Cerita Apel

Sebut saja Apel (karena nama samaran menggunakan nama bunga sudah terlalu mainstream). Sejak lahir Apel mengira dia pintar. Atau setidaknya cukup cerdas karena banyak yang mengatakan begitu. Padahal sebenarnya tidak begitu. Lalu kemudian dia menjadi sombong. Begitu sombong hingga kerap dia merasa bosan dengan segala kemudahan yang telah dia miliki. Dia begitu alergi dengan rasa bosan, sehingga tak pernah nyaman dengan zona nyaman. Dia terus mencari tantangan hingga akhirnya, kini dia sendiri yang kelabakan. Ah, betapa sombongnya Apel. Dan betapa kini dia kapok dengan kesombongannya. Terbanting jatuh ke dasar, karena sebenarnya tak ada yang dia punya.

Sebut saja Zamrud. Sebuah tempat di mana Apel lahir dan dibesarkan. Sebuah tempat yang sebenarnya sangat indah. Begitu indah sehingga banyak tempat-tempat lain yang iri padanya. Tempat-tempat tersebut kini mungkin bahagia karena orang-orang yang berada di Zamrud sibuk dengan pertikaian antar mereka sendiri. Pertikaian yang sebenarnya tidak perlu.

Sebut saja Matahari. Sebuah tempat di mana katanya sang Surya berasal. Di sana lah Apel kini berada. Dia ingin memasuki sebuah kawasan. Sebenarnya dia tidak begitu tahu bagaimana kawasan itu, tetapi dia hanya ingin masuk.

Kawasan itu dipagari tinggi sekali. Untuk memasukinya, dia harus melewati sebuah pintu. Tapi untuk membuka pintu itu, dia harus mengambil kunci di atas pintu tersebut. Kunci tersebut hanya bisa diambil jika dia mampu menyelesaikan puzzle yang juga berada di atas pintu tersebut. Dan meskipun dia merasa bisa menyelesaikannya, belum tentu itu kunci yang benar. Karena pintu itu hanya bisa dibuka dengan kunci yang tepat.

Dia berusaha memanjat, menyelesaikan puzzle itu. Sekali, dua kali, dia terjatuh, dan ternyata pada akhirnya dia tidak bisa membukanya. Dia tidak tahu apa yang ada di balik pintu, dia hanya bisa mencuri-curi mengintip dari luar. Tapi dia sangat ingin tahu. Meski begitu ternyata Tuhan Menakdirkannya untuk tetap tidak tahu.

Sekarang dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Pintu itu masih tertutup. Mungkin kah dia harus mencari pintu yang lain? Ya, mungkin dia harus mencari pintu yang lain.

Sempat dia berpikir, betapa Tuhan senang bermain-main. Sempat dia bertanya, kenapa hanya demi sebuah pintu dia harus begini-begitu? Kenapa begitu berat baginya membuka pintu itu, sementara ada yang hanya mengucapkan beberapa kata, pintu itu langsung terbuka?

Hmm.. Mungkin Tuhan memang senang bermain-main dan HakNya pula untuk bermain-main. Tapi Apel yakin, Tuhan tidak membencinya. Justru karena Dia begitu Menyayanginya. Bukankah Rasulullah yang bahkan kekasihNya pun mengalami begitu banyak cobaan. Ya, pasti karena Tuhan sayang. Toh, dari usahanya membuka pintu tersebut, banyak hal yang diperoleh Apel. Banyak hal yang bisa dipelajari Apel. Apel belajar memanjat, belajar menyelesaikan puzzle, belajar untuk bangkit setelah terjatuh, belajar mengakui dan menerima kekalahan, belajar ikhlas dan berjiwa besar, juga belajar menghargai dan berterimakasih pada orang-orang yang sudah membantunya memanjat atau membantunya bangun saat terjatuh. Ah, ya! meskipun pintu itu masih tertutup, tetap masih banyak hal yang Apel peroleh. Ya, masih banyak.

3 responses to this post.

  1. everything happens for a reason ya Ca. *maap kalo ga nyambung*

    Reply

  2. Gak ada yang sia2 kan ya cha??semua ada hikmahnya…meskipun kuncinya belom ketemu, tapi gara2 nyari kunci apel dah bisa ini itu:D ditunggu lanjutan ceritanya apel…si apel belom mau nyerah kan?jadi harus ada lanjutannya…entah dari pintu yang sama, atau mencoba pintu yang lain…siapa tahu, yg ke-3 atau seterusnya akan berhasil…mgkin itu rencana Allah, biar apel nya tangguh dulu…!!biar ga nyerah di tengah jalan..makanya diuji…Fighting Apel….!!!!!:D

    Reply

  3. Fighting apel!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: