Kecengan (ngga) Baru (-baru amat)

Disclaimer: Ini postingan geje bin alay ala fangirl. Bukan fans kpop dan ke-korea-an (??) tapi jejepangan(??). Yah… sama aja level-nya. Harap maklum dan silakan menyingkir kalau beda selera 😝😝😝

IMO, memandang yang indah-indah seperti pemandangan indah, tulisan atau postingan yang positif dan tidak menjelek-jelekkan kaum manapun, bunga-bunga, dan teman-temannya adalah salah satu bentuk mensyukuri nikmat indera penglihatan. Yuhuu.. termasuk diantaranya orang cakep.  Kalau dulu saya pernah ber-geje ria dengan pemain bola nasional. Sekarang (setelah berganti entah berapa kali) mau cerita-cerita tentang adik belia yang sering dapat peran tsundere dan dijuluki The Prince of Shojo Manga Live Action.

(Baca juga : Saya dan Irfan Bachdim)

 

img_2067-1

Kento Yamazaki (pict from iklan Samsung Galaxy)

Bagi yang belum tahu, doi ini asli Jepang *yaiyalahh, namanya aja Jepang banget*, profilnya ada banyak di google, dan dijuluki YamaKen, mungkin karena model rambutnya pernah mirip YamaPi *analisis sotoy*. Saya sendiri pertama kali ngeliat di Death Note versi drama berperan sebagai “L”. Baru nonton beberapa menit langsung stop dan nggak berminat nerusin karenaaa… yaudah lah ya.. L mah udah pas dimainin sama Kenichi Matsuyama. Eh, bukan L-nya doang ding. Death Note mah udah sepaket Tatsuya Fujiwara-Kenichi Matsuyama. Kalau dua-duanya diganti, mau penggantinya sekece YamaKen pun ku tak peduli. Huh. *lebay*

Baru ngeliat lagi di Suki na Hito ga Irukoto (SukiKoto). Ini drama ala shojo manga sekali. Drama percintaan yang kiyut-kiyut gimana gitu. Gampang ditebak dan biasanya saya tonton kalau otak lagi capek dan pengen tontonan yang ringan-ringan aja. Yah, abis gimana gitu ya… dorama Jepang mah kebanyakan isinya tentang pekerjaan dan lika-likunya. Beragam banget sih, mulai dari dokter sampai proof-reader ada doramanya. Terus sesuai stereotype-nya orang Jepang, kalau urusan kerjaan totalitas, bok! Jadi ya dorama tentang kerjaan, porsi terbesarnya ya pekerjaan tersebut. Selingan cinta-cintaannya seupil atau bahkan nggak ada sama sekali. Terus juga sangat realistis. Nah, buat yang udah capek sama realita, nonton dorama Jepang kadang bikin semangat balik, tapi karena sangat realistis-nya ini kadang juga bikin sakit kepala. Pokoknya kalau diambil perbandingan dengan drama Korea, bisa dibikin quote kayak di bawah ini deh.

Nonton KDrama bikin capek hati, Nonton JDrama bikin capek pikiran (Aquino, 2014)

Hahahahhaah.

Mungkin saya-nya aja kali ya yang nyasar di drama yang bertema kerjaan melulu. 😅😅

Duh, kok malah jadi ngomongin KDrama-JDrama, sih.

Back to YamaKen dan SukiKoto, di sini perannya yang awal-awal jutek n nyebelin abis tapi trus jadi suka, pokoknya tsundere gitu deh. Buat yang nonton mah bikin senyum-senyum-ihiu-ihiu (??) gitu… Ngga tau deh kalau ngalamin sendiri, udah dadah babay sih ya cowok kayak gitu mah. Hahaha.

Nah, perannya yang jutek abis, tapi sesekali bikin surprise yang membuat hati melayang itu yang bikin dia jarang senyum di dorama ini. Dan sekalinya senyum, daku kesengsem kakaaaa 😍😍😍 *oposehh*

Dan setelah masa tayangnya habis, mulai lah saya searching dorama lainnya. Ternyata dia banyakan di film live action, gitu. Tambahan lagi, mungkin karena setting-an mukanya, jadi kebanyakan perannya, yang cakep/pinter, idola cewek satu sekolahan, belagu susah didapetin,  sekalinya jatuh cinta malah jutek-jutek tapi sayang gitu deh. Sepeti kebanyakan tokoh utama di manga buat gadis abege. Yah, namanya aja live action dari shojo manga. Jadi ya karakternya dibuat sedekat mungkin dengan tipe idolanya gadis remaja. Buat yang nonton sih, pas lagi fase “sayang”-nya mungkin bakal ngerasa “aaa… so sweet…” tapi percayalah, buat yang mengalami mah, cowok lurus-lurus aja walaupun ngga romantis-romantis amat tetap lebih bikin tenang *kayak pengalaman aja 😅😅*

Nah, awal bulan ini, YamaKen abis launching film terbarunya yang berjudul One Week Friends  Ceritanya standar, sih. Pelajar SMA yang ngecengin teman sekolahnya. Sayangnya si cewek yang digebet ini tipikal penyendiri, gitu. Dan ternyata dia memilih sendirian aja karena punya kelainan which is setiap hari senin dia kehilangan ingatan tentang teman-temannya. Karena itu, si cowok akhirnya berjanji akan declare pertemanan mereka tiap minggu. Sungguh cerita yang tidak masuk akal. 😅😅

Berbeda dari peran-peran sebelumnya, kali ini YamaKen berperan sebagai Yuki Hase yang ngecengin gadis yang ingatannya restart tiap minggu ini. Dan dia ngga ada jaim or jutek-juteknya sama sekali. Malah yang rada clumsy gitu deh. Makanya saya penasaran pengen nonton. Tapi males nonton sendiri di bioskop *mahal cuyy*, ngajak anak PPI pada nggak tertarik nonton dibioskop karena nggak ada subtitle-nya. Yah, sama kayak nonton film Indonesia di Indonesia, sih ya… Mana mungkin ada subtitle-nya. Hihihi.

Jadi yowes lah, tunggu ntar aja kalau ada yang nyediain streaming. Akan lebih baik kalau nonton dengan cara yang legal sih. Misalnya nunggu keluar DVDnya terus sewa aja di Tsutaya. Kasihan sih ya YamaKen udah capek-capek acting. Hehehe.

Tapi keluarnya kan masih lamaaaaa. *dilema* *penting amat gw nge-dilema-in beginian* *riset tuh dipikirin, oi!*

Advertisements

6 responses to this post.

  1. YamaPi *,* aku ngefansssss

    Reply

  2. Hahahaa gak tau sama sekali kalau udah drakor atau Yg Jepang

    Reply

  3. hahahaha ichaa… baca beginian berasa balik ke jaman kuliah.
    itu lg drama yg temennya otaknya reset tiap minggu aneh bgtt.. tia uda ga sempat nonton drama2an hiks.. semangat risetnya.. jgn nonton terus oii!!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: