Indonesia Mengajar Angkatan II

Indonesia mengajar adalah gerakan yang diprakarsai Anies Baswedan, yang bertujuan memberi keuntungan dari dua sisi. Dari sisi pengajar muda yaitu untuk membangun karakter calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia unggulan, yang peduli dan merasakan langsung seperti apa hal yang sebenarnya di masyarakat, terutama masyarakat daerah terpencil. Sedangkan dari sisi masyarakatnya, yaitu membuka cakrawala baru terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar sehingga mereka siap menghadapi hal-hal yang terjadi di masa depan, terutama masalah motivasi untuk meneruskan pendidikan. Motto gerakan ini adalah ”Mengajar setahun, menginspirasi seumur hidup.”

Saya sendiri baru mengetahui gerakan tersebut, saat para pengajar muda angkatan I sudah memulai perjuangan mereka di lima kabupaten di Indonesia. Entah mungkin karena saya terlalu skeptis atau memang Allah belum mengizinkan saya untuk mengetahuinya. Saya tahu tentang gerakan tersebut dari salah seorang teman les saya yang juga tertarik untuk menjadi pengajar muda, tetapi saat ini sedang menyelesaikan S2-nya di jurusan matematika ITB.

Saya sangat antusias dengan gerakan ini, karena menurut saya, ini merupakan tantangan sekaligus berkah jika bisa bergabung dengan para pengajar muda. Ya, bagaimana tidak, kapan lagi bisa berinteraksi secara langsung dengan masyarakat desa terpencil dengan segala permasalahannya. Kapan lagi bisa memberikan ilmu yang akan terus dipergunakan hingga mereka dewasa seperti membaca dan menulis. Dan kapan lagi bisa menginspirasi dan setidaknya ikut andil dalam berbuat sesuatu demi masa depan bangsa ini, meskipun mungkin itu bagi beberapa kalangan menganggapnya adalah hal yang tidak seberapa. Ya, saat itu, saya berpikir ”Wow! This is what I want!I really wanna be a part of them!”.

Maka saat bulan januari lalu dibuka pendaftaran Indonesia Mengajar angkatan II. Tanpa ragu lagi saya mendaftar. Dan tanpa saya duga, ternyata saya lulus tahapan administratif dan dipanggil untuk mengikuti direct assesment di Jakarta pada tanggal 20 Februari 2011 lalu.Saat mengikuti tahapan tersebut, kami diminta untuk self presentation, focus group discussion, interview, simulasi mengajar, dan problem solving.

Setelah pembukaan oleh panitia yang khusus diambil dari perusahaan HRD PT. Daya Dimensi Indonesia, kami dibagi kedalam beberapa kelompok, untuk self presentation. Masing-masing kelompok terdiri dari 8 orang calon pengajar muda dan tiga orang assessor dari PT.DDI tersebut. Saat pembukaan, mereka memberi gambaran seperti apakah sebenarnya menjadi pengajar muda yang sebenarnya. Dan sejujurnya, sempat terbersit ragu di hati saya, terutama karena karakter kepribadian saya yang cenderung pemalu *yah.. kadang2 emang suka malu2in sih.. tapi sebenarnya saya pemalu lho.. :P*. Saya jadi berpikir “bisa ga ya gw menghadapi orang-orang baru di daerah dengan latar belakang budaya yang mungkin sangat berbeda?”, Tapi rasa ragu adalah tantangan tersendiri bagi saya untuk ditaklukkan. Dan segera saya meng-counter pikiran tersebut dengan berpikir “Lakukan saja dengan sebaik-baiknya, apapun yang terjadi berarti itulah yang terbaik!” dan saya pun berusaha melewati direct assessment tersebut dengan sebaik-baiknya.

Saat self presentation, saya bersama 7 calon pengajar lainnya diminta untuk mempresentasikan diri sendiri dihadapan teman-teman sesama kelompok dan assessor. Ketika mendengarkan teman sekelompok saya presentasi, terlintas dibenak saya “Wow! They really are somebody! Mereka orang-orang muda yang hebat!”. Ada yang pernah bekerja untuk PBB, ada yang sudah lama jadi volunteer di panti asuhan, ada yang pernah ikut Sail Bunaken dan sangat concern terhadap perikanan Indonesia. Mereka pemuda-pemuda hebat, tidak hanay di akademis, tapi juga berkarya di masyarakat. I was just nobody there! Tapi saya bersyukur bisa bertemu mereka. Bersyukur karena ternyata bangsa ini masih memiliki pemuda-pemuda hebat calon pemimpin masa depan yang (mengutip perkataan pak Anies) masih mau bersusah-susah untuk hidup susah demi suatu tujuan yang saya yakin, demi apapun itu, idealisme mereka sangat patut diacungi jempol!

Setelah self presentation, kami dibagi lagi menjadi kelompok yang berbeda untuk focus group discussion.  Disini kami diminta membahas suatu permasalahan dengan beberapa opsi penyelesaian dan harus tercapai satu tujuan bagi masing-masing kelompok. Disini kami diminta untuk mengemukakan pendapat pribadi dan menyatukannya menjadi pendapat kelompok.

Setelah istirahat siang, masing-masing orang dibagi kembali untuk mengikuti simulasi mengajar, interview, dan problem solving secara parallel. Saat simulasi mengajar, saya menjadi sadar satu hal, ternyata menjadi anak SD itu menyenangkan sekali!😀

Di simulasi mengajar, saat teman kelompok kami menjadi guru, maka calon pengajar dan assessor berpura-pura menjadi murid SD. Dan itu subhanallah dahsyat bukan main! Tapi menyenangkan juga sih.. apalagi kalau mereka murid SD beneran ya? Sepanjang simulasi saya dan teman-teman tertawa terus *tapi ga, buat yang lagi ngajar kayaknya, beneran bikin pusing euy.. hihihi…*. Overall, inilah bagian paling menyenangkan menurut saya selama direct assessment tersebut.

Setelah direct assessment, bagi yang lolos, akan dipanggil untuk medical check up (MCU) dan bagi yang lolos MCU akan dikarantina selama tujuh minggu, baru setelah itu ditempatkan di daerah-daerah yang membutuhkan.Sampai saat ini, saya belum dipanggil MCU. Bagaimanapun itu, lolos atau pun tidak lolos, saya percaya Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Jika saya lolos, berarti saya mampu menghadapi tantangan tersebut, dan jika saya tidak lolos, berarti mungkin ada hal lain yang harus saya selesaikan di sini. Apapun itu, saya bersyukur telah dipertemukan dengan pemuda-pemuda hebat calon pemimpin masa depan bangsa ini.

Semangat!! never give up! p(^o^)q

 

2 responses to this post.

  1. Posted by febrian on March 13, 2011 at 7:11 pm

    akhrnya nulis tentang IM juga cha, he..he.. semangat never give up until end……

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: