Sapedahan

Karena unforeseen circumstances, saya yang awalnya ngampus di kampus Rokkodai jadi pindah ke kampus Fukae. Dulu sih pas tinggal di asrama, tiap hari ke kampus Rokkodai naik kereta. Berhubung harus pindah dari dormitory, sejak akhir Februari saya pindah ke daerah antara stasiun Hankyu Rokko dan JR Rokkomichi. Ke kampus Rokkodai jalan kaki sekitar lima belas menit. Eh, ternyata jadinya malah pindah ke kampus Fukae. Hahaha..

Dari kos-kosan saya ke kampus Fukae, jaraknya sekitar 6km dan berhubung waktu itu ada temen yang sepedanya nganggur karena dianya mau balik ke Indonesia selama sebulan, jadilah itu sepeda saya bajak sebulan. Sampai sekarang pun belum sempat saya balik-balikin, sampai akhirnya yang punya sepeda memutuskan untuk menjual sepedanya ke saya. Nggak tau deh, dijual karena memang udah nggak butuh atau karena nggak saya balik-balikin. Hahaha..

Sepedaan di Jepang mah, mungkin seperti yang kebanyakan dibayangin orang. Enak, trotoarnya gede, atau kalau sepedanya jenis roadbike bisa sekalian di bahu jalannya yang juga gede.

Dan emang enak sih.. tapi.. (selalu ada tapi :p), lampu merahnya banyak pisaaan.. kayaknya hampir tiap 500 meter ada lampu merah deh. Itu hitungannya cuma buat trafic light di persimpangan jalan besar lho.. belum termasuk yang kecil-kecil (yang sering saya terobos..  eh, tapi saya kalau nerobos liat-liat dulu ding.. kalau ada orang jepang yang nerobos baru saya ikutan terobos.. :p). Dan kalau hitungannya dari rumah ke kampus itu 6km, berarti ada sekitar 11 (iya, tau, 6km/500m sama dengan 12, tapi saya pengen nulisnya 11 aja ah.. :P) lampu merah yang harus saya lewati. Mending sih, kalau setibanya di sana lagi hijau. Sayangnya, sekalinya kena lampu merah, yang berikut-berikutnya biasanya juga ikutan merah.

Nah, kalau di satu lampu merah aja saya harus menunggu sekitar semenit, berarti ada sebelas menit waktu saya yang terbuang. Padahal, perjalanannya aja udah makan waktu 40menit di pagi hari saat berangkat., dan 1 jam saat pulang. Bukan karena macet sih, tapi emang perjalanan pulang tantangannya lebih gede. Nggak hanya tantangan kosan saya yang hitungannya masih di kaki gunung, jadi mesti jalan menanjak plus kena angin gunung yang arahnya sering berlawanan arah dengan arah perjalanan pulang saya, tapi juga tantangan pengen jajan dulu. Untung juga sih, kebanyakan jajanan sini nggak boleh dimakan, kalau nggak, wah.. bisa bangkrut kayaknya.

Ini kok malah jadi ngebahas jajan, ya? *ilang pokus*

Baiklah, kembali ke lampu merah, kalau seandainya lampu merahnya cuma satu, berarti saya kan bisa menghemat sepuluh menit perjalanan. Dua puluh malah, kalau hitungannya PP. Lumayan banget kan, sehari dua puluh menit, sebulan udah sepuluh jam! Wow, ada berapa banyak kegiatan lain yang bisa saya lakukan dengan sepuluh jam?

Ya udah sih, cha.. naek kereta aja kalau gitu...

Nah, kalau naik kereta lain lagi ceritanya. Meskipun kosan saya dekat dengan stasiun Hankyu Rokko dan JR Rokkomichi, kalau mau ke kampus Fukae, kereta yang melaluinya hanya Hanshin, yang stasiun terdekatnya Shinzaike. Dari rumah ke Shinzaike, itu makan waktu 15 menit, dari stasiun Fukae ke kampus sekitar 7 menit. Perjalanan dengan keretanya, berhubung hanya bisa dengan kereta lokal memakan waktu, sekitar lima belas menit (lima menitan ngetem di stasiun Mikage, demi kereta ekspres yang mau lewat). Itu belum kalau saya kelewatan kereta, jadi harus nunggu 12 menitan untuk kereta selanjutnya.

Di total-total mah hitungannya sama aja naik sepeda atau naik kereta. Malah, kalau naik kereta, ongkosnya menguras kantong. Belum lagi saya suka bingung mau ngapain saat di kereta. Males banget kan kalau cuma mainin hape, apalagi kalau cuma bengong. Sedangkan kalau naik sepeda, selain sekalian olah raga, lebih hemat, plus kalau pun saya bengong, setidaknya kaki saya tetap gerak buat ngayuh sepeda.

Dan lagi kalau naik sepeda, yang bisa dilihat juga lebih banyak. Lumayan lah, buat cuci-cuci mata.. hihihi..

Tapi bakal lebih baik lagi kalau nggak ada waktu yang terbuang buat lampu merah itu kan ya.. atau, apa saya terobos aja ya?? hahaha.. just kidding! Kemarin aja saya kena omel ibu-ibu Jepang gara-gara pindah dari bahu jalan ke jalur sepeda, apalagi kalau saya maen terobos-terobos aja… yang ngomel bukannya cuma ibu-ibu, tapi KJRI juga kali ya?  Kkk…

One response to this post.

  1. Posted by Duha on June 8, 2013 at 3:08 am

    wah seru ya…selamat bersepeda

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: