12. Menjadi Picky Eater di Jepang

Walaupun dianggap makannya banyak sama orang-orang sekitar saya, sejak kecil sebenarnya saya suka pilah-pilih makanan. Seafood apapun itu jenisnya adalah big no! Kecuali ikan gembung (?) kuah tumis tauco. Sayuran pun kadang masih pilih-pilih. Comfort food saya cuma telur. Dalam sehari makan sepuluh butir telur pun kayaknya saya sanggup-sanggup aja. Nggak sampe yang addict banget, yang kalau nggak ada telur nggak bisa makan, sih. Tapi dari pada makan yang saya nggak suka, saya lebih memilih telur.

Sampai di Bandung, The picky eater me masih terus berlanjut. Tapi untuk beberapa jenis masakan seafood kayak ikan bakar yang tampilannya menarik (yeah, I judge seafood by its appearance! XD) atau udang goreng saos padang yang harganya bikin kantong anak kos macam saya bolong, saya sudah mulai makan. Dan sampai di Jepang, yang daging sapi dan ayamnya tidak bisa dimakan (hmm… bisa panjang sih pembahasannya ini, jadi pilihan masing-masing saja, and I choose to avoid it.) menjadi picky eater means lo nyusahin diri lo sendiri! hahaha. Yowes, akhirnya saya usahain deh ya makan segala yang bisa dimakan. Dan ternyata gampang banget! Berasa bisa makan segala sashimi itu by nature aja gitu. Ehmm… boong ding, saya masih belum mampu menelan yang lunak, kenyal seperti oyster ataupun cumi (tentu saja ini versi mentahnya, ya. kalau yang mateng mah hajar bleh). Tapi ya sudah sangat mendingan dibandingkan dulu yang makannya telur lagi, tahu lagi, tempe lagi, tapi kok ya nggak bosen-bosen. Hahaha. Apalagi kalau yang terhidang adalah kaisendon dengan hotate segar kayak di Hokkaido! Yummm… mengingat kelezatannya saja bikin saya ngeces lagi. Hahaha.

kaisendon

Believe me, it’s super yummy!😄

Dan setiba di tempat yang makanan halal masih minoritas ini pula lah saya sadar kalau menjadi picky eater itu juga menyusahkan orang lain. Dulu sih nggak gitu ngeh soalnya, paling kalau saya males makan masakan yang dibikin ibu, saya tinggal goreng telur aja. Tapi sekarang, sejak menjadi minoritas dan dekatnya juga dengan golongan yang minoritas, baru saya sadari kalau pilih-pilih makanan, apalagi kalau dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaan itu bisa menyakiti hati orang yang memasaknya. Duh ibu, sungguh maafkan anakmu ini. hiks.

Dulu kayaknya saya sering bikin teman-teman saya sebel kalau mau ngajak makan ini-itu, seringnya nolak dan secara frankly bilang nggak enak. Padahal, Rasulullah mengajarkan untuk menghargai masakan dan yang memasaknya dengan tetap memakan makanan yang terhidang meskipun tidak enak atau tidak sesuai selera.

Terus, bagaimana tips-nya biar bisa makan sesuatu yang awalnya kita nggak suka? Hmm.. berdasarkan pengalaman pribadi, sih dahar wee, iya dimakan aja lah ya, dari pada lapar, terus jadi bad mood. Hahaha. Eh, apa jangan-jangan saya doang ya yang kalau lapar bawaannya pengen marah-marah?😛

Sekarang sih saya sudah bisa overcome permasalahan dengan seafood. Walaupun kalau mudik yang dicari tetap bakso, somay, martabak, dan sejenisnya. Iya dong… kan akuh mau makan makanan yang nggak ada di Jepang, kakaaa..😄 Tapi untuk tetap menyantap dan nggak komen jelek tentang makanan yang kurang disuka atau menurut lidah saya kurang enak, kayaknya saya masih harus belajar. Hayoo cha, kamu-nya sendiri sering kan mikir “yaelah, ribet bener dah, makan aja milih-milih” kalau ada acara makan rame-rame tapi ada yang mukanya nggak enakeun gara-gara picky? *amnesia dengan masa lalu XD*.

Dan yang sampai saat ini masih menjadi misteri bagi saya adalah, kenapa kebanyakan yang picky eater itu cewek, ya? Cowok-cowok yang saya kenal pada semua langsung hap aja kayaknya. Kayu dikecapin juga diembat deh kayaknya. Hahaha.

Kecuali satu orang sih cowok yang saya kenal yang menjauhi sambal dan ogah makan segala jenis sayur. Lebih baik selama seminggu dikasih makan kerupuk daripada harus menyentuh sayuran, kayaknya. Hahaha.

One response to this post.

  1. Temen dan adek aku (cowok) picky eater juga. Maunya makan enak mulu huhahhaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: