Memanusiakan Manusia

Sebenarnya saya sendiri belum mengerti dengan judul tersebut. Kurang lebih mungkin artinya memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan, atau secara kasarnya memperlakukan manusia lain seperti kita, yang juga manusia ini, ingin diperlakukan. 

  1. Sebut saja A, seorang perempuan muda (kalau lewat seperempat abad masih bisa dibilang muda :p), sejak kecil terlahir sehat diantara bibit-bibit penyakit yang tersebar dan terkadang menyerangnya dalam bentuk flu. Sayangnya akhir-akhir ini dia sering lupa menyayangi dirinya sendiri. Tidur tidak lebih dari 5 jam selama berbulan-bulan, dan olah raga yang tidak diimbangi dengan makan teratur dan memperhatikan kandungan gizi. Saat sangat lelah dia terus-terusan menyugesti dirinya “sedikit lagi, sedikit lagi” akhirnya si fisik protes dan langsung tumbang dan seluruh badan kram disepertiga malam dalam perjalanannya menuju bandara. Petugas travel dengan baik hatinya menunggui, mencoba mengantarkan hingga kembali ke bandara hingga akhirnya membawanya ke ICU di tengah racauan A yang lemah dalam kondisi setengah sadar. Bahkan beberapa kali meneleponnya untuk menanyakan kabarnya hingga dia akhirnya bisa tiba di bandara. (Thanks to Cipaganti dan petugas-petugasnya. Plus buat Eling yang udah mau direpotin).
  2. Sebut saja B, masih seorang perempuan muda (masih lewat sedikit dari seperempat abad). Saat ini berada di sebuah tempat yang sangat berbeda dengan tempat lahirnya. Tempat dimana bunga sakura bermekaran selama  kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya gugur dan digantikan oleh daun-daunnya. Disini mau tidak mau semuanya baru. Orang baru, bahasa baru, lingkungan baru, budaya baru. Hanya dia dan beberapa barang bututnya yang tidak baru akan dirinya. Dan banyak hal yang terjadi selama 35 hari ini yang membuatnya berpikir tentang memanusiakan manusia:

–            Calon pembimbingnya di sini yang sudah berbaik hati menjemput dari bandara, mengantarkan ke asrama, menunjukkan laboratorium dan perpustakaan, bahkan hingga hal-hal kecil seperti menge-print-kan dan meng-copy-kan peta kampus, denah gedung, dan pledge pernyataan untuknya.

–            Seorang anak kecil berusia berbaik hati berputar-putar dengan sepeda kecilnya mencari sebuah tempat bahkan mengantarkannya hingga ke alamat tersebut saat hari padahal sudah menjelang malam.

–            Anggota-anggota lab-nya yang di tengah ke-super sibuk-an mereka, berbaik hati menunjukkan ini-itu, menjelaskan ini-itu, mengantarkannya mencari buku, bahkan untuk hal kecil, seperti saat dia bertanya tentang membeli prangko, salah seorang anggota lab yang sedang mengerjakan paper itu mengatakan  “ayo, saya antar..” padahal tempatnya jauuuhh… dan tentu saja si B menolak dengan halus karena tidak ingin si teman menelantarkan paper-nya hanya demi selembar prangko.

–            Sensei dan para staff yang sering direpotkannya karena kendala bahasa. Baru kali ini dia melihat seseorang dengan status ketua departemen yang mau ngos-ngosan bolak-balik membongkar gudang demi mencari contoh-contoh soal ujian tahun lalu yang dimintanya.

–            Seorang anak kecil (kurang lebih lima tahun) yang langsung menunduk-nunduk minta maaf saat bertabrakan dengan anak kecil yang lain. Padahal bukan sepenuhnya salahnya.

–            Para penjual dengan keramahan luar biasa, seolah pembeli (dan calon pembeli) adalah raja.

Terkadang si B heran, untuk kasus di negeri Sakura ini, untuk apa mereka berbuat baik begitu. Karena sebagian besar dari mereka tidak memeluk suatu agama tertentu, lalu apa sebenarnya tujuan hidup mereka? Tidakkah mereka terkadang merasa kosong ?

Terlepas dari apa tujuan hidup mereka, mungkin mereka hanya ingin diperlakukan sebagaimana mereka memperlakukan orang lain. Ya, memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Mungkin begitulah yang disebut memanusiakan manusia. Entahlah. Wallahu’alam.

One response to this post.

  1. layaknya si A dan si B orang yang sama ya, kak?🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: