Random Happenings #2

Tidak ada hubungannya dengan postingan yang ini sih. Hanya sedang ingin menulis saja.😉

  • Beberapa hari kemarin janjian sama Pak Prof jam 10 pagi. Sampai di depan pintu ruangan beliau, saya ketuk lah itu pintunya. Kirain terdengar ada jawaban dari dalam, tapi pas saya buka, ternyata beliau sedang dalam posisi tertidur di kursinya. Buru-buru saya tutup lagi pintunya, dan mengetuk sampai terdengar jawaban yang sebenarnya. Kasihan euy Pak Prof, kelewat sibuk kayaknya sampai kecapean gitu. :-S
  • Entah kenapa, kalau saya ingin menyampaikan sesuatu dalam bahasa Jepang, saat yang saya ingin sampaikan itu ABCDE, maka susunan kalimat saya jadi BCADE dan lawan bicara saya kayaknya pada jagoan main puzzle karena bisa mengerti apa yang saya maksud. Efek dari budaya orang sini yang kalau bicara juga muter-muter dulu kali, yak? hihihi…
  • Saya habis hiking! Yay! Lumayan banget buat mengobati rasa rindu *halah*. Awalnya sempat ngeremehin, Saya pikir yang namanya di Jepang, kayaknya udah difasilitasi semuanya. Etapi ternyata track hiking-nya masih masuk kategori yang asyik kok..😉
  • Orang sini jangankan yang cewek, cowoknya aja makannya kok ya dikiiit banget. Pas hiking itu, kan ada istirahat makan siangnya tuh. Nah, karena saya nggak sempat nyiapin apa-apa, jadi beli onigiri di kombini aja. Anak-anak yang lain juga makan siangnya pada roti atau onigiri. Terus sampai di Arima Onsen yang jadi finis-nya, saya udah kelaparan tingkat kalap, yang lain masih nyantei-nyantei aja. Yang dicari pertama kali malah bir! Hadeeh…
  • Sudah mulai masuk musim panas. Masih dalam tahapan musim hujan sih, jadi nggak seberapa panas. Jangkrik-jangkrik pun belum mulai bernyanyi dengan “merdu”-nya. Tapi, waktu malam yang lebih panjang, lumayan bikin bingung. Saya jadi beberapa kali memilih tidur habis subuh karena takut kebablasan. Isya hampir jam sembilan, jam setengah lima subuh udah terang. Mungkin masih belum seberapa dibandingkan dengan Eropa atau negara-negara yang lebih utara lagi. Tapi teteup ya, masih jumpalitan buat adaptasi *lebay*
  • Ditulisan yang tadi, saya mikir kenapa libur musim panas yang paling panjang padahal kalau panas kan bikin males keluar. Jawabannya, kalau musim dingin lebih males keluar lagi! Pengennya gogoleran di bawah futon teruuus. Hahaha…

Ya sudah deh, cukup random-nya. Kapan-kapan disambung lagi :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: