Death

Hampir lima tahun yang lalu, saat saya baru masuk tingkat tiga, seorang senior meninggal karena kecelakaan di depan Holiday Inn. Kata temannya, mereka sedang menunggu jadwal sidang dan akan diwisuda pada bulan Oktober tahun itu. Sampai bertemu dengan ibunya satu tahun kemudian, sang ibu masih belum berani lewat di depan lokasi kecelakaan itu.

Dua setengah tahun kemudian, saat diwisuda di Sabuga, seorang mahasiswa master disebutkan oleh MC dengan tambahan “… yang bersangkutan tidak hadir, karena telah meninggal dunia.”

Beberapa minggu yang lalu, saya lewat gerbang ganesha. Di depan patung ganesha terdapat karangan bunga yang berisi ucapan duka cita untuk seorang mahasiswi angkatan 2010 yang meninggal karena sakit.

Dan beberapa hari yang lalu, ITB kembali kehilangan seorang mahasiswinya. Kali ini angkatan 2009 dan dia meninggal karena tenggelam saat rafting di Sungai Cikandang, Garut.

Sebagai penggemar rafting (yang masih baru dan sangat pemula pula), membayangkan bagaimana terjebak di arus menggulung kemudian terjepit di batu undercut sedalam sembilan meter, benar-benar membuat saya ngeri. Bagaimana tidak, saat praktik hanyut di Citarum yang debitnya lebih kecil saya pernah terjebak di lokasi dimana dua aliran bertemu, sehingga arus di sana cenderung menggulung ke dalam. Saat itu kedalaman hanya dua meter dan tidak ada batuan besar, tetapi saya sudah panik karena tidak bisa bergerak maju maupun mundur. Hanya berputar-putar saja di sekitar pertemuan aliran tersebut. Karena ini hanya latihan, lokasinya sangat memudahkan untuk ditolong bahkan dengan tidak menggunakan tali sekalipun. Cukup ditarik oleh orang yang pandai berenang.

Saya jadi ngeri membayangkan mahasiswi tersebut terjebak di arus menggulung dengan kedalaman sembilan meter. Dia pasti berusaha keras keluar dari arus tersebut, berusaha memaksimalkan fungsi pelampung yang sewajarnya bisa mengapungkan sebagian tubuhnya. Tapi air dengan kejamnya menghempaskan tanpa ampun ke dalam, dan bahkan membuatnya terjepit di batu yang semakin membuatnya kesulitan bergerak. Saat itu dia pasti mengalami ketakutan yang luar biasa, ketakutan akan membuat orang-orang yang menyayanginya menjadi khawatir dan ketakutan pada kematian.

Saat pertama kali rafting saya pernah terimpit perahu yang terbalik, saat itu lagi-lagi di lokasi dengan aliran biasa dan kedalaman yang tak seberapa, dan lagi-lagi saya panik karenanya. Tentu saja, dengan berenang sedikit ke arah cahaya, saya sudah keluar dari balik perahu dan kembali mengapung. Tapi ini terjepit di batu pada kedalaman sembilan meter dengan hempasan air yang massanya berkali-kali lipat massa tubuhnya pula, sungguh saya ngeri membayangkannya.

Keempat orang yang meninggal di atas semuanya masih berusia muda, dan semuanya meninggalkan shock  pada orang-orang yang mereka tinggalkan. Keluarga dan teman-teman mereka pasti tidak ada yang menyangka akan ditinggalkan secepat itu.

Begitulah kematian. Kita tidak pernah tahu bagaimana kehidupan kita di masa depan dan tidak ada yang pasti mengingat itu rahasiaNya. Tapi kematian, dia pasti datang. Entah itu beberapa puluh tahun lagi, beberapa bulan lagi, atau bahkan mungkin beberapa detik lagi.

Jika seseorang memiliki harta dengan jumlah tertentu, dia pasti akan menggunakannya hingga harta tersebut dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Begitu juga dengan waktu, dia tidak tak terbatas tapi kita juga tidak tahu batasannya. Karena kita tidak pernah tahu, kapan kematian yang menjadi batasannya itu datang.

Karena itu mari (terutama untuk diri saya sendiri) pergunakan waktu sebaik mungkin, karena sesungguhnya waktu adalah harta yang kita tidak tahu  jumlahnya hingga tiba saatnya meregang nyawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: