Terbangnya Si Pesawat Terbang

Anak-anak zaman sekarang bisa dibilang sudah sangat pintar. Masih kecil saja sudah bisa menggunakan komputer dan segala peralatan elektronik canggih lainnya. Di satu sisi wawasan mereka lebih cepat terbuka tapi di sisi lain mereka terkadang menjadi dewasa sebelum waktunya. Bagaimanapun itu, anak-anak tetaplah anak-anak. Menyukai hal-hal yang menarik dan hal simpel tapi menarik  *nah lho, bingung ga tuh? :P*

Sebagi mantan anak-anak, saya pernah melontarkan pertanyaan “Kenapa pesawat bisa terbang?” dan saya menemukan jawabannya saat kuliah. Jawaban tersebut mirip dengan jawaban dari pertanyaan “Kenapa burung bisa terbang?”. Ya, keduanya bisa terbang karena ada sayapnya. Lalu, kalau dengan sayap pesawat sudah dapat terbang, untuk apa ada mesinnya? Toh burung juga terbang tanpa mesin. Hmm.. senang juga kalau ada anak kecil yang kritis seperti itu. Dan kali ini saya ingin mencoba menjelaskan bagaimana pesawat bisa terbang dengan bahasa sesederhana mungkin.

Pesawat terbang bisa terbang karena ada sayapnya. Hal ini disebabkan, bentuk sayap yang aerodinamis. Pada saat benda dengan bentuk ini dilalui aliran udara yang bergerak, maka kecepatan aliran tersebut akan berbeda antara permukaan atas dengan permukaan bawah. Udara di bagian atas sayap akan bergerak lebih cepat daripada di bawah permukaan. Perbedaan kecepatan tersebut akan mengakibatkan tekanan di permukaan bawah menjadi lebih besar dari pada di atas. Hal ini lah yang mengakibatkan timbulnya gaya angkat, sehingga sayap menjadi terangkat ke atas.

Gambaran Aliran Udara Pada Penampang Sayap

Keterangan:- Lift = Gaya angkat

– Faster Airflow = Aliran udara yang lebih cepat

– Lower Airflow = Aliran udara yang lebih lambat

– Higher Pressure = Tekanan yang lebih besar

– Lower Pressure = Tekanan yang lebih rendah

Pertanyaan selanjutnya, jika yang menyebabkan pesawat bisa terbang adalah sayapnya, lalu untuk apa ada mesinnya? Mesin (engine) tersebut digunakan untuk menggerakkan pesawat. Gerakan dengan kecepatan tertentu tersebutlah yang menyebabkan udara bergerak dan mengaliri permukaan sayap. Sama halnya seperti burung yang harus mengepakkan sayapnya terlebih dahulu untuk mendapatkan kecepatan aliran yang cukup bagi sayapnya untuk terbang. Begitu juga dengan layang-layang yang harus diarahkan melawan arah angin sebelum kemudian diangkat dengan benangnya bukan?

Untuk postingan selanjutnya, saya ingin menuliskan tentang pesawat terbang buatan anak bangsa. Semoga saya bisa konsisten kali ini. Karena sejujurnya, saya ini konsisten dengan ke-tidak konsisten-an. Heuheu, bukan sifat yang baik untuk ditiru ini ya.. hehe..

Sumber gambar:

http://www.furball.warbirdsiii.com/krod/images/airfoil.jpg

2 responses to this post.

  1. Semangat, Kak! Meskipun banyak hal yang tidak saya mengerti, fisika abis sih bahasanya.😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: