[Cerpen] Putri, Alia, dan Anak Kucing (Part 2)

Setelah part 1, Mari kita lanjutkan dengan part 2!!๐Ÿ˜€

Neng Putri, bibi lupa kalau hari ini tante Vita nggak di rumah,” jelas bibi. Dia bingung. Putri harus tinggal dimana sampai kedua orang tuanya pulang.

“Wah… Padahal Putri pengen ngenalin Teddy ke tante Vita hari ini, ” Putri cemberut.

“Neng Putri ikut ke rumah bibi aja ya? Ntar neng Putri bisa bermain bersama Mbak Dina dan Alia. Bagaimana?” Dina adalah anak sulung bibi, yang hanya bersekolah sampai kelas 3 SMP. Saat ini, Dina membantu ibunya dengan membuka warung di depan rumah mereka. Sedangkan Alia, putri bungsu bibi yang baru berusia lima tahun.

“Teddy boleh ikut kan, bi?” Tanya Putri.

“Tentu saja,” bibi tersenyum. Dia lega karena masalah terpecahkan. Mereka berdua kemudian berjalan menuju perkampungan di belakang kompleks perumahan rumah Putri.

Sesampainya di rumah bibi, Putri diperkenalkan dengan Mbak Dina dan Alia. Bibi langsung ke belakang, mulai mencuci pakaian-pakaian yang dititipkan kepadanya. Sedangkan Dina kembali sibuk melayani pembeli. Warung yang menjual kebutuhan sehari-hari itu ramai juga ternyata.

Putri dan Alia bermain bersama. Selama bermain, Putri terus menggendong Teddy. Anak kucing itu pun terus menggeliat-geliat ingin keluar dari gendongannya.

“Kak Putri, itu si Teddy jangan digendong terus… Kasihan… dia kan pengen main juga, ” kata Alia.

“Nanti dia kabur,” balas Alia.

“Meong… Meong…” Teddy terus berontak. Alia berlari ke ruang tamu. Mengambil sesuatu dan kembali ke teras tempat Putri menunggu sambil terus menggendong Teddy.

Ternyata Alia membawa gulungan benang wol yang diambil di laci lemari ruang tamunya.

Putri melepaskan Teddy, membiarkannya memainkan gulungan benang wol tadi. Sementara Putri dan Alia melanjutkan permainan monopoli yang tadi sempat terhenti.

* * *

Waktu telah menunjukkan pukul dua siang. Putri dan Alia kini berganti memainkan ular tangga.

“Kak Putri, Teddy laper tuh.. Alia ambilin makan ya!” Tanpa menunggu jawaban Putri, Alia beranjak ke dapur, mengambil sepiring kecil nasi yang sudah diaduk-aduk dengan potongan ikan asin. Putri diam saja melihatnya. Dia hanya memandang sesaat kemudian kembali asyik bermain ular tangga.

“Teddy, kamu kok manis banget sih… tinggal di sini aja sama Alia ya… ya? ya?” Kucing itu mengeong-ngeong sambil terus menghabiskan makanannya. Putri cemberut mendengar perkataan Alia.

“Enak aja! Itu kan kucingku!” teriak Putri. Alia jadi ikutan cemberut.

“Tapi Teddy-nya seneng kok di sini..” Alia jadi ikutan.

“Teddy! Ayo pulang!” Putri tak berminat melanjutkan permainan. Diraihnya badan Teddy dalam dekapan. Teddy tak senang waktu makannya diganggu. Dia meronta-ronta dan, Aww! Wajah Putri tiba-tiba meringis dan airmatanya mengalir. Dia menangis tersedu-sedu karena Teddy mencakar wajahnya, kemudian melompat dan kembali meneruskan makan. Putri naik pitam. Diraihnya kembali tubuh Teddy dengan paksa. Tapi kali ini Teddy lebih gesit. Dia telah menyelesaikan makannya dan melesat ke dalam rumah. Hampir lima belas menit lamanya Putri berlarian di dalam rumah demi mengejar Teddy.

“Kak Putri, Teddy-nya kan nggak mau pulang, jangan dipaksa dong!” kata Alia semakin membuat Putri marah. Hampir saja Putri memukul Alia kalau saja bibi tidak keluar menuju ruang tamu tempat mereka kini berada.

“Ada apa ini ribut-ribut!” tanya bibi.

“Itu bi, Alia mau ngambil kucing Putri,” jawab Putri.

“Enak aja! Teddy-nya tuh yang ga mau pulang kok bu!” balas Alia. Dia mulai menangis karena tidak ingin dipersalahkan. Teddy datang mendekati Alia dan duduk dipangkuannya. Putri jadi tambah kesal dibuatnya.

“Tuh lihat! Teddy-nya yang nggak mau pulang,” Putri merasa diejek dengan perkataan Alia tersebut.

“Neng Putri, biar Teddy disini dulu ya, nanti bibi anterin pulang,” bibi menengahi.

“Sekarang kita pulang yuk, neng!” kata bibi lagi. Sebenarnya Putri tak ingin menurut. Dia kesal pada Alia. Tapi dia ingat kata-kata ibu, bahwa tidak baik mengumbar amarah. Karena itu, dengan menghentak-hentak, Putri melangkahkan kakinya pulang, bibi mengikuti dari belakang. Waktu sudah menunjukkan pukul empat, sebentar lagi ibu Putri pulang, dan Ibu tidak suka kalau dia pulang Putri masih belum rapi.

* * *

Selama perjalanan, Putri cemberut saja. Dia ingat kata ibu, kalau kita harus bisa menjadi orang yang ikhlas dan suka memberi. Allah Menyayangi hamba-Nya yang ikhlas dan suka memberi, dan kalau Allah sayang, Dia akan memberi lebih banyak lagi.

“Bi, kalau memang Teddy nggak mau pulang, bilang Alia, jagain Teddy baik-baik ya Bi..” kata Putri.

“Lho? Neng mau ngasih Teddy buat Alia?” tanya bibi heran, mengingat Putri sangat menyayangi Teddy.

Putri mengangguk lesu. Dia sedang berusaha ikhlas. Bibi mengusap kepala Putri.

“Makasih ya neng…” kata Putri.

“Meong.. meong..” baru sedetik bibi mengucapkan terimakasih, terdengar suara anak kucing mengeong. Keduanya menoleh ke belakang.

“Teddy…” panggil Putri. Teddy segera berlari mendekati. Putri segera meraihnya.

“Tuh neng.. Teddy-nya masih pengen sama neng Putri kok..” kata bibi sambil tersenyum. Putri mengangguk dan ikut tersenyum. Di belakang Teddy, Alia berlari mengejar.

“Teddy jangan pulang dong! Sama Alia aja!” teriaknya sambil terus berlari mendekati Putri dan ibunya.

“Kak Putri, Teddy buat Alia aja ya…!” Pintanya.

“Alia, kamu nggak boleh gitu! Itu kan kucing kesayangan neng Putri!” Alia tidak mau mengerti, dia terus menangis.

“Alia, jangan minta Teddy ya.. Ini kucing kesayangan kakak! Hadiah ulang tahun dari Bunda.” Alia masih belum mau mengerti. Putri jadi merasa bersalah.

“Kalau begitu nanti kak Putri minta bunda beliin satu buat Alia deh..” Putri menawarkan. Alia diam.

“Beneran kak?” tanya Alia. Putri tersenyum dan mengangguk.

“Kalau begitu Alia yang gendong Teddy sampai rumah kak Putri ya!” pintanya, Putri mengangguk dan menyerahkan Teddy ke pelukan Alia. Dan kemudian mereka berjalan bersama dengan gembira.

-T H E ย E N D-

Ceritanya selesai, sorry kalau rada boring, namanya aja cerita anak-anak.. *ngelesmodeon*๐Ÿ˜›

2 responses to this post.

  1. Posted by Febi Mutia on February 25, 2011 at 10:36 am

    simple dan mengena…tokoh Putri anak yg penguasaan emosinya bagus๐Ÿ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: