Conquest Lalala

Aku terlahir sebagai laki-laki. Tak ada yang mengatakan aku tampan, tapi aku tau aku tidak jelek, dan yang terpenting aku tau bagaimana caranya menikmati hidup.

Hidupku sejalan dengan rotasi bumi dan revolusi matahari. Normal, wajar, kalau tidak mau dikatakan biasa saja. Sampai akhirnya.. negara api menyerang?? Tidak, tujuh belas tahun yang lalu negara api belum muncul. Masih tersembunyi di tangan-tangan dingin para animator itu. Atau bahkan mungkin masih tergulung dalam dimensi tak hingga kreativitas mereka. Ah, aku tidak begitu mengerti tentang itu, yang aku tau secara periodik tubuhku melemah. Leukosit-leukosit dalam aliran darahku lebih memilih untuk terus membelah dan membelah ketimbang hanya melindungiku dari serangan organisme asing. Ya, aku divonis leukemia dan saat itu usiaku masih bisa dihitung dengan jari di dua tangan saja.

Hari-hari berurusan dengan dokter, perawat, dan segala bentuk di rumah serba putih tempat para pesakitan adalah  hal yang biasa bagiku. Rambut rontok, mual, dan muntah adalah efek kemoterapi yang menjadi kolega setiaku. Aku tak mengeluh, bukan karena aku begitu tangguh, tapi karena aku terlalu kecil untuk mengetahui apa itu keluhan. Aku merasakan sakit, menangis, berteriak, tapi sesaat kemudian tersenyum senang saat teman-teman datang menjengukku. Bukan karena aku ingin memendam rasa sakitku, aku tak mengerti tentang itu. Yang aku tau aku  begini dan begitu karena ingin begini dan begitu. Ah, tiba-tiba rindu pada aku yang ekspresif saat dulu itu.

Kata siapa leukemia tidak bisa disembuhkan? Aku adalah bukti hidup dari keajaiban itu. Secara simultan aku bisa berlari-lari kembali, rambutku tumbuh kembali, dan yang terpenting aku mengetahui bahwa hidup adalah misteri terbesar dari kehidupan itu sendiri. Karenanya aku ingin mengisinya, menikmatinya, dan tak menyesal saat meninggalkannya. Yah, tidak ada yang mengatakan aku tampan, meski aku tau aku tidak jelek, dan yang terpenting aku tau bagaimana caranya menikmati hidup.

One response to this post.

  1. segala sesuatu bisa terjadi toh. jadi sakit apapun bisa sembuh. bila Tuhan kehendaki sembuh.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: