Usaha Melawan Scammer dan Phishing a.k.a Penipuan di Internet

Wow… tulisan pertama di tahun 2019, wow…
Jangan tanya abis ke mana aja ya, cyiin…
Masih di sini-sini aja eike mah *apasih*

Zaman internet seperti sekarang ini, kesempatan untuk menambah penghasilan tuh terbuka luas bangettt. Dengan cara halal maupun cara yang merugikan orang lain. Dua di antaranya scamming dan phishing atau bahasa awam-nya penipuan (bukan terjemahan secara literal). Walaupun modusnya mungkin agak berbeda, tapi dua-duanya sangat merugikan orang lain.

Cara melakukannya pun macam-macam. Mulai dari nge-hack akun Facebook atau e-mail, sampai mengirimkan alamat situs yang dibuat sedemikian rupa, sehingga pihak terkirim jadi memasukkan data-data pribadinya.Untuk menghindarinya, sebagai pengguna internet, kita memang harus ekstra hati-hati. Jangan pernah memasukkan data-data pribadi ke situs yang tidak terpercaya. Kalau perlu, semua akun media sosial dikunci saja, sehingga kita bisa memilih siapa yang bisa membaca status maupun melihat apa yang kita upload di sana.

Kecuali kamu mau jadi influencer seperti selebgram dan sejenisnya. Kalau tidak dibuka untuk umum, gimana bisa dikenal gitu, kan, ya… hehehe… Yah, meskipun akun medsos kamu mau dibuka aja, yang penting tetap waspada, ya…

Sampai saat ini, spam foldere-mail saya seriiiing sekali kemasukan e-mail dari pihak yang tidak bertanggung-jawab yang mengatakan bahwa ID saya di-locked dan nggak bisa diakses. Kalau mau bisa diakses lagi, harus meng-input kembali username dan password.

Tentu aja saya cuekin. Kalaupun memang di-locked, mestinya HP saya langsung tidak bisa dipakai, gitu kan, ya? Atau setidaknya ke-restart sendiri dan harus masukin username dan password lagi. Nyatanya, saat itu tidak terjadi apa-apa tuh dengan HP saya. Jadi ya cuekin aja lah udah paling bener mah. Lagipula langsung masuk ke spam folder ini. Jarang-jarang juga saya ngecek isinya.

Tapi, beberapa hari yang lalu di inbox saya (bukan spam folder) ada e-mail pemberitahuan dan invoice mengenai pembelian aplikasi yang namanya aja saya baru tahu saat membaca invoice tersebut.

Ya langsung ngegas gitu kan, ya… “Hah, siapa ini yang make ID gw buat purchase sembarangan?!”

Terus, saya baca deh itu invoice pelan-pelan.

Di bagian bawah tertulis “untuk melihat pembelian atau melakukan pembatalan silakan login akun.” Dengan bagian ‘login akun’ berupa hyperlink gitu.

Hmm… mulai curiga dong…

Dan saya nggak mau ngambil resiko, tapi penasaran juga. Akhirnya saya coba klik link ‘login akun’ tersebut. Saya coba di PC aja, karena nggak mau ngambil resiko ke-hack HP saya. Itu juga saya cobanya sekalian di incognito windows buat meminimalisir risiko ke-save di history yang siapa tahu kan kepencet pas googling trus keluar suggestion, gitu.

Dan seperti yang sudah saya duga, saya harus memasukkan alamat e-mail sebagai username, dan password. Saya masukin asal-asalan aja tuh. Lah, masuk ke page berikutnya, gitu. Tambah jelas aja kan kalau ini penipuan.

Di page berikutnya saya diminta memasukkan data-data nama, alamat, sampai ke nomor CC dan security number-nya. Tentu aja saya isi semuanya dengan asal-asalan (cem banyak waktu aja dah wkwk). Sayangnya, ketahuan kalau nomor CC yang saya masukkan itu ngasal.

Berakhir kah rasa penasaran saya?

Hoo…  tentu tidak!

Saya pengin tahu aja, ini siapa sih yang niat sampe bikin invoice dan bisa lolos masuk inbox?

Dengan kekuatan Google, berselancar lah saya mencari cara bagaimana nge-track alamat situs dan melaporkannya.

Ternyata caranya gampang banget gaes…

  1. Temukan IP address dari alamat situs tersebut.

 –> Buka command prompt à ketik “tracert” “alamat situs” (tanpa tanda petik)

  1. Track lokasi-nya dengan menggunakan link ini.
  2. Kalau lokasinya di Indonesia bisa dilaporkan ke Kominfo melalui link ini. Tapi kalau lokasinya di luar negeri, bisa laporkan melalui Google di link ini.

Saya kurang ngerti juga apakah bisa dilaporkan ke Kominfo meskipun lokasinya bukan di Indonesia atau sebaliknya.

Yang mencoba phishing saya kemarin sih kayaknya orang Indonesia, karena invoice-nya berupa file PDF berbahasa Indonesia. Tapi dilacak IP Address-nya lokasinya ada di US. Mungkin pakai sejenis VPN gitu, kali ya?

Anehnya lagi, link untuk memasukkan username dan data-data lainnya semuanya berbahasa Jepang. Mungkin dibikin sekalian ngelacak lokasi IP address terus menyesuaikan bahasa kali, ya…

Oh iya, saya bukan orang IT, jadi bisa aja yang saya lakukan ini tuh, nggak sesuai kaidah per-IT-an *halah*.

Yah… apapun itu, saat ini sih alamat situsnya sudah saya laporkan.

Tetap berhati-hati, ya…

Semoga tidak ada yang menjadi korban…

termasuk korban ikemen tsundere kek gini ya cyinn 😝

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: