Bukan Pujangga dan Kaneshiro

Mungkin aku bukan pujangga

Yang pandai merangkai kata

Tiba-tiba, ngga ada angin ngga ada hujan, keingat lagu ini. Dan karena lagu ini saya jadi teringat satu cerita masa SMA. Bukan sepenuhnya cerita saya sih, tapi tiba-tiba pengen nyeritain *Izin cerita ya buat bintang utamanya ;)*

Cerita berawal dari masa MOS (masa orientasi sekolah) SMA. Sebut saja namanya Tata (bukan nama sebenarnya). Sejak awal sekolah, Tata ini udah naksir abis sama seorang senior kelas tiga bernama Pujangga (dengan sangat terpaksa nama sebenarnya). Dari perasaan naksirnya itu, dia memutuskan untuk mengatakannya pada sang senior. Tapi berhubung ngga berani ngomong langsung, Tata meminta tolong pada seorang teman, sebut saja Padi (bukan nama sebenarnya). Padi ini termasuk mudah bergaul dengan senior-senior, tapi walaupun begitu, tugas sebagai mak comblang agaknya terlalu berat buatnya. Sehingga dia mengajak saya saat akan berbicara dengan Kak Pujangga tersebut. Padi menemui kak Pujangga dua kali (atau mungkin lebih?? yang jelas yang bareng saya cuma dua kali :P). Yang pertama untuk memberi tahu bahwa ada adik kelas yang menyukainya, dan yang kedua untuk memberikan surat (kalau ngga salah, lupa-lupa ingat euy.. :D). Saat pertama kali, unit si kakak baru kelar latihan di lapangan sekolah, jadi si Padi ngomongnya pas masih di lapangan. Saya yang cuma nemenin doang, lagi ribet sama kerudung yang berantakan plus hampir lepas gara-gara peniti-nya yang hilang. Akhirnya saya memutuskan untuk memakai topi, sementara Padi masih ngobrol dengan si kakak.

Saat kedua, di koperasi sekolah. Kali ini karena sedang tidak ribet dengan apa-apa, saya jadi memperhatikan si kakak. Penasaran pengin tahu, kenapa Tata naksir abis sama si kakak. Merasa diperhatikan plus dua kali muncul bersama Padi, bikin Kak Pujangga mau-ngga-mau jadi melihat ke arah saya dengan tatapan jangan-jangan ini orangnya? Dan melihat tatapannya itu saya cuma cengengesan. Sebodo amat dah.. pikir saya.

Dan bagaimana akhirnya cerita Tata dan kak Pujangga?? Tidak berakhir bagaimana-bagaimana, karena memang tidak pernah dimulai. Si kakak saat itu sudah punya pacar sih..😀 Dan lagi, sekarang Tata sudah menikah dan memiliki seorang putri.

OOT dari kisah per-pujangga-an, saya jadi ingin menceritakan tentang satu cerita pas SMA yang berhubungan dengan senior-senioran juga. Begini ceritanya.. jeng..jeng..jeng.. (biar berasa sinetron *halah*)

Masih diawal-awal masuk SMA. Seperti biasa, di hari-hari MOS, disediakan waktu khusus untuk ekskul-ekskul memperkenalkan diri demi merekrut anggota baru. Kemudian di kelas saya, masuklah eksul sepak bola bersama anggota-anggotanya. Komentar saya waktu itu kakak yang diujung mirip Kaneshiro Takeshi deh.. dalam hati tentunya😛 dan komentar pun hanya sebatas komentar tidak dimasukkan ke perasaan.

Waktu berlalu dan tidak terjadi apa-apa sampai pada suatu hari, ekskul yang saya ikuti mengadakan lomba scrabble yang diikuti tiap kelas di sekolah. Kelas kakak Kaneshiro mengirimkan dia dan seorang temannya sebagai perwakilan. Sebagai panitia, tugas saya selain persiapan sebelum hari-H hanya mondar-mandir mengawasi saat hari -H. Dan saat itu, kak Kaneshiro ini heboh sekali. Dalam hati saya berkata ampun dah ini orang berisiknya.  Saya tidak tahu apakah saya punya keahlian telepati atau ini hanya kebetulan, saat saya berkata begitu (di dalam hati tentunya :D), dia melihat ke arah saya, dan langsung terdiam, seperti anak kecil yang bandel dan ditegur orang tua-nya. Merasa tidak enak, saya pun mondar-mandir lagi. Saat tiba kembali disekitar mejanya tiba-tiba si kakak ngomong dengan toa-nya “cha, kalo kakak menang, hicha jadi pacar kakak ya..” Gubrakk!! apa-apaan ini??? dan saya cuma ngasih tatapan yang berkata “apa sih kak??” saja.

Ternyata.. tim-nya menang donggg.. dan dengan heboh-nya dia ngomong “horeee.. menang!! hicha jadi pacar kakak!!” ebusett… saya cuma bilang “Selamat kak” (Selamat karena udah menang.. :D) dan memutuskan buat nyuekin kata-katanya (yang pacar-pacar teaa). Saya pikir “halah, paling cuma becanda..”.

Dan memang becanda.. karena beberapa waktu kemudian, seorang teman yang kebetulan juga panitia, iseng nanyain ke si kakak. “Kak, gimana dengan hicha??” dan si kakak bingung. Lalu menjawab “hah?? emang gimana? aduh, jangan-jangan hicha beneran suka ya sama kakak?? haduh.. gimana ya??”. Hahaha.. santai kak, saya tidak seserius itu, udah tau kok kalau cuma becandaan..😀

Dan berakhir kembali cerita yang (lagi-lagi) tak pernah dimulai ini. Wah, kalau diingat-ingat, saya sering juga ya punya cerita yang berakhir tanpa pernah dimulai. Hahaha. Terkadang memang demikianlah kehidupan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: