Nesca dkk ke Curug Malela

Sebut saja Nesca. Dia ini sejak kecil udah kurus kering sekali, tamat SMP aja beratnya ngga sampe 30kg. Ortunya sampai cemas dan mengira dia cacingan, jadi sejak kecil udah sering banget disodorin Combantrin. Tapi sepertinya bukan itu masalahnya, karena diminum berapa kali pun, hasilnya masih begitu-begitu juga, untung saja di SMA akhirnya mulai beranjak normal, meskipun.. (baiklah, sebaiknya di stop aja intro ga penting nan ga nyambung ini. :P)

Hari itu dimulai dengan bangun subuh. Sejak dua hari sebelumnya Nesca kurang enak badan, jadi saat bangun dia agak keliyengan. Sejak semalam dia sudah diberi tahu kalau hanya berangkat bertiga dengan Lingse dan Penco, dan perjalanan akan dimulai jam setengah tujuh pagi, jadi diharapkan dia sudah bersiap-siap sejak jam 6. Sampai jam setengah enam, dia mikir mandi ngga ya? Atau tidur lagi aja? Pusing euy.. dan akhirnya diputuskan untuk melanjutkan tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi, kalau Lingse tiba-tiba membatalkan janji karena kakeknya mau jadi caleg. Teman-teman kecewa (dalam mimpinya ada Ubay, Upi, dan Ilham à ga nemu nama yg pas buat ilham. Hehe.) dan diputuskan untuk mengalihkan perjalanan ke curug cimahi. Baru mau berangkat tiba-tiba Penco nelpon (sebenar-benarnya telepon, bukan telepon dalam mimpi), dalam keadaan setengah sadar, dia mengangkat telepon.

Nesca (N) : “iyaa??” (masih setengah sadar)

Penco(P): “Eh ca, lo dimana?”

N: “Dikosan”

P: “Baru melek ya lo?”

N: “Hehe..”

P: “Haduh, ni bocahh!! Ya uda, dengerin ya.. bla…bla..bla..(Penco menjelaskan perlengkapan yg harus disiapkan). Ya udah, buru kesini lo ya! Ga pake mandi, dkk!” (siapa juga yg mau mandi pagi-pagi dingin begitu)

Dan akhirnya jam tujuh dia tiba di gerbang ganesuha. Terlihat Lingse dan Penco lagi ngobrol. Ini seriusan ya cuma bertiga dan naik motor pula? Penco kan baru bisa bawa motor, Nesca malah ga bisa bawa motor. Tapi ya sudahlah, perjalanan harus dimulai. Berbekal print out rute dari google map, mereka bertiga berangkat. Sebelumnya ke rumah sepupunya Lingse dulu buat minjem kamera.

Dari rumah sepupunya Lingse, kedua motor itu balik arah menuju fly over Pasupati. Baru nyampe di daerah Tirtayasa, tiba-tiba Penco yg harusnya ngikutin, lenyap dari pandangan. Hadeuu.. mana hape-nya dititipin lagi! Dan Lingse pun balik arah, ternyata motor Lingse yang dipake Penco mati (Lingse sendiri ngebawa motor sepupunya). Jiahh… belum juga dimulai udah mati! Jadi tambah ragu sama Penco! Setelah dicoba starter beberapa kali, akhirnya motor itu nyala juga. Dan perjalanan dilanjutkan kembali.

Tujuan awal adalah jalan batu jajar. Ngga gitu sesuai dengan apa yg dibilang mbah google, habis ngga mungkin ngikutin bener-bener, kan motor ngga bisa lewat tol. Hehe. Setelah nanya-nanya sana-sini, akhirnya nemu juga itu jalan. Udah jam 9 lewat, dan perjalanan belum 1/4nya. Huahh.. ternyata jauh juga ya.. padahal Curug Malela itu adanya masih di Bandung juga lho… Kab. Bandung Barat tepatnya. Hehe. Yah, masih sama-sama ada Bandungnya lah..😛

Dari Batujajar, perjalanan berlanjut. Dan tiba-tiba  Ciiitttt.. gusraakkk!! Pranggg! Owh, owh, ternyata Penco jatuh dari motor. Untung dia buru-buru loncat, jadi ga luka-luka sedikitpun, sayangnya tidak begitu dengan motor Lingse yang dipakai Penco. Yeap sodara-sodara! Suara pecah itu adalah suara spion yang pecah.

Berhubung si Penco-nya cuma cengengesan ga jelas, akhirnya perjalanan dilanjutkan kembali. Baru setengah jam berjalan.. cittt!! Gedebumm!! Uhukkk!! Kali ini motor yang dikendarai Lingse dan memboncengi Nesca yang jatuh gara-gara slip di jalan menurun. Nesca yang dibonceng, menindih tubuh Lingse. Lingse jatuh dengan posisi wajah menghadap aspal. Kedua tangan dan kaki terangkat. Dan tidak bergerak!. Penco yang mengikuti dari belakang langsung menghentikan motornya dan turun. Nesca bangkit. Dia tidak apa-apa, yang mencemaskan justru Lingse yang diam tidak bergerak.

“Lingse! Lingse!” panggil mereka berdua. Beberapa pengendara motor berhenti untuk membantu atau sekedar melihat apa yang terjadi. Lingse masih terdiam beberapa saat. Tapi akhirnya dia bersuara juga.

 “Iya, gw ga pa-pa” dan kemudian bangkit. Setelah tadinya cemas sesaat, mengira Lingse pingsan, sekarang saatnya mengobati luka-luka ringan sambil ditertawakan oleh Penco. Padahal tadi ngeliat Lingse diam aja, dia udah pias gitu. Ckckck..Dan bibir Lingse jontor gara-gara nyium aspal, hmm.. first kiss-nya Lingse sama aspal ternyata. Wkwkwk.. Sedangkan Nesca terluka di lututnya. Herannya, luka begitu tapi kok celananya ngga sobek ya? Yah, bagus juga sih, jadi kan masih tetap bisa dipake itu celana.

Setelah selesai mengoleskan betadine, perjalanan pun dilanjutkan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. Perut udah teriak-teriak minta diisi. Iya, sejak pagi baru diisi gorengan doang. Dan akhirnya diputuskan untuk berhenti sejenak di warung pinggir jalan. Pukul 11.00 perjalanan dilanjutkan. Berdasarkan info teteh warung, Curug Malela masih 3jam perjalanan lagi. Maakk.. ini aja udah tiga jam perjalanan. Padahal kan masih sama-sama Bandung, Kab. Bandung Barat sih tapi.. tapi tetap aja, kok jauh pisaaannn.. heuheu..

Ya sudah la, kepalang tanggung, udah setengah perjalanan ini. Dan ternyata ngga sejauh yang dibayangkan setelah mendengar pengakuan teteh itu juga sih Curugnya. 3 jam itu plus treking ternyata. Awalnya sih berniat tetap pakai motor, tapi setelah melalui jalan yang jeleknya saingan sama jalan ke Curug Cikaso abal-abal, dan tiba di SDN Cicadas, dan kata penduduk setempat ke atasnya jalannya akan lebih jelek lagi, jadi mereka memutuskan berjalan kaki saja. Saat itu matahari tepat di atas kepala alias jam 12.00. Gerbang Curug Malela sudah dilalui, tapi jangan senang dulu, karena masih 3km lagi menuju gerbang yang sebenarnya (gerbang yang pengunjung dipaksa jalan kaki dan ngga boleh naik motor, kecuali kalau pake motocross atau nekat. :P). Dari sana curugnya udah kelihatan. Dan setelah berjalan melewati jalan setapak dan pematang sawah, akhirnya tepat pukul 14.00 mereka bertiga tiba di Curug Malela.

Emang deh, kalau udah nyampe di Curug itu, mau sedahsyat apa perjalanannya, tetap aja akhirny capeknya wushh.. hilang tak bersisa. Rasanya tenaaangg banget, belum lagi ada pelangi gitu di pojokan si curug. Sayang, lensa kamera ngga bisa nangkep. Padahal keren banget lho..

Saat waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 akhirnya mau ngga mau mereka memutuskan memulai perjalanan pulang. Tiba di SDN Cicadas, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Hmm.. sudah jelas bakal nyampe Bandung di atas jam 8 malam nih. Tapi ya sudah deh, berhubung besok Nesca dan Lingse harus ngantor, jadi tetap harus pulang hari itu juga.

Dan benar saja, saat matahari tenggelam mereka masih di jalan yang sepi, bolong-bolong, dan berliku-liku. Lingse mulai parno, ditambah lagi, Penco itu baru bisa bawa motor, rabun, dan ngga bawa kacamata. Tapi alhamdulillah perjalanan pulang dilancarkan. Sesaat setelah motor Penco sempat mati, bulan purnama yang gede banget muncul malu-malu dibalik bukit dan menemani perjalanan mereka bertiga. Bulannya asli gedeee banget, Nesca jadi berpikir, jangan-jangan lagi kejadian fenomena supermoon nih?

Pukul 19.00 akhirnya nemu pom bensin pertama. Setelah shalat maghrib dan nongkrong sejenak (Ya iya atuhlah… udah duduk dan melewati jalan yang ngelunjak-lunak selama dua jam ini..). akhirnya jam setengah delapan malam perjalanan dilanjutkan.  Si bulan udah sembunyi di balik awan mendung, untungnya udah memasuki jalan yang banyak lampu jalannya. Dan akhirnya jam setengah sembilan kurang nyampe juga di Bandung. Terlihat Bandung baru selesai hujan. Alhamdulillah, jadinya mereka ngga keujanan. Sebelum balik ke kosan masing-masing, ketiganya memutuskan makan duludan nyuci motor. Tepat jam 11 ketiganya sudah tepar di kosan masing-masing.

*Udah berapa kali di resize dan di-upload, gambar2nya kok tetap ga bagus gini ya?? hmm.. :bingung*

2 responses to this post.

  1. Posted by Kang saepul Basar on December 8, 2014 at 11:59 am

    heheeee….

    Reply

  2. Posted by Kang saepul Basar on December 8, 2014 at 12:00 pm

    tak terlukiskan oleh kata pokonamah neng…. indah pisaannnnn…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: