Dunia Maya a.k.a Virtual World

Harus diakui, saat ini dunia maya sudah menjadi bagian dari dunia nyata manusia. Mulai dari sekedar membaca berita, menyusun itenerary perjalanan, mencari resep masakan, bergaul, bahkan mungkin mecari cinta dapat dilakukan disana. Tak jarang, ada orang yang dunia maya-nya lebih dominan dibandingkan dunia nyata-nya. Tak jarang pula, ada yang terjebak cinta buta meskipun cinta tersebut berawal dari dunia maya. Sudah cukup sering saya mendengar cerita si ini jadian sama si itu yang berada jauh disana dan berawal dari social network sejenis facebook atau friendster. Dan cukup sering pula saya mendengar si ini tertipu oleh si itu yang entah siapa karena belanja di online shop  yang entah-berantah pula. Mungkin harus diakui pula, kalau tak jarang dunia maya bahkan lebih dominan dari dunia nyata. Naudzubillah.

Untuk itu, saya ingin me-review beberapa web di dunia maya yang (mungkin) mempengaruhi dunia nyata terutama bagi diri saya sendiri. Review ini sendiri diambil berdasarkan sisi beberapa alamat di dunia maya yang saya ikut ambil bagian di dalamnya. Baik sebagai anggota aktif, maupun hanya silent reader saja.

1.    Friendster
Ini adalah pioneer-nya social network, meski sekarang namanya tenggelam, bahkan oleh founder-nya diubah menjadi social network khusus untuk game. Tapi tak bisa dipungkiri, situs inilah yang menjadi awal booming-nya hubungan sosial di dunia maya.
Saya sendiri menjadi member situs ini baru sejak kuliah, dan cukup aktif sampai dengan tingkat tiga dimana saat itu muncul social network site lain yang lebih ringan dan lebih menarik. Di sini, saya juga memanfaatkan feature blog yang disediakan dan aktif mengisinya *dengan curhatan ga jelas :P*  sampai akhirnya beralih ke situs lain yang mengkhususkan pada blogging area.

2.    Multiply
Kalau alamat yang satu ini, memiliki feature yang cukup menarik. Di sini tersedia page khusus blog. Meskipun demikian, saya lebih sering menggunakan page khusus untuk meng-upload foto. Sejak awal sampai saat ini, saya kurang aktif disini. Hal tersebut lebih karena loading-nya yang berat dan pernah di-blocked pula di kampus.

3.    Blogspot
Saat friendster ikut di-blocked oleh si cumi di kampus *musuh-nya netter di ITB nih.. haha..* saya mulai membuat blog di portal penyedia blog gratis ini. Sayangnya, loading-nya yang berat, membuat saya akhirnya hanya menulis satu tulisan dan kemudian tak pernah menulis di sini lagi sampai saya menemukannya tanpa sengaja beberapa waktu lalu. Baru ingat deh kalau punya blog disini.

4.    Wordpress
Masih karena alasan blog friendster yang di-blocked, akhirnya saya membuat blog disini. Dan memutuskan untuk setia disini saja sampai saat ini. *ga tau deh besok lusa.. :P* Sejujurnya, feature di blogspot lebih menarik. Belum lagi bisa customizing dan widget-nya yang lebih beragam. Tapi, rumput tetangga memang selalu lebih menarik dari rumput sendiri. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tetap bertahan di wordpress. Sayang kalau ditinggalkan.. 

5.    Facebook
Web ini mulai dibuka untuk umum sejak tahun 2006. Di-developed oleh Mark Zuckerberg dan bisa dibilang sebagai social network web dengan ‘warga’ terbanyak di dunia. Mungkin selain tampilan sederhananya yang meringankan proses pe-loading-an khususnya di negara-negara dengan bandwith kecil, juga karena ‘power’-nya menghubungkan member-nya. Disini kita bisa mengomentari status, tag foto, menulis di-note, berbagi informasi melalui feature share, dan banyak lagi. Dan sejujurnya, web ini pula yang tak jarang mengikutsertakan masalah ke dunia nyata. Sudah banyak cerita tentang orang yang berjodoh karena facebook dan banyak pula pasangan yang berpisah karenanya.

6.    Kaskus
Saya jadi member kaskus sejak 2008. Tentu saja berawal dari newbie. Dan masih tetap newbie hingga beberapa waktu lalu. Seorang teman menantang saya untuk cepat-cepat ISO alias member dengan 2000 postingan. Masih berusaha, karena setengahnya pun belum tercapai.
Di situs ini, kita bisa mendapatkan info-info tentang banyak hal. Mulai dari yang penting sampai yang sangat tidak penting. Tinggal bagaimana kita menyaringnya saja. Oh iya, dari situs ini, kita juga bisa tahu bagaimana karakter orang Indonesia dalam menyikapi suatu berita, karena forum ini memungkinkan anggotanya untuk meninggalkan komentar di suatu thread dan fyi, anggota site ini sudah mencapai 2juta orang, yang sebagian besar orang Indonesia dan masih akan terus bertambah (termasuk bertambahnya klonengan yang berkeliaran bebas).

7.    Twitter
Kalau situs yang ini, lebih mengkhususkan pada micro-blogging. Jadi home kita akan berisi timeline dari orang-orang yang kita follow. Bisa jadi isinya hanya sekedar curhat, info, dan bahkan kuis-kuis berhadiah jika yang kita follow alamat twitter promo suatu produk.
Saya memiliki alamat twitter sejak pertengahan 2009, tetapi baru mulai aktif mengunjungi dan mengisinya sejak akhir 2010. Biasa… awal-awal suka susah menerima hal baru yang belum familiar. 

8.    Plurk
Situs ini mirip dengan twitter, hanya saja, sang developer menambahkan feature emoticon dan banner. Selain itu ada juga karma yang akan terus bertambah jika seorang member aktif ‘mengutak-atik’ profil-nya.
Saya di-invite oleh seorang teman sejak 2009, yang sayangnya, saya malah tidak mengerti bagaimana sign up dari invitation. Akhirnya saya membuatnya langsung via web dan (lagi-lagi) sayangnya baru mulai rajin mengisi beberapa minggu belakangan ini.

9.    Tumblr
Web ini menurut saya mirip twitter versi mendekati blog. Dashboard-nya berisi timeline dari postingan teman-teman yang kita follow. Dan jika kita sendiri ingin menge-post sesuatu, maka postingan kita bisa lebih panjang daripada twitter atau plurk yang membatasi postingan hingga 140 karakter. Selain itu, tumblr juga menyediakan membagi jenis postingan berupa audio, video, photo, chat, dan quote sehingga kita bebas memilih tipe postingan kita. Sebagai tambahan, ada juga feature reblog yang memungkinkan kita menge-post kembali postingan orang lain tanpa harus meminta izin kepada pemiliknya terlebih dahulu. Postingan reblog memang secara otomatis langsung bertuliskan sumber darimana kita me-reblog-nya.
Ini adalah web terakhir dalam list ini yang saya sign up. Pada awalnya saya berencana untuk tidak mendaftar, karena saya khawatir nantinya akan bernasib sama dengan account friendster atau multiply saya. Tapi rencana saya digoyahkan oleh fuckyeahganeca. Account tumblr yang berisi meme tentang kampus saya. Isinya yang menarik dan kadang nyentil membuat saya ingin mengikutinya. Beberapa minggu mengutak-atik tumblr, saya menyimpulkan bahwa tak jarang web ini juga dijadikan tempat curhat.

10.    Google+
Saya agak heran dengan google, kenapa mereka ingin sekali menguasai dunia social network, padahal label search engine yang paling banyak digunakan sudah berada di tangan mereka. Yah, manusia memang tak pernah puas.
Saya di-invite oleh seorang teman beberapa minggu lalu, dan sejujurnya belum terlalu ingin meng-explore-nya. Nanti saja kalau sudah mulai ramai.😀

11.    E-mail, milis, dan aplikasi chatting
Saya mempunyai empat account e-mail. Masing-masing di yahoo, gmail, student ITB, dan alumni ITB. Tapi yang paling aktif, tentu saja, yahoo. Beragam milis, notifikasi social networking dan lain-lain masuknya kesini. Sedang berusaha mengaturnya dan semoga segera lebih teratur. Kalau gmail biasanya saya gunakan untuk e-mail yang bersifat formal *meskipun sebenarnya nama account-nya masih kurang formal :P*. E-mail student ITB hanya saya gunakan saat masih kuliah, sekarang sudah tidak pernah dibuka lagi. Begitu pula dengan e-mail alumni, sangat jarang saya gunakan. Baru pernah saya gunakan satu kali karena suatu hal penting yang tidak mengizinkan saya menggunakan account e-mail yang free. Itupun balasannya saya set agar di-forward ke e-mail yahoo.

Untuk milis, seringnya saya hanya jadi silent reader. Apalagi untuk milis alumni, baik kampus maupun SMA. Hal tersebut dikarenakan anggota aktifnya yang kebanyakan angkatan sebelum 2000-an. Saya hanya ‘anak bawang nan kemarin sore’ jika dibandingkan mereka.
Untuk aplikasi chatting, saat ini biasanya penyedia free e-mail juga menyediakan feature chatting. Tidak hanya itu, bahkan facebook yang mengkhususkan di bidang social network (bukan e-mail ) juga menyediakan feature ini. Mungkin karena mereka merasa belum bisa disebut social network jika anggotanya belum bisa berinteraksi secara langsung dan real time (walau hanya lewat tulisan) satu sama lain. Saya pribadi hanya menggunakan aplikasi Yahoo Messenger. Masih malas untuk meng-explore yang lain seperti GTalk, MSN, maupun Skype. *Dan sudah terlalu jadul untuk masih menggunakan mirc. Hehe..*

Nasihat saya (termasuk untuk diri saya sendiri), jangan terlalu meng-involve-kan diri terhadap apa-apa yang belum pasti, yaitu dunia maya. Konyol rasanya kalau sampai jatuh cinta-buta-tergila-gila dengan seseorang yang berawal dari dunia antah-barantah ini. Rugi waktu, hati, pikiran, dan iman juga. Dan konyol pula rasanya kalau sampai ‘meriang’ karena tidak bertemu internet sehari saja *dan sepertinya saya sudah mulai demikian -___-“*

2 responses to this post.

  1. karma saya terjun bebas kak😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: