17. Tips Liburan di Jepang

Makin ke sini makin banyak saja yang liburan ke Jepang. Kayaknya belum gaul deh kalau belum liburan di Jepang. Nah, sebagai WNI yang baru sudah menetap di Jepang selama 4.5 tahun, ada beberapa hal yang menurut saya akan memudahkan bagi yang mau traveling ke Jepang.😉

1. Itinerary

Yah, kalau ini mah nggak cuma saat akan liburan ke Jepang sih, ya. Ke mana pun itu butuh itinerary. Walau tipe yang go with the flow sekalipun, pasti minimal butuh itinerary untuk berangkat dan pulang dari mana. Nah, kalau di Jepang sendiri, ada empat pintu masuk utama (bandara international) yaitu Bandara Narita dan Haneda di Tokyo, Bandara Kansai di Osaka, dan Bandara Chubu di Nagoya. Beberapa bandara kecil lainnya juga melayani penerbangan international sih, tapi biasanya hanya ke negara-negara terdekat Jepang seperti Korsel atau Taiwan. Selebihnya ya dari empat bandara tersebut di atas. Kalau memungkinkan, menurut saya akan lebih baik kalau tiba dan pulang dari bandara yang berbeda. Dari pada bolak-balik gitu, lho… Umumnya wisatawan masuk dari Narita di Chiba dan pulang dari Kansai di Osaka, atau sebaliknya. Kalau ingin menghabiskan waktu di Tokyo dan memungkinkan masuk dari Haneda, pilih penerbangan yang ke Haneda saja, karena Narita-Tokyo memakan waktu 1 jam-an perjalanan juga dengan kereta.

2. JR Pass

Saat menyusun itinerary, penggunaan JR Pass ini bisa jadi pertimbangan. Kalau dapat penerbangan PP dari bandara yang sama tapi ingin traveling hingga ke kota yang lebih jauh, maka JR Pass ini akan sangat berguna. Tiket ini bisa digunakan untuk kereta JR di seluruh Jepang, included Shinkansen atau kereta cepat. Term and condition berlaku tentu saja. Salah satu contohnya, Shinkansen yang digunakan hanya yang sejenis Kodama atau Sakura yang berhenti di hampir setiap stasiun Shinkansen. Sedangkan untuk yang lebih cepat sejenis Nozomi atau Hayabusa, pass ini tidak bisa digunakan. Satu hal lagi, pass ini hanya bisa dibeli oleh turis dan tidak berlaku untuk warga Jepang atau warga asing yang memiliki residence card Jepang. Hiks.

jr_mlx01-1_001

SCMaglev. Kereta supercepat milik Japan Rail yang belum beroperasi untuk komersial. Masih nyangkut masalah polusi suara, CMIIW. (Photo credit)

Untuk informasi lebih jelas bisa di lihat di sini.

3. Mobile WiFi

Ini buat yang nggak bisa lepas dari internet. Entah itu untuk urusan pekerjaan, mencari jalan, atau hanya sekedar untuk gaya-gayaan di socmed. Hahaha. Sayang sih sebenarnya kalau hanya buat gaya-gayaan mesti bela-belain sewa mobile WiFi. Tapi kalau memang dibutuhkan, di bandara biasanya ada fasilitas rental mobile WiFi, dengan harga variatif, mulai dari 300o yen perhari. Contohnya link ini, yang memberikan informasi rental WiFi router di bandara Kansai.

Lalu bagaimana dengan hotspot di Jepang? Setahu saya, hampir semua hotel di Jepang menyediakan free WiFi. Untuk tempat-tempat umum seperti stasiun kereta, di kota-kota besar biasanya juga menyediakan free WiFi untuk jangka waktu tertentu, begitu juga dengan di restoran atau department store. Bagaimana dengan daerah rural? Hmm… berkomunikasilah dengan bertanya. Hehehe.

4. One-day Pass ticket

Selain JR Pass, untuk kota-kota besar biasanya juga menyediakan one-day/24hrs pass. Biasanya bisa digunakan untuk subway, metro, atau bus hanya di kota tersebut. Tiket jenis ini sangat menguntungkan bagi yang ingin fokus hop on-hop off di tempat wisata di satu kota. Di kota tertentu seperti Nagoya, dengan pass ini kita bahkan bisa dapat discount tiket masuk di beberapa tempat wisata. Sangat menguntungkan bukan.

Berbeda dengan JR Pass yang harus di-purchased sebelum datang ke Jepang, one-day pass ticket ini biasanya bisa dibeli di vending machine di masing-masing stasiun, atau di tourist information tiap-tiap kota. Sayangnya, untuk beberapa kota pass ini hanya bisa digunakan oleh orang asing dengan short-stay visa. Why oh why?! Hiks.

Berikut ini saya link-kan informasi tentang one-day pass di beberapa kota. Tinggal di-klik nama kotanya saja.🙂

Tokyo, Osaka, Kyoto, Kobe, Sapporo, Nagoya, Fukuoka, ada 47 prefektur di Jepang dan saya terlalu malas untuk membuat list semua kota dengan one-day pass ticket-nya. Silakan googling sendiri saja, ya.🙂

5. Aplikasi untuk jadwal kereta

Jepang terkenal dengan transportasi massal-nya yang punctual. Oleh karena itu, jadwal kereta biasanya bisa dilihat di aplikasi khusus yang bisa di-download langsung. Hyperdia dan Jorudan merupakan aplikasi yang cukup banyak dipakai untuk melihat jadwal transportasi umum. Kalau malas men-download, rute dan jadwal juga bisa dilihat di website ini, ini, dan ini.

6. Manfaatkan Google Translate

Mungkin Google Translate selama ini dikenal sebagai site untuk menerjemahkan berbagai kata dari dan ke banyak bahasa di dunia. Beberapa waktu yang lalu, aplikasinya pun sudah di-launched. Tidak hanya untuk menerjemahkan dengan teks atau suara, aplikasi ini juga bisa menerjemahkan kanji dari foto. Akan sangat membantu buat kita-kita yang buta huruf kanji ini. Hehehe. Sayangnya tetap harus tersambung ke internet untuk dapat menggunakannya. Heu.

img_0270

Contoh penggunaan fitur kamera pada aplikasi google translate

7. Etika

Pepatah mengatakan “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, saat berada di negeri orang ada baiknya kita mengetahui apa yang menjadi hal-hal biasa atau tidak biasa untuk dilakukan. Berikut ini beberapa yang saya ingat.

  • behave di tempat umum –> tempat umum ini included transportasi umum. Petugas di kereta biasanya selalu mengingatkan untuk meng-silence mode-kan telepon genggam, tidak merokok, dan tidak melakukan hal-hal yang sekiranya akan mengganggu penumpang lain. Mungkin karena itu, sebagian besar orang Jepang kalau di kereta biasanya akan memilih tidur, baca buku, atau main HP (dengan earphone). Sangat jarang yang bercakap-cakap heboh, apalagi foto-foto selfie. Yah, kalau ada yang foto-foto biasanya bisa dipastikan turis kayaknya. Haha.
  • tidak memberikan tips –> Hmm… mungkin karena sebagian besar orang Jepang itu kerja based on SOP sih ya, dan menerima tips itu tidak ada dalam SOP, jadinya mereka suka bingung sendiri kalau diberi tips.
  • bertanya pada orang yang tepat –> makin ke sini sih orang Jepang makin terbuka dengan bangsa asing, sih. Tapi berhubung pace kehidupannya cepat, mereka selalu sibuk dengan sesuatu. Oleh karena itu, kalau ingin bertanya (misalnya menanyakan jalan, etc), bertanyalah dengan orang yang tepat, misalnya petugas bagian informasi, polisi yang sedang berjaga di pos, atau yang sedang berkeliling. Kalau sekiranya tidak ada yang seperti itu yang bisa ditanyakan, maka lihatlah kondisi orang yang akan ditanyakan. Biasanya yang relatif lebih santai itu kakek-nenek yang sedang jalan-jalan, atau anak sekolah yang baru pulang sekolah (kecuali kalau setelah sekolah dia ikut les, ya!). Bertanya secara acak sebenarnya besar kemungkinan tetap akan dibantu, sih. Hanya saja biasanya yang membantu kurang ikhlas karena merasa kesibukannya terganggu. Biasanya yang ramah itu ya kakek-nenek tadi. Tapi harus hati-hati juga. Soalnya masih ada juga yang belum berpikiran terbuka dan berlaku sinis atau paranoid terhadap orang asing. Yah, pintar-pintarnya kita saja untuk kuuki wo yomu (lit. means read the athmosphere) atau lihat-lihat situasi.
  • jangan menumpang toilet di pom bensin –> kalau di Indonesia kita bisa menggunakan toilet di pom bensin dengan bebas, di Jepang tidak demikian. Toilet pom bensin ya hanya digunakan oleh petugas dan karyawan di pom bensin tersebut. Kalau sudah kebelet, kombini atau convenience store sejenis Lawson, 7/11, etc biasanya menyediakan toilet yang bisa digunakan bebas. Kalau pun tidak bisa digunakan dengan bebas, biasanya ada pemberitahuan. Default-nya sih convenience store adalah store dimana tersedianya sesuatu yang membuat hidup jadi lebih convenience, termasuk di  antaranya toilet.

Yak, segitu dulu deh ya tips-tipsnya. Kapan-kapan kalau ada tambahan bakal disambung lagi di-postingan berikutnya. Jyaa, matane~🙂

One response to this post.

  1. jd kangen jepang… insya Allah tia kesana ya february kalo duit rancupid banyak, hihihih. amin kan duluuu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: