10th. A Little Story of Autumn

Sudah masuk bulan November. November ke empat saya di Kobe. Dan saya baru nyadar kalau belum pernah cerita sekalipun tentang musim gugur di sini. (eh, atau udah ya? Perasaan sih belum. Hehe.)

Kebanyakan orang yang tinggal di sini memilih musim semi atau musim gugur sebagai musim yang paling disenangi. Yah, habisnya musim dingin di Kobe saljunya seuprit dinginnya amit-amit. Give a yay for the rhyme!prokk… prokk… prokkk…*mulai geje*. Sedangkan musim panasnya, lembab-lembab bergembira bak sauna raksasa yang bikin malas ngapain aja. *itu mah, lu doang, cha!*

Saya pribadi lebih suka musim semi yang pinky penuh keceriaan dimana-mana *aseeek*. Tapi sama musim gugur juga seneng, kok. Apalagi dengan dedaunan yang mulai berubah warna. Merah, kuning, hijau, di langit yang biru *lha?*

Kalau musim semi identik dengan bunga sakura dan hanami (melihat bunga sakura bersama teman atau keluarga), di musim gugur orang Jepang biasanya melihat momiji, atau kadang disebut momijigari, atau melihat daun-daun kemerahan bersama teman atau keluarga. Yah, pokoknya jadi salah satu acara “ngumpul” bersama di alam terbuka. Maklum, orang sini seringnya sibuk bekerja, jadi jarang ngumpul-ngumpul kecuali ngumpul-ngumpul buat minum-minum.

Autumn di Peternakan Rokko (photo by me)

Autumn di Peternakan Rokko (foto koleksi pribadi)

Dedaunan yang mulai kemerahan (foto koleksi pribadi)

Dedaunan yang mulai kemerahan (foto koleksi pribadi)

Selain momijigari, beberapa hal lain yang menarik di musim gugur di Jepang antara lain:

Nashi dan Kaki

Tenang, ini bukan tentang makan nasi dengan kaki kok… *krikkk* Dua-duanya adalah nama buah. nashi adalah bahasa Jepang dari buah pir, sedangkan kaki adalah bahasa Jepang dari buah kesemek.

Nashi a.k.a Pear

Nashi a.k.a Pear (pict credit here)

Kaki a.k.a kesemek

Kaki a.k.a kesemek (pict credit here)

Saya pertama kali makan kesemek ya di Jepang sini, dan entah karena salah pilih atau salah cara memakannya, terasa lembek dan terlalu manis. Kalau buah pir, di Bandung juga banyak sih ya… jadi lidahnya sudah biasa saja.

Musim gugur adalah musimnya nashi dan kaki. Jadi kalau di Indonesia ada musim rambutan, di sini bakal berasa aneh kali ya kalau nyebutnya musim nasi atau musim kaki. *makin krik krik*

Kuri, Mont blanc, Kurigohan

Kuri atau chestnut atau kastanye adalah sejenis biji-bijian yang terkenal di Jepang sebagai makanan musim gugur. Dingin-dingin makan yakiguri (kastanye bakar) memang teman yang cocok untuk momiji-an.

Kuri a.k.a Chestnut

Kuri a.k.a Chestnut (pict credit here)

Kalau yang males keluar ruangan, maka mont blanc adalah alternatifnya. Ini bukan sejenis bolpen high end. Tapi cake yang topping-nya biasanya terbuat dari kuri. Oiya, berhubung Jepang bukan negara muslim, jadi pembuatan cake-nya juga tidak terjamin, termasuk mont blanc-nya. Kuri-nya sih halal, tapi campuran lain-lainnya yang mesti hati-hati.🙂

Mont blanc  cake

Mont blanc cake (pict credit here)

Selain untuk cake, saat musim gugur juga saatnya menikmati kurigohan bagi keluarga Jepang. Kurigohan adalah nasi yang dalam proses memasaknya kemudian dicampurkan kuri dan bahan-bahan lainnya. Tentu saja, kuri-nya sebelumnya diolah terlebih dahulu. Karena kalau tidak akan berasa seperti makan batu. Berikut saya hyperlink resep bikin kurigohan yang ada di Youtube. Oiya, kalau melihat resep yang ada sake-nya begini, saya biasanya skip atau ganti dengan cuka dan gula.

Kurigohan

Kurigohan (pict credit here)

Aji(鯵)dan Ayu(鮎)

Ini juga bukan nama dua sejoli asal Indonesia di Jepang. Tapi jenis ikan yang masakannya khas musim gugur. Yup, sebagai negara yang dikelilingi lautan, maka Jepang juga punya jenis seafood yang sangat bervariasi dan tergantung musim. Untuk ayu sendiri, meskipun dijuluki sebagai year-fish yang ada sepanjang tahun, tapi untuk beberapa masakan tertentu khusus disajikan di musim gugur.

Aki no Nanakusa (秋の七草)/The Seven Autumn Flowers

Belum lengkap rasanya kalau ngomongin musim gugur tanpa jenis tumbuhannya. Nggak cuma daun-daun yang berubah warna lalu berguguran, Jepang yang terkenal dengan budaya ikebana atau merangkai bunganya juga memiliki jenis-jenis tumbuhan tertentu. Aki no nanakusa, secara harfiah berarti tujuh rumput di musim semi, meskipun begitu istilah yang sudah terkenal sejak zaman Heian (794-1185) diartikan sebagai The Seven Autumn Flowers dalam bahasa Inggris, karena walau sejenis rerumputan tapi memiliki bunga yang sangat indah.

Oke deh.. segitu dulu cerita tentang Jepang edisi musim gugur-nya. Kapan-kapan disambung lagi dengan edisi-edisi lainnya. Sampai jumpaaaa….😀

4 responses to this post.

  1. buahnya samaaaaa di birmingham juga musim gugur si pir sama kesemek itu . Update lah Cha jangan malas hahahaha *mengintimidasi, mentang mentang gak ngerasain ujian*
    Baruu aja kemarin kami di acara cameo itu ngobrolin mengenai autumn

    Reply

    • Posted by Hicha Aquino on November 8, 2015 at 1:32 pm

      Iya mamak… Mau update tapi apa daya banyakan hanya tinggal niat.. Hahaha..
      Ngobrolin apa emangnya mak?

      Reply

  2. Posted by resep senyum on November 7, 2015 at 9:20 pm

    Wahhhh keren kakkk…

    Ga kerasa udah autumn ke empat aja…🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: