Monyet Ajaib

Yeah, kembali lagi bersama saya dalam postingan menjelang subuh. Hohoho.

Serius, ini tulisan bukan tulisan serius (?). Serius juga, ini tulisan tidak ada hubungannya sama primata yang kata Om Darwin saudaraan sama spesies kita. Serius lagi, ini tulisan juga tidak ada hubungannya dengan sulap, sihir, dan hal-hal ‘ajaib’, meski judul tulisan ini mengandung kata tersebut.

So, ini sebenarnya tulisan apa, Cha?

Baiklah, daripada semakin berlama-lama, dan semakin berputar-putar, mari saya lanjutkan postingan ini dengan satu pertanyaan.

Apa bahasa yang paling universal di dunia?

Mungkin ada yang bilang bahasa Inggris, mandarin, atau malah bahasa cinta (?).

Masing-masing mungkin punya jawaban sendiri. Tapi bagi saya, bahasa yang paling universal itu adalah musik. Yah, sejujurnya sih, saya tidak bisa bermain alat musik apa pun, dan sejujurnya lagi, saya lebih dulu mengenal novel-novel karya Marah Roesli dkk daripada musik. Sehingga bisa dipastikan saya baru mengenal Beatles jauh lebih lambat dari sejak mereka berdiri. Ya iya lah, lha wong pas mereka terbentuk, ibu saya aja belum lahir. Hehehe.

Meskipun begitu, saya suka kok dengan musik. Musik apa pun itu, mulai dari pop, rock, nu metal, religi, bahkan dangdut pun okeh, selama masih enak di dengar. Tidak ada batasan dan aliran tertentu. Yang penting telinga saya sedang ingin mendengarkannya saja. Begitu juga dengan liriknya. Mulai dari lirik berbahasa Indonesia, Inggris, Aceh, Minang, pokoknya selama sedikit banyak saya masih bisa menangkap maksudnya dan musiknya pas di telinga, ya saya dengarkan saja.

Dan saat ini saya lagi suka dengan satu band Jepang bernama Monkey Majik (iya, ‘majik’-nya pakai huruf ‘k’). Pertama kali dengerinnya pas nonton Renzoku Drama (drama bersambung) “Aishiteru-Kaiyo”. Walaupun judulnya artinya sama dengan “I Love You”, ini bukan drama percintaan, tapi masuk ke kategori human drama. Kalau mau tahu ceritanya seperti apa, silakan baca sinopsisnya di sini. Lagu yang judulnya sama dengan judul drama tersebut, jadi ending di situ. Saat itu hanya sekadar suka, tidak mencari tahu lebih jauh apa judulnya dan siapa yang menyanyikan.

Sampai beberapa hari yang lalu, saya masih belum tahu apa judulnya, siapa penyanyinya, bahkan saya lupa lagu itu saya dengar di mana. Tapi berhubung rhythm-nya terngiang-ngiang terus di telinga, saya jadi penasaran dan mencari tahu.

Yeap, ternyata penyanyinya sebuah band yang kalau diterjemahkan secara ngasal berarti Monyet Ajaib. Band ini dibentuk di Sendai, tapi beranggotakan gabungan orang Jepang dan dua bersaudara ber-kewarganegara-an Kanada.

Setelah tahu lagu “Aishiteru”, saya ngulik-ngulik video-video lain mereka di Youtube, dan akhirnya nyasar ke beberapa lagu lain yang ternyata nggak kalah enak buat didengar.

Dua diantaranya “大丈夫/Daijobu” dan “Headlight”. Untuk lagu pertama, saya paling suka kata-kata 「大丈夫だから、君ならできる」その言葉で強くなれた/”It’s alright, If it’s you, it’s possible” with those words, I became strong. Sedangkan untuk lagu kedua, saya suka lagu tersebut secara keseluruhan. Baik aransemen maupun liriknya.

Ya sudah deh, daripada makin banyak bacot, monggo langsung dinikmati di video di bawah ini😉

Untuk “Aishiteru” sama “Headlight” juga ada versi english-nya lho.. Secara, vokalis sama gitaris-nya kan emang native english. Hihihi.

Oke deh, sekian dulu postingan menjelang subuh ini dan sampai berjumpa lagi di postingan-postingan yang akan turun (?) dalam batas waktu yang belum ditentukan😛

2 responses to this post.

  1. Hai hai😀

    Aaaahh dirimu juga suka monkey majik??? Sama dong aku juga suka yang aishiteru❤

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: