These Aircrafts are Made In Indonesia

Sedang berusaha untuk konsisten  . Kali ini ingin bercerita *yeap, cerita :P* tentang kerajinan-kerajinan udara (aircraft = kerajinan udara –> ngaco abiss :D) yang dibuat di negara kita tercinta ini.

1. CN-235

Pesawat ini merupakan pesawat komuter multiguna. Dibuat setelah lobi-lobi Pak Habibie atas nama Indonesia dengan CASA Spanyol. Pesawat ini terbang dengan menggunakan 2 engine turboprop dan merupakan pesawat paling laris di kelasnya. Sampai saat ini PT. Dirgantara Indonesia (dahulu bernama IPTN   –> Industri Pesawat Terbang Nusantara) sudah memproduksi 56 buah yang dipasarkan di dalam dan luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, Korea, hingga Senegal.

CN-235

CN-235 terbang perdana pada tahun 1983. Pesawat ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu sipil, militer, dan patroli maritim.

2. N-250

Ini dia pesawat terbang buatan anak bangsa. Mulai dari desain hingga prototype dibuat oleh PT.DI. Pesawat dengan kapasitas 50 penumpang ini, terbang pertama kali pada tanggal 10 Agustus 1995 dan karenanya tanggal tersebut diperingati sebagai hari kebangkitan teknologi nasional. Sayangnya krisis ekonomi dan permasalahan politik menyebabkan pesawat ini tidak dapat diproduksi massal.

N-250 Gatot Kaca

Pada saat itu, pesawat ini merupakan pesawat tercanggih di kelasnya. Satu-satunya pesawat turboprop dengan sistem fly-by-wire

3. N-2130

Kalau N-250 dirancang untuk 50 penumpang, maka pesawat ini didesain untuk 130 penumpang. Ide awal pembuatan pesawat ini diumumkan oleh mantan Presiden Soeharto setelah proyek N-250 mulai memasuki tahap otorisasi. Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung proyek ini dengan cara bergotong-royong melalui penjualan dua juta lembar saham. Untuk itu dibentuklah PT. Dua Satu Tiga Puluh (PT. DSTP) sebagai pengelola proyek.

Krisis moneter lagi-lagi menghalangi cita-cita besar ini. Saat pesawat ini memasuki tahapan detail design, hasil rapat umum pemegang saham memutuskan PT. DSTP untuk melikuidasi diri.

N-2130

4. N-219

Pesawat untuk 19 penumpang ini adalah proyek baru PT. DI, semoga bisa sampai ke tahap produksi ya.. *Amiin..* Pesawat ini dirancang dengan jarak take off-landing yang pendek, juga dapat dioperasikan pada runway yang kasar. Sehingga diharapkan dapat digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit. Ya, sudah sewajarnya nusantara kita yang terdiri dari 17.000 pulau tidak lagi mengandalkan transportasi darat yang lama dan membutuhkan sarana dan prasarana yang complicated sebagai moda transportasi utama.

N-219

5. NC-212

Pesawat aslinya adalah C-212, didesain dan diproduksi oleh CASA Spanyol. Terbang perdana pada tahun 1971 dan memiliki varian mulai dari seri 100 hingga seri 400, sejak pertama kali didesain hingga saat ini.

PT.DI adalah satu-satunya manufaktur yang memiliki lisensi untuk memproduksi pesawat ini di luar pabrik aslinya. Bahkan sejak tahun 2008, EADS CASA Spanyol, memindahkan seluruh fasilitas produksi untuk pesawat ini ke PT.DI

NC-212

6. NBO-105

Siapa bilang PT.DI hanya memproduksi pesawat fixed wing? Helikopter juga ada lho. Meskipun baru lisensi untuk produksi dan belum hasil desain sendiri, tapi tentu saja hal ini sangat patut untuk diapresiasi, bukan?

Helikopter ini di desain oleh Bölkow, sebuah perusahaan Jerman dan kemudian untuk produksi merger dengan Messerschmitt. Terdiri dari dua varian, yaitu militer dengan versi transpor ringan, versi intai, dan versi anti tank; juga varian non-militer.

NBO-105

7. NBell-412

Versi PT.DI dari Bell-412. Merupakan helikopter multipurpose yang diperkenalkan dan diproduksi oleh Bell Helicopter Textron, US. Terbang perdana pada tahun 1968 dan telah diproduksi untuk lebih dari 20 negara di seluruh dunia.

NBell-412

8. NAS-332

Populer juga dengan nama Superpuma, dengan seri asli AS-332. NAS-332 merupakan AS-332 yang diproduksi di PT.DI. Awalnya dibuat oleh Aerospatiale, Prancis. Kemudian dilanjutkan oleh Eurocopter dan untuk varian NAS, diproduksi oleh PT.DI.

NAS-332 Superpuma

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut bangga dengan kemampuan bangsa kita membuat pesawat terbang. Tetapi jangan larut pada kebanggaan masa lalu semata. Masih banyak yang harus dibenahi jika ingin Industri Advance ini dapat bertahan bahkan bersaing di kancah internasional. Sayang sekali rasanya jika industri yang sangat prestisius ini harus tutup karena permasalahan-permasalahan yang melanda internally dan externally. Ya, mari kita doakan!!

Yosh!! Jayalah dirgantara Indonesia!! 

Sumber:

1. http://media.defenseindustrydaily.com/images/AIR_CN-235_lg.jpg
2. http://3.bp.blogspot.com/_odkGm-n3aWM/S-tdTmm_iVI/AAAAAAAAAj0/clyY1B8XPQc/s1600/n250-2.jpg
3. http://4.bp.blogspot.com/_nGIWcO_J4yA/SMdWeunQgGI/AAAAAAAABD8/R20y_6MIssI/s320/n2130.jpg
4. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/2/20/N219model2.jpg
5. http://1.bp.blogspot.com/-HA8cEBhMX9k/TVX_-V5zUeI/AAAAAAAAE98/doXjmr-3tq8/s1600/nas-332_superpuma.jpg
6. http://www.indonesian-aerospace.com/
7. http://id.wikipedia.org/

3 responses to this post.

  1. Kalau yang di rumah itu udah diproduksi PT. DI apa belum, kak?

    Reply

  2. Posted by safinnah on November 1, 2011 at 2:01 pm

    Berharap masa itu datang kembali,,, yesss maju dunia aviasi Indonesia,,,

    http://safinnah.wordpress.com/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: