di kampus dulu. Dan bukan sekali-dua kali juga alhamdulillah mendapat rejeki dari teman dan kenalan.

Mungkin karena itu ada yang mengatakan bahwa “Silaturahim itu membuka pintu rezeki”. 😇

  • Pengalaman di luar bidang akademis itu nggak kalah penting!

Bisa dibilang proses mencari pekerjaan saya relatif lancar dan cepat, selain karena doa orang tua dan sedikit skill lain yang saya punya, juga karena pengalaman kerja paruh waktu dan berorganisasi.

Dari keduanya saya mengenal SOP, belajar bekerja dalam tim, problem solving, dan kembali ke poin sebelumnya, jadi ‘modal’ juga untuk saya pribadi.

Jadi buat adik-adik yang masih kuliah, nggak apa-apa banget kalau nggak cuma kupu-kupu alias kuliah-pulang-kuliah-pulang. Yah, mau kupu-kupu juga nggak apa-apa, sih… Apalagi kalau ada pertimbangan lain. Yang penting kamu tahu kesempatan dan risiko yang datang bersama pilihanmu.

Dan beberapa tips yang saya dapatkan dengan pengalaman mencari pekerjaan kali ini, selain hal-hal yang menjadi catatan di atas, antara lain sebagai berikut:

(Tips ini bisa digunakan oleh fresh graduate juga, sih, IMO)

  1. Tetapkan kriteria pekerjaan yang kamu inginkan.

Bisa dari jenis pekerjaan, perusahaan, sampai ke salary maupun benefit yang kira-kira ingin kamu dapatkan. Mau yang tinggi sekalian juga boleeeh… tapi pastikan value kamu sebagai karyawan nantinya juga sepadan dengan kriteria yang kamu minta.

  1. Update profil LinkedIn

Percaya nggak percaya, sekarang banyak banget perusahaan baik lokal maupun internasional yang mencari talent dari media sosial ini. Dan juga nggak sedikit yang stalking calon karyawannya juga dari profil LinkedIn-nya.

Kalau mau tahu tips membuat profil yang menarik, berhubung saya juga nggak ahli, jadi lebih baik googling saja, yaa… 😝

  1. Buat CV yang menarik

Resume tentang diri kita ini, bisa dibilang jendela yang bisa diintip pihak HR perusahaan mengenai kemampuan dan kecocokan kita terhadap pekerjaan yang ditawarkan.

Kalau bisa buatlah CV yang berbeda untuk tiap perusahaan yang ‘dibidik’. Apalagi kalau posisi yang ditawarkan berbeda. Buatlah CV yang menitikberatkan kemampuan kita sehingga ‘tampak’ sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

Contoh-contoh CV juga ada buanyaaaak banget, kalau mau googling. Yah… manfaatkanlah kemudahan hidup di zaman sekarang ini. 😊

  1. Mulai mencari

Cari lowongan yang sesuai kriteria kamu buat tadi, bisa di career center kampus, website penyedia lowongan seperti JobStreet, LinkedIn, bahkan bisa langsung ke situs perusahaannya.

  1. Buat introduction atau cover letter yang proper

Proper dari segi isi yang tidak bertele-tele, tidak bohong, dan kira-kira sesuai dengan posisi yang kita incar.

  1. Follow-up yang juga proper

Follow-up di sini adalah saat dipanggil interview atau test. Kalau ini saya dapat dari ibu, sih… Kata beliau, penampilan saat interview itu penting. Tidak berlebihan, tapi harus meyakinkan.

Kalau ada yang mau menambahkan, dipersilakan banget, lho… 😊

Sebagai penutup, sejujurnya sampai saat ini masih jadi pertanyaan retoris bagi saya pribadi,

“Kenapa orang dewasa harus bekerja untuk bertahan hidup?”

Pertanyaan yang sudah tau jawabannya, sih, tapi entah kenapa belum terpuaskan dengan jawaban tersebut.

Jangan bilang, “Ah, nggak kerja juga nggak apa-apa, kok, tinggal cari suami tajir, aja!” karena sungguh saya tidak merasa relate dengan hal tersebut. Hehehe.

Author:

To many special things to talk about... =p

4 thoughts on “Pengalaman Mencari Pekerjaan Lewat Usia 25

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s