15. Tips (dianggap) Lancar Berbahasa Jepang

Kenapa judulnya ada kata “dianggap”-nya? Ya, karena saya sendiri juga sebenarnya nggak lancar-lancar amat bahasa Jepang-nya. Simply, hanya cukup untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh lawan bicara dan untuk survive dalam kehidupan sehari-hari. Lha wong ikut ujian JLPT level 3 aja saya belum pernah, apalagi level 2 atau level 1-nya. Hueee…

Dan (masih) kenapa ada kata “dianggap”-nya? Hmm, mungkin karena kalau kenalan dengan orang Jepang, tak jarang dikomentari “bahasa Jepangnya bagus, ya!” Padahal, ada dua alasan kenapa orang Jepang berkomentar seperti itu, yang pertama sebagai basa-basi, yah namanya saja baru kenal, masa langsung ngomong straight forward tentang kemampuan orang lain. Dan alasan kedua, karena sudah kehabisan bahan bicara. Haha.

Eh, masih ada alasan ketiga sih, yaitu karena memang bahasa Jepangnya beneran bagus. Iya kali saya ngerasa bahasa Jepang (nihongo) saya beneran bagus, sementara penggunaan kata kerja aja masih berantakan. Hueee…

Tapi, semua berawal dari “dianggap” ini, lho. Yup, dari “dianggap” ini membuat saya cukup terpacu untuk meningkatkan kemampuan ber-nihongo saya. Yah, kan malu juga kalau dianggap lancar terus-terusan, padahal sebenarnya cuma bisa bilang “hee…” dengan berbagai intonasi saja. Hehehe. Dan itu adalah tahap awal agar dianggap lancar berbahasa Jepang, lho! Iya, cukup dengan menggunakan 感動詞 (kandoushi) atau kata yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan, seperti “hee…” tersebut, kita bisa dianggap lancar bernihongo-ria dong. Haha.

Satu kata tersebut mewakili ekspresi untuk beberapa kondisi.

1. Hee–

Dengan pengucapan panjang dan mendatar. Biasanya digunakan untuk menghargai lawan bicara yang sedang bicara membicarakan kelebihannya a.k.a narsis.

2. He?

Dengan pengucapan singkat tertahan. Biasanya digunakan saat sedang budeg atau simply setelah pikiran melayang jauh dan membiarkan lawan bicara ngoceh sendiri. Kelakuan yang kurang sopan, tapi sayangnya masih sering kita (saya) lakukan.

3. Hee?

Dengan pengucapan dua nada (?) dan agak sedikit tertahan. Biasanya digunakan saat bingung dan menjurus kurang setuju dengan pernyataan seseorang. Akan lebih meyakinkan jika disertai gesture memiringkan kepala ke kiri atau ke kanan. Perlu diingat agar jangan memiringkan kepala ke kiri dan ke kanan, karena beresiko dianggap sedang menari India. *Oh my, garing amat ya gue!*

4.Hee!!!!

Dengan pengucapan tinggi dan mata yang membuka. Biasanya digunakan saat kaget atau tidak setuju dengan pernyataan lawan bicara.

5. Hehehe

Dengan muka cengengesan. Paling ampuh digunakan untuk memberitahu bahwa kita (saya) tidak mengerti atau tidak ingin mengomentari pertanyaan atau pernyataan lawan bicara.

Cukup dengan satu suku kata “he” dengan beragam intonasi, anda sudah bisa (dianggap) lancar berbahasa Jepang. Hohoho. Tidak percaya? Ayo, coba praktekkan dengan orang Jepang disekitar anda.

to be continued

PS:

Postingan ini terinspirasi dari video berikut dengan improvisasi dari pengalaman pribadi

One response to this post.

  1. […] hai… Seperti yang tertulis di postingan yang ini. Mari kita lanjutkan tips agar “dianggap” lancar berbahasa Jepang. Nggak penting sih […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: