Silaturahim Trip (Korea: Day 2)

Yak, mari kita lanjutkan posting-an kemarin. Kalau sudah bosan, monggo mencari bacaan lain. I won’t feel offended kok. hohoho. 

Day 2

Setelah semalamnya membuat rute, paginya kita bangun pagi-pagi, dan bersiap ke Nami Island. Sebenarnya saya juga nggak tahu sih itu tempat apa. Cuma pas searching-searching ketemu dan katanya bagus. Terus, pas diobrolin sama Riki, dia-nya langsung excited karena belum pernah ke sana juga.

Ternyata, Nami Island  atau di sebut juga Namiseom atau Naminara Republic ini tempat syutingnya Winter Sonata. Saya belum nonton sih, dan nggak tahu deh bakal ditonton atau nggak. Huehehehe.

Gapyeong Station

Gapyeong Station

Dari Hongdae ke Nami ternyata lumayan ribet. Mesti ganti dari Line 2 ke Line 5 terus ke Line di pinggiran kota yang saya lupa namanya, sampai stasiun Gapyeong. Dari situ bisa naik taksi atau naik bis yang mana sangat mahal dibandingkan dengan jarak tempuhnya. Sampai Nami kami baru tahu kalau harga bus langsung dari Seoul ke Nami itu 7500 Won sedangkan tadi kami membayar 5000 Won untuk jarak yang paling hanya 2km. Wew!

But again, show must go on! Awalnya kita bingung mau naik ferry atau zip wire (sejenis flying fox antar pulau gitu). Tapi berhubung naik zip wire itu harganya cukup worth it, plus musim panas itu sebenarnya Nami Island nggak bagus-bagus amat, akhirnya kita pun memutuskan naik zip wire saja. Dengan 38000 Won sudah include tiket masuk dan ferry balik.

Pas ngantri naik zip wire, kita muter-muter aja sekitar tempat masuknya. Selain zip wire,  ternyata ada banana boat sama apa ya itu namanya, kita tiduran di sejenis air bed gitu terus ditarik kapal yang bikin keangkat kayak layangan gitu.  Haduh, maaf lupa namanya. Hehehe.

Bungee Jumping di Gapyeong

Bungee Jumping di Gapyeong

Sejenis Castella yang di jual di Cafe di dekat pintu masuk ke Nami Island

Sejenis Castella yang di jual di Cafe di dekat pintu masuk ke Nami Island

Pemandangan dan Track Zip Wire

Pemandangan dan Track Zip Wire

Pemandangan dan Track Zip Wire 2

Pemandangan dan Track Zip Wire 2

Nara Island, sebelum di jemput ferry menuju Nami Island

Nara Island, sebelum di jemput ferry menuju Nami Island

Ternyata, karena zip wire menuju Nami sedang ditutup, jadi kita naik yang ke Nara Island. Pulau kecil di dekatnya. Dan kemudian dijemput ferry baru diantarkan ke Nami. Muter-muter deh. Tapi karena itu tadi, buat kami, yang bikin Nami worth it di musim panas ya zip wire-nya. Hehehe.

Sampai Nami, rame banget! Keren lah ini pemerintah Korea. Tempat biasa aja kayak gini bisa disulap jadi rame dengan menjual Winter Sonata-nya. Kita sih foto-foto aja. Muter-muter nyari tempat penyewaan sepeda nggak ketemu-ketemu. Dan baru ketemu saat memutuskan untuk nggak jadi saja. Hahaha.

Gerbang Pulau

Gerbang Pulau

Turun dari Ferry, nampang dulu :p

Turun dari Ferry, nampang dulu :p

Peta Pulau

Peta Pulau

Nami Island

Ada Bahasa Indonesia-nya juga!

Ada Bahasa Indonesia-nya juga!

Nami Island

Yang saya salut, di sini selain tempat makan dan hal-hal yang berhubungan dengan Winter Sonata, disediakan juga Praying Room alias Mushola. Sesuatu banget, mengingat ini Korea gitu lho… negara yang penduduknya hampir separuh tidak beragama.

Mushalla di Nami Island

Mushalla di Nami Island

Setelah shalat kita akhirnya memutuskan balik saja. Dan kali ini menggunakan bus sampai Insadong biar nggak usah ganti-ganti kereta. Dari kemarinnya janjian sama Kak Widhi, senior sejurusan jaman kuliah dulu yang sekarang lagi S3 di Konkuk Univ. Tapi berhubung saya nggak aktifin roaming dan hape-nya Riki lowbat. Jadi kita janjian hanya mengandalkan sinyal wifi untung-untungan. Sama Panji, adik kelas sejurusan yang juga di Konkuk tapi baru lulus master dan kayaknya nggak minat lanjut doktoral *Fiuhh, panjang ya boo* juga janjian via Twitter, tapi ya itu tadi, terkendala komunikasi. Jadi awalnya nggak jelas.

Setibanya di Insadong, kita nyobain Patbingsu dulu di Miss Lee Cafe. Tempat syutingnya WGMnya YongSeo lho *penting*. Etapi saya kesananya beneran pengen nyobain patbingsu kok. Hihihi.

Insadong

Insadong

Patbingsu

Patbingsu

Miss Lee Cafe

Miss Lee Cafe

Kalau mau nyari wifi ya emang pas-nya ke cafe lah ya. Miss Lee ini ramenya kebangetan. Tempatnya unik sih. Kayak barak tentara. Banyak coret-coretan dan penyajiannya juga pake wadah kaleng gitu. Tapi makanan sama harganya agak njomplang.  Mungkin karena diletakin di kotak kaleng gitu, kok rasanya nggak rela bayar dengan harga cafe normal ya. Hahaha.

Selesai makan, kita langsung cabut ke Konkuk. Hape Riki udah mati total. Hape saya ya nggak gitu berguna juga kalau nggak ada sinyal wifi. Bisa aja sih make roaming, tapi kok ya ngga rela kalau nanti tagihan lebih mahal daripada ongkos PP Jepang-Korea. Huehehehe.

Keluar dari exit 2 stasiun Konkuk, kita janjian di depan Angel-in-us Coffee. Di depannya doang. Nggak masuk. Kan baru selesai makan. Tapi berhubung bingung juga gimana menghubungi kak Widhi akhirnya kita muter-muter sekitaran situ aja. Siapa tau ketemu game center jadi kan bisa melaksanakan misi PIU yang tertunda kemarin. Hehe.

Alih-alih ketemu PIU, kita malah ketemu Panji yang dadah dadah dari dalam restoran sundubu. Sundubu itu jenis makanan yang terbuat dari tahu gitu. Rasanya gimana? Tanya aja sama yang pernah makan .😛

Wah, kebetulan banget, jadi ada yang bisa diminta pinjemin alat komunikasi deh. Sayangnya, Panji ini udah mau pulang, jadi kontrak Hpnya udah dimatiin atau dengan kata lain dia nggak make hape! Yah.. Padahal doa iseng yang terkabul ini. Hahaha. Untung aja dia makannya nggak sendiri dan ada Hendra yang juga adik kelas saya di jurusan. Dan tertolonglah kita. Setelah menghubungi kak Widhi dan diputuskan janjian ketemu di Mouse Rabbit Cafe. Awalnya malah Riki yang nelpon mbak Widhi salah nangkep jadi Malfretin. Sampai sekarang masih misteri gimana ceritanya Mouse Rabbit jadi Malfretin. Kkkk.

Panji dkk sekalian jalan balik ke lab-nya nemenin kita nyari Cafe itu. Pas ketemu, mereka langsung takjub “Wow, rame! Isinya cewe semua.” Saya yang agak alergi tempat yang terlalu rame jadi ragu buat masuk. Tapi ya berhubung udah janji, ya sudah nunggu di luarnya aja.

Dan beberapa saat kemudian salah seorang dari mereka nyeletuk “Ini kan cafe-nya Yesung Super Junior”. Yah, pantes aja rame pisan dan isinya banyakan abege-nya. Ternyata oh ternyata. Sejujurnya saya nggak tahu Yesung itu yang mana. Bahkan ngebedain anggota SuJu satu per satu saja saya belum bisa. Jadi ya nggak se-excited mbak-mbak yang ada di dalam sana. Apalagi tempatnya rame-nya Naudzubillah..

Lagi-lagi berhubung udah janjian dan Panji dkk memutuskan balik, nggak ada jalan lain selain nungguin di situ. Antriannya wow banget dah. Saya dan Riki awalnya mau beli minuman biar nggak dibilang cuma numpang duduk doang, akhirnya memutuskan naik ke lantai dua dan nyari tempat duduk saja. Dan ternyata, entah demi Yesung atau demi apa, pengunjung cafe itu lebih milih berdiri di depan barista daripada duduk di tempat yang ada.Denger-denger sih mungkin karena Yesung itu cukup rajin muncul dan melayani di cafe-nya.

Untung saja kita dapat tempat duduk. Belum berencana memesan apa-apa karena masih males ngantri. Sambil menunggu kami makan saja snack perbekalan yang kami punya. Tidak lama kemudian muncul suara gaduh dari bawah “Oppa…” saya dan Riki cuma dengar kata itu. Yesung-nya datang kali ya. Sayangnya, pesona Yesung masih belum bisa mengalahkan rasa mager kami dari tempat duduk. Jadi ya sudah, sampai sekarang juga saya nggak tahu siapa yang datang. Hihihi. Setelah suara gaduh tadi menghilang, cafe-nya pun mulai sepi. Berarti bener ya, tadi ramenya karena fans-nya Yesung. Hahaha.

Dan beberapa waktu kemudian kak Widhi datang. Setelah ngobrol dan foto-foto sebentar, kami pun meninggalkan Mouse Rabbit Cafe. Ya ampun, berarti beneran jatuhnya jadi cuma datang, numpang duduk dan numpang makan. Hihihi. Maaf ya Yesung dan para fans. Habis gimana dong, saya kan nggak tahu kalau itu cafe-nya Yesung. Hehehehe.

Numpang duduk, ngemil, dan foto-foto di cafe-nya Yesung :P

Numpang duduk, ngemil, dan foto-foto di cafe-nya Yesung😛

Setelah itu masih berlanjut dengan usaha mencari game center yang berakhir di Lottemart yang ternyata game center-nya sudah tidak beroperasi sejak tahun lalu. Hikss.

to be continued biar ga kepanjangan (sing sabar ya.. *ya kalii*)

4 responses to this post.

  1. oh jadi pengen juga.. OMG! tahun depan insya Allah

    Reply

  2. Posted by thahirahmad on September 14, 2013 at 3:12 pm

    Asik ya cha.. banyak temen2 pn jd jalan2 kemanapun rame🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: